24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memerdekakan Guru dan Siswa dalam Pembelajaran

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
December 2, 2019
in Opini
Memerdekakan Guru dan Siswa dalam Pembelajaran

Ilustrasi Google

Pergantian kepemimpinan akan selalu diikuti dengan perubahan kebijakan. Kepemimpinan baru diharapkan membawa sebuah perubahan. Bidang pendidikan contohnya, setiap pergantian menteri akan diikuti dengan perubahan kurikulum. Begitu pula dengan kepemimpinan Nadiem Makarim telah diwacanakan akan terjadi perubahan kurikulum. Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengusulkan kepada Mendikbud Nadiem Anwar Makarim untuk memangkas mata pelajaran di sekolah. IGI mengusulkan di SD sebaiknya hanya diajarkan 4 mata pelajaran (mapel) inti, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Pendidikan Agama berbasis Pancasila.

Pada tingkat SMP diusulkan 5 mapel dan 6 mapel di SMA. Usulan tersebut disampaikan IGI bersama 22 organisasi guru dan komunitas guru saat diundang bertemu oleh Mendikbud pada 4 November lalu membicarakan mengenai kondisi pendidikan saat ini. Selain mengusulkan penyederhanaan  mata pelajaran di sekolah. Usulan lain  adalah usulan  dihilangkannya sistem penjurusan pada SMA (jadi siswa yang ingin fokus pada keahlian tertentu bisa daftar SMK saja), penggunaan sistem SKS untuk SMK sehingga siswa yang rajin dan mempunyai kemampuan yang baik  bisa lulus sekolah dua tahun atau kurang

Usulan tersebut adalah rasional karena pada Kurikulum 2013 siswa dituntut untuk mempelajari mata pelajaran yang begitu banyak.  Hal ini merupakan beban yang cukup berat bagi siswa. Di tingkat Sekolah Dasar  (SD) untuk kelas rendah (1,2, dan 3)  pembelajaran dengan tematik  dan dikelas tinggi (3,4,dan 5) mapel yang diberikan adalah l PPkn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA,IPS, Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan dan muatan lokal termasuk bahasa daerah diintegrasikan ke mapel Seni Budaya dan Prakarya. Dengan beban mapel sebanyak itu tentu terasa berat bagi siswa SD. Apakah pembelajaran meaningful learning sudah dirasakan siswa? Apakah student centered learning sudah teraplikasi dalam pembelajaran?

Beban siswa tentu semakin berat karena guru sering memberikan pekerjaan rumah yang banyak pada siswa. Pembelajaran seperti itu tentu tidak membahagiakan siswa. Waktu siswa cukup tersita untuk menguasai mata pelajaran yang banyak dan mengerjakan PR yang  membebani siswa. Waktu untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan tersita hanya untuk mengerjakan PR. Pembelajaran lebih  diarahkan untuk mencapai instruksional effect tetapi melupakan bahwa pembelajaran juga untuk mencapai nurturant effect.           

Penyederhanaan mata pelajaran merupakan solusi yang sangat baik untuk mengurangi beban siswa yang harus menguasai sekian banyak mata pelajaran.  Pemerintah melalui kemendikbud hendaknya mulai merancang kurikulum yang benar-benar memerdekaan murid. Memerdekakan murid bukan berarti guru tidak memberikan PR tidak dan tidak memberikan tugas untuk dikerjakan di sekolah. Pembelajaran yang diberikan adalah pembelajaran yang menyenangkan dan bermafaat bagi murid. Murid tidak merasa terbebani dalam pembelajaran tetapi siswa dapat mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.

Kita harus jujur mengakui, penerapan kurikulum 2013 belum secara maksimal  diterapkan di sekolah. Hal ini diakibatkan oleh pemahaman guru terhadap kurikulum 2013 masih kurang. Kurikulum baru tetapi pelaksanaannya belum 100 % berubah sesuai dengan harapan. Hal tersebut diperparah lagi dengan berubahnya kebijakan pemerintah mengenai pemberlakukan kurikulum baru pada setiap pemerintahan. Hal itu sudah berulang-ulang terjadi.

Pergantian kepemimpinan berdampak pada kebijakan dalam bidang pendidikan. Hal itu merupakan fakta yang tidak dapat disangkal. Perberlakukan Kurikulum 2013 oleh Mendikbud  M. Nuh belum berjalan maksimal dan pemberlakukan Kurikulum 2013 dihentikan karena pergantian kepemimpinan. Pelaksanaan Kurikulum 2013 dihentikan  oleh  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan.

Penghentikan itu diterapkan bagi sekolah- sekolah yang baru menerapkan Kurikulum 2013 selama satu semester. Anies menginstruksikan sekolah-sekolah itu agar‎ kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Anies menegaskan bahwa berbagai konsep di Kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi dalam Kurikulum 2006. Kebijakan ini tentu menimbulkan permasalahan. Setelah Anies Baswedan diganti, pemerintah pada akhirnya memberlakukan kembali Kurikulum 2013. Guru dibuat kebingungan dalam melaksanakan pembelajaran dengan perubahan-perubahan seperti itu.

Walaupun pelaksanaan Kurikulum 2013 telah mengalami beberapa kali revisi, tampaknya pemberlakukan Kurikulum 2013 masih menyisakan permasalahan. Guru belum begitu memahami  esensi dari Kurikulum 2013. Pemahaman yang belum maksimal tentu guru mengalami permasalahan dalam proses pembelajaran. Kurikulum 2013 belum memberikan ruang gerak yang memberi kemerdekaan bagi guru dalam menjalankan proses pembelajaran.

Kurikulum 2013 masih menonjolkan kegiatan administratif guru berupa pembuatan RPP dan jurnal mengajar. Format RPP terus berubah dan ini tentu membebani tugas guru. Guru akan menghabiskan sebagian waktunya untuk menyusun persiapan pembelajaran dan melakukan evaluasi pembelajaran. Mengapa RPP tidak dirancang lebih sederhana yang hanya memuat garis besar pembelajaran. RPP yang dibuat guru melebihi 7 halaman. Guru kelas di kelas tinggi di SD dituntut membuat RPP sesuai dengan jumlah mapel yang diberikan di kelas tersebut.  Mengapa tidak dirancang RPP yang terdiri satu atau dua halaman.

Pengembangan RPP yang simpel tersebut dapat dikembangkan secara maksimal dalam pembelajaran.Hal ini akan memudahkan bagi guru dan dapat meringankan guru dari tugas yang bersifat administratif. Apabila nanti dilakukan kajian terhadap pemberlakuan Kurikulum 2013 maka diharapkan hasil kajian tersebut, apakah dalam bentuk revisi Kurikulum 2013 atau pemberlakukan kurikulum baru, dapat mengakomodasi usulan yang disampaikan IGI bersama 22 organisasi guru. Masyarakat  mengharapkan ada  kurikulum yang pemberlakukaannya berkelanjutan sehingga tidak terjadi lagi pergantian kurikulum karena pergantian pemerintahan.

Pemerintah tentu akan mengkaji usulan dari masyarakat untuk perbaikan kurikulum pada saat ini.Pembelajaran hendaknya tidak membebani  guru dan siswa. Tugas utama guru adalah melaksanakan pembelajaran dan tugas utama siswa adalah belajar. Guru senang melaksanakan pembelajaran, siswa pun bergembira dalam belajar.  Berikan ruang gerak yang seluas- luasnya bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran. Siswa diberi pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa merasakan kemerdekaan dalam pembelajaran. Siswa tidak terbebani harus mempelajari sekian banyak mata pelajaran dan harus mengerjakan PR yang begitu banyak. Berilah ruang gerak siswa untuk mengenyam pendidikan yang bermakna bagi dirinya. [T]

Tags: guruPendidikansiswa
Share58TweetSendShareSend
Previous Post

Sanggar Seni Kelakar, Teater Enter dan Beberapa Hal Jenaka di Dalamnya

Next Post

Tiga Tradisi Hitungan untuk Menghitung Datangnya Hujan di Bali

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Tiga Tradisi Hitungan untuk Menghitung Datangnya Hujan  di Bali

Tiga Tradisi Hitungan untuk Menghitung Datangnya Hujan di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co