2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teknologi Berkembang, Budaya Bali Tetap Lestari

Suara Perubahan by Suara Perubahan
January 23, 2021
in Esai
Teknologi Berkembang, Budaya Bali Tetap Lestari

Ni Nyoman Sri Supadmi

Penulis: Ni Nyoman Sri Supadmi

Di era modern seperti saat ini, terjadi perubahan yang sangat pesat dalam bidang teknologi. Berbagai teknologi baru terus ditemukan sebagai upaya untuk mempermudah pekerjaan manusia. Perkembangan teknologi tersebut mengakibatkan keterbatasan- keterbatasan yang ada bukan lagi sebagai halangan. Dengan adanya perkembangan teknologi, berbagai kesulitan dipermudah, seperti misalnya dalam bidang komunikasi dan informasi. Jaman dulu, orang berkomunikasi dengan menggunakan simbol-simbol atau sandi, kemudian beralih dengan komunikasi dengan media surat. Butuh waktu yang tidak singkat dalam penyampaian  infomasi melalui surat. Belum lagi, surat yang mungkin salah alamat.

Perkembangan teknologi menolong manusia untuk mempermudah komunikasi dan penyampaian informasi. Bahkan dewasa ini kita malah dapat berkomunikasi tatap muka, melihat wajah orang yang kita ajak berkomunikasi. Kita juga dapat memperoleh informasi dari berbagai belahan dunia dengan cepat, bahkan bisa dikatakan up to date. Hal tersebut terjadi karena  adanya perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi sungguh memiliki banyak dampak positif terhadap kehidupan manusia.

Perkembangan teknologi juga telah merambah berbagai wilayah di Bali. Sebagai tempat destinasi wisata dunia, masyarakat dan kebudayaan Bali bukanlah suatu pengecualian terhadap  dampak perkembangan teknologi tersebut. Dengan wilayah yang relatif kecil, pulau Bali menjadi sorotan destinasi wisata dunia yang selalu diposisikan istimewa dengan keindahan alam dan sistem seni budaya yang indah. Kemajuan teknologi yang mendukung perkembangan pariwisata menjadi media yang menguntungkan bagi agen-agen yang berkecimpung di bidang tersebut.  Agen-agen tersebut dapat mempromosikan pariwisata Bali dengan budaya dan keindahan alamnya kepada masyarakat global, sehingga meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Bali. Hal tersebut tentu berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Bali, bukan hanya bagi pelaku pariwisata, namun masyarakat Bali pada umumnya.

Akan tetapi terlepas dari kemajuan perkembangan pariwisata sebagai salah satu dampak positif perkembangan teknologi, dampak negatif juga membayangi masyarakat Bali. Banyaknya orang asing yang masuk ke Bali, mengakibatkan banyak pula budaya luar yang masuk dan ikut menampilkan diri mencari panggung untuk pentas dan memperkenalkan kebudayaannya. Hal tersebut merupakan dampak atau konsekuensi dari perkembangan pariwisata budaya di Bali yang dapat mengikis nilai-nilai luhur budaya Bali. Bali yang mendapat kunjungan dari berbagai negara maju yang lebih banyak mengandalkan teknologi sebagai bantuan untuk berkomunikasi dengan orang lain, dan Bali sebagai daerah yang terkenal akan keindahan alam dan masyarakat yang kental akan budayanya harus dapat mengimbangi perkembangan teknologi dan mempertahankan budaya yang diwariskan oleh leluhur Bali.

Berdampingan dengan teknologi yang  semakin  berkembang, kita semakin dihadapkan pada masalah tentang perubahan budaya yang terjadi di Bali. Teknologi banyak menyumbang kemajuan untuk perkembangan pariwisata di Bali  khususnya  pembangunan  di  bidang pariwisata, dan kemajuan teknologi memberikan dampak negatif bagi budaya Bali yaitu pergeseran budaya dalam hal penggunaan busana adat Bali dan penggunaan bahasa daerah yaitu bahasa Bali. Adat istiadat dan budaya Bali mulai berubah karena mengalami asimilasi budaya dengan budaya luar, yang dibawa orang asing ketika berwisata ke Bali. Salah satunya yaitu cara berpakaian remaja Bali yang berubah secara signifikan dengan alasan mengikuti tren. Hal ini juga berpengaruh terhadap cara berbusana ke pura.

Mantra (1996 : 1-2) mengemukakan, globalisasi merupakan gejala yang tak dapat dihindarkan, tetapi sekaligus juga membuka kesempatan yang luas. Globalisasi telah membawa kemajuan  besar dan perubahan-perubahan mendasar dalam kehidupan masyarakat Bali, khususnya umat Hindu yaitu terjadinya  benturan  kultur,  dalam konteks fenomena berpenampilan dalam berbusana adat ke pura bagi umat Hindu. Cara berbusana perempuan Bali yang sudah mengikuti modernisasi ini malah mengubah etika berbusana ke pura menjadi kurang sesuai. Sering kita jumpai wanita Bali ketika melakukan persembahyangan saat ini, memakai kebaya yang transparan dan memakai kamen yang bagian depannya hanya beberapa cm di atas lutut. Sedangkan kaum pria masih banyak yang menggunakan udeng yang ikatan udengnya tidak menghadap ke atas, pemakaian kamen pada pria di Bali tidak memakai kancut atau lancingan. Hal ini sudah membuktikan perubahan budaya akibat kemajuan teknologi. Masyarakat Bali, khususnya pengguna internet, terpengaruh oleh gaya berbusana orang luar setelah melihat tren masyarakat luar Bali bahkan luar negeri, dan mengaplikasikannya pada cara berbusana ke pura padahal hal tersebut kurang tepat  untuk diikuti.

Pergeseran budaya juga terjadi pada penggunaan bahasa sehari-hari. Undang-Undang dasar 1945 pasal 32 ayat 2  menyatakan bahwa Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Hal ini dapat diartikan kedudukan bahasa daerah dan bahasa nasional adalah sejajar. Bahasa Bali yang merupakan bahasa ibu di Bali telah menjadi identitas dari budaya Bali. Secara eksternal, tantangan  yang dihadapi dalam kelestarian bahasa Bali adalah gencarnya  pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar aktivitas resmi, serta penggunaan bahasa asing lainnya yang  dianggap penting mengingat Bali sebagai destinasi wisata dunia. Hal tersebut berdampak pada eksistensi bahasa Bali. Penduduk Bali khususnya generasi muda dewasa ini bahkan lebih sering berbahasa Indonesia atau berbahasa inggris dalam percakapannya sehari-hari sehingga kemampuan masyarakat berbahasa Bali menjadi menurun drastis. Anak-anak usia sekolah bahkan banyak yang berpendapat bahasa inggris lebih mudah dibanding bahasa Bali, padahal bahasa Bali adalah bahasa daerahnya sendiri. Banyak pula orang Bali  yang  fasih berbahasa Inggris namun seketika menjadi terbata-bata ketika berkomunikasi menggunakan bahasa Bali.

Situasi    ini    diperumit    lagi    dengan    adanya     sosialisasi pemakaian bahasa Indonesia yang tidak mengindahkan perawatan bahasa daerah sebagai bahasa ibu yang harus dilestarikan.  Demikian juga semakin diperparah dengan berkembangnya pemakaian bahasa asing di Bali terkait dengan berkembangnya industri pariwisata. Modernisasi juga sangat berpengaruh terhadap penggunaan bahasa Bali. Hal ini terlihat dari banyaknya generasi muda yang semakin jarang menggunakan bahasa Bali dalam pergaulannya. Anak-anak yang sedari kecil sudah mengenal teknologi misalnya dengan melihat sosial media  atau  chanel  youtube anak-anak, secara tidak langsung mempelajari  bahasa asing yaitu bahasa Inggris. Hal ini akan berpengaruh pada aktivitas sosial anak yang berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, sehingga penggunaan bahasa Bali dalam berkomunikasi sehari-hari semakin ditinggalkan. Hal ini diperparah dengan kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian bahasa bali melalui penggunaan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari.

Paparan tersebut bukan mengklaim bahwa perkembangan teknologi pasti membawa budaya yang tidak baik bagi masyarakat Bali. Perkembangan teknologi sejatinya harus disikapi dengan sikap mawas diri. Kesadaran masyarakat Bali tentang pentingnya pelestarian budaya asli Bali perlu ditingkatkan. Perlu masyarakat sadari bahwa pariwisata Bali berkembang karena keunikan budaya daerahnya. Selain itu, budaya luar tidak berdampak  buruk  terhadap eksistensi budaya Bali bila masyarakat Bali dan  pihak yang terkait mampu menyaring budaya luar yang masuk, yang tidak sesuai budaya Bali wajib kita buang dan tinggalkan sedangkan yang sesuai dengan budaya Bali kita pakai untuk memperkaya budaya Bali. Jika seluruh masyarakat Bali sadar tentang hal tersebut, ajeg Bali bukan hanya sekedar slogan tetapi benar-benar terjadi dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Bali, sehingga budaya  Bali  akan tetap lestari.[T]

  • Ni Nyoman Sri Supadmi, mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Alit S Rini | Aku dan Pertiwi, Percakapan di Depan Api

Next Post

Skenario Besar di Balik Tambahan Lirik Lagu “Bintang Kecil” di Bali | Meli tipat sing ada dagang

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Skenario Besar di Balik Tambahan Lirik Lagu “Bintang Kecil” di Bali | Meli tipat sing ada dagang

Skenario Besar di Balik Tambahan Lirik Lagu “Bintang Kecil” di Bali | Meli tipat sing ada dagang

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co