27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Demo Bukan Cara Orang Bali, Orang Bali Cinta Damai dan Santun, Ini Buktinya…

I Putu Supartika by I Putu Supartika
October 12, 2020
in Esai
Demo Bukan Cara Orang Bali, Orang Bali Cinta Damai dan Santun, Ini Buktinya…

Ilustrasi diambil dari https://mahendramade.wordpress.com/

Sebelum memulai artikel ini, saya perlu katakan bahwa di sini saya netral, tidak pro yang demonstrasi, ataupun pro yang anti demonstrasi. Dan ini bukan sepenuhnya membahas tentang demo, namun juga tentang orang Bali yang cinta damai dan santun.

Begini bapak dan ibu sekalian. Belakangan gara-gara UU Cipta Kerja disahkan oleh DPR RI, berbagai elemen baik buruh, mahasiswa, bahkan ada pula pelajar ikut turun ke jalan menolak UU tersebut. Dan pada akhirnya, sebagian besar dari penolakan tersebut berakhir ricuh. Tak terkecuali di Bali.

Dan belakangan pula, terlepas dari demonstrasi yang digelar di Bali berakhir ricuh ataupun tidak, sebagian masyarakat Bali berseloroh secara sinis. Bahkan sejumlah warga ada yang mengatakan: demo bukan cara-cara orang Bali, orang Bali itu suka damai, yang ikut demo kebanyakan orang luar yang ingin merusak nama Bali, dan lain sebagainya. Ada juga yang mengatakan: demo merusak citra pariwisata Bali, membuat wisatawan takut datang ke Bali, memperburuk kondisi saat ini di tengah pandemi Covid-19, dan kata-kata lainnya yang berseliweran di beranda media sosial.

Ini bukan kali pertama, beberapa demo sebelumnya, walaupun berjalan lancar dan damai juga ada beberapa masyarakat Bali yang nyeletuk: demo ngae pariwisata usak! Bali cinta damai, ne jelema dauh tukad ne demo di Bali.

Orang Bali santun dan damai. Hal ini mungkin perlu digarisbawahi. Apakah benar orang Bali santun dan damai? Mungkin ada yang mengatakan benar, dan ada pula yang mengatakan tidak. Mari kita bicara kangin kauh di sini.

Orang Bali itu cinta damai dan memilih ribut di media sosial. Cobalah lihat postingan media sosial yang memajang foto demonstrasi khususnya di Bali, bukan hanya demo kali ini saja, tapi demo sebelum-sebelumnya dan baca komentar mereka. Lihatlah beberapa nama yang berkomentar di sana yang menggunakan nama orang Bali. Bacalah bagaimana caranya mereka berkomentar dengan sumpah serapah dan kata-kata kasar mereka. Misalkan saja: ada nak asli Bali milu demo? Dengan pertanyaan tersebut, bukankah langsung merujuk pada Sara?

Tak hanya masalah demo, masalah lain pula, coba lihat grup-grup facebook dengan anggota yang besar, baca komentar-komentar orang Bali di sana. Bagaimana mereka menghujat, bahkan hanya dengan membaca judul artikel yang diposting pun mereka sudah berkomentar dan menghujat tanpa mau sedikit saja meluangkan waktunya untuk membaca isi artikel tersebut sebelum berkomentar. Di sana kita bisa melihat, seberapa damai dan seberapa santun mereka.

Orang Bali cinta damai, tapi lihatlah bagaimana jika ada yang berebut tapal batas desa atau berebut setra (kuburan). Bagaimanakah caranya menyelesaikan masalah itu? Semua orang Bali pasti punya bayangan sendiri tentang bagaimana caranya menyelesaikan masalah itu.

Dan kalau mau ke waktu yang lebih jauh, tahun 1965-1966, bagaimana pembunuhan masal terjadi di Bali dan bagaimana ribuan orang Bali terbunuh bahkan oleh kenalan atau keluarganya sendiri. Santun dan damai?

Apa yang saya ungkapkan tadi mungkin terlalu jauh, terlalu luas. Oke, mari kita tinggalkan yang jauh jika ingin melihat seberapa damai orang Bali itu. Lihatlah mulai dari tingkat keluarga. Bagaimana saya melihat hubungan antara mertua dan menantu pada beberapa keluarga di sekitar saya dan bahkan di keluarga saya sendiri. Begini ceritanya.

Si X adalah mertua dari Si Y. Si X tidak setuju jika anaknya menikah dengan Si Y. Mereka tinggal dalam satu pekarangan rumah dan mencoba membuat drama seolah-olah mereka akur-akur saja. Pada suatu hari, Si Y membuat kesalahan kecil yang tidak perlu dipermasalahkan dan dibesar-besarkan, namun Si X menganggap bahwa masalah itu adalah masalah besar dan sekaligus jalan untuk bisa mengusir Si Y. Maka terjadilah pertengkaran hebat antara Si X dan Si Y yang pada akhirnya membuat Si Y harus menyingkir dari rumah mertuanya bersama sang suami. Si Y bersama suaminya pun memilih tinggal di tempat lain dengan cara mengontrak rumah.

Ini baru satu perkara orang Bali yang cinta damai dalam keluarga.

Kedua, bagaimana seorang mertua dan menantu yang akur-akur saja di dalam rumah. Tapi begitu keluar rumah, mereka akan menjelek-jelekkan satu sama lain. Si menantu tidak bisa ini itu, si mertua suka ngeyel, cerewet dan lain sebagainya.

Selanjutnya, bagaimana orang Bali sampai pegat menyama hanya gara-gara berebut warisan orang tua. Merasa mendapat bagian yang kurang adil, terjadilah keributan yang ujung-ujungnya musuhan walaupun dengan saudara kandung.

Selanjutnya lagi, bagaimana cara orang Bali menjelek-jelekkan orang yang tidak disukainya di tempat-tempat umum. Mereka tidak akan peduli apakah itu saat ngayah di pura, sangkep di banjar, saat gotong royong, ataupun di warung kecil tempat mereka berbelanja.

Ya, apa yang dikatakan orang Bali itu benar, demo bukan cara orang Bali, tapi cara orang Bali itu berbeda. Maka belakangan muncullah kasak-kusuk di masyarakat entah ini benar atau tidak: masyarakat Bali itu ramah pada pendatang, dan tidak ramah pada saudaranya sendiri.[T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

DenPasar 2020: Regeneration – Sebuah Program yang Mendukung Perkembangan Infrastruktur Kesenian dan Kelestarian Budaya Bali

Next Post

Parade Teater Muda Bali Utara; Perasaan yang Keruh Dalam Episode Daun Kering

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails
Next Post
Parade Teater Muda Bali Utara; Perasaan yang Keruh Dalam Episode Daun Kering

Parade Teater Muda Bali Utara; Perasaan yang Keruh Dalam Episode Daun Kering

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co