14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jimat CPNS

Eka Prasetya by Eka Prasetya
February 9, 2020
in Esai
McDonald dan Cerita-cerita Kampungan

SEMENJAK pengumuman seleksi administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), teman saya – sebut saja namanya Ari – jadi uring-uringan. Dia merasa gugup. Namanya masuk dalam daftar CPNS yang berhasil lolos dalam seleksi administrasi.

Ari gugup karena ada seleksi lainnya yang menanti. Seperti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Kedua tes itu menjadi semacam pertarungan hidup dan mati bagi Ari.

Ari sebenarnya sudah punya pekerjaan lain sebagai karyawan swasta. Tapi, sejak menjalin hubungan dengan kekasihnya kini, ia mendadak begitu berhasrat menjadi PNS. Konon, calon mertua baru akan memberikan SIM (surat izin menikah) bila dia berhasil jadi PNS.

Maka, sejak namanya muncul dalam daftar kelulusan seleksi administrasi, Ari benar-benar merasa tertekan. Berbagai buku tentang seleksi CPNS, dia beli. Baik online maupun offline. Grup ruang belajar seleksi di salah satu media sosial pun ia ikuti.

Meski sudah mempersiapkan diri secara lahiriah, Ari masih merasa ragu. Ia merasa ada hal yang mengganjal. Maka, ia mulai melakukan perjalanan spiritual. Berdoa di tempat-tempat yang konon mustajab.

Ternyata ia masih merasa “kosong”. Ari pun mengeluh dengan penuh rasa putus asa. Ia merasa perlu memiliki jimat. Sehingga ia lancar dalam menjawab soal-soal saat seleksi nanti. Ari pun memohon agar diajak nangkil ke balian sakti mandraguna yang bisa meloloskan dirinya menjadi PNS.

“Kau kan tahu sendiri. Kalau aku tidak lulus jadi PNS, semua bisa berakhir. Aku bisa batal kawin. Eh, nikah. Ajak aku nangkil ke tempat balian kenalanmu itu,” rengeknya.

Ari tahu betul saya berteman dengan Agus, balian yang begitu tersohor karena kemampuannya dalam usada bali, usada bekung, maupun penerangan. Tapi sejujurnya, saya enggan mengatar Ari kesana. Maklum, Agus sedang full job.

Maklum, sejak seleksi administrasi CPNS diumumkan, banyak yang tangkil ke rumah Agus. Apalagi belakangan ini Agus sering mengeluh dirinya jarang istirahat, karena yang tangkil minta jimat kelulusan terlalu banyak.

“Apalagi waktu kajeng kliwon kemarin itu. Banyak sekali yang tangkil. Dari jam dua siang sampai jam empat pagi tidak putus-putus,” cerita Agus saat bersua dengan saya suatu ketika.

Sebagai salah seoran balian pilih tanding seantero Bali Utara, Agus sudah pasti dicari para pelamar CPNS. Tujuannya sudah pasti. Meminta agar jalan sebagai CPNS dimuluskan, tanpa halangan sedikit pun.

Soal kepiawaian Agus sebagai balian tak perlu diragukan lagi. Masalah hujan, sudah jelas dia pawangnya. Masalah asmara, ada lengis colek yang jadi jawabannya. Soal permohonan menjadi CPNS, ini lain lagi ceritanya.

Entah sudah berapa banyak CPNS yang datang tangkil ke rumahnya. Memohon agar dilancarkan saat seleksi. Sehingga bisa lolos sebagai PNS dan mengantongi Nomor Induk Pegawai (NIP) seperti yang diharapkan.

Pada hari-hari tertentu seperti purnama dan tilem, tak kurang dari 10 orang CPNS yang datang meminta doa. Itu belum termasuk hari-hari lain. Apalagi saat kajeng kliwon. Hari ini menjadi semacam high season bagi Agus saat praktik sebagai balian.

Singkat cerita, saya pun mengantar Ari tangkil ke tempat praktik Agus. Hari kajeng kliwon sengaja saya pilih, biar lebih afdol. Ternyata antreannya cukup panjang. Ada pula yang mengantre karena keluhan pamalinan maupun desti.

Saat kesana, saya minta Ari membekali diri dengan daun sirih, benang untuk mengikat uang, sebotol air yang sukla, serta pis kepeng yang tentunya masih sukla.

Akhirnya tiba giliran kami. Begitu masuk ke ruang praktik, Agus langsung bisa menebak. “Mau minta jimat lolos CPNS ya,” ujarnya. Ari pun hanya bisa mengangguk.

Dengan cepat Agus mengambil daun sirih yang sudah dibawa. Melipatnya menjadi ukuran kecil, dan mengikatnya dengan benang. Sekejap kemudian mulutnya komat-kamit membaca doa. Tak lama kemudian, daun itu diserahkan pada Ari.

“Bawa pas ujian. Taruh di dalam kantong. Jangan di kaos kaki, apalagi di dalam sepatu. Jangan dibawa ke kamar mandi,” pesan Agus.

Tapi, saat itu Ari tak langsung menerimanya. Ia justru mengajukan permintaan lain.

“Anu jro balian, kalau bisa jimatnya jangan seperti itu. Kalau bisa di pulpen atau di kartu ujian saja,” kata Ari seraya menyodorkan kedua benda itu.

Agus pun melotot. Barangkali dia berpikir, “cerewet sekali orang ini. Sudah minta jimat, sekarang minta biar ajiannya ditaruh di pulpen dan kartu ujian. Mana sesari-nya sedikit.”

Sambil mendegus, Agus akhirnya menerima kedua benda itu. Dengan cepat dia merapalkan doa dan mantra pada dua benda itu. “Sudah. Ini bawa pulang. Ingat jangan dibawa masuk ke kamar mandi,” pesan Agus lagi.

* * *

SEMINGGU setelah saya mengantar Ari tangkil ke tempat Agus praktik, kebetulan saya bersua dengan Agus di Singaraja. Saya bertanya, apakah doa-doanya soal rekrutmen CPNS mustajab? Bagaimana bila pasien yang datang ke sana tidak lolos.

Ternyata jawaban Agus sederhana. “Saya kan hanya bantu memfasilitasi. Bantu berdoa pada Tuhan. Kalau dia (pasien) tidak pernah belajar, ya tidak mungkin lolos. Semua itu tergantung kehendak Beliau,” ucapnya lagi.

Sambil bisik-bisik, saya kemudian bertanya pada Agus. “Gus, waktu ini saya suruh beberapa orang tangkil ke sana. Mungkin saja bawa sesari yang banyak. Apa tidak ada persenan untuk saya?”.

Ketika ditanya begitu, Agus bilang sudah pasti tidak ada persenan buat saya. “Kamu seperti tidak kenal saya. Mau saya celaka dengan terima sesari?” katanya dengan nada tinggi.

Saat itu saya baru sadar. Ternyata Agus adalah salah satu balian yang tidak boleh menerima sesari. [T]

Tags: balianCPNSjimat
Share24TweetSendShareSend
Previous Post

Tabiat Unik Calon Pengantin yang Bikin MUA Hilang Mood dan Riasan jadi Kacau

Next Post

Tarian Garis, Tarian Alam I Ketut Suasana Kabul

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Tarian Garis, Tarian Alam I Ketut Suasana Kabul

Tarian Garis, Tarian Alam I Ketut Suasana Kabul

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co