25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Imlek-an di Kota Rantau, Kota Singaraja: Imlek dengan Akulturasi dan Rasa Rindu

Vincent Chandra by Vincent Chandra
February 9, 2020
in Khas
Imlek-an di Kota Rantau, Kota Singaraja: Imlek dengan Akulturasi dan Rasa Rindu

Gemuruh syaduh suara gamelan gong suling dan angklung di Klenteng Ling Gwan Kiong, Singaraja, Bali

Dingin malam di kota rantauan, Kota Singaraja, Bali, rasanya lebih lekat, lebih memeluk, dari biasanya. Ada rasa yang aneh, kangen dan rindu, juga letih. Anehnya lagi bintang-bintang seolah tampak sedang tersenyum pada semua orang. Bahkan sore tadi letihku pulih oleh sejuknya angin sehabis hujan.

Sebenarnya ada apa? Tiba-tiba bunyi HP memecah lamunanku. Pada layarnya tertulis “panggilan dari Emak”. Rupanya itu Ibu tercinta yang mengingatkan untuk sembahyang Cap Go Meh malam ini. Telepon dari Ibu tadi sekaligus menjawab kegalauanku. Benar saja, alam barusan berusaha menegur keacuhanku dengan segala kebaikannya.

Tibalah aku pada Malam ke 15 (Cap Go Meh), Sabtu 8 Februari 2020, pertanda Imlek tahun ini telah usai. Imlek kesekian yang kulewatkan tanpa duduk semeja dengan keluarga besar, makan Mie Sua (Mie tipis dan halus khas kaum TiongHua yang melambangkan umur panjang) dan hidangan khas rumah yang kuidam-idamkan, menghabiskan kue keranjang buatan Ibu, turut serta kue-kue Imlek di rumah yang alhasil buat keluarga kebingungan setiap ada yang bertamu. Sisanya bisa ditebak. Masih sebatas andai-andai untuk pulang dan berkunjung kerumah keluarga dan tetangga untuk memanen angp— maksud saya untuk sekadar silahturahmi, ngumpul dengan kawan-kawan, nonton bareng, foto-foto, dan mungkin selebihnya main tiktok bareng, hehe, kurang lebih begitu trend Imlek tahun ini.


Canang sari di Klenteng Ling Gwan Kiong, Singaraja

Rasanya begitu malas untuk merayakan Imlek ini jika tidak berkumpul dengan keluarga di kampung halaman, namun tetap saja di dasar hati ada semacam dorongan yang membuat diri terus meng-ada-kan alasan agar tetap merayakannya. Entah karena telah menjadi kebiasaan sejak dulu, sebagai wujud syukur atas segala karunia-Nya sepanjang tahun, sekadar menghilangkan jenuh, mencari teman baru, atau bahkan gengsi. Yang mana pun tidak jadi masalah sepertinya, toh berkat alasan yang abstrak tadi aku akhirnya berhasil merayakan malam Imlek di Klenteng Ling Gwan Kiong, Eks Pelabuhan Singaraja, Bali, ditemani oleh beberapa kawan yang kebetulan ingin tahu banyak dengan tradisi Imlek ini.

“Jeng jeng jeng jeng jeng jeng jeng jeng jeng jeng jeng”, saat itu tepat kami memasuki area parkir klenteng, langsung jelas terdengar bunyi genderang nyaring berasal dari balik keramaian orang berbaju dominan merah, terlihat juga beberapa anak kecil dipangku diatas bahu orang tuanya, beberapa lagi terlihat mencari-cari celah masuk ke barisan terdepan. Seolah tak sabar lagi, langsung kami parkir kendaraan dan bergegas mendekati kerumunan dengan bunyi yang tak asing tadi. Ternyata tidak mudah untuk melihat yang terjadi dibalik benteng-benteng merah ini, kami harus menahan jinjitan kaki dan leher sekaligus, sambil curi-curi celah untuk perlahan masuk ke barisan terdepan.

Empat Barongsai masing-masing berwarna merah, putih, kuning, dan hitam, beserta tim penabuhnya ternyata menjadi dalang dibalik kerumunan tadi. Setiap aksi energik mereka semisal melompat tinggi, salto, berguling, hingga berlagak menggemaskan bak anak singa, membuat kami dan masyarakat lainnya terhibur dan bahagia. Malam pun seakan malu berpapasan dengan indahnya kelap kelip cahaya di dahi Barongsai. Momen itu tak lupa kurekam dengan kamera HP-ku, siapa tahu suatu hari nanti ada yang bisa kutunjukkan sambil berbincang tentang masa depan dengannya. Hmm.


Barongsai memeriahkan Imlek-an di Kota Singaraja

Selesai menikmati pertunjukkan Barongsai, aku pun mengajak kawan-kawanku masuk ke dalam Klenteng untuk melihat-lihat dan juga ikut sembahyang jika mereka bersedia. Begitu masuk ke dalam Klenteng yang dibangun sekitar tahun 1873 ini kita akan disambut oleh kolam ikan dengan bunga teratai yang indah, jembatan berwujud naga, tembok-tembok yang dimural menggambarkan berbagai karakter dewa, arsitekturnya yang megah, kesemuanya semakin memperkaya suasana Klenteng ini. Tidak kalah ramai dengan kerumunan sebelumnya, suasana di dalam Klenteng juga terasa sesak dan bergairah di waktu yang bersamaan. Masyarakat yang datang dari segala penjuru Buleleng memadati ruang altar, ada yang duduk bersama keluarga masing-masing sambil melahap kudapan yang disediakan, ada pula yang hanya saling tatap tak berani ucap.

Setelah mengantri untuk masuk ke ruang altar, akhirnya giliran kami untuk mengikuti proses persembahyangan. Ada yang amat menarik perhatian selama di dalam ruang altar. Bukan asap tebal dupa yang mengiris mata, bukan patung dewa-dewi dengan ragam rupa nya, bukan juga cat warna merah dengan aksen emas yang menutupi seluruh tembok bangunan, apalagi gadis berparas manis di sudut altar, bukan itu.


Hio dan canang sari di klenteng

Selain semua keidentikan TiongHua yang kental tadi, ada nilai-nilai akulturasi yang amat kuat terlihat di altar Klenteng ini. Salah satu buktinya, kita dapat menemukan canang sari sebagai salah satu unsur budaya Bali yang dihaturkan memenuhi meja altar di dalam klenteng ini. Canang sari telah menjadi sarana upacara yang wajib ada, dibarengi dengan dupa (hio). “Canang sari sendiri dalam budaya Bali dianggap sebagai simbol rasa syukur dan terima kasih kepada Sang Hyang Widhi Wasa” jelas salah satu kawan yang kuajak, yang kebetulan juga beragama Hindu. Secara historis dan budaya memang terlihat banyak kemiripan antara budaya di Bali dan TiongHua. Mungkin ini yang membuatku selalu merasa seperti berada di rumah.

Belum selesai mengapresiasi segala kekayaan tadi, telingaku sudah digoda oleh gemuruh syaduh suara gamelan gong  suling dan angklung yang berasal dari luar ruang altar persembahyangan. Benar saja, bunyi-bunyi menghauskan itu datang dari halaman klenteng, tepatnya di sisi kiri dan kanan jembatan naga. “Di klenteng, ada barongsai, ada canang, ada pelinggih, ada lagi gamelan” pikirku heran lantas terkagum-kagum.

Rasanya lebih tepat kupakai momen ini untuk mengucap syukur kepada semesta yang mengubur kesendirianku di malam Imlek dengan memori-memori atas kemewahan ini. Kami habiskan sisa malam Imlek di klenteng tadi sambil mengamati para penabuh beraksi memainkan instrumen masing-masing. Iringan para penabuh kian menambah hype Imlek malam itu. Malam hangat itu seolah enggan berlabuh, sebelum akhirnya kembang-kembang api itu membakar dirinya berkali-kali, menari bersama bintang-bintang, kemudian membungkukkan diri dan jatuh ke pangkalan ubun.

“Hallo? hallo??!”, kali ini nadanya begitu tegas dan garang, suara dari HP ku rupanya, itu telepon dari Ibu yang belum kumatikan. Siapa sangka alarm Ibu membuatku merenungi Imlek-ku belakangan. Akhirnya kututup telepon sambil memberi janji-janji manis, “Iya Mak, tahun depan semoga bisa imlek-an, capgomeh-an bareng, dan bagi angpao langsung.”

Selamat merayakan Galungan Cina 2020 dan Capgomeh untuk semua keluarga dan sahabat, senantiasa bahagia dan rukun harmonis. [T]

Tags: akulturasi budayabaliCap Go MehCinaImlekSingaraja
Share50TweetSendShareSend
Previous Post

Pekak Taro Mengajar Orang Tua Mendongeng

Next Post

Tabiat Unik Calon Pengantin yang Bikin MUA Hilang Mood dan Riasan jadi Kacau

Vincent Chandra

Vincent Chandra

lahir dan besar di Medan, menempuh pendidikan S1 di Undiksha, Singaraja. Senang menggambar, melukis, menulis, dan terus ingin belajar hal-hal baru.

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Rias Pengantin Puluhan Juta? Ah, Santai, MUA Punya Rincian…

Tabiat Unik Calon Pengantin yang Bikin MUA Hilang Mood dan Riasan jadi Kacau

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co