23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

[Unjukarya Vol. 01] – Api yang Nyala dari Tepi Sungai Ijogading

Wendra Wijaya by Wendra Wijaya
March 19, 2020
in Khas
[Unjukarya Vol. 01] – Api yang Nyala dari Tepi Sungai Ijogading

Karya musik teaterikal dalam acara Unjukarya Vol 1 di tepi Sungai Ijo Gading Jembrana

Adzan mengantar gelap yang kian merangkak. Beberapa kawan datang lebih awal ke Ambenan Ijogading, Loloan Timur. Api obor dan pelita mulai dinyalakan. Di remang cahaya itu, mereka menikmati pertemuan dengan percakapan yang menyenangkan, bersama gemericik sungai yang membelah jantung Kota Negara.

Nyala api itu barangkali juga adalah gelora kawan-kawan serta masyarakat Loloan Timur dan sekitarnya terhadap Unjukarya Vol. 01: Diskusi Buku dan Musik Apresiasi yang membedah buku Politik Kasur, Dengkur dan Kubur karya Made Suarbawa. 12 (dua belas) karya I Wayan Suma Bagia yang menjadi ilustrasi buku pun turut hadir berbingkai putih berukuran 30×30 cm. Ilustrasi-ilustrasi itu tersebar mengelilingi area; di panggung juga di batang-batang pohon, Minggu (15/3). Tentu tak hanya Unjukarya semata yang menerbitkan ketertarikan mereka. Ada kerinduan untuk menikmati pertemuan dengan suasana berbeda; berbincang dalam keakraban yang megah, pada suasana waktu yang telah hilang.

Diinisiasi Jembrana Creative City Oriented (JCCO), apa yang terjadi malam itu memang didedikasikan sebagai pra kegiatan Festival Loloan Jaman Lame 2020 pada Agustus mendatang. Untuk alasan itu pula, berbeda dengan kegiatan serupa lainnya, Unjukarya Vol. 01 meniadakan pengeras suara dan lampu penerangan.

Atraksi Pencak Silat Loloan mengawali kegiatan yang bekerjasama dengan Kelurahan Loloan Timur, utamanya Ambenan Ijogading dan Gerakan Pemuda Loloan (GPL). Tabuh kendang mengiringi tiga pesilat yang secara bergantian unjuk kebolehan. Seni silat bugis yang pertama kali berkembang di Desa Air Kuning ini memang sering tampil menjadi pembuka sebagai penyambutan.

“Upacara” ini berhasil menyulut antusiasme setiap orang yang hadir di sana. Setidaknya gairah ini hadir dalam diri saya yang memilih menikmati dari sisi barat area, berdekatan dengan sungai Ijogading. Jilatan api yang dimainkan angin, nyala lampu tepi barat sungai, juga bintang yang mengintip dari celah-celah ranting menyempurnakan hari yang kian pekat.

____

Salah satu aksi dalam Unjukarya Vol. 01

Acara berlanjut dengan pembacaan cerpen Langkah Besar Suri oleh Dede Leo Patra. Melalui dramatic reading, ia mengisahkan “teror” yang dialami Suri saat menyaksikan tayangan televisi. Mengenai kisah inspiratif seorang perempuan, yang menjadi tulang punggung keluarga sebagai sopir taksi. Gairah Suri tersulut dan berupaya menjadi sosok inspiratif itu pula. Ia meninggalkan warung yang dikelolanya, menyerahkannya kepada Kerti –asisten sekaligus keponakannya, kemudian bergerak melakukan hal-hal yang dianggapnya lebih besar dari apa yang dilakukannya selama ini. Kisah ini berujung pada keinginannya untuk kembali mengelola warung setelah Kerti menjadi sosok inspiratif lainnya yang tayang di televisi.

Keinginan untuk melakukan langkah-langkah besar memang harus dibangun. Namun menjaga keyakinan dan konsistensi untuk melakukan sesuatu, entah itu (yang dianggap) langkah besar ataupun langkah kecil, memerlukan daya yang setara dan energi yang tak berbeda. Spirit inilah yang sesungguhnya dimiliki dan dikobarkan kawan-kawan di Ambenan Ijogading.

Dalam pergaulan dunia kreatif, Loloan Timur bisa menjadi contoh kecil kesadaran untuk bergerak dan mengembangkan potensi secara mandiri. Tentu kesadaran dan optimisme semacam ini juga telah tumbuh di beberapa wilayah di Jembrana. Sebutlah itu ruang bersama di Dusun Senja Br. Moding Kaja Candikusuma, Rumah Baca Bali Tersenyum di Tukadaya, Karang Impian Beach Swing & Camping Ground di Sumbersari, dan banyak tempat lainnya di Jembrana.

Ruang Bermain

Unjukarya Vol. 01 berupaya menciptakan ruang bermain bagi siapa saja, dengan membuka ruang apresiasi dan interpretasi yang sebesar-besarnya. Dalam diskusi yang dipantik Emboeng Arishinta Poetra, Nanoq da Kansas mengungkapkan bahwa warga Jembrana memiliki intelektualitas yang setara dengan warga daerah lainnya. Bahkan secara kualitas, dalam pandangannya, beberapa cerpen karya Suarbawa, sebutlah itu Balada Lumpur dan Seorang Petani, sangat layak dimuat di media nasional yang memiliki kolom sastra.

“Sebagai sesama penulis, sebenarnya saya tak etis menilai karya penulis lainnya. Tapi membaca cerpen-cerpen dalam buku ini, saya berani berkata kalau Jembrana sesungguhnya memiliki banyak penulis yang hebat,” ucap Nanoq yang menjadi pembicara menggantikan Agus Phebi karena terserang demam.

Sementara pembicara lainnya, Umam Al Maududy, menyampaikan bahwa kisah-kisah dalam buku tersebut menjadi lebih menarik dengan keberadaan ilustrasi di tiap-tiap cerpennya. Ia juga menyarankan agar bagian ilustrasi tersebut dicetak berwarna sesuai lukisan atau gambar aslinya agar psikologi warna bisa memaksimalkan emosi pembaca terhadap kisah yang dihadirkan. “Saya membandingkan antara versi cetak (buku) dengan versi pdf yang diberikan,” jelasnya.

____

Nanoq da Kansas saat workshop alih wahana cerpen menjadi karya musik teaterikal

Unjukarya malam itu terpaksa jeda sejenak. Tanpa sadar, langit telah kehilangan bintang. Angin bertiup kencang, membawa dingin dan gerimis yang tak terduga. Hujan pun tumpah demikian deras dan mengharuskan kami berpindah ke Rumah Baca Loloan, sebuah rumah  panggung yang berjarak sekitar 500 meter dari Ambenan Ijogading.

Di Rumah Baca Loloan, musik apresiasi dihadirkan dengan menginterpretasi teks-teks yang tersaji dalam buku. Musik teaterikal dari Kelompok #ANU, misalnya, merespon cerpen Kisah Peniup Seruling. Dengan musikalitas yang mumpuni, komposer Yogi Sukawiadnyana membangun komposisi dengan memadukan seruling dan gong berbagai ukuran. Pertunjukan ini disempurnakan Arista dengan menginterpretasi tokoh peniup seruling melalui gerak, properti, dan kalimat-kalimat padat semacam “Bayar hutangmu!”.

Ruang bermain kemudian benar-benar cair saat 2 (dua) kelompok pemuda Loloan Timur mempresentasikan hasil workshop yang telah diadakan selama 2 hari pada Sabtu dan Minggu (14-15/3). Workshop yang dimentori Nanoq da Kansas ini sesungguhnya menghasilkan 3 (tiga) karya dengan metode yang berbeda pula. Sayangnya, hanya 2 kelompok yang bisa tampil karena waktu dan cuaca yang tak mendukung.

Untuk kelompok pertama, Nanoq meringkas teks cerpen Kawan Tiba (Suatu) Senja agar memungkinkan diapresiasi dengan pendekatan musikalisasi. Kelompok kedua dibebaskan menyusun kembali teks cerpen Langkah Besar Suri untuk menciptakan lirik lagu, dengan tetap memertahankan emosi yang dibawa. Sementara kelompok ketiga diberlakukan metode penulisan lirik melalui penyusunan ulang teks atau kata yang tersaji pada seluruh cerpen di dalam buku. Pendekatan terakhir ini diperuntukkan menciptakan karya yang benar-benar baru.

Metode yang berbeda dari masing-masing kelompok menitikberatkan tumbuhnya budaya proses. Bahwa yang paling penting dalam berkesenian adalah proses. Sebab itu, upaya menampilkan yang “selesai” dan “sempurna” tidaklah jadi yang utama. Proses alih wahana cerpen menjadi karya musikal ini diapresiasi penggiat seni Wayan Sumahardika sebagai upaya memperkaya dan memberi pembacaan lain terhadap karya induknya.

Bentuk alih wahana dalam ruang bebas penting dilakukan untuk memberikan tawaran-tawaran lain bagi karya seni itu sendiri. “Kebebasan” itu juga berpotensi memunculkan keunikan yang barangkali belum hadir atau tak terbaca. “Tak ada batasan dalam ruang apresiasi. Siapa yang mau membaca buku Made Birus (Suarbawa) kalau apresiasi dan interpretasi tidak dilakukan? Jangan-jangan buku ini baru diketahui dan mau dibaca karena kawan-kawan memberi apresiasi dalam bentuk yang lebih cair. Jika misalnya Made Birus keberatan dengan apa yang kalian lakukan, ya sudah, cari aja karya dari penulis lainnya,” kelakarnya.

Ruang apresiasi adalah ruang tanpa batas. Sebuah ruang di mana para semua mendapat tempat untuk menelisik, merumuskan, kemudian melakukan pembacaan terhadap berbagai potensi dan kemungkinan. Sebuah ruang yang merangkul kenakalan-kenakalan menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Semoga tak lekas lelah. [T]

Tags: jembranaKreativitasmusikproses kreatifsastra
Share20TweetSendShareSend
Previous Post

Lock Down & Hari Raya Nyepi, Sebuah Pengakuan Sekaligus Peringatan?

Next Post

Anugerah dan Hal-hal yang Bisa Dipelajari

Wendra Wijaya

Wendra Wijaya

pengamat musik pengamat puisi, main musik juga menulis puisi

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Anugerah dan Hal-hal yang Bisa Dipelajari

Anugerah dan Hal-hal yang Bisa Dipelajari

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co