24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tarian Garis, Tarian Alam I Ketut Suasana Kabul

Made Susanta Dwitanaya by Made Susanta Dwitanaya
February 10, 2020
in Ulasan
Tarian Garis, Tarian Alam I Ketut Suasana Kabul

Suasana pembukaan pameran karya Pelukis I Ketut Suasana (42) yang akrab disapa “Kabul” di Puri Anom Jl. Gunung Agung 5 Dajan Peken, Tabanan, Minggu 9 Februari 2020,

Pelukis I Ketut Suasana (42) yang akrab disapa “Kabul” menggelar pameran tuggal di Puri Anom Jl. Gunung Agung 5 Dajan Peken, Tabanan bertajuk Solo Painting Exhibition – LINE DANCE dengan menampilkan belasan lukisan figuratif yang mempesona. Pameran dibuka pada hari Minggu (9/2/2020) dan berlangsung selama sebulan. Tulisan ini adalah catatan kuratorial:

______

GARIS adalah elemen yang esensial dalam sebuah karya visual dwimatra. Garis , matra dasar yang terkontruksi dari titik yang saling terhubung. Ia adalah muasal , ia adalah guratan pertama pembentuk segala imaji yang menubuh menjadi rupa . Garis adalah titik berangkat menuju penuangan gagasan – gagasan seniman dalam menghadirkan karyanya. Garis dengan segala karakteristiknya terkadang dapat menjadi ungkapan dari apa yang ada di dalam ruang ruang batin seniman. Garis juga adalah jejak dari diri seniman dalam karyanya.

I Ketut Suasana atau yang akrab disapa Kabul; menghadirkan karya karya lukis dengan menghadirkan eksplorasi garis yang dominan. Secara visual tampak bahwa Kabul memperlakukan garis sebagai elemen yang penting dalam karya – karyanya. Melalui permainan dan eksplorasi garisnya Kabul seperti sedang menari nari dalam panggung kanvasnya. Tarian garis itu membentuk dunianya sendiri. Dunia gagasan yang sedang Ia tuangkan melalui garis. Pada tataran ini kita melihat persoalan irama, kita melihat persoalan komposisi kita melihat persoalan garis itu sendiri.

Garis garis dalam karya Kabul berirama dan berkonfigurasi mengkontruksi berbagai bentuk seperti pohon, lebah dan lain sebagainya. Lebah dan pohon adalah dua objek yang kerap muncul dalam karya karya Kabul. Kehadiran objek ini selain menjadi titik berangkat Kabul dalam mengeksplorasi garisnya juga merupakan cara Kabul dalam memenuhi kebutuhan gagasan untuk menghadirkan pernyataan – pernyataan di luar persoalan kebentukan itu sendiri.

Lebah dan pohon.  Dua objek ini mengandung muatan semiotik tertentu tertentu dalam pandangan Kabul. Khususnmya lebah yang merupakan objek yang khusuk dieksplorasi oleh perupa muda ini. Lebah adalah sebuah objek yang secara denotatif merupakan serangga dengan sengatan yang menyakitkan namun menghasilkan madu yang manis.


Ketut Suasana Kabul (paling kiri) bersama pengunjung pameran dan Tokoh Muda Tabanan asal Puri Anom, AA. Ngurah Panji Astika, ST. (paling kanan}

Secara konotatif Kabul melihat lebah adalah simbol dualitas yang selalu ada di alam semesta karena dalam tubuh lebah terdapat zat yang bisa memproduksi madu sekaligus racun melalui sengatan sengatanya .Madu yang dihasilkan lebah sangat berguna untuk kesehatan, tapi disatu sisi jika lebah merasa terancam dan terusik ia bisa menyengat dan sengatan tersebut mengandung racun yang bisa membuat korban yang disengatnya menjadi bengkak. Begitu pula alam bagi Kabul, alam bisa sangat bersahabat dengan manusia, member pangan dan kehidupan namun disatu sisi jika kita merusak alam maka alam bisa member kita bencana yang menghancurkan .

Kebutuhan Kabul dalam menghadirkan garis dalam karyanya beranyam antara kebutuhan visual dan artistik dengan kebutuhan membangun pernyataan. Garis – garis Kabul menari secara luwes diantara dua pilihan kreativitas tersebut.  garis garis Kabul menari nari seirama dengan gagasanya yang tertarik pada persoalan alam. Lihatlah pada sebagian besar karya – karyanya kita akan melihat bagaimana Kabul menarasikan alam.

Pada karya yang berjudul Back To Nature #1 dan #2 kita menyimak bagaimana Kabul mencoba menarasikan alam ditengah kehidupan yang semakin mengarah pada kehidupan yang serba industrial. Gedung gedung beton yang dilukis secara siluet dan terlihat kaku dan statis dikontraskan dengan pohon pohon dan lebah yang dilukis dengan garis garis yang dinamis. Dari judul dan pilihan objek tersebut kita dapat menangkap pernyataan apa yang hendak dibangun Kabul melalui dua karya ini. Pernyataan tentang pentingnya kesadaran ekologis di tengah tengah kehidupan yang serba industrial yang terkadang tanpa sadar kita telah menjadi bagian dari proses perusakan dan eksplorasi alam secara berlebih.

Pada karya – karyanya yang lain, alam tetap menjadi subject mater dalam karya Kabul, namun bukan dalam rangka membangun pernyataan yang kontekstual terhadap isu isu tentang persoalan alam di luar konteks artistik. Lihat misalnya dalam Spirit Of Montain #1 dan #2, Jatiluwih #1, #2, dan #3 , Gunung Emas. Sangat terlihat bagaimana ketertarikan Kabul menghadirkan objek objek seperti gunung, dan hamparan sawah Jatiluwih dan repetisi objek lebah dalam rangka menghadirkan eksplorasi – eksplorasi artistik. Persoalan persoalan seperti komposisi, ruang, konfigurasi, irama tampak lebih dominan dalam karya – karya ini ketimbang persoalan konteks diluar persoalan visual. Perhatian kita akan lebih tertuju pada persoalan persoalan artistik itu.

Demikianlah sekelumit pembacaan saya atas apa yang ditampilkan Kabul melalui karya – karyanya dalam pameran tunggalnya kali ini. Kabul adalah perupa muda yang khusuk tertarik pada eksplorasi terhadap tema tema alam dalam karyanya yang ia tuangkan dalam garis,dalam pilihan pilihan objeknya. tarian garis Kabul adalah tarianya tentang alam. Gagasanya bergulat pada dua hal menghadirkan muatan muatan simbolik dan menampilkan eksplorasi artistik. Garis – garis Kabul, menari dalam dua wilayah itu. [T] [*]

Tags: Pameran Seni RupaSeni Rupatabanan
Share25TweetSendShareSend
Previous Post

Jimat CPNS

Next Post

Nusa Penida, Pulau Bandit atau Korban “Pembanditan”?

Made Susanta Dwitanaya

Made Susanta Dwitanaya

Penulis dan kurator seni rupa. Lahir dan tinggal di Tampaksiring, Gianyar

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Nusa Penida, Pulau Bandit atau Korban “Pembanditan”?

Nusa Penida, Pulau Bandit atau Korban “Pembanditan”?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co