25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi NW Adnyani | Matahari Tenggelam di Danau Batur

NW Adnyani by NW Adnyani
February 20, 2021
in Puisi
Puisi-puisi NW Adnyani | Matahari Tenggelam di Danau Batur

Ilustrasi foto Danau Batur || Foto oleh IK Eriadi Ariana

MENJADI IBU


Seperti terlahir di kelopak bunga

ada semerbak mengelus rahimku

bersama merahnya darah

 dan putihnya warna tulang


Di pelataran ini aku belajar gerak bintang

menganyam tutur anak-anak angin

menjadi dongeng-dongeng kecil

dalam lukisan musim yang baru bersemi

kualirkan susu madu dalam detak nadimu

bersama lelakiku

cintaku tak putus

sakitku telah pupus


( Agustus 2008)


MATAHARI TENGGELAM DI DANAU BATUR


Matahariku,

di tepi air ini aku menyuratkan doa

berikan ruang yang terang, waktu yang luas ,

tempat aura putih kita bersemayam panjang

dalam doa-doa biru

tempat kita menitipkan cinta


Senja ini, engkau kupanggil kembali matahari

saat hujan mulai menaburkan kabut

di sela-sela ilalang yang kita lewati

hari-hari sudah menunggu begitu  lama,

 jangan engkau tenggelamkan pagi

yang selalu kurindukan


Matahariku, dinginnya air tawar ini menggodaku sempurna

aku enggan menyandingkan malam tak berbulan diwajahmu,

nanti matamu tenggelam dalam pekatnya danau

 yang mengheningkan cinta di jemarimu

kita pernah menghitung pelarian

dari musim-musim kelam di masa silam

lalu kita sepakati membangun cerita

diam-diam di ruang temaram


Engkau kupeluk lagi matahari,

mari tenggelam bersama disini,

tempatmu ada disini

meski rasanya tawar,

danau ini berwarna abadi


(Batur, Juni 2017)


PEMUJA API DI TANAH TIMUR


(1)

Di bulan kesembilan,

wajah –wajah batu menggeliat gelisah

ada aroma panas berhembus di utara

burung-burung sedikit murung

dedaunan melayu gugur tanpa iklas

udara dan kabut menjalin cerita muram

di lembah-lembah yang lengang


Saat penghujung bulan,

cerita berlomba menggiring kaki-kaki tua menuju selatan

meninggalkan batu-batu tempatnya memuja

kisah para api yang semula menjadi cerita

dipaksa tiba-tiba menjadi nyata

pemujaan itu belum selesai tuan!

dan kami pergi menjauh


(2)

Bulan kesepuluh berlalu sempurna

dari selatan kunantikan cerita dari timur dan utara

wajah batu tak bergeming,

setia dengan aroma panas, kabut dan udara warna warni

mengarang cerita, memabukkan kerinduan kampung batu,

pemuja api, istana pasir dan kerontang di tanah timur

kaki-kaki tua melangkah kembali pulang,

biarlah pemujaan itu kembali dekat wajahMu

api itu hidup didarahku,kupuja dan kuberikan sesaji wangi

entah Engkau akan membakar atau menjiwai tanah ini,

Apakah tuan ingin peduli?


(3)

Tiba di akhir bulan kesebelas,

pemuja api khusuk menikmati aroma lembah,

kampung dan  halaman berpasir yang memanggil pulang

akhirnya wajah batu menangis tersedu,

mengirim air kelabu, udara abu-abu dan api yang memerah pelan

aku yakin pemujaan ini tidak sia-sia

Kau akan tersenyum memetik sesaji dan doa-doa

sesekali menggoda dengan aroma panas dan sedikit gelisah

dan pemuja apimu

mencintai wajah batumu dengan sempurna


(Erupsi GA, Sept-Nov 2017)


EDELWEIS YANG TAK ABADI


Senja ungu turun dan bermuram

berkabar sesaat di ujung daun-daun edelweiss

yang memutih, pucat dan memelas

ada sebait pesan biru kutangkap pilu

sepertinya cerita keabadian itu

mulai menepi pelan-pelan


Aroma gunung tiba-tiba memanis

membius senyum  kemenangan sempurna

beranikah ingkar kepada keabadian yang kau agungkan?


Kelopak edelweis menggugurkan air mata satu demi satu

dan benar kau harus membawa keabadian ini

 tak lagi lekang,

apalagi terkenang

kalimat itu terlukis abu-abu di langit yang kembali ungu

aku ingin ikhlas

 edelweis ini tidak lagi abadi


#Besakih, Pebruari 2019


PURA LEMPUYANG


Ada pintu surga yang ditawarkan penuh doa

lalu kau betangkan tangan

mencakupkan jemari sempurna

di bawah lembayung yang perlahan menipis

direngut malam


Ada pintu surga yang menyambutmu dalam doa

hitunglah tangga-tangga waktu

sebelum pujamu menjadi mantra

kau tak akan bisa meghentikan bunyi  genta

 dan aroma dupa berbalut cendana

hingga khusukmu memutih bersama


Sekarang ketuklah pintu surga itu

dalam hening hatimu

Dia ada disana,

kembali berwarna lembayung

dan menyucikan dirimu sempurna


#Februari 2019

  • Puisi-puisi ini terkumpul dalam buku antologi puisi “Ayahku Sebatang Roh” yang penerbitannya masih dalam proses
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Anjing Setan | Cerpen Kiki Sulistyo

Next Post

Melawan Kuasa Kapital Pada Jegog

NW Adnyani

NW Adnyani

Ni Wayan Adnyani,S.Pd,M.Pd , lahir di Bebandem, Karangasem pada tanggal 9 Pebruari 1981. Alumni Sarjana Pendidikan Fisika IKIP Negeri Singaraja (2003) dan Pasca Sarjana Undiksha Singaraja Jurusan Administrasi Pendidikan (2013). Menulis puisi sejak bangku SMP dan karyanya pernah dimuat diberbagai media massa lokal seperti Wiyata Mandala, Bali Post, POS Bali, Tribune Bali, dan majalah sekolah /kampus yang pernah dikelolanya. Kini mengajar di SMAN 1 Bebandem Karangasem dan tutor di Universitas Terbuka

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Melawan Kuasa Kapital Pada Jegog

Melawan Kuasa Kapital Pada Jegog

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co