23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memerdekakan Guru dan Siswa dalam Pembelajaran

I Ketut Suar Adnyana by I Ketut Suar Adnyana
December 2, 2019
in Opini
Memerdekakan Guru dan Siswa dalam Pembelajaran

Ilustrasi Google

Pergantian kepemimpinan akan selalu diikuti dengan perubahan kebijakan. Kepemimpinan baru diharapkan membawa sebuah perubahan. Bidang pendidikan contohnya, setiap pergantian menteri akan diikuti dengan perubahan kurikulum. Begitu pula dengan kepemimpinan Nadiem Makarim telah diwacanakan akan terjadi perubahan kurikulum. Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengusulkan kepada Mendikbud Nadiem Anwar Makarim untuk memangkas mata pelajaran di sekolah. IGI mengusulkan di SD sebaiknya hanya diajarkan 4 mata pelajaran (mapel) inti, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Pendidikan Agama berbasis Pancasila.

Pada tingkat SMP diusulkan 5 mapel dan 6 mapel di SMA. Usulan tersebut disampaikan IGI bersama 22 organisasi guru dan komunitas guru saat diundang bertemu oleh Mendikbud pada 4 November lalu membicarakan mengenai kondisi pendidikan saat ini. Selain mengusulkan penyederhanaan  mata pelajaran di sekolah. Usulan lain  adalah usulan  dihilangkannya sistem penjurusan pada SMA (jadi siswa yang ingin fokus pada keahlian tertentu bisa daftar SMK saja), penggunaan sistem SKS untuk SMK sehingga siswa yang rajin dan mempunyai kemampuan yang baik  bisa lulus sekolah dua tahun atau kurang

Usulan tersebut adalah rasional karena pada Kurikulum 2013 siswa dituntut untuk mempelajari mata pelajaran yang begitu banyak.  Hal ini merupakan beban yang cukup berat bagi siswa. Di tingkat Sekolah Dasar  (SD) untuk kelas rendah (1,2, dan 3)  pembelajaran dengan tematik  dan dikelas tinggi (3,4,dan 5) mapel yang diberikan adalah l PPkn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA,IPS, Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan dan muatan lokal termasuk bahasa daerah diintegrasikan ke mapel Seni Budaya dan Prakarya. Dengan beban mapel sebanyak itu tentu terasa berat bagi siswa SD. Apakah pembelajaran meaningful learning sudah dirasakan siswa? Apakah student centered learning sudah teraplikasi dalam pembelajaran?

Beban siswa tentu semakin berat karena guru sering memberikan pekerjaan rumah yang banyak pada siswa. Pembelajaran seperti itu tentu tidak membahagiakan siswa. Waktu siswa cukup tersita untuk menguasai mata pelajaran yang banyak dan mengerjakan PR yang  membebani siswa. Waktu untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan tersita hanya untuk mengerjakan PR. Pembelajaran lebih  diarahkan untuk mencapai instruksional effect tetapi melupakan bahwa pembelajaran juga untuk mencapai nurturant effect.           

Penyederhanaan mata pelajaran merupakan solusi yang sangat baik untuk mengurangi beban siswa yang harus menguasai sekian banyak mata pelajaran.  Pemerintah melalui kemendikbud hendaknya mulai merancang kurikulum yang benar-benar memerdekaan murid. Memerdekakan murid bukan berarti guru tidak memberikan PR tidak dan tidak memberikan tugas untuk dikerjakan di sekolah. Pembelajaran yang diberikan adalah pembelajaran yang menyenangkan dan bermafaat bagi murid. Murid tidak merasa terbebani dalam pembelajaran tetapi siswa dapat mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.

Kita harus jujur mengakui, penerapan kurikulum 2013 belum secara maksimal  diterapkan di sekolah. Hal ini diakibatkan oleh pemahaman guru terhadap kurikulum 2013 masih kurang. Kurikulum baru tetapi pelaksanaannya belum 100 % berubah sesuai dengan harapan. Hal tersebut diperparah lagi dengan berubahnya kebijakan pemerintah mengenai pemberlakukan kurikulum baru pada setiap pemerintahan. Hal itu sudah berulang-ulang terjadi.

Pergantian kepemimpinan berdampak pada kebijakan dalam bidang pendidikan. Hal itu merupakan fakta yang tidak dapat disangkal. Perberlakukan Kurikulum 2013 oleh Mendikbud  M. Nuh belum berjalan maksimal dan pemberlakukan Kurikulum 2013 dihentikan karena pergantian kepemimpinan. Pelaksanaan Kurikulum 2013 dihentikan  oleh  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan.

Penghentikan itu diterapkan bagi sekolah- sekolah yang baru menerapkan Kurikulum 2013 selama satu semester. Anies menginstruksikan sekolah-sekolah itu agar‎ kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Anies menegaskan bahwa berbagai konsep di Kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi dalam Kurikulum 2006. Kebijakan ini tentu menimbulkan permasalahan. Setelah Anies Baswedan diganti, pemerintah pada akhirnya memberlakukan kembali Kurikulum 2013. Guru dibuat kebingungan dalam melaksanakan pembelajaran dengan perubahan-perubahan seperti itu.

Walaupun pelaksanaan Kurikulum 2013 telah mengalami beberapa kali revisi, tampaknya pemberlakukan Kurikulum 2013 masih menyisakan permasalahan. Guru belum begitu memahami  esensi dari Kurikulum 2013. Pemahaman yang belum maksimal tentu guru mengalami permasalahan dalam proses pembelajaran. Kurikulum 2013 belum memberikan ruang gerak yang memberi kemerdekaan bagi guru dalam menjalankan proses pembelajaran.

Kurikulum 2013 masih menonjolkan kegiatan administratif guru berupa pembuatan RPP dan jurnal mengajar. Format RPP terus berubah dan ini tentu membebani tugas guru. Guru akan menghabiskan sebagian waktunya untuk menyusun persiapan pembelajaran dan melakukan evaluasi pembelajaran. Mengapa RPP tidak dirancang lebih sederhana yang hanya memuat garis besar pembelajaran. RPP yang dibuat guru melebihi 7 halaman. Guru kelas di kelas tinggi di SD dituntut membuat RPP sesuai dengan jumlah mapel yang diberikan di kelas tersebut.  Mengapa tidak dirancang RPP yang terdiri satu atau dua halaman.

Pengembangan RPP yang simpel tersebut dapat dikembangkan secara maksimal dalam pembelajaran.Hal ini akan memudahkan bagi guru dan dapat meringankan guru dari tugas yang bersifat administratif. Apabila nanti dilakukan kajian terhadap pemberlakuan Kurikulum 2013 maka diharapkan hasil kajian tersebut, apakah dalam bentuk revisi Kurikulum 2013 atau pemberlakukan kurikulum baru, dapat mengakomodasi usulan yang disampaikan IGI bersama 22 organisasi guru. Masyarakat  mengharapkan ada  kurikulum yang pemberlakukaannya berkelanjutan sehingga tidak terjadi lagi pergantian kurikulum karena pergantian pemerintahan.

Pemerintah tentu akan mengkaji usulan dari masyarakat untuk perbaikan kurikulum pada saat ini.Pembelajaran hendaknya tidak membebani  guru dan siswa. Tugas utama guru adalah melaksanakan pembelajaran dan tugas utama siswa adalah belajar. Guru senang melaksanakan pembelajaran, siswa pun bergembira dalam belajar.  Berikan ruang gerak yang seluas- luasnya bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran. Siswa diberi pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa merasakan kemerdekaan dalam pembelajaran. Siswa tidak terbebani harus mempelajari sekian banyak mata pelajaran dan harus mengerjakan PR yang begitu banyak. Berilah ruang gerak siswa untuk mengenyam pendidikan yang bermakna bagi dirinya. [T]

Tags: guruPendidikansiswa
Share58TweetSendShareSend
Previous Post

Sanggar Seni Kelakar, Teater Enter dan Beberapa Hal Jenaka di Dalamnya

Next Post

Tiga Tradisi Hitungan untuk Menghitung Datangnya Hujan di Bali

I Ketut Suar Adnyana

I Ketut Suar Adnyana

Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. adalah Wakil Rektor I Universitas Dwijendra, Denpasar

Related Posts

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails
Next Post
Tiga Tradisi Hitungan untuk Menghitung Datangnya Hujan  di Bali

Tiga Tradisi Hitungan untuk Menghitung Datangnya Hujan di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co