24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Profesi Jurnalis, Sebuah Jalan Penyadar Hidup

Putu Sosiawan by Putu Sosiawan
February 16, 2020
in Esai
Profesi Jurnalis, Sebuah Jalan Penyadar Hidup

Liputan bersama teman wartawan di daerah bencana

Jurnalis. Saya tidak pernah berpikir pernah menekuni profesi itu. Sama sekali tidak pernah. Yang diinginkan, bekerja di kantoran, berangkat pagi, pulang sore. Sabtu dan Minggu bisa libur. Belum lagi terkadang menghayal bisa memakai pakaian rapi, dengan sepatu kinclong.

Mungkin sudah takdir yang mengharuskan sebagai kuli tinta. Di awali pada tahun 2014, saya mengakhiri pendidikan S-1. Saya bukan lulusan Ilmu Komunikasi. Apalagi khusus bidang photografi. Saya yang lahir di desa, jauh dari pusat kota Singaraja, Kabupaten Buleleng hanya lulusan Sastra Bali. Jurusan yang pernah orang katakan kepada saya tidak punya masa depan. Hanya bisa untuk mencari kerja di Bali saja. Bahkan sempat dikatakan cocok untuk bekal jadi bendesa. Cukup tersentil memang mendengar pernyataan itu.

Pendidikan yang dianggap bukan menjadi pemberi “keberuntungan” itu tetap saya jadikan “senjata”. Saya putuskan untuk melamar di salah satu perusahaan media cetak ternama di Bali. Berselang tiga hari, lalu dipanggil untuk mengikuti seleksi. Saya dinyatakan diterima. Merasa bersyukur sudah pasti. Apalagi pekerjaan pertama ini saya dapatkan tepat dengan hari kelahiran.

Jujur, di awal profesi jurnalis saya anggap sebagai pelarian sekaligus jembatan untuk mengenalkan dengan pejabat, kalangan birokrat. Pertama bekerja, saya mendapat tugas di Denpasar. Selama tiga bulan bergelut dengan hirup pikuk, panas dan kemacetan. Bahkan saya sempat sakit. Pasar Badung dan Pasar Batu Kandik menjadi tempat setia untuk mencari ide berita. Kalau tidak soal ekonomi, bisa tentang human interest. Topik itu memang sangat ringan. Bahkan sudah menjadi pemandangan biasa oleh masyarakat umum. Tetapi dari itu saya belajar untuk menapaki topik yang lebih berat.

Pasca itu, Kabupaten Bangli menjadi “hadiah” untuk saya dalam melanjutkan perjalanan sebagai kuli tinta. Sejak lahir sampai lulus kuliah, tidak pernah saya menginjakkan kaki di bumi berhawa sejuk itu. Saya terima, meskipun cukup berat meninggalkan Denpasar yang sudah memberikan pengalaman selama tujuh tahun. Tinggal di Bangli, awalnya harus memaksakan diri. Jalanan jam 8 malam sudah sepi. Tidak ada tempat hiburan. Hanya ada warung senggol yang sudah siap-siap tutup jam setengah 10 malam.

Di tempat ini saya banyak mendapat pengalaman. Bukan sebatas liputan tentang tanah longsor, mengelilingi Gunung Batur dengan motor butut, kasus pembunuhan, perselingkuhan, gantung diri, dan pertanian yang terserang hama atau harga jeruk anjlok. Apalagi di kejar dead line di tengah paceklik berita yang membuat pusing.

Tetapi banyak hal yang membuat lebih bersyukur. Berapa kali saya menemukan warga yang hidup dalam jeratan kemiskinan. Salah satunya di wilayah Desa Pengotan. Seorang perempuan tua tinggal di sebuah gubuk kecil di dasar lembah. Gubuk berdinding gedek yang bolong di sejumlah sisi. Tempat tidur dan dapur menjadi satu dan hanya berlantai tanah. Saya lupa nama perempuan itu.

Ia tinggal bersama anak laki-laki semata wayangnya. Saya lupa juga namanya. Anak itu polos dan sangat ramah. Ia yang duduk di bangku kelas VI SD memberikan saya sebuah motivasi. Ia sudah terbiasa bekerja berat sejak masih duduk di kelas I. Pekerjaannya sebagai buruh potong kayu yang membuatnya kehilangan empat jari pada salah satu tanganya. Yang tersisa hanya jari kelingking. Banyak orang, yang sebatas diputusi pacar sudah galau berat. Ada yang seolah suah tidak sanggup hidup lagi. Tapi tidak dengan anak itu. Tetap semangat menjalani hidup, berbalut keceriaan senyuman.

Sebuah pelajaran juga saya ambil dari seorang perempuan yang tinggal di wilayah Kecamatan Tembuku. Perempuan paruh baya yang bertahan hidup menjadi tukang petik kelapa. Memanjat pohon tinggi sudah biasa. Ada yang membuat hati pilu. Ia mengalami luka cukup parah pada payudara yang membuatnya merintih kesakitan. Luka itu muncul setelah tertusuk tajamnya pelepah kelapa. Saya disini berpikir dan lagi-lagi bersyukur memiliki seorang ibu yang masih bisa bekerja lebih layak dan tidak terlalu berisiko.

Kepiluan juga muncul dari hidup seorang kakek di wilayah Batu Meyeh, Kecamatan Kintamani. Usianya yang sudah renta tinggal sebatang kara di rumah kecil. Berdinding batu, beratap terpal yang sudah robek. Saat turun hujan, air sudah pasti masuk. Hal lain yang juga menjadi pelajaran bagi saya adalah ketika bertemu dengan seorang anak di Desa Belandingan, Kintamani.

Ketika itu ia masih duduk di kelas I. Sebagian besar anak kini sudah beruntung. Ke sekolah tinggal diantar, pulangnya di jemput. Uang jajan pun tak pernah jadi masalah. Bahkan ada sebelum sampai rumah, diajak belanja duku. Namun keberuntungan itu tidak ada padanya. Ia harus menempuh jarak 7 kilometer untuk sampai di sekolah dari rumahnya dengan berjalan kali. Melewati jalan setapak yang diapit hutan belantara. Jam setengah 10 pagi ia baru bisa masuk kelas. Saat siswa lain bersitirahat, ia baru mulai belajar. Soal uang jajan, sering ia tidak punya. Semangatnya tetap memancar dari wajah mungilnya.

Saya juga pernah bertugas di tanah kelahiran, Kabupaten Buleleng. Di bumi Panji Sakti ini juga mendapat sebuah pengalaman. Bertemu sosok yang inspiratif, seperti halnya penyandang disabilitas yang mampu menjadi tulang punggung keluarga. Mengandalkan profesi sebagai penulis dan pelukis. Tempat terakhir menjadi kuli tinta, saya labuhkan di Kabupaten Klungkung.

Mengawali bulan Juli 2017 hingga Oktober 2018, banyak hal yang didapatkan di bumi serombotan ini. Yang paling tidak terlupakan ketika turut menjadi saksi tumpah ruahnya pengungsi erupsi Gunung Agung di tengah malam pada September 2019. GOR Swecapura, Desa Gelgel menjadi rumah kedua. Menggali cerita dari warga yang meninggalkan tanah kelahiran. Banyak yang kehilangan pekerjaan, ternak dijual murah untuk bekal hidup. Dihimpit hidup sulit, mereka tetap kuat. Tetap mensyukuri keadaan, meskipun tinggal berbulan-bulan di tenda yang berdiri di tengah lapangan. Dari sekelumit perjalanan itu, menyadarkan saya akan sebuah profesi. Jurnalis bukan semata-mata tentang masa depan. Tetapi sebagai jalan penyadar hidup. [T]

Tags: jurnaliswartawan
Share68TweetSendShareSend
Previous Post

Simpang Siur Nama Nusa Penida: Dari Batu Kapur, Pandita Hingga Memati-mati

Next Post

Setelah Pergub 80/2018, Adakah Bahasa Bali Aga Diberi Panggung Bukan Dipunggungi?

Putu Sosiawan

Putu Sosiawan

Mantan wartawan

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Setelah Pergub 80/2018, Adakah Bahasa Bali Aga Diberi Panggung Bukan Dipunggungi?

Setelah Pergub 80/2018, Adakah Bahasa Bali Aga Diberi Panggung Bukan Dipunggungi?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co