24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi NW Adnyani | Matahari Tenggelam di Danau Batur

NW Adnyani by NW Adnyani
February 20, 2021
in Puisi
Puisi-puisi NW Adnyani | Matahari Tenggelam di Danau Batur

Ilustrasi foto Danau Batur || Foto oleh IK Eriadi Ariana

MENJADI IBU


Seperti terlahir di kelopak bunga

ada semerbak mengelus rahimku

bersama merahnya darah

 dan putihnya warna tulang


Di pelataran ini aku belajar gerak bintang

menganyam tutur anak-anak angin

menjadi dongeng-dongeng kecil

dalam lukisan musim yang baru bersemi

kualirkan susu madu dalam detak nadimu

bersama lelakiku

cintaku tak putus

sakitku telah pupus


( Agustus 2008)


MATAHARI TENGGELAM DI DANAU BATUR


Matahariku,

di tepi air ini aku menyuratkan doa

berikan ruang yang terang, waktu yang luas ,

tempat aura putih kita bersemayam panjang

dalam doa-doa biru

tempat kita menitipkan cinta


Senja ini, engkau kupanggil kembali matahari

saat hujan mulai menaburkan kabut

di sela-sela ilalang yang kita lewati

hari-hari sudah menunggu begitu  lama,

 jangan engkau tenggelamkan pagi

yang selalu kurindukan


Matahariku, dinginnya air tawar ini menggodaku sempurna

aku enggan menyandingkan malam tak berbulan diwajahmu,

nanti matamu tenggelam dalam pekatnya danau

 yang mengheningkan cinta di jemarimu

kita pernah menghitung pelarian

dari musim-musim kelam di masa silam

lalu kita sepakati membangun cerita

diam-diam di ruang temaram


Engkau kupeluk lagi matahari,

mari tenggelam bersama disini,

tempatmu ada disini

meski rasanya tawar,

danau ini berwarna abadi


(Batur, Juni 2017)


PEMUJA API DI TANAH TIMUR


(1)

Di bulan kesembilan,

wajah –wajah batu menggeliat gelisah

ada aroma panas berhembus di utara

burung-burung sedikit murung

dedaunan melayu gugur tanpa iklas

udara dan kabut menjalin cerita muram

di lembah-lembah yang lengang


Saat penghujung bulan,

cerita berlomba menggiring kaki-kaki tua menuju selatan

meninggalkan batu-batu tempatnya memuja

kisah para api yang semula menjadi cerita

dipaksa tiba-tiba menjadi nyata

pemujaan itu belum selesai tuan!

dan kami pergi menjauh


(2)

Bulan kesepuluh berlalu sempurna

dari selatan kunantikan cerita dari timur dan utara

wajah batu tak bergeming,

setia dengan aroma panas, kabut dan udara warna warni

mengarang cerita, memabukkan kerinduan kampung batu,

pemuja api, istana pasir dan kerontang di tanah timur

kaki-kaki tua melangkah kembali pulang,

biarlah pemujaan itu kembali dekat wajahMu

api itu hidup didarahku,kupuja dan kuberikan sesaji wangi

entah Engkau akan membakar atau menjiwai tanah ini,

Apakah tuan ingin peduli?


(3)

Tiba di akhir bulan kesebelas,

pemuja api khusuk menikmati aroma lembah,

kampung dan  halaman berpasir yang memanggil pulang

akhirnya wajah batu menangis tersedu,

mengirim air kelabu, udara abu-abu dan api yang memerah pelan

aku yakin pemujaan ini tidak sia-sia

Kau akan tersenyum memetik sesaji dan doa-doa

sesekali menggoda dengan aroma panas dan sedikit gelisah

dan pemuja apimu

mencintai wajah batumu dengan sempurna


(Erupsi GA, Sept-Nov 2017)


EDELWEIS YANG TAK ABADI


Senja ungu turun dan bermuram

berkabar sesaat di ujung daun-daun edelweiss

yang memutih, pucat dan memelas

ada sebait pesan biru kutangkap pilu

sepertinya cerita keabadian itu

mulai menepi pelan-pelan


Aroma gunung tiba-tiba memanis

membius senyum  kemenangan sempurna

beranikah ingkar kepada keabadian yang kau agungkan?


Kelopak edelweis menggugurkan air mata satu demi satu

dan benar kau harus membawa keabadian ini

 tak lagi lekang,

apalagi terkenang

kalimat itu terlukis abu-abu di langit yang kembali ungu

aku ingin ikhlas

 edelweis ini tidak lagi abadi


#Besakih, Pebruari 2019


PURA LEMPUYANG


Ada pintu surga yang ditawarkan penuh doa

lalu kau betangkan tangan

mencakupkan jemari sempurna

di bawah lembayung yang perlahan menipis

direngut malam


Ada pintu surga yang menyambutmu dalam doa

hitunglah tangga-tangga waktu

sebelum pujamu menjadi mantra

kau tak akan bisa meghentikan bunyi  genta

 dan aroma dupa berbalut cendana

hingga khusukmu memutih bersama


Sekarang ketuklah pintu surga itu

dalam hening hatimu

Dia ada disana,

kembali berwarna lembayung

dan menyucikan dirimu sempurna


#Februari 2019

  • Puisi-puisi ini terkumpul dalam buku antologi puisi “Ayahku Sebatang Roh” yang penerbitannya masih dalam proses
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anjing Setan | Cerpen Kiki Sulistyo

Next Post

Melawan Kuasa Kapital Pada Jegog

NW Adnyani

NW Adnyani

Ni Wayan Adnyani,S.Pd,M.Pd , lahir di Bebandem, Karangasem pada tanggal 9 Pebruari 1981. Alumni Sarjana Pendidikan Fisika IKIP Negeri Singaraja (2003) dan Pasca Sarjana Undiksha Singaraja Jurusan Administrasi Pendidikan (2013). Menulis puisi sejak bangku SMP dan karyanya pernah dimuat diberbagai media massa lokal seperti Wiyata Mandala, Bali Post, POS Bali, Tribune Bali, dan majalah sekolah /kampus yang pernah dikelolanya. Kini mengajar di SMAN 1 Bebandem Karangasem dan tutor di Universitas Terbuka

Related Posts

Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

by Wayan Esa Bhaskara
April 18, 2026
0
Sajak-sajak Wayan Esa Bhaskara | Begitulah Aku Mencintaimu

Irama Nada Hujan aroma tanah selepas hujansisakan nafasnya yang gemetardingin pagikekecewaan yang bersandar yang tak pernah dicapai mataharitak berikan waktu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

by Gus Surya Bharata
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Ida Bagus Gde Surya Bharata | Meseh Lawang

MESEH LAWANG Nuju dinane anulampahe napak lawangannilar pekaranganngapti segere tan mari lali napak lawangane di arepanggane matureksasungkan tan pasangkanmeduuh aduh...

Read moreDetails

Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

by Senny Suzanna Alwasilah
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Senny Suzanna Alwasilah | Antara Jakarta dan Seoul

ANTARA JAKARTA DAN SEOUL Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustussaat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajakSejenak...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

by Kim Young Soo
April 12, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Melintasi Langit Kalimantan

MELINTASI LANGIT KALIMANTAN Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihatair anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir...

Read moreDetails

Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

by Zahra Vatim
April 11, 2026
0
Puisi-puisi Zahra Vatim | Perahu Kata

PERAHU KATA Ingin kau tatap ombak dari tepi gunungterlintas segala pelayaran yang usai dan landaidaun kering terpantul cahayabatu pijak dipeluk...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

by Chusmeru
April 10, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Lagu Terlewat Tak mengapa bila senyum itu bukan untukkuKarena tawa usai berpestaTapi cinta adakah meranaBila setapak pernah bersamaSemai akan tetap...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

by IBW Widiasa Keniten
April 5, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Di Altar Sucimu, Tuhan

Beri Aku Tuhan beri aku bersimpuh, tuhandi kaki padma sucimu beri aku bersujud, tuhanjiwa raga terselimuti jelaga kehidupan beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

by Made Bryan Mahararta
April 4, 2026
0
Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Perang Teluk Peristiwa penting dalam babak sejarah duniaGeopolitik modern yang tersirat krisis internasionalKonflik regional yang penuh ambisi dan amarahNegara kawasan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

by Iwan Setiawan
March 28, 2026
0
Puisi-puisi Iwan Setiawan | Senja yang Tersesat di Rambut Seorang Perempuan

SENJA YANG TERSESAT DI RAMBUT SEORANG PEREMPUAN Puisi ini aku dedikasikan untuk Lea Kathe Ritonga di rambutnya, senja tersesat seperti...

Read moreDetails

Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

by Alfiansyah Bayu Wardhana
March 27, 2026
0
Puisi-puisi Alfiansyah Bayu Wardhana | Taman yang Diam-diam Bersemi

Taman yang Diam-diam Bersemi Maka pada suatu pagi yang heningkutemukan namamu tumbuh di dalam hatiku,sebagaimana benih yang lama tersembunyitiba-tiba mengenal...

Read moreDetails
Next Post
Melawan Kuasa Kapital Pada Jegog

Melawan Kuasa Kapital Pada Jegog

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co