23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Skenario Besar di Balik Tambahan Lirik Lagu “Bintang Kecil” di Bali | Meli tipat sing ada dagang

Gede Gita Wiastra by Gede Gita Wiastra
January 24, 2021
in Esai
Skenario Besar di Balik Tambahan Lirik Lagu “Bintang Kecil” di Bali | Meli tipat sing ada dagang

Ilustrasi tatkala.co [diolah dari sumber gambar di Google]

Orang Bali punya lagu Bintang Kecil versinya sendiri. Tak ada yang tahu, ini ulah siapa dan dimulai kapan. Jelasnya, orang Bali, dari anak-anak sampai orang tua, umumnya mengenal versi ini. 


Bintang kecil di langit yang biru

Amat banyak menghias angkasa

Aku ingin terbang dan menari

Jauh tinggi ke tempat kau berada


Liriknya asyik, pesannya kuat. Sungguh hebat Pak Dal karena mampu mencipta lagu dengan sempurna. Pantas lagu ini populer. Begitulah kata orang-orang yang mengulas lagu penyerta tumbuh anak Indonesia ini.

Ada pula yang mengkritik kesesatan pada liriknya. Tak ada bintang di langit yang biru, adanya di langit yang gelap, katanya. Berdasarkan pertimbangan rima, sahut seorang lainnya dengan niat membenarkan, kata yang benar bukan biru, tetapi tinggi. Jadi Bintang kecil di langit yang tinggi.

Tulisan ini bukan bermaksud mengulas bagian-bagian di atas. Tulisan ini hanya bercerita tentang lagu Bintang Kecil-nya orang Bali. Dikatakan milik orang Bali karena mengandung tambahan lirik berbahasa Bali. Dari hasil tanya-tanya, orang dari berbagai daerah di Bali rupanya mengenal versi ini. Jadi, dapat dikatakan populer. 

Begini! Usai menyanyikan lirik di atas, lagu bernada sederhana ini diberi tambahan lirik berikut.


Meli tipat sing ada dagang                         (Beli lontong tak ada dagang)

Meli kacang sing ngidang makpak            (Beli kacang tak bisa ngunyah)

Liriknya absurd, apalagi pesannya. Sungguh lancang si pencetus tambahan lirik ini. Kok bisa-bisanya versi ini populer. Begitulah kata seorang teman, panggil saja si Bingungis (karena sering bingung), yang tetiba mengingat lagu masa kecilnya itu. 

“Kok bisa meli tipat? Kok sing ada dagang?”, gerutunya, tentu dengan ekspresi bingung karena baru menyadari keunikan tambahan lirik itu. 

Si Fundamentalis bertanya, “Mengapa harus ditambahkan ya? Apa dirasa kurang?”

Si Konspi-rasis menyela “Ini benar-benar aneh! Kok bisa tambahan lirik itu sepopuler ini? Bagaimana proses penyebarannya? Ini pasti ulah elite lokal! Skenario apa yang ada di balik bintang kecil dan dagang tipat?

Yang lagi ngin-tips memberi pengakuan bahwa tambahan lirik Bintang Kecil yang didapatinya bukan hanya meli tipat dan meli kacang semata, tapi juga meli bubuh dan aes (maksudnya es krim). Begini lengkapnya!


Meli tipat sing ada dagang                         (Beli ketupat tak ada dagang)

Meli kacang sing ngidang makpak            (Beli kacang tak bisa ngunyah)

Meli bubuh sing ngidang nguluh               (Beli bubur tak bisa menelan)

Meli aes pesu tenges                                  (Beli es keluar ingus)


Bak virus, lirik lagu “Bintang Kecil”-nya orang Bali ini ternyata telah bermutasi. Mulai dari dagang tipat sampai aes pun terpapar.


“Nah itu!”, si Analitis memulai menyampaikan hasil analisisnya, “Sudah ketemu polanya. Kata seorang ahli, laku budaya tercermin dalam laku bahasa seseorang. Bila ini (suka nambahin) terkategori sebagai laku bahasa, mungkinkah ini cermin budaya orang Bali?”, tanya si Analitis (pertanyaannya biasanya akan dijawab olehnya sendiri).

“Orang Bali suka penuh. Citra penuh (meriah, berhias, bersolek) dapat ditemui di segala lini mulai dari pekarangan rumah hingga produk-produk keseniannya (lukisan, gamelan, ukiran, arsitektur), bahkan masakan Bali.”, kata si Analitis mengutip pernyataan Aryantha Soethama tentang orang Bali.

“Lalu?”

“Mungkin lirik Bintang Kecil dirasa terlalu pendek. Masih ada sisa nafas usai menyanyikan lirik lagu ini. Karena suka penuh dan agar penuh, sisa nafas tadi baiknya ditambahkan lirik, supaya tidak sia-sia. Asane sing genep pailehe, bila masih ada ruang kosong.”

“Kalau lagu lain kok tidak ditambahkan? Lagu anak lainnya kan liriknya juga pendek?”, kata Bingungis, tentu masih konsisten dengan wajah bingungnya.

“Walau sama-sama pendek, lagu anak lainnya kan sudah terisi penuh oleh senandung lalala atau hehehe di akhir liriknya. Yang lebih kreatif caca marica he hei pada lagu Anak Kambing Saya atau tek dung lalala pada lagu Burung Kakak Tua. Jadi, tidak perlu tambahan lagi! Pailehe sube genep!”, jawab si Analitis bermaksud meyakinkan.

Semua mengangguk, tanda menyetujuinya.

“Kok sing ada dagang? Kan dagang tipat dan kacang ada di mana-mana? Begitu juga dagang bubuh? Apalagi dagang aes? Apa saat lirik ini dibuat belum ada dagang ya? Dari lirik sing ada dagang, para pedagang terinspirasi medagang, agar ada dagang?” ulang salah satu di antara mereka.

“Masalahnya bukan terletak pada ada atau sing dagang. Tapi LI…, maksudku MELI!”, si Analitis kembali meneruskan sambil memelintir kumis tipisnya.

“ME ngaranin pengater, LI ngaranin ….,”

Celetukan si Maknais itu langsung dipotong (baca: disensor) si Analitis. “Bukan begitu! Lagu Bintang Kecil kan membicarakan hasrat (keinginan) anak ane joh gati sing tanggung-tanggung: terbang tinggi menggapai bintang hanya untuk menari. Coba pikir! Sementara itu, hasrat yang muncul pada lirik versi orang Bali ini ialah meli alias belanja.”

“Maksudmu orang Bali suka belanja, gitu? Semua orang juga suka belanja keles”, sela salah satu di antara mereka.

“Mungkin juga. Tapi maksudku,” lanjut si Analitis, “seluruh keinginan itu terasa sia-sia. Ini tercermin dari tambahan lirik sing ada dagang, sing ngidang makpak, sing ngidang nguluh. Which is, ini menggambarkan aktivitas konsumsi yang memprioritaskan keinginan (want), tinimbang kebutuhan (need)!  Dengan kata lain, kita telah membeli imaji-imaji (yang ditandai tipat, kacang, bubuh, aes) yang sesungguhnya tak ada gunanya (sing ngidang makpak, sing ngudang nguluh).” 

“Orientasi pada gaya hidup membuat orang-orang mengikuti trend. Bila trend-nya belanja, keterlibatan padanya adalah keterlibatan terhadap kehidupan. Belanja menjadi ukuran dari kebahagiaan dan kesenangan. Dulu ada istilah  populer dari Descartes: ‘Aku berpikir maka aku ada’. Saat tambahan lirik itu diciptakan jadi: ‘Aku belanja maka aku ada!’.

Artine, konsumerisme telah merasuk dalam pikiran dan tubuh kita sejak anak-anak not ci, serem to!  Pang ci nawang, menurut Baudrillard, …”

“Kreeeoook! kreeeokkk! kreeook!”, terdengar perut salah satu dari mereka protes memotong pernyataan menggebu-gebu si Analitis yang sejak tadi melafalkan kutipan-kutipan yang ia hafalkan dari artikel internet.

“Terik-terik gini, tipat cantok plus es daluman Warung NEW WOD kayaknya mantap!” potong si pemilik perut.

“Gas! ORDER!”, sahut semua orang.

“Oke! tipat cantok lima, pedas tiga, biasa dua, aes daluman lima, Oke fix! Bayar!”, ucap si Analitis, lalu menutup aplikasi pesan antar makanan online di gawainya. “Sampai mana tadi?”

Mereka kembali melanjutkan percakapan tentang Bintang Kecil sembari menunggu pesanan. [T]

_________________

BACA JUGA:

Menyanyikan “Bagimu Negeri”: Maaf, Kami Lupa Bagian yang Satu itu…

Foto: Mursal Buyung

Bicara “Topi Saya Bundar”, Bicara Definisi Kehormatan

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teknologi Berkembang, Budaya Bali Tetap Lestari

Next Post

Berkenalan dengan Karya Sastra Kuno Lewat Cara Kekinian | Novel “Jerum” Oka Rusmini

Gede Gita Wiastra

Gede Gita Wiastra

Suka bercerita, suka melucu, suka tertawa. Pernah menulis puisi, tapi lebih jago memusikkan atau melagukan puisi. Status menikah dengan (baru) satu anak

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Berkenalan dengan Karya Sastra Kuno Lewat Cara Kekinian | Novel “Jerum” Oka Rusmini

Berkenalan dengan Karya Sastra Kuno Lewat Cara Kekinian | Novel “Jerum” Oka Rusmini

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co