22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
in Khas
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

Kawasan kuliner di Singaraja Literary Festival 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama Singaraja Literary Festival (SLF) 2026. Di sudut inilah sastra tidak berhenti ketika sesi diskusi usai. Ia justru menemukan ruang baru untuk terus hidup, di antara secangkir kopi, sepiring kuliner khas Bali Utara, dan percakapan yang mengalir tanpa batas.

Suasana semacam itulah yang menjadi salah satu daya tarik SLF 2026 yang dibuka Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra. Pembukaan festival, Jumat, 3 Juli 2026, juga dihadiri Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional Nissa Rengganis serta Direktur Bidang SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Syukur Asih Suprojo.

Selama tiga hari penyelenggaraan festival, kawasan kuliner menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi. Bukan hanya oleh mereka yang ingin mengisi perut, tetapi juga para penulis, seniman, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memilih duduk berlama-lama menikmati suasana akrab yang tercipta.

Berbeda dengan area kuliner pada umumnya, stan-stan di SLF 2026 ditata menyerupai bar terbuka dengan dominasi bambu dan dekorasi ramah lingkungan. Konsep sederhana tersebut menghadirkan kehangatan yang mengundang siapa saja untuk singgah. Bangku-bangku kayu yang tersusun memanjang menciptakan ruang akrab bagi mereka yang baru saling mengenal maupun yang telah lama bersahabat.

Pengunjung yang nongkrong dan berbincang di kawasan kuliner di Singaraja Literary Festival 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

Di tempat inilah percakapan tentang sastra kerap berkembang menjadi diskusi mengenai budaya, pendidikan, lingkungan, hingga masa depan Bali Utara.

Menu yang disajikan pun tidak kalah menarik. Pengunjung dapat menikmati beragam kuliner khas Buleleng, seperti siobak, bubuh Bali, tipat santok, hingga nasi campur ikan laut khas Desa Les. Hidangan-hidangan itu bukan sekadar pengganjal lapar, melainkan representasi kekayaan kuliner yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Bali Utara.

Manager Teknis SLF 2026, Kardian Narayana, mengatakan kawasan kuliner sejak awal memang dirancang bukan hanya sebagai tempat berjualan, melainkan ruang interaksi antarpengunjung.

“Pengunjung SLF identik dengan orang-orang yang suka berdiskusi. Karena itu, kami ingin menyediakan tempat yang nyaman agar percakapan bisa terus berlanjut setelah acara selesai. Sambil menikmati makanan khas Buleleng, mereka benar-benar bisa merasakan atmosfer Bali Utara,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Cotek itu, penyelenggara juga ingin memberi ruang bagi pelaku usaha kuliner lokal untuk berkembang. Tahun ini, kawasan kuliner diisi Warung Mbok Indri, Warung Nongki, Kopi Dekakiang, serta satu stan kopi asal Desa Banyuatis yang hadir sebagai sponsor.

Menariknya, seluruh tenant tidak dikenai biaya sewa. Mereka hanya berbagi keuntungan sebesar 10 persen dari hasil penjualan sebagai bentuk kemitraan dengan penyelenggara.

Pengunjung yang nongkrong dan berbincang di kawasan kuliner di Singaraja Literary Festival 2026 | Foto: tatkala.co/Budarsana

“Kami ingin festival ini memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM lokal, bukan sekadar menjadi ajang pertunjukan seni dan sastra,” ujar Cotek.

Salah satu stan yang nyaris tak pernah sepi adalah Kopi Dekakiang. Kedai kopi lokal ini menyajikan kopi hitam khas Dekakiang, teh Dekakiang, kopi susu, susu gula Pedawa, hingga roti bakar yang menjadi teman sempurna menikmati secangkir kopi hangat. Namun, yang membuat stan ini selalu dipenuhi pengunjung bukan semata cita rasa kopinya, melainkan suasana hangat yang tercipta di sekelilingnya.

Di setiap meja, percakapan berlangsung tanpa jeda. Ada yang mendiskusikan buku yang baru diluncurkan, membahas puisi yang baru dibacakan, bertukar pengalaman berkesenian, hingga merancang kolaborasi baru. Suasana seperti ini membuat batas antara panggung festival dan ruang nongkrong seakan menghilang.

Owner Kopi Dekakiang, Ida Bagus Mahadi, mengaku selalu menantikan momentum SLF setiap tahunnya. Sejak festival pertama digelar sekitar empat tahun lalu, Kopi Dekakiang hampir selalu menjadi bagian dari perhelatan sastra terbesar di Bali Utara tersebut.

“Ini adalah bentuk dukungan kami kepada Mahima yang selama ini konsisten menggerakkan dunia sastra di Bali Utara. Kami senang bisa menjadi bagian dari festival ini karena selalu bertemu orang-orang baru dengan gagasan yang beragam,” ujarnya.

Bagi Mahadi, kopi hanyalah awal dari sebuah perjumpaan. Yang jauh lebih penting adalah percakapan yang lahir setelahnya.

“Harapan kami, Kopi Dekakiang bisa menjadi ruang komunitas selama festival berlangsung. Orang datang bukan hanya untuk menikmati kopi, tetapi juga berbagi ide, berdiskusi, dan membangun jejaring baru,” harapnya.

Kawasan kuliner di SLF 2026 menjadi bukti bahwa festival sastra tidak hanya hidup di atas panggung. Ia juga tumbuh di ruang-ruang sederhana tempat orang duduk bersama, menikmati kuliner lokal, menyeruput kopi, lalu membiarkan gagasan mengalir tanpa batas. Di balik panggung utama, Bali Utara memperlihatkan wajahnya yang sesungguhnya: hangat, terbuka, dan selalu menyambut siapa saja untuk berbincang.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: kopikulinersastraSingarajaSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BARIK: Catatan Mengunjungi Pameran Sparsa Rupa

Next Post

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni
Esai

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co