2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jimat CPNS

Eka Prasetya by Eka Prasetya
February 9, 2020
in Esai
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

SEMENJAK pengumuman seleksi administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), teman saya – sebut saja namanya Ari – jadi uring-uringan. Dia merasa gugup. Namanya masuk dalam daftar CPNS yang berhasil lolos dalam seleksi administrasi.

Ari gugup karena ada seleksi lainnya yang menanti. Seperti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Kedua tes itu menjadi semacam pertarungan hidup dan mati bagi Ari.

Ari sebenarnya sudah punya pekerjaan lain sebagai karyawan swasta. Tapi, sejak menjalin hubungan dengan kekasihnya kini, ia mendadak begitu berhasrat menjadi PNS. Konon, calon mertua baru akan memberikan SIM (surat izin menikah) bila dia berhasil jadi PNS.

Maka, sejak namanya muncul dalam daftar kelulusan seleksi administrasi, Ari benar-benar merasa tertekan. Berbagai buku tentang seleksi CPNS, dia beli. Baik online maupun offline. Grup ruang belajar seleksi di salah satu media sosial pun ia ikuti.

Meski sudah mempersiapkan diri secara lahiriah, Ari masih merasa ragu. Ia merasa ada hal yang mengganjal. Maka, ia mulai melakukan perjalanan spiritual. Berdoa di tempat-tempat yang konon mustajab.

Ternyata ia masih merasa “kosong”. Ari pun mengeluh dengan penuh rasa putus asa. Ia merasa perlu memiliki jimat. Sehingga ia lancar dalam menjawab soal-soal saat seleksi nanti. Ari pun memohon agar diajak nangkil ke balian sakti mandraguna yang bisa meloloskan dirinya menjadi PNS.

“Kau kan tahu sendiri. Kalau aku tidak lulus jadi PNS, semua bisa berakhir. Aku bisa batal kawin. Eh, nikah. Ajak aku nangkil ke tempat balian kenalanmu itu,” rengeknya.

Ari tahu betul saya berteman dengan Agus, balian yang begitu tersohor karena kemampuannya dalam usada bali, usada bekung, maupun penerangan. Tapi sejujurnya, saya enggan mengatar Ari kesana. Maklum, Agus sedang full job.

Maklum, sejak seleksi administrasi CPNS diumumkan, banyak yang tangkil ke rumah Agus. Apalagi belakangan ini Agus sering mengeluh dirinya jarang istirahat, karena yang tangkil minta jimat kelulusan terlalu banyak.

“Apalagi waktu kajeng kliwon kemarin itu. Banyak sekali yang tangkil. Dari jam dua siang sampai jam empat pagi tidak putus-putus,” cerita Agus saat bersua dengan saya suatu ketika.

Sebagai salah seoran balian pilih tanding seantero Bali Utara, Agus sudah pasti dicari para pelamar CPNS. Tujuannya sudah pasti. Meminta agar jalan sebagai CPNS dimuluskan, tanpa halangan sedikit pun.

Soal kepiawaian Agus sebagai balian tak perlu diragukan lagi. Masalah hujan, sudah jelas dia pawangnya. Masalah asmara, ada lengis colek yang jadi jawabannya. Soal permohonan menjadi CPNS, ini lain lagi ceritanya.

Entah sudah berapa banyak CPNS yang datang tangkil ke rumahnya. Memohon agar dilancarkan saat seleksi. Sehingga bisa lolos sebagai PNS dan mengantongi Nomor Induk Pegawai (NIP) seperti yang diharapkan.

Pada hari-hari tertentu seperti purnama dan tilem, tak kurang dari 10 orang CPNS yang datang meminta doa. Itu belum termasuk hari-hari lain. Apalagi saat kajeng kliwon. Hari ini menjadi semacam high season bagi Agus saat praktik sebagai balian.

Singkat cerita, saya pun mengantar Ari tangkil ke tempat praktik Agus. Hari kajeng kliwon sengaja saya pilih, biar lebih afdol. Ternyata antreannya cukup panjang. Ada pula yang mengantre karena keluhan pamalinan maupun desti.

Saat kesana, saya minta Ari membekali diri dengan daun sirih, benang untuk mengikat uang, sebotol air yang sukla, serta pis kepeng yang tentunya masih sukla.

Akhirnya tiba giliran kami. Begitu masuk ke ruang praktik, Agus langsung bisa menebak. “Mau minta jimat lolos CPNS ya,” ujarnya. Ari pun hanya bisa mengangguk.

Dengan cepat Agus mengambil daun sirih yang sudah dibawa. Melipatnya menjadi ukuran kecil, dan mengikatnya dengan benang. Sekejap kemudian mulutnya komat-kamit membaca doa. Tak lama kemudian, daun itu diserahkan pada Ari.

“Bawa pas ujian. Taruh di dalam kantong. Jangan di kaos kaki, apalagi di dalam sepatu. Jangan dibawa ke kamar mandi,” pesan Agus.

Tapi, saat itu Ari tak langsung menerimanya. Ia justru mengajukan permintaan lain.

“Anu jro balian, kalau bisa jimatnya jangan seperti itu. Kalau bisa di pulpen atau di kartu ujian saja,” kata Ari seraya menyodorkan kedua benda itu.

Agus pun melotot. Barangkali dia berpikir, “cerewet sekali orang ini. Sudah minta jimat, sekarang minta biar ajiannya ditaruh di pulpen dan kartu ujian. Mana sesari-nya sedikit.”

Sambil mendegus, Agus akhirnya menerima kedua benda itu. Dengan cepat dia merapalkan doa dan mantra pada dua benda itu. “Sudah. Ini bawa pulang. Ingat jangan dibawa masuk ke kamar mandi,” pesan Agus lagi.

* * *

SEMINGGU setelah saya mengantar Ari tangkil ke tempat Agus praktik, kebetulan saya bersua dengan Agus di Singaraja. Saya bertanya, apakah doa-doanya soal rekrutmen CPNS mustajab? Bagaimana bila pasien yang datang ke sana tidak lolos.

Ternyata jawaban Agus sederhana. “Saya kan hanya bantu memfasilitasi. Bantu berdoa pada Tuhan. Kalau dia (pasien) tidak pernah belajar, ya tidak mungkin lolos. Semua itu tergantung kehendak Beliau,” ucapnya lagi.

Sambil bisik-bisik, saya kemudian bertanya pada Agus. “Gus, waktu ini saya suruh beberapa orang tangkil ke sana. Mungkin saja bawa sesari yang banyak. Apa tidak ada persenan untuk saya?”.

Ketika ditanya begitu, Agus bilang sudah pasti tidak ada persenan buat saya. “Kamu seperti tidak kenal saya. Mau saya celaka dengan terima sesari?” katanya dengan nada tinggi.

Saat itu saya baru sadar. Ternyata Agus adalah salah satu balian yang tidak boleh menerima sesari. [T]

Tags: balianCPNSjimat
Share24TweetSendShareSend
Previous Post

Tabiat Unik Calon Pengantin yang Bikin MUA Hilang Mood dan Riasan jadi Kacau

Next Post

Tarian Garis, Tarian Alam I Ketut Suasana Kabul

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Tarian Garis, Tarian Alam I Ketut Suasana Kabul

Tarian Garis, Tarian Alam I Ketut Suasana Kabul

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co