6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pandemi Corona atau Pandemi Kesenjangan Sosial? – [Catatan dari Ibukota]

Edo Hary Purnawan by Edo Hary Purnawan
April 21, 2020
in Esai
Pandemi Corona atau Pandemi Kesenjangan Sosial? – [Catatan dari Ibukota]

Ilustrasi foto: penulis

Hari-hari berlalu hidup ditengah wabah Corona yang kian berpandemi. Aku tak melihat ada kekhawatiran akut di lingkungan ku. Jika setiap pagi aku melihat ramai orang belanja sayur, dan membeli bubur ayam buat sarapan. Ya pagi ini juga tak ada beda. Sama seperti hari hari biasa.

Angka pasien yang terjangkit diberitakan selalu bertambah, angka kematian yang terus disiarkan, bahkan peta sebaran Covid-19 juga semakin jelas memerahkan Jakarta seperti hanya tulisan di poster, yang dibaca lalu diabaikan. Mereka di lingkunganku justru seperti tak pernah ambil pusing.

Mereka tetap hidup seperti biasa, beraktivitas di luar rumah seperti biasa, dan tak di rumah saja. Apa mereka tak tau atau tak mau tau dengan peraturan pemerintah? Mereka sepertinya tidak takut. Seharusnya mereka takut. Setakut istriku, yang takut aku membawa virus ke rumah dan menulari seisi rumah.

Kekhawatiran mereka justru menjelang bantuan yang mulai didengungkan dan disebar oleh pemerintah. Mereka khawatir tak mendapat jatah. Bahkan, belum dibagikan saja sudah banyak yang mengoreksi. Pesimis, dan merasa tak akan mencukupi. Omongan tak puas sering didengar istri, dari ibu-ibu sekitar saat berbelanja sayur di warung.

Ya di kalangan bapak-bapak juga sama, di grup whatsapp RT tiap hari mereka menertawakan isi dompet, dan terus memantau sejauh mana pendistribusian sembako oleh pemerintah.

Mereka justru marah jika mereka tak kebagian atau kemahalan untuk membeli kebutuhan pokok. Apalagi sampai tak kebagian bantuan sembako. Yang sudah dapat pun masih protes, karena tak ada uang tunai di paket yang sudah di dapat. Mereka merasa pemerintah sok tahu, dan menyamaratakan. Satu keluarga yang isinya 10 orang justru beda kebutuhan dengan yang isinya hanya 4 orang. Tak bisa sama-sama menerima sekantong beras. Mereka sangat takut kelaparan dari pada harus terpapar virus yang mematikan seperti Corona.

Tak bisa disalahkan memang, jika mereka tetap berada di luar. Mereka tak bisa berdiam diri di rumah tanpa penghasilan. Saat dirumahkan mereka bingung besok mau makan apa.

Bagiku, analisaku, mungkin analisa banyak orang. Ini sebagai wujud ketidaksiapan kita menghadapi Corona. Mulai dari Pemerintah dan rakyat semua tidak siap. Semua sama-sama menganggap enteng. Wajar kalau masyarakat tak mengindahkan, sama halnya waktu Negara kita di warning negara luar. Pemerintah juga tak mengindahkan, bahkan ada pejabat pemerintah yang menganggap sepele. Salah satunya yang melucu waktu itu positif Covid-19.

Pandemi Corona, membuka tabir Pandemi kesenjangan sosial. Kebijakan yang dibuat tak siap untuk melindungi mereka yang terhimpit kesulitan ekonomi. Aku tak terlalu ambil pusing ekonomi global merosot karena Corona, harga minyak mentah anjlok, atau banyak perusahaan yang akhirnya terpukul imbas Corona. Karena mereka tetap punya banker uang buat bertahan. Ribuan di PHK tak masalah. Ribuan mantan karyawannya kehilangan arah hidup karena tak bekerja tak dirisaukan.

Semua kebijakan dibuat agar mereka tetap bertahan. Mereka yang selalu di level terendah ya harus menerima. Toh urusan kesejahteraan masyarakat ada di tangan pemerintah. Sementara, pemerintah juga tak siap menghadapi gelombang pemerosotan ekonomi yang bertubi-tubi.

Jelas Corona membuka tabir, tabir dimana kesenjangan sosial terlalu curam. Ini harus segera disadari. Karena Corona, tak mengenal kaya dan miskin. Bedanya yang kaya sudah siap dengan tembok tebal finansial, sehingga mereka bisa hibernasi di rumah sambil menunggu musim semi berakhirnya Corona. Si miskin tetap harus berjalan walau tertatih dan sulit mengais rezeki, karena si kaya sudah tak lagi menyisihkan uangnya untuk membantu si miskin. Mereka takut kehabisan uang dan temboknya runtuh hingga terpapar Corona. Lucunya logika yang begitu sebenarnya kesalahan terbesar.

Mereka tak belajar dari film Residen Evil. Saat seisi kota menjadi zombie sudah tak bisa dibedakan mana yang kaya mana yang miskin. Isinya semua mahluk tak berjiwa, yang haus untuk memakan siapa saja yang sehat.

Pemerintah harus sadar. Jangan seperti si kaya yang membangun tembok dengan dalih menstabilkan ekonomi. Ekonomi tak akan stabil jika pandemi kesenjangan sosial ini belum dibenahi. Amankan hidup mereka, lakukan dengan total. Kuras pikiran tenaga untuk membuat mereka tak pusing jika dipaksakan untuk tetap di rumah. Jangan tunggu mereka berteriak-teriak kelaparan baru tergerak melihat stok beras dan keuangan negara.

Jangan anggap pembagian sembako satu-satunya cara yang paling benar. Amankan mereka dengan memagari pengeluaran mereka. Buat mereka tak pusing dengan tagihan, buat mereka bisa menyimpan uangnya untuk bertahan. Kompak untuk tak membangun tembok, tapi bangun pundi pundi pertolongan. Jangan tarik uang mereka, tapi berikan mereka waktu untuk bisa bertahan. Setelah itu jika ada yang ingin diberikan dalam bentuk sembako, itu baru bisa dilakukan.

Semuanya akan di rumah saja, jika beras cukup, susu anak cukup, dan ada lauk pauk yang segar dan meningkatkan imun tubuh. Semua akan bekerja dari rumah, jika memang bisa mendapatkan uang hanya dengan menggunakan jempol di handphone. Semua anak-anak akan belajar dan bermain di rumah saja, jika para orang tua memang sudah berada di rumah.

Jangan membangun tembok dan memaksa semua orang tinggal di rumah. Menegur mereka yang tak nurut, mengusir dan membubarkan mereka yang mengerumuni sumber rejeki. Karena itu sama saja abai dan membunuh diri sendiri. [T]

Tags: covid 19DKI Jakartakesenjangan sosialvirus corona
Share16TweetSendShareSend
Previous Post

Kesetaraan Gender: Evolusi Sebuah Ideologi

Next Post

Kusamba dan Lain-lain

Edo Hary Purnawan

Edo Hary Purnawan

Lahir di Pontianak, sempat merantau ke Jakarta, Surabaya, Bali, dan kini terdampar kembali di Jakarta. Menjadi video jurnalis di sebuah stasiun TV nasional sembari giat belajar menulis

Related Posts

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
0
Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

Read moreDetails

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

Read moreDetails

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
0
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

Read moreDetails

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

Read moreDetails

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
0
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

Read moreDetails

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
0
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

Read moreDetails

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026
0
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

Read moreDetails

Suryak Siu

by Dede Putra Wiguna
March 2, 2026
0
Suryak Siu

DALAM bahasa Bali, ‘suryak’ berarti bersorak dan ‘siu’ berarti seribu. ‘Suryak siu’ secara harfiah berarti ‘sorakan seribu’ ─ gambaran tentang...

Read moreDetails

Konflik Iran dan Ujian Kedewasaan Diplomasi Indonesia

by Elpeni Fitrah
March 2, 2026
0
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

SAYA menulis ini pada Minggu, 1 Maret 2026, tepat sehari setelah dunia dikejutkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel...

Read moreDetails

Tatkala Duta Pariwisata Indonesia Mengulik Bali

by Chusmeru
March 1, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MENJELANG tutup tahun 2025 jagat media sosial diramaikan dengan unggahan video yang mengabarkan Bali sepi wisatawan. Langsung saja memicu perdebatan....

Read moreDetails
Next Post
Kekuasaan

Kusamba dan Lain-lain

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co