24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menulis dan Pendosa Kebudayaan – Catatan dari Dukuh Penaban

Wayan Paing by Wayan Paing
September 23, 2019
in Khas
Menulis dan Pendosa Kebudayaan – Catatan dari Dukuh Penaban

Peserta diskusi dan workshop di Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban, Karangasem

Dia yang dilahirkan oleh dunia tulis menulis (sebutlah karya sastra), dan karena tulisannyalah ia diperhitungkan oleh sejumlah lembaga penting, sehingga ia kemudian menjadi orang penting di satu lembaga. Namun karena alasan jabatan, kesibukan lain-lain, dan pekerjaan tertentu yang lain-lian, lalu ia tidak lagi menulis, bahkan ia seperti berada jauh dari dunia tulis-menulis.

“Orang itu berdosa besar pada kebudayaan. Pendosa dia. Dan pendosa-pendosa itu banyak sekali sekarang ada,” kata seseorang.

Orang itu, tak perlulah disebutkan namanya, mungkin bercanda dengan serius. Atau serius bercanda. Namun beberapa orang yang berdiri di sekelilingnya mendadak sedikit tercengang. Sedikit sekali tercengangnya, sampai-sampai tidak bisa dikentarakan oleh yang lainnya. Itupun berlalu secepat kilat sebelum akhirnya terurai oleh tawa yang dikeluarkan secara lepas.

Itu seolah menandakan ikut merayakan dirinya masing-masing menjadi bagian dari pendosa-pendosa itu.

Dari arah berlawanan, di belakang kami berdiri dan tertawa-tawa, terdengar suara dari seseorang yang lain, yang cukup jelas dari sound system.  “Kita semua punya kesibukan. Saya sendiri juga sibuk, tapi mengapa di tengah kesibukan itu kita harus menulis?”

Mendadak semua terdiam. Bukan hanya gerombolan beberapa orang yang berdiri; kami. audien yang duduk lesehanpun terdiam. Terdengar jelas ada desah yang menghambur keluar dari semua yang ada di tempat itu. Walau tidak semuanya, setidaknya ada beberapa yang mendesah. Entah karena gelisah atau tidak mengerti.

“Karena waktu adalah sesuatu yang berharga. Sangat berharga. Tidak pernah waktu akan berulang. Semua kenangan, kesan dan perasaan yang terjadi pada waktu tertentu, jika ingin jadi penulis, harus segera dituliskan. Karena pengalaman jarang sekali bisa terulang. Kalau tidak segera dituliskan, akan ada pengalaman-pengalaman lain yang akan menimpa dan menimbunnya!” kata orang itu lewat sound system.

Dalam hati, kompak benar ini dua orang. Mungkin itulah yang menjadi alasan, mereka berjodoh (ha..ha..ha).

Kedua pernyataan yang saling mendukung itu terlontar dalam acara “Diskusi buku Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci dan Workshop Penulisan Cerpen yang digelar di Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban, Minggu, 22 September 2019.

Diskusi dan workshop itu menghadirkan dua pasang suami istri, Made Adnyana Ole dan Kadek Sonis Piscayanti, serta Gede Gita Purnama dan Carma Citrawati. Hadir juga pembicara lain, I Wayan Kerti, ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP di Karangasem, dengan moderator Aries Pidrawan. Tentu acara itu dibuka dengan penuh taksu oleh Kepala Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban I Nengah Suarya, SE.

Kegiatan yang diikuti oleh orang guru, dosen, penyuluh bahasa Bali, siswa, dan beberapa orang pegiat literasi itu berlangsung sederhana namun sarat dengan pengetahuan dan pengalaman, bagaimana membangun literasi mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Kegiatan yang berdurasi kurang dari empat jam tersebut, mampu membangkitkan dan menumbuhkan berbagai macam perasaan. Yang jika ditulis, tentu akan membuat yang menuliskannya itu menjadi penulis. Apalagi ditulis dengan pengembangan dan analisis yang baik akan menjadikan penulis tersebut menjadi penulis yang mempunyai kualitas. Tentu saja itu tujuan dari digelarnya acara tersebut.

Kembali kepada dosa kebudayaan. Kenapa bisa dikatakan seseorang yang pernah menulis, lalu mendapatkan “manfaat” dari tulisan dan kegiatannya menulis, dan kemudian berhenti menulis, akan memiliki dosa kebudayaan?

Sejatinya, selain untuk menuliskan pengetahuan dan perasaanya, seorang penulis secara langsung akan memasukkan budaya-budaya yang berkembang pada masa hidupnya ke dalam tulisan yang dia buat. Tanpa adanya jejak-jejak budaya yang terangkum dalam sebuah tulisan, kebudayaan-kebudayaan yang sudah lama berkembang akan hilang tanpa jejak ditelan jaman.

Dengan kata lain, kita akan mati tanpa memberi warisan kepada anak dan cucu kita. Dengan kondisi mati demikian, kita akan membiarkan anak-cucu kita hidup terapung terombang-ambing tanpa pegangan budaya dalam mengarungi kehidupannya. Mereka hanya akan bergantung pada budaya yang mereka dapatkan saat kehidupannya tanpa bisa memilih pada saat dalam kondisi terdesak. Memberi kehidupan yang demikan, adalah sebuah dosa besar yang tidak akan bisa dipertanggungjawabkan.

Dengan menulis, setidaknya kita mewariskan jejak-jejak kehidupan masa lampau kepada generasi mendatang untuk dapat diambil hal-hal positif yang terkandung di dalamnya agar mempunyai landasan yang kuat dalam menghadapi putaran jaman yang semakin kencang. Bahkan landasan yang diwariskan tersebut, bisa jadi, membuat mereka yang akan mengendalikan putaran jaman yang pesat ini. Pesat dan semakin pesat.

Setidaknya demikian hal yang diperoleh pada Minggu pagi itu. Dan harus segera dituliskan. Jika tidak, maka akan menjadi sesuatu yang hanya “pernah” terlintas dalam benak.

Lalu, bagaimana agar bisa menulis di tengah kesibukan? Jawaban pastinya adalah: punya komitmen yang kuat untuk menulis. Selebihnya masalah waktu, cara, dan perlengkapan lainnya, silakan tentukan sendiri. (???) dan akan lebih baik jika mulai sedini mungkin dan bila ada kebingungan, konsultasikan pada ahlinya (penulis yang sudah berpengalaman) seperti narasumber suami istri yang mengisi acara hari itu. [T]

Tags: karangasemMuseum Pustaka Lontar Dukuh Penabansastrasastra bali modern
Share53TweetSendShareSend
Previous Post

Menonton Konser New Gamelan: Melompat Bangun atau Lelap Menuju Potongan Pengalaman Bunyi

Next Post

Menelisik Sisi Atavisme pada “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Wayan Paing

Wayan Paing

Lahir di Gulinten, 6 April 1983. Menjadi guru di Ababi, Abang, Karangasem. Saat mahasiswa suka sastra dan teater yang kini ingin ditekuninya kembali

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Menelisik Sisi Atavisme pada “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Menelisik Sisi Atavisme pada “Gadis Suci Melukis Tanda Suci di Tempat Suci”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co