23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perjuangan Kecil Mahasiswa Bali Pindahkan Hak Pilih ke Jakarta – Cerita Telat Pemilu 2019

Ni Nyoman Sekarini by Ni Nyoman Sekarini
April 27, 2019
in Khas
Perjuangan Kecil Mahasiswa Bali Pindahkan Hak Pilih ke Jakarta – Cerita Telat Pemilu 2019

Penulis (paling kiri) usai mencoblos pada Pemilu 2019

Sejak pagi pukul setengah 6 pagi keriuhan sudah mulai terdengar di halaman di bawah kamar kost saya. Bukannya riuh karena apa, tapi itu adalah suara petugas-petugas KPPS yang tengah mempersiapkan pencoblosan pukul 7 pagi.  Itu memang terjadi di hari pencoblosan Pemilu 17 April 2019.

Di bawah naungan tenda besi para petugas sibuk mengecek-ngecek segala sesuatunya agar tidak ada yang kurang. Pukul 7 kurang lima, ketua KPPS sudah mengambil alih pengeras suara untuk mengajak warga sekitar agar segera datang ke TPS.

Sebagai orang yang pertama kali menggunakan hak suara, saya sangat antusias kala itu. Pagi-pagi sekali saya sudah mandi, bersiap-siap akan memilih pemimpin bangsa untuk 5 tahun ke depan.

Sedikit informasi, saya orang Bali yang merantau untuk kuliah di Jakarta. Harusnya saya memilih di Desa Tista, Busungbiu, Buleleng. Tapi karena tak ingin menyia-nyiakan hak perdana untuk memilih pemimpin, jauh-jauh hari saya berupaya memmindahkan hak pilih saya demi bisa ikut dalam pesta demokrasi 2019 ini. Walaupun hanya bisa digunakan untuk memilih presiden dan wakil presiden, saya sudah cukup bahagia. Urusan memilih caleg dari kampung saya di Busungbiu mungkin bisa saya lakukan pada Pemilu 5 tahun lagi.

Saya ingat betul bagaimana perjuangan saya ketika memindahkan hak pilih. Walaupun tidak sedramatis memperjuangkan Kemerdekan RI, namun saya rasa masih layak saya ceritakan. Sejak 36 hari menjelang pencoblosan saya sudah ke KPU terdekat untuk megurus hak pilih. Awalnya ditawari teman, ketika itu niat saya masih setengah-setengah. Kemudian saya pikir-pikir kembali kenapa saya tidak gunakan saja hak pilih saya? Saya juga ingin ikut serta  menentukan pemimpin bangsa 5 tahun ke depan.

Akhirnya berangkatlah saya dan teman-teman ke KPU tujuan. Jaraknya tidak begitu jauh, apalagi naik ojek online pakai kode promo sehingga lumayan menghemat uang saku. Sebelum berangkat, saya menyempatkan diri berfoto bersama agar bisa diunggah di instagram. Tidak lupa saya selipkan kata-kata mutiara di unggahan agar teman-teman lain termotivasi untuk memindahkan hak pilih.

Sudah saya pilah-pilah hari saya ke KPU agar di tempat tujuan tidak usah mengantre. Namun tampaknya di pemilu 2019 ini masyarakat sudah semakin banyak yang sadar politik. Hal ini terlihat dari panjang antrean di KPU tujuan saya. Nomor antrean yang saya dapat angkanya mencapai tiga digit. Tidak diragukan lagi penantian ini akan panjang. Sampai lapar pun tiba saya masih menunggu di KPU. Namun saya masih bisa bersyukur karena walaupun harus menunggu lama setidaknya masih dapat nomor antrean.

Mendekati jarum angka satu akhirnya giliran saya tiba. Betapa senangnya hati ini. Tidak begitu sulit mengurusnya. Petugas hanya meminta beberapa informasi, kemudian memberi beberapa instruksi. Singkat cerita dapatlah saya formulir A5 yang saya idam-idamkan. Tapi masih belum selesai sampai di situ. Formulir A5 yang saya dapat masih harus saya serahkan ke kantor kelurahan terdekat agar saya tahu TPS mana yang akan saya datangai di hari pemilu.

Sewaktu menyerahkan formulir ke kantor kelurahan sempat membuat saya berfikir untuk golput saja. Bagaimana tidak, mungkin karena sibuk, Pak Lurah agak-agak susah ditemui untuk mengurus formulir saya. Mula-mula janjinya pagi, kemudian berubah siang, sampai akhirnya ganti waktu pertemuan. Masih cukup sabar saya, dan tetap berpikir untuk tidak golput.  

Kemudian sepakatlah kami berdua untuk bertemu di hari Rabu. Dengan pakain rapi dan kemas saya datangi kantor kelurahan. Sesampainya saya di kantor kelurahan saya dibuat bingung, karena tiba-tiba si bapak membatalkan pertemuan dan meminta bertemu di hari Jumat.  Ketika itu saya putuskan jika pertemuannya dibatalkan lagi saya mau golput saja.

Untunglah si bapak tidak ingkar janji. Akhirnya saya resmi memindahkan hak pilih saya dari Buleleng, Bali, ke Jakarata Selatan.

Kembali lagi ke cerita di tanggal 17 April. Pukul 7 lewat 15 menit saya sudah ke TPS untuk menyerahkan  form A5 yang saya dapat sewaktu memindahkan hak pilih. Sesampainya di sana petugas KPPS memberi arahan untuk datang pukul 12 siang. Saya agak ragu, tapi saya iyakan saja. Sekembalinya saya ke kost saya mengecek handphone, siapa tahu informasi bapak- bapak yang di TPS tadi salah.

Benar saja, setelah saya cek ternyata pelayanan A5 dimulai dari pukul 7 sampai pukul 13. Berbekal bukti yang saya dapat di internet, saya kembali datang ke TPS. Saya kira bakal cekcok, tapi untung saja tidak. Usut punya usut, bapak-bapak tersebut salah memberikan informasi. Dengan muka tanpa bersalah, si bapak-bapak berkata, “Memang sudah bisa mencoblos dari jam 7 kok, Mbak”.

Demi menenangkan diri saya ambil kesimpulan, mungkin si bapak itu lelah karena sudah mempersiapkan TPS sedari pagi. Bahkan mungkin dari kemarin-kemarin.

Ketika nama saya dipanggil saya maju sembari berpikir, hari ini negara Indonesia tengah mencetak sejarah yaitu untuk pertama kalinya melaksanakan pemilu serentak untuk dewan eksekutif dan legislatif. Terngiang di kepala saya, mungkin hari ini akan tertulis di buku-buku PKN siswa SD ataupun SMP. Setelah menggunakan hak suara, saya keluar dari areal TPS  dan tidak lupa mencelupkan kelingking ke tinta agar dapat saya pamerkan di Instagram maupun Whatapps.

Sekitar pukul 1 lewat 15 menit penghitungan suara mulai dilakukan. Setiap kali nama pasangan calon disebut selalu diikuti sorak gembira masing-masing pendukung. Dalam hati saya berharap semoga pasangan calon yang saya pilihlah yang menang. Mula-mula suara bapak-bapak yang menghitung sangat bersemangat sampai akhirnya lesu karena memang sudah larut malam. Belakangan saya mencari tahu, penghitungan suaradi TPS tersebut masih berlangsung hingga pukul 2 dinihari. Tampaknya para petugas TPS tersebut sudah bekerja keras.

Tidak berselang beberapa lama setalah penghitungan suara dilakukan,  drama-drama usai pemilu mulai bermunculan. Bahkan sejak quick count disiarkan pada pukul 3 sore keadaan sudah seakan memanas. Ini meleset dari perkiraan saya yang saya pikir baru dimulai besok paginya. Maklum saya baru pertama kali ikut pesta demokrasi.

Drama yang paling seru bagi saya adalah kisah salah satu pasangan calon yang mengklaim kemenangan pilpres 2019. Berita semakin simpang siur, apalagi apa yang diklaim oleh pasangan calon tersebut berbanding terbalik dengan quick count yang saya saksikan di Youtube.

Sebagai orang yang pertama kali menggunakan hak pilih saya hanya bisa menghela nafas  melihat drama yang menggelikan ini. Saya merasa dikecewakan, usaha saya memindahkan hak pilih tempo hari terasa sia-sia. Usaha-usaha proklamasi kemenangan itu bagi saya adalah suatu bentuk ketidakpercyaan terhadap rakyat. Semoga saja pilpres ini tidak berujung  konflik, agar tidak semakin terluka hati saya ini. [T]

Tags: baliDKI JakartamahasiswapemiluPilpres
Share26TweetSendShareSend
Previous Post

Jebakan Zaman

Next Post

Sri, Kekasihku

Ni Nyoman Sekarini

Ni Nyoman Sekarini

Lahir di Tista, Busungbiu, Buleleng, 09 Februari 2000. Mahasiswa Sampoerna University. Tertarik dengan bidang seni suara dan suka menonton film petualangan.

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Sri, Kekasihku

Sri, Kekasihku

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co