25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi NW Adnyani | Matahari Tenggelam di Danau Batur

NW Adnyani by NW Adnyani
February 20, 2021
in Puisi
Puisi-puisi NW Adnyani | Matahari Tenggelam di Danau Batur

Ilustrasi foto Danau Batur || Foto oleh IK Eriadi Ariana

MENJADI IBU


Seperti terlahir di kelopak bunga

ada semerbak mengelus rahimku

bersama merahnya darah

 dan putihnya warna tulang


Di pelataran ini aku belajar gerak bintang

menganyam tutur anak-anak angin

menjadi dongeng-dongeng kecil

dalam lukisan musim yang baru bersemi

kualirkan susu madu dalam detak nadimu

bersama lelakiku

cintaku tak putus

sakitku telah pupus


( Agustus 2008)


MATAHARI TENGGELAM DI DANAU BATUR


Matahariku,

di tepi air ini aku menyuratkan doa

berikan ruang yang terang, waktu yang luas ,

tempat aura putih kita bersemayam panjang

dalam doa-doa biru

tempat kita menitipkan cinta


Senja ini, engkau kupanggil kembali matahari

saat hujan mulai menaburkan kabut

di sela-sela ilalang yang kita lewati

hari-hari sudah menunggu begitu  lama,

 jangan engkau tenggelamkan pagi

yang selalu kurindukan


Matahariku, dinginnya air tawar ini menggodaku sempurna

aku enggan menyandingkan malam tak berbulan diwajahmu,

nanti matamu tenggelam dalam pekatnya danau

 yang mengheningkan cinta di jemarimu

kita pernah menghitung pelarian

dari musim-musim kelam di masa silam

lalu kita sepakati membangun cerita

diam-diam di ruang temaram


Engkau kupeluk lagi matahari,

mari tenggelam bersama disini,

tempatmu ada disini

meski rasanya tawar,

danau ini berwarna abadi


(Batur, Juni 2017)


PEMUJA API DI TANAH TIMUR


(1)

Di bulan kesembilan,

wajah –wajah batu menggeliat gelisah

ada aroma panas berhembus di utara

burung-burung sedikit murung

dedaunan melayu gugur tanpa iklas

udara dan kabut menjalin cerita muram

di lembah-lembah yang lengang


Saat penghujung bulan,

cerita berlomba menggiring kaki-kaki tua menuju selatan

meninggalkan batu-batu tempatnya memuja

kisah para api yang semula menjadi cerita

dipaksa tiba-tiba menjadi nyata

pemujaan itu belum selesai tuan!

dan kami pergi menjauh


(2)

Bulan kesepuluh berlalu sempurna

dari selatan kunantikan cerita dari timur dan utara

wajah batu tak bergeming,

setia dengan aroma panas, kabut dan udara warna warni

mengarang cerita, memabukkan kerinduan kampung batu,

pemuja api, istana pasir dan kerontang di tanah timur

kaki-kaki tua melangkah kembali pulang,

biarlah pemujaan itu kembali dekat wajahMu

api itu hidup didarahku,kupuja dan kuberikan sesaji wangi

entah Engkau akan membakar atau menjiwai tanah ini,

Apakah tuan ingin peduli?


(3)

Tiba di akhir bulan kesebelas,

pemuja api khusuk menikmati aroma lembah,

kampung dan  halaman berpasir yang memanggil pulang

akhirnya wajah batu menangis tersedu,

mengirim air kelabu, udara abu-abu dan api yang memerah pelan

aku yakin pemujaan ini tidak sia-sia

Kau akan tersenyum memetik sesaji dan doa-doa

sesekali menggoda dengan aroma panas dan sedikit gelisah

dan pemuja apimu

mencintai wajah batumu dengan sempurna


(Erupsi GA, Sept-Nov 2017)


EDELWEIS YANG TAK ABADI


Senja ungu turun dan bermuram

berkabar sesaat di ujung daun-daun edelweiss

yang memutih, pucat dan memelas

ada sebait pesan biru kutangkap pilu

sepertinya cerita keabadian itu

mulai menepi pelan-pelan


Aroma gunung tiba-tiba memanis

membius senyum  kemenangan sempurna

beranikah ingkar kepada keabadian yang kau agungkan?


Kelopak edelweis menggugurkan air mata satu demi satu

dan benar kau harus membawa keabadian ini

 tak lagi lekang,

apalagi terkenang

kalimat itu terlukis abu-abu di langit yang kembali ungu

aku ingin ikhlas

 edelweis ini tidak lagi abadi


#Besakih, Pebruari 2019


PURA LEMPUYANG


Ada pintu surga yang ditawarkan penuh doa

lalu kau betangkan tangan

mencakupkan jemari sempurna

di bawah lembayung yang perlahan menipis

direngut malam


Ada pintu surga yang menyambutmu dalam doa

hitunglah tangga-tangga waktu

sebelum pujamu menjadi mantra

kau tak akan bisa meghentikan bunyi  genta

 dan aroma dupa berbalut cendana

hingga khusukmu memutih bersama


Sekarang ketuklah pintu surga itu

dalam hening hatimu

Dia ada disana,

kembali berwarna lembayung

dan menyucikan dirimu sempurna


#Februari 2019

  • Puisi-puisi ini terkumpul dalam buku antologi puisi “Ayahku Sebatang Roh” yang penerbitannya masih dalam proses
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anjing Setan | Cerpen Kiki Sulistyo

Next Post

Melawan Kuasa Kapital Pada Jegog

NW Adnyani

NW Adnyani

Ni Wayan Adnyani,S.Pd,M.Pd , lahir di Bebandem, Karangasem pada tanggal 9 Pebruari 1981. Alumni Sarjana Pendidikan Fisika IKIP Negeri Singaraja (2003) dan Pasca Sarjana Undiksha Singaraja Jurusan Administrasi Pendidikan (2013). Menulis puisi sejak bangku SMP dan karyanya pernah dimuat diberbagai media massa lokal seperti Wiyata Mandala, Bali Post, POS Bali, Tribune Bali, dan majalah sekolah /kampus yang pernah dikelolanya. Kini mengajar di SMAN 1 Bebandem Karangasem dan tutor di Universitas Terbuka

Related Posts

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
0
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails
Next Post
Melawan Kuasa Kapital Pada Jegog

Melawan Kuasa Kapital Pada Jegog

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co