23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mungkin Saja Penyu Akan Menyelamatkanmu — Cerita dari Pantai Samas

Arlingga Hari Nugroho by Arlingga Hari Nugroho
July 13, 2019
in Khas
Mungkin Saja Penyu Akan Menyelamatkanmu — Cerita dari Pantai Samas

Tukik yang siap dilepaskan dalam acara Komunitas reiSPIRASI di Pantai Samas Yogyakarta

“Lalu apa yang saya dapat setelah melepas tukik ke laut?”

___

Suatu hari di perjalanan pulang dari selatan menuju utara, dari pantai Samas, Yogyakarta, menuju Kalasan, pertanyaan itu selalu muncul dalam pikiran saya. Sebuah pertanyaan yang muncul setelah seharian mengikuti kegiatan pelepasliaran tukik ke laut. Perjalanan pulang malam ini, saya coba melamun dan berkhayal dengan pikiran saya.

Bertahan di tanah rantau pada masa libur begini, sepertinya cukup membuat saya mudah terhasut. Beberapa kali guru dan teman-teman menghasut untuk ikut-ikutan main dalam konservasi penyu di pantai Samas, Yogyakarta.

Diawali oleh hasutan inilah saya berkenalan dengan komunitas reiSPIRASI. Mengutip dari reispirasi.wordpress.com, reiSPIRASI merupakan komunitas dengan berbagai aktivitas pengenalan dan explorasi alam yang meletakkan alam sebagai sumber inspirasi dan napas dasar dalam setiap kegiatannya.

Dalam kurun bulan Juni hingga Juli, reiSPIRASI telah mengadakan dua kegiatan pelepasliaran tukik. Pada bulan Juni lalu, reiSPIRASI mengadakan acara dengan tema Tunggak Beranjak, Sebuah Doa, Awal yang Akan Terus Beranak Pinak. Sedangkan pada hari Minggu, 7 Juli lalu memilih Karsa : Daya untuk Melakukan Kehendak sebagai tema kegiatan.

Saya menghadiri kedua kegiatan tersebut. Maklum, sebagai seorang mahasiswa semester delapan seperti saya, sepertinya sedang membutuhkan hiburan untuk mengalihkan perhatian dari skripsi. Hal yang paling mencolok dari kedua kegiatan tersebut adalah jumlah peserta yang terlibat.

Pada kegiatan Karsa, jumlah peserta jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kegiatan pertama. Perbedaan harga tiket masuk kegiatan sepertinya menjadi alasan utama. Bukan tanpa alasan, sebagai komunitas konservasi yang mandiri, reiSPIRASI mencoba kembali mengingatkan siapa saja bahwa kegiatan konservasi bukanlah hal yang murah.

Deny Widyanto, founding father reiSPIRASI, berkali-kali menjelaskan bahwa kegiatan penangkaran terhadap penyu masih bukan menjadi hal yang penting bagi beberapa orang. Bima Chrisanto, seorang mahasiswa yang terlibat aktif di reiSPIRASI, juga menambahkan bahwa biaya konsumsi anggota, pembelian pupuk kandang untuk perawatan pandan laut, hingga biaya apresiasi bagi warga yang menemukan telur penyu menjadi biaya rutin pengeluaran reiSPIRASI. Hal-hal semacam ini tentulah tidak diketahui oleh orang-orang seperti saya jika saja tidak mencari tahu atau terlibat di dalamnya.

Dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan, saya belajar banyak tentang hal-hal apa saja yang terjadi semasa menangkar telur penyu hingga menjadi tukik. Berjaga semalaman ketika penyu bertelur. Memindahkan telur ke tempat penangkaran. Kegiatan pemindahan ini adalah salah satu upaya dalam menghentikan perburuan dan penjualan telur penyu oleh beberapa oknum. Telur-telur yang menetas di dalam penangkaran selanjutnya dirawat dalam akuarium sebelum akhirnya dilepaskan.


Komunitas reiSPIRASI

Bukan hanya itu, bersama reiSPIRASI saya juga ikut dalam penanaman pandan laut yang memiliki fungsi sebagai “rumah” bagi penyu yang ingin bertelur. Belajar tentang kemandirian reiSPIRASI tanpa bergantung pada lembaga konservasi sumber daya alam milik pemerintah. Atau belajar dari hal yang paling sederhana bahwa penyu merupakan salah satu makhluk purba dan gemar memakan ubur-ubur!

Jika melihat ke belakang, sepanjang bulan Juni lalu, populasi ubur-ubur di pantai Parangtritis meningkat. Sebuah artikel di media online mengatakan bahwa 106 pengunjung tersengat ubur-ubur di pantai Parangtritis. Bahkan sumber lain ada yang mengatakan korban sengatan ubur-ubur mencapai angka 200 orang!

Pada sesi diskusi, Deny menjelaskan masa dewasa tukik sekitar 30-40 tahun. Umur tersebut adalah hal yang normal mengingat penyu mampu hidup hingga 100 tahun. Pada masa dewasa inilah penyu akan kembali datang ke pantai dan bertelur. Umumnya penyu akan bertelur pada malam hari atau dini hari.

Hal yang cukup mengejutkan saya adalah sebuah pernyataan tentang tingkat keberhasilan hidup seekor penyu. Selain dari teman-teman di reiSPIRASI, beberapa artikel juga mengatakan hal yang sama, bahwa dari 1000 tukik yang dilepaskan, hanya akan ada 1 tukik yang mampu bertahan hidup hingga dewasa.

Bayangkan saja, saya baru melepaskan tiga tukik dengan kedua tangan saya. Ini sungguh sebuah angka keberhasilan yang sangat rendah jika harus berpedoman pada perbandingan 1:1000. Bahkan hampir mustahil! Namun sebaik-baiknya hidup adalah merawat harapan; semua makhluk hidup (manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan) memiliki kesempatan yang sama untuk hidup.

Pertanyaan apa yang saya dapat setelah melepas tukik ke laut sepertinya mampu mewakili beberapa orang seperti saya. Katakanlah saya, seorang perantau yang menghuni rumah kontrakan dengan jarak 40km dari pantai Samas. Tentu penanaman pandan laut dan pelepasan tukik tidak akan saya rasakan dari rumah saya.

Dengan pertanyaan semacam itu, tentulah saya terlalu naif jika mengharapkan keuntungan yang instan usai melepaskan tukik ke laut. Egosentris semacam ini harus saya singkirkan untuk menemukan jawabannya.

Saya coba mengingat dan merangkai beberapa hal. Pertama, terkait penanaman pandan laut. Pandan laut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyu bertelur, tapi juga sebagai pemecah ombak dan pencegah abrasi laut. Mungkin saja, pandan laut yang baru saja ditanam ini kelak mampu membawa dampak positif bagi masyarakat pantai Samas dan ekosistem penyu.

Kedua, kehadiran penyu mampu menjadi predator dalam mengatasi melunjaknya populasi ubur-ubur yang berlebihan. Ubur-ubur adalah makan favorit dari penyu. Mungkin saja, jika populasi ubur-ubur menurun, maka bisa jadi kasus musiman pengunjung pantai tersengat akan ubur-ubur berkurang.

Ketiga, terlibat dalam setiap kegiatan yang diadakan reiSPIRASI adalah bentuk lain dari wujud mendukung keberlangsungan komunitas ini untuk tetap bertahan secara moral maupun moril. Sebuah apresiasi yang tidak bernilai atas tenaga dan waktu yang mereka korbankan bolak-balik dari kota menuju pantai Samas. Mungkin saja, jika reiSPIRASI berumur panjang, edukasi tentang tukik dan penyu akan tetap tersampaikan.

Mungkin masih banyak manfaat yang seharusnya bisa saya sadari atau temukan kelak. Jika saya boleh menaruh mimpi di cangkang penyu, maka saya akan bermimpi tentang tukik yang saya lepas kemarin akan menyelamatkan anak-cucu, masyarakat pantai, para pengunjung, dan makhluk hidup yang lain, sekalipun saya tidak berumur panjang. Hehehe

Masih dalam perjalanan pulang ke rumah dengan sedikit terkantuk, saya tutup segala khayalan ini dengan teriakan amin dalam hati. [T]

13 Juli 2019.

Tags: alamfaunalingkunganPantai Samassave penyuYogyakarta
Share74TweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Rai Sri Artini # Seluas Kesunyian Malam Tanpa Bintang

Next Post

Jaja Galungan dan Akulturasi Setengah Hati

Arlingga Hari Nugroho

Arlingga Hari Nugroho

Lebih dikenal dengan nama Arlingga Urak, sedang belajar sastra Indonesia di Universitas Sanata Dharma (USD). Kadang kala menulis puisi dan bermain drama. Saat ini sedang bergerak bersama Pejalan Bergerak, berteater bersama Teater Seriboe Djendela, dan berkeluarga bersama Bengkel Sastra USD.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Sampah Plastik & Puncak Kesadaran Ekologis

Jaja Galungan dan Akulturasi Setengah Hati

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co