2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tabiat Unik Calon Pengantin yang Bikin MUA Hilang Mood dan Riasan jadi Kacau

Rina Wijayanti by Rina Wijayanti
February 9, 2020
in Esai
Rias Pengantin Puluhan Juta? Ah, Santai, MUA Punya Rincian…

Hai, hai, kamu-kamu yang mungkin saja sudah membangun hubungan sepesial dengan pasangan kamu sejak bertahun-tahun yang lalu, yang sudah capek LDR-an,  atau yang baru kenal kemarin sore tapi sudah siap tancap gas ke pelaminan, apa kabar kalian? Apakah sudah memilih Make Up Artist (MUA)?  

Sebelum kalian memilih MUA kalian pasti  sudah naik turunin layar Instagram berulangkali, dan akhirnya kamu memilih satu MUA yang dianggap pas.

Pada hari bahagia itu datang, ternyata kamu tidak puas dengan hasil pulasan tangan MUA yang kamu pilih. Apa yang terjadi? Padahal kalau dilihat dari beratus hasil riasannya MUA itu di Instagram, semua terlihat sempurna. Apalagi kamu juga pernah lihat hasilnya langsung misalnya karena saudara sudah pernah menggunakan MUA yang sama.

Apa yang terjadi? Mungkin saja mood MUA saat merias kamu sedang terganggu oleh sesuatu atau tabiat aneh bin unik dari kamu yang tidak kamu sadari.

***

Nah, ada  baiknya kamu  tau dulu apa saja biasanya yang merusak mood MUA dan mungkin akan sangat berpengaruh dengan hasil riasan di wajahmu.

1.      Calon pengantin yang paling tau tentang brand make-up

Brand make-up yang dipakai setiap perias tentu berbeda, tapi kebayang ngak sih kalau kamu yang dirias terus bertanya sama embak-mas MUA-nya. 

“Pondationnya apa? Ada lo brand dari luar yang bisa nge-cover banget. Bedaknya apa? Brand ABCD bagus ngak sih, kok ngak pakai itu aja kan mahal tuh? Aku lo nonton beautyvloger katanya itu bagus banget untuk type wajah aku. Lo kok pakai eyeliner gini bukannya lebih bagus gitu? Lipstik brand gini lo ngak terlalu mate jadi ngak cepet kering pas dibentuk.”

Itulah deretan pertanyaan yang bikin MUA bisa kehilangan konsentrasi dan mood penting.

Ingatlah, harga mahal bukan jaminan  bahwa itu selalu bagus dan cocok di semua jenis kulit.  Dan kamu wajib banget percaya dengan MUA yang sudah kamu pilih karena mereka pasti sudah berpengalaman dengan berbagai brand make-up dan jenis kulit yang ditangani.

Jika pertanyaan-pertanyaan itu digencarkan terus, mood perias bisa rusak dan akhirnya berpengaruh dengan hasil riasannya.

Tapi pertanyaan-pertanyaan itu ngak salah kok jika kamu emang tau, kan enak bisa jadi teman shareing MUA.  Biasanya yang bikin mood rusak itu adalah yang taunya setengah-setengah, yang masih pakai kata katanya, ngak pernah nyoba sama sekali, tapi pertanyaannya dan taunya luar biasa.

2.      Calon pengantin pendamba make-up natural

Make-up natural memang terihat sangat keren dan elegan, apa lagi dengan hasil yang glowing dengan minim polesan pondation, warna eye sadow, blush on, dan lipstick yang nude selaras dan alis yang hanya disisir. Luar biasa sempurna.

Tapi tidak semua kulit lo bisa mendapat treatment ini. Mungkin saja make-up natural itu ya buat kamu yang memang dianugrahi oleh Tuhan kulit mulus, glowing, tanpa pori, bentuk mata indah, alis dengan lekuk dan bulu-bulu yang sudah tertata, hidung mancung, dan bibir tipis bak artis korea.

Nah, bagaimana dengan kamu-kamu yang maaf banget ada bekas jerawatnya, bopengan, alis gondrong kayak ulat bulu, pipi tembem kayak pao, dan hidung pesek. Yakin tuh mau sentuhan tipis aja? Yakin tanpa kontur dan cukur alis? 

Percaya deh, MUA yang kamu pilih sudah punya caranya sendiri untuk membuatmu cantik dan tentunya menyesuaikan dengan acara kamu atau pilihan lainnya adalah pilih MUA yang memang kamu percayai untuk bisa memenuhi kebutuhan wajahmu. 

Biar nanti ngak gini kejadiannya: Baru dipoles pondation dikit, “Tipisin ya, Kak!” Baru dipakein bedak, “Loh kok kayak topeng?” Lalu, kamu terus-terusan mepetin wajah ke cermin mengoreksi satu persatu apa yang dipulas oleh mbak mas MUAnya. Biasanya mood MUA langsung berantakan nih. Semoga saja kalau kejadiannya seperti ini tidak memengaruhi hasil akhir ya.

3.      Calon pengantin full suporter

Sekarang saya mau nanya nih sama embak mas MUA, pernah ngak ngerias trus penontonnya udah kayak pendukung Bali United di lapangan Kapten Dipta? Banyak. Penuh sesak. Ngusir ngak enak. Hehe.

Ini penuturan salah seorang teman MUA juga yang kebetulan baru saja menghadapi masalah yang sama dengan saya. Saat ngerias di sebuah ruangan yang tidak terlalu luas ada seorang pengantin perempuan, perias, dua asisten perias, dan beberapa orang dewasa yang mengaku suka menonton orang berias ditambah anak-anak yang juga ingin tau.

Awalnya mereka menjadi penonton yang baik, MUA yang melaksanakan tugasnya juga masih merasa baik-baik saja walaupun agak susuh bergerak karena ruangan penuh sesak.

Beberapa menit kemudian, seseorang berkata, “Kok eyeshadow-nya tebel sekali kayak habis ditonjok?” Padahal itu belum selesai, belum dibaur, belum pakai bulu mata, embak mas MUAnya menjawab dengan sigap, “Sabar ya, Bu, ini belum selesai”.

Sepuluh menit berlalu, seorang supporter kembali berkomentar, “Kok alisnya tebal gitu, lurus lagi,  padahal kalau perias A buat alis tu kecil ujungnya. Terus bagus melengkung warnanya juga hitam, jadi kalau dari jauh sudah terlihat, tapi ini malah pakai coklat”.

Suporter lain manggut-manggut. Embak mas MUAnya mulai garuk-garuk kepala. Terus seseorang datang turut meramaikan dan berkata, “Ih cantik sekali, tapi emang dasar cantik diapain juga cantik, biasanya yang cantik gini dirias malah jadi jelek”.

Embak mas MUAnya pasti mulai tarik nafas tipis-tipis secara teratur nih. Belum lagi anak-anak yang tadi nonton dengan wajah malu-malu mulai beraksi, mengambil salah satu make-up dan bertanya, “Om, ini apa? Kok warnanya gini? Boleh dipakai gini?”. Terus ngambil make up lain, menanyakan hal sama, begitu seterusnya.  

Mood MUA pengen cepet-cepet selesai kambuh, yang penting selesai bagaimanapun hasilnya. Kalau yang begini biasanya si pengantin juga enggan banyak komentar karena ia juga pendatang baru di rumah pengantin laki-laki.

4.      Calon pengantin perusak jadwal

Biasanya kalau sudah hari baik teman-teman MUA pasti kebanjiran job, tak ada satupun yang hanya merias di satu tempat. Ada yang tiga lokasi, empat lokasi, bahkan terbanyak yang pernah cerita adalah enam lokasi. Luar biasa ngak sih dan terntunya para MUA ini sudah mengatur strategi dan jadwal sedemikian rupa hingga  tidak ada satupun yang dikecewakan. Semua beres tepat pada waktunya dan tetap kualitas yang utama. Terus bagaimana dengan kamu yang dapat jadwal pertama dan sudah sanggup dirias pukul 02.00 wita misalnya.

Tetapi realitanya saat perias sudah tiba di rumah kamu gerbang masih dikunci, mesti gedor-gedor dulu, terus kamu belum bangun, bangunnya susah, terus mandinya lama, izin sarapan dulu. Akhirnya berias baru dimulai pada pukul 03.30 wita. Padahal rencananya pukul 04.30 wita sudah mulai berias di lokasi kedua. Kalau yang ini bukan ngerusak mood lagi, tapi bikin ambyar semua soalnya akan merusak semua jadwal berikutnya.

Embak mas MUAnya akan berusaha secepat mungkin, dan biasanya bikin tidak maksimal hasil riasan. Belum lagi masih di lokasi dua sudah ditelpon oleh yang di lokasi tiga. Pokoknya ambyar deh. Intinya mohon kerjasamanya, aktifkan semua alarem yang ada, MUA pasti mengerti lelah yang kalian hadapi, tetapi ini perkara hari bahagia banyak orang.

Penuturan dari salah seorang teman MUA, “Pernah suatu ketika ingin langsung kabur ke lokasi kedua dan memindahkan yang di lokasi pertama jadi terakhir, tetapi sungguh tak tega. Mengingat menikah bukan acara yang semain-main itu, akhirnya harus menerima kata-kata yang kurang sedap dan tatapan mata ketus di lokasi kedua dan seterusnya”.

***

Itu aja deh dulu, tapi ingat pilihlah MUA yang bisa memenuhi kebutuhan wajahmu. Percayai MUA yang sudah kamu pilih. Berikan ruang yang pantas untuk MUA yang kamu pilih. Dan ayo kita berkerja sama dengan baik. Percaya deh MUA yang kamu pilih sudah memiliki tangan ajaibnya masing-masing. 

Tags: make up artistMUApengantinpernikahan
Share213TweetSendShareSend
Previous Post

Imlek-an di Kota Rantau, Kota Singaraja: Imlek dengan Akulturasi dan Rasa Rindu

Next Post

Jimat CPNS

Rina Wijayanti

Rina Wijayanti

Setelah lulus dari Undiksha Singaraja, ia jadi guru yang ulet di Jembrana, Bali barat, juga menekuni make-up artist. Sesekali menulis puisi. Statusnya bahagia bersama suami yang juga sesekali menulis puisi

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

Jimat CPNS

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co