30 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
in Khas
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

Kawasan kuliner di Singaraja Literary Festival 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama Singaraja Literary Festival (SLF) 2026. Di sudut inilah sastra tidak berhenti ketika sesi diskusi usai. Ia justru menemukan ruang baru untuk terus hidup, di antara secangkir kopi, sepiring kuliner khas Bali Utara, dan percakapan yang mengalir tanpa batas.

Suasana semacam itulah yang menjadi salah satu daya tarik SLF 2026 yang dibuka Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra. Pembukaan festival, Jumat, 3 Juli 2026, juga dihadiri Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Nissa Rengganis serta Direktur Bidang SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Syukur Asih Suprojo.

Selama tiga hari penyelenggaraan festival, kawasan kuliner menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi. Bukan hanya oleh mereka yang ingin mengisi perut, tetapi juga para penulis, seniman, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memilih duduk berlama-lama menikmati suasana akrab yang tercipta.

Berbeda dengan area kuliner pada umumnya, stan-stan di SLF 2026 ditata menyerupai bar terbuka dengan dominasi bambu dan dekorasi ramah lingkungan. Konsep sederhana tersebut menghadirkan kehangatan yang mengundang siapa saja untuk singgah. Bangku-bangku kayu yang tersusun memanjang menciptakan ruang akrab bagi mereka yang baru saling mengenal maupun yang telah lama bersahabat.

Pengunjung yang nongkrong dan berbincang di kawasan kuliner di Singaraja Literary Festival 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Di tempat inilah percakapan tentang sastra kerap berkembang menjadi diskusi mengenai budaya, pendidikan, lingkungan, hingga masa depan Bali Utara.

Menu yang disajikan pun tidak kalah menarik. Pengunjung dapat menikmati beragam kuliner khas Buleleng, seperti siobak, bubuh Bali, tipat santok, hingga nasi campur ikan laut khas Desa Les. Hidangan-hidangan itu bukan sekadar pengganjal lapar, melainkan representasi kekayaan kuliner yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Bali Utara.

Manager Teknis SLF 2026, Kardian Narayana, mengatakan kawasan kuliner sejak awal memang dirancang bukan hanya sebagai tempat berjualan, melainkan ruang interaksi antarpengunjung.

“Pengunjung SLF identik dengan orang-orang yang suka berdiskusi. Karena itu, kami ingin menyediakan tempat yang nyaman agar percakapan bisa terus berlanjut setelah acara selesai. Sambil menikmati makanan khas Buleleng, mereka benar-benar bisa merasakan atmosfer Bali Utara,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Cotek itu, penyelenggara juga ingin memberi ruang bagi pelaku usaha kuliner lokal untuk berkembang. Tahun ini, kawasan kuliner diisi Warung Mbok Indri, Warung Nongki, Kopi Dekakiang, serta satu stan kopi asal Desa Banyuatis yang hadir sebagai sponsor.

Menariknya, seluruh tenant tidak dikenai biaya sewa. Mereka hanya berbagi keuntungan sebesar 10 persen dari hasil penjualan sebagai bentuk kemitraan dengan penyelenggara.

Pengunjung yang nongkrong dan berbincang di kawasan kuliner di Singaraja Literary Festival 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Kami ingin festival ini memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM lokal, bukan sekadar menjadi ajang pertunjukan seni dan sastra,” ujar Cotek.

Salah satu stan yang nyaris tak pernah sepi adalah Kopi Dekakiang. Kedai kopi lokal ini menyajikan kopi hitam khas Dekakiang, teh Dekakiang, kopi susu, susu gula Pedawa, hingga roti bakar yang menjadi teman sempurna menikmati secangkir kopi hangat. Namun, yang membuat stan ini selalu dipenuhi pengunjung bukan semata cita rasa kopinya, melainkan suasana hangat yang tercipta di sekelilingnya.

Di setiap meja, percakapan berlangsung tanpa jeda. Ada yang mendiskusikan buku yang baru diluncurkan, membahas puisi yang baru dibacakan, bertukar pengalaman berkesenian, hingga merancang kolaborasi baru. Suasana seperti ini membuat batas antara panggung festival dan ruang nongkrong seakan menghilang.

Owner Kopi Dekakiang, Ida Bagus Mahadi, mengaku selalu menantikan momentum SLF setiap tahunnya. Sejak festival pertama digelar sekitar empat tahun lalu, Kopi Dekakiang hampir selalu menjadi bagian dari perhelatan sastra terbesar di Bali Utara tersebut.

“Ini adalah bentuk dukungan kami kepada Mahima yang selama ini konsisten menggerakkan dunia sastra di Bali Utara. Kami senang bisa menjadi bagian dari festival ini karena selalu bertemu orang-orang baru dengan gagasan yang beragam,” ujarnya.

Bagi Mahadi, kopi hanyalah awal dari sebuah perjumpaan. Yang jauh lebih penting adalah percakapan yang lahir setelahnya.

“Harapan kami, Kopi Dekakiang bisa menjadi ruang komunitas selama festival berlangsung. Orang datang bukan hanya untuk menikmati kopi, tetapi juga berbagi ide, berdiskusi, dan membangun jejaring baru,” harapnya.

Kawasan kuliner di SLF 2026 menjadi bukti bahwa festival sastra tidak hanya hidup di atas panggung. Ia juga tumbuh di ruang-ruang sederhana tempat orang duduk bersama, menikmati kuliner lokal, menyeruput kopi, lalu membiarkan gagasan mengalir tanpa batas. Di balik panggung utama, Bali Utara memperlihatkan wajahnya yang sesungguhnya: hangat, terbuka, dan selalu menyambut siapa saja untuk berbincang.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: kopikulinersastraSingarajaSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BARIK: Catatan Mengunjungi Pameran Sparsa Rupa

Next Post

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails
Next Post
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 29, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya
Esai

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang
Khas

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co