24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masih Tentang Pengalaman – [Catatan Ikut Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2020]

Ni Putu Putri Budiastini by Ni Putu Putri Budiastini
February 8, 2020
in Khas
Masih Tentang Pengalaman – [Catatan Ikut Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2020]

Pusaka Putih Gladi Musikalisasi dalam Bulan Bahasa Bali 2020

Kecintaan terhadap seni, bertemu orang yang sejiwa, membuat aku berani bertindak gila, tapi tetap yang positif dong, seperti pengalaman yang satu ini. Berlanjut setelah Dies Natalis dengan anggota yang terlibat dalam seni, ditetapkanlah Kelompok Pusaka Putih. Kelompok dari perkumpulan orang-orang yang menyukai seni dan sastra di Fakultas Ilmu Pendidikan.

Tahun 2020, pemerintah Provinsi Bali kembali menggelar kegiatan Bulan Bahasa Bali sebagai wadah melestarikan budaya bali dan sebagai wadah untuk para seniman berkreativitas melalui lomba-lomba yang diadakan. Kami, Pusaka Putih memulai jalan dengan mengikuti Lomba Musikalisasi Puisi Bali.

Awal pendaftaran dan keikutsertaan lomba ini berada di titik kebimbangan dari anggota Pusaka Putih yang sebagian besar bukan orang Bali dan masih pasif berbahasa bali. Di satu sisi, hampir semua sudah pulang kampung karena liburan semester. Namun, dua anggota yang bukan dari Bali ingin mencoba dan sambil belajar berbahasa Bali katanya.

Bagi kami, niat saja tidak cukup, kalau tidak ada pengaplikasiannya sama saja dengan bayangan tanpa pengakuan. Akhirnya mereka segera balik ke Bali dan terbentuklah satu kelompok dengan personil yang sedikit berbeda dari sebelumnya.

Latihan-latihan kami lakukan setiap hari dan sempat terpotong satu minggu karena kegiatan prodi di sela liburan. Satu minggu itu kami kejar dalam waktu tiga hari. Memang waktu latihan yang sangat sebentar. Awalnya kami tidak yakin akan terselesaikannya lagu ini, karena masalah waktu dan baru belajar mengaransemen puisi.

Tapi, Kak Wah Surya sempat berkata “Selesai kok itu, kalau kalian memang niat dan seken latihannya.” Yaa… kami tetap semangat mencari-cari dan meminta pendapat dari Kak Wah juga. Disela-sela latihan pun, sempat berkenalan dengan kelompok Nol Derajat yang menjadi salah satu peserta di lomba ini juga.

Mental kami tidak ciut, karena memang benar mereka bagus dan kami masih mencari pengalaman dan mencari jati diri, hehehe…

Latihan sudah, Technical Meeting (TM) pun harus dihadiri ke Denpasar, kembali kita dilanda kebingungan. Tanpa pikir panjang, aku berangkat mewakili Pusaka Putih Bersama Kak Wah yang mewakili kelompoknya. Aku orang yang belum dewasa, pergi jauh selalu ditemani. Aku ingin dewasa dan mandiri, menentukan keinginanku sendiri. Selagi itu positif, ngapain aku harus takut.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk benar-benar keluar dari zona nyamanku selama ini. Kebanyakan orang sudah biasa bolak-balik Denpasar ke Singaraja dan sebaliknya. Lalu, apa salahnya aku menjadi bagian seperti mereka?

Tanggal 7 Februari 2020 merupakan tanggal perlombaanya, kami 5 orang dengan 4 peserta lomba dan 1 teman lagi berangkat ke Denpasar sehari sebelum tanggal tersebut. Kami berpencar, Dio dan Kris di tempat saudara mereka di Denpasar, Iwan dan temannya menyewa penginapan dekat Art Center, sementara aku di Gianyar tempat orang tuaku.

Berapa kali aku dihubungi oleh panitia penyelenggara karena belum hadirnya kami di lokasi lomba. Pasalnya dua peserta lomba mengundurkan diri yang menyebabkan undian penampilan kami dimajukan. Walaupun buru-buru, kami datang tepat waktu.

Kami membawakan musikalisasi puisi dengan judul puisi Basa Bali karya Suntari Pr. dengan aransemen sendiri dan Prasida Antuk Titiang karya Tuti Dirgha, aransemen Kak Akar, Suma, dan Rahatri. Penampilan kami dibantu oleh Kak Wah dan kelompoknya dalam penataan dan pengaturan sound. Namun, penampilan di detik terakhir kami pecah, tidak sesuai latihan.

Yaaa, mungkin kami terlalu solid, sampai-sampai salah nada barengan pula, hahaha… Walau begitu kami lega telah tampil dan itu hasil dari usaha kami yang masih perlu banyak pelajaran dan pengalaman.

Evaluasi dewan juri menyatakan “Melestarikan Budaya Bali dapat dilakukan dengan cara modern, salah satunya melalui musikalisasi puisi. Masalahnya sekarang ialah musikalisasi puisi itu apa? Karena penampilan peserta lomba yang menampilkan dengan cara yang berbeda-beda menujukan itulah pemahaman mereka terhadap musikalisasi puisi.

Jadi, apapun hasilnya teruslah belajar dan mencari pendalaman pemahaman. Hasil sekarang memang ini menurut pandangan kami dan tahun depan beda juri, beda pula penilaiannya. Tetaplah berlatih jangan sampai disini saja.”

Akhir pengumuman juara, kami juga berkesempatan bertemu kembali dengan Kak Heri, salah satu juri Dies Natalis Undiksha Tahun 2020. Yaa dapat dikatakan kita ikut workshop kilatnya bersama Kak Wah Surya dan Nol Derajat, hahaha.

Hal yang luar biasa kami dapatkan, pesannya ialah Kak Heri mengatakan “Ketika lomba pilih lagu mana yang pantas untuk dilombakan dan yang memang pantas untuk pementasan biasa, itu berbeda. Apalagi ketika ada pengulangan-pengulangan yang tanpa maksud. Lalu, Musikalisasi Puisi itu jangan terus balad, memang kita tidak akan bisa menghilangkan balad kita karena sudah ditanamkan dari lahir. Tapi cobalah berani untuk berinovasi dan mengubah sedikit aransemen orang lain yang kita rasa kurang tepat untuk dibawakan, jangan terlalu terpaku.”

“Mengenai mengaransemen lagu, pahami dulu apa yang ingin disampaikan puisi itu di setiap baitnya, terkadang kita bisa salah paham dengan maksud puisi itu, karena kata ‘maksud’ itu hanya pencipta puisi yang punya. Kita hanya mampu menafsirkan pesan yang ingin disampaikan saja, kemudian barulah mulai untuk memainkan rasa. Ingat, puisilah yang memberi rasa pada tubuh dan mimik wajah kita, bukan kita yang seolah-olah memaku rasa pada puisinya. Sehingga tubuh akan ikut menyampaikan pesan dari puisi selain suara. Itu akan mendukung penampilan kita. Oyaa…. Pembukaan dan akhiran, belajarlah untuk mengemasnya dengan bagus, karena kebanyakan orang akan mengingat awalan dan akhiran. Bagian tengah hanya sekilas lewat saja. Jadi, awal dan akhirnya itu penting broo…” sambungnya.

Sungguh hari yang penuh kejutan. Terima kasih Kak Heri, masukkannya sangat bermanfaat sekali dan terima kasih pula kepada Kak Wah telah berbagi kesempatan kembali, jangan kapok-kapok ya.

Oya, proses itu ternyata mahal, setiap orang memiliki kesempatan yang berbeda-beda, tergantung bagaimana kita memaknai proses itu untuk bisa dicintai dan dijauhkan dari kata sia-sia. Masalah hasil itu tergantung proses, hahaha. Salam Budaya. [T]

Tags: Bulan Bahasa Balimusikalisasi puisiPuisi
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Pulang

Next Post

Ketut Pameran Nok! – Mari Datang Pang Rame…

Ni Putu Putri Budiastini

Ni Putu Putri Budiastini

Mahasiswi PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Angkatan 2019

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Ketut Pameran Nok! – Mari Datang Pang Rame…

Ketut Pameran Nok! - Mari Datang Pang Rame...

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co