3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

[Unjukarya Vol. 01] – Api yang Nyala dari Tepi Sungai Ijogading

Wendra Wijaya by Wendra Wijaya
March 19, 2020
in Khas
[Unjukarya Vol. 01] – Api yang Nyala dari Tepi Sungai Ijogading

Karya musik teaterikal dalam acara Unjukarya Vol 1 di tepi Sungai Ijo Gading Jembrana

Adzan mengantar gelap yang kian merangkak. Beberapa kawan datang lebih awal ke Ambenan Ijogading, Loloan Timur. Api obor dan pelita mulai dinyalakan. Di remang cahaya itu, mereka menikmati pertemuan dengan percakapan yang menyenangkan, bersama gemericik sungai yang membelah jantung Kota Negara.

Nyala api itu barangkali juga adalah gelora kawan-kawan serta masyarakat Loloan Timur dan sekitarnya terhadap Unjukarya Vol. 01: Diskusi Buku dan Musik Apresiasi yang membedah buku Politik Kasur, Dengkur dan Kubur karya Made Suarbawa. 12 (dua belas) karya I Wayan Suma Bagia yang menjadi ilustrasi buku pun turut hadir berbingkai putih berukuran 30×30 cm. Ilustrasi-ilustrasi itu tersebar mengelilingi area; di panggung juga di batang-batang pohon, Minggu (15/3). Tentu tak hanya Unjukarya semata yang menerbitkan ketertarikan mereka. Ada kerinduan untuk menikmati pertemuan dengan suasana berbeda; berbincang dalam keakraban yang megah, pada suasana waktu yang telah hilang.

Diinisiasi Jembrana Creative City Oriented (JCCO), apa yang terjadi malam itu memang didedikasikan sebagai pra kegiatan Festival Loloan Jaman Lame 2020 pada Agustus mendatang. Untuk alasan itu pula, berbeda dengan kegiatan serupa lainnya, Unjukarya Vol. 01 meniadakan pengeras suara dan lampu penerangan.

Atraksi Pencak Silat Loloan mengawali kegiatan yang bekerjasama dengan Kelurahan Loloan Timur, utamanya Ambenan Ijogading dan Gerakan Pemuda Loloan (GPL). Tabuh kendang mengiringi tiga pesilat yang secara bergantian unjuk kebolehan. Seni silat bugis yang pertama kali berkembang di Desa Air Kuning ini memang sering tampil menjadi pembuka sebagai penyambutan.

“Upacara” ini berhasil menyulut antusiasme setiap orang yang hadir di sana. Setidaknya gairah ini hadir dalam diri saya yang memilih menikmati dari sisi barat area, berdekatan dengan sungai Ijogading. Jilatan api yang dimainkan angin, nyala lampu tepi barat sungai, juga bintang yang mengintip dari celah-celah ranting menyempurnakan hari yang kian pekat.

____

Salah satu aksi dalam Unjukarya Vol. 01

Acara berlanjut dengan pembacaan cerpen Langkah Besar Suri oleh Dede Leo Patra. Melalui dramatic reading, ia mengisahkan “teror” yang dialami Suri saat menyaksikan tayangan televisi. Mengenai kisah inspiratif seorang perempuan, yang menjadi tulang punggung keluarga sebagai sopir taksi. Gairah Suri tersulut dan berupaya menjadi sosok inspiratif itu pula. Ia meninggalkan warung yang dikelolanya, menyerahkannya kepada Kerti –asisten sekaligus keponakannya, kemudian bergerak melakukan hal-hal yang dianggapnya lebih besar dari apa yang dilakukannya selama ini. Kisah ini berujung pada keinginannya untuk kembali mengelola warung setelah Kerti menjadi sosok inspiratif lainnya yang tayang di televisi.

Keinginan untuk melakukan langkah-langkah besar memang harus dibangun. Namun menjaga keyakinan dan konsistensi untuk melakukan sesuatu, entah itu (yang dianggap) langkah besar ataupun langkah kecil, memerlukan daya yang setara dan energi yang tak berbeda. Spirit inilah yang sesungguhnya dimiliki dan dikobarkan kawan-kawan di Ambenan Ijogading.

Dalam pergaulan dunia kreatif, Loloan Timur bisa menjadi contoh kecil kesadaran untuk bergerak dan mengembangkan potensi secara mandiri. Tentu kesadaran dan optimisme semacam ini juga telah tumbuh di beberapa wilayah di Jembrana. Sebutlah itu ruang bersama di Dusun Senja Br. Moding Kaja Candikusuma, Rumah Baca Bali Tersenyum di Tukadaya, Karang Impian Beach Swing & Camping Ground di Sumbersari, dan banyak tempat lainnya di Jembrana.

Ruang Bermain

Unjukarya Vol. 01 berupaya menciptakan ruang bermain bagi siapa saja, dengan membuka ruang apresiasi dan interpretasi yang sebesar-besarnya. Dalam diskusi yang dipantik Emboeng Arishinta Poetra, Nanoq da Kansas mengungkapkan bahwa warga Jembrana memiliki intelektualitas yang setara dengan warga daerah lainnya. Bahkan secara kualitas, dalam pandangannya, beberapa cerpen karya Suarbawa, sebutlah itu Balada Lumpur dan Seorang Petani, sangat layak dimuat di media nasional yang memiliki kolom sastra.

“Sebagai sesama penulis, sebenarnya saya tak etis menilai karya penulis lainnya. Tapi membaca cerpen-cerpen dalam buku ini, saya berani berkata kalau Jembrana sesungguhnya memiliki banyak penulis yang hebat,” ucap Nanoq yang menjadi pembicara menggantikan Agus Phebi karena terserang demam.

Sementara pembicara lainnya, Umam Al Maududy, menyampaikan bahwa kisah-kisah dalam buku tersebut menjadi lebih menarik dengan keberadaan ilustrasi di tiap-tiap cerpennya. Ia juga menyarankan agar bagian ilustrasi tersebut dicetak berwarna sesuai lukisan atau gambar aslinya agar psikologi warna bisa memaksimalkan emosi pembaca terhadap kisah yang dihadirkan. “Saya membandingkan antara versi cetak (buku) dengan versi pdf yang diberikan,” jelasnya.

____

Nanoq da Kansas saat workshop alih wahana cerpen menjadi karya musik teaterikal

Unjukarya malam itu terpaksa jeda sejenak. Tanpa sadar, langit telah kehilangan bintang. Angin bertiup kencang, membawa dingin dan gerimis yang tak terduga. Hujan pun tumpah demikian deras dan mengharuskan kami berpindah ke Rumah Baca Loloan, sebuah rumah  panggung yang berjarak sekitar 500 meter dari Ambenan Ijogading.

Di Rumah Baca Loloan, musik apresiasi dihadirkan dengan menginterpretasi teks-teks yang tersaji dalam buku. Musik teaterikal dari Kelompok #ANU, misalnya, merespon cerpen Kisah Peniup Seruling. Dengan musikalitas yang mumpuni, komposer Yogi Sukawiadnyana membangun komposisi dengan memadukan seruling dan gong berbagai ukuran. Pertunjukan ini disempurnakan Arista dengan menginterpretasi tokoh peniup seruling melalui gerak, properti, dan kalimat-kalimat padat semacam “Bayar hutangmu!”.

Ruang bermain kemudian benar-benar cair saat 2 (dua) kelompok pemuda Loloan Timur mempresentasikan hasil workshop yang telah diadakan selama 2 hari pada Sabtu dan Minggu (14-15/3). Workshop yang dimentori Nanoq da Kansas ini sesungguhnya menghasilkan 3 (tiga) karya dengan metode yang berbeda pula. Sayangnya, hanya 2 kelompok yang bisa tampil karena waktu dan cuaca yang tak mendukung.

Untuk kelompok pertama, Nanoq meringkas teks cerpen Kawan Tiba (Suatu) Senja agar memungkinkan diapresiasi dengan pendekatan musikalisasi. Kelompok kedua dibebaskan menyusun kembali teks cerpen Langkah Besar Suri untuk menciptakan lirik lagu, dengan tetap memertahankan emosi yang dibawa. Sementara kelompok ketiga diberlakukan metode penulisan lirik melalui penyusunan ulang teks atau kata yang tersaji pada seluruh cerpen di dalam buku. Pendekatan terakhir ini diperuntukkan menciptakan karya yang benar-benar baru.

Metode yang berbeda dari masing-masing kelompok menitikberatkan tumbuhnya budaya proses. Bahwa yang paling penting dalam berkesenian adalah proses. Sebab itu, upaya menampilkan yang “selesai” dan “sempurna” tidaklah jadi yang utama. Proses alih wahana cerpen menjadi karya musikal ini diapresiasi penggiat seni Wayan Sumahardika sebagai upaya memperkaya dan memberi pembacaan lain terhadap karya induknya.

Bentuk alih wahana dalam ruang bebas penting dilakukan untuk memberikan tawaran-tawaran lain bagi karya seni itu sendiri. “Kebebasan” itu juga berpotensi memunculkan keunikan yang barangkali belum hadir atau tak terbaca. “Tak ada batasan dalam ruang apresiasi. Siapa yang mau membaca buku Made Birus (Suarbawa) kalau apresiasi dan interpretasi tidak dilakukan? Jangan-jangan buku ini baru diketahui dan mau dibaca karena kawan-kawan memberi apresiasi dalam bentuk yang lebih cair. Jika misalnya Made Birus keberatan dengan apa yang kalian lakukan, ya sudah, cari aja karya dari penulis lainnya,” kelakarnya.

Ruang apresiasi adalah ruang tanpa batas. Sebuah ruang di mana para semua mendapat tempat untuk menelisik, merumuskan, kemudian melakukan pembacaan terhadap berbagai potensi dan kemungkinan. Sebuah ruang yang merangkul kenakalan-kenakalan menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Semoga tak lekas lelah. [T]

Tags: jembranaKreativitasmusikproses kreatifsastra
Share20TweetSendShareSend
Previous Post

Lock Down & Hari Raya Nyepi, Sebuah Pengakuan Sekaligus Peringatan?

Next Post

Anugerah dan Hal-hal yang Bisa Dipelajari

Wendra Wijaya

Wendra Wijaya

pengamat musik pengamat puisi, main musik juga menulis puisi

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Anugerah dan Hal-hal yang Bisa Dipelajari

Anugerah dan Hal-hal yang Bisa Dipelajari

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co