27 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pentingnya Menggali Tradisi agar Tidak Mati

Nyoman Mariyana by Nyoman Mariyana
July 6, 2026
in Esai
Pentingnya Menggali Tradisi agar Tidak Mati

Foto oleh Nyoman Mariyana

Tradisi merupakan akar kehidupan suatu masyarakat. Ia bukan sekadar kumpulan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi, melainkan fondasi yang membentuk identitas, sistem nilai, cara berpikir, hingga pandangan hidup suatu komunitas. Dalam setiap tradisi terkandung pengetahuan lokal, filosofi kehidupan, etika sosial, estetika, dan spiritualitas yang lahir dari pengalaman panjang masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman. Oleh sebab itu, menggali tradisi bukanlah aktivitas untuk mengenang masa lalu semata, tetapi merupakan upaya membangun masa depan melalui pemahaman terhadap akar budaya yang dimiliki.

Di era modern, perkembangan teknologi dan globalisasi menghadirkan perubahan sosial yang sangat cepat. Berbagai budaya global dengan mudah memasuki ruang kehidupan masyarakat melalui media digital sehingga perlahan menggeser perhatian generasi muda terhadap budaya lokal. Tradisi mulai dipandang sebagai sesuatu yang kuno, tidak praktis, bahkan dianggap menghambat kemajuan. Pandangan demikian menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan budaya karena ketika tradisi tidak lagi dipelajari, dipahami, dan dipraktikkan, maka sesungguhnya tradisi sedang menuju kepunahannya. Tradisi tidak mati karena hilangnya benda-benda budaya, tetapi mati ketika masyarakat kehilangan kesadaran akan makna yang dikandungnya.

Dalam perspektif antropologi budaya, tradisi merupakan embrio kehidupan generasi penerus. Melalui tradisi, masyarakat mewariskan berbagai nilai yang menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Proses pewarisan tersebut dikenal sebagai enkulturasi. Menurut Melville J. Herskovits, enkulturasi adalah proses ketika individu mempelajari dan menghayati kebudayaan masyarakatnya sejak lahir melalui keluarga, lingkungan sosial, pendidikan, maupun pengalaman hidup. Enkulturasi tidak hanya mengajarkan seseorang tentang tata cara melakukan suatu tradisi, tetapi juga menanamkan makna yang melatarbelakangi praktik budaya tersebut.

Melalui enkulturasi, seseorang mulai mengenali siapa dirinya, dari mana asal budayanya, serta bagaimana hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta. Dalam konteks kebudayaan Bali misalnya, berbagai tradisi seni, ritual, maupun adat istiadat bukan hanya dipelajari sebagai keterampilan teknis, tetapi menjadi media pendidikan karakter yang membentuk rasa hormat, gotong royong, tanggung jawab, serta keseimbangan hidup. Dengan demikian, menggali tradisi sesungguhnya merupakan upaya membangun kepekaan budaya yang akan menumbuhkan kecintaan dan kepedulian terhadap warisan leluhur.

Namun demikian, proses pewarisan budaya tidak akan menghasilkan keberlanjutan apabila berhenti pada tahap mengenal atau mempraktikkan tradisi. Nilai-nilai budaya harus masuk ke dalam kesadaran individu sehingga menjadi keyakinan yang memengaruhi cara berpikir dan bertindak. Dalam teori konstruksi sosial yang dikemukakan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, proses tersebut disebut internalisasi, yaitu tahap ketika realitas sosial diterima sebagai bagian dari identitas pribadi. Internalisasi menjadikan nilai budaya tidak lagi dipandang sebagai aturan yang dipaksakan dari luar, tetapi menjadi kesadaran batin yang diyakini sebagai sesuatu yang benar dan layak dijaga.

Ketika seseorang menginternalisasi nilai tradisinya, ia tidak lagi melestarikan budaya karena tuntutan adat semata, melainkan karena memiliki keyakinan bahwa tradisi tersebut mengandung nilai kehidupan yang penting. Kesadaran inilah yang membentuk rasa memiliki terhadap budaya. Kepedulian terhadap tradisi kemudian tumbuh secara alami, bukan karena adanya kewajiban, tetapi karena adanya kesadaran bahwa keberadaan tradisi merupakan bagian dari keberadaan dirinya sendiri.

Proses enkulturasi dan internalisasi selanjutnya akan membentuk apa yang oleh Pierre Bourdieu disebut sebagai habitus. Habitus merupakan sistem disposisi yang terbentuk melalui pengalaman hidup dan secara terus-menerus memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak. Dalam konteks tradisi, habitus menjelaskan mengapa seseorang yang tumbuh dalam lingkungan budaya tertentu akan memiliki kecenderungan untuk mempertahankan, mengembangkan, bahkan menciptakan bentuk-bentuk kebudayaan baru tanpa harus meninggalkan akar tradisinya.

Habitus budaya menunjukkan bahwa tradisi bukan sesuatu yang statis. Tradisi justru menjadi sumber kreativitas yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Seseorang yang memiliki habitus budaya yang kuat tidak hanya menjadi pelaku tradisi, tetapi mampu menjadi pencipta karya baru, peneliti, pendidik, kurator budaya, maupun penulis yang dapat menarasikan kembali nilai-nilai budaya kepada masyarakat luas. Tradisi kemudian berubah menjadi sumber inspirasi yang melahirkan inovasi tanpa kehilangan identitasnya.

Dalam perspektif ini, menggali tradisi tidak berhenti pada kegiatan dokumentasi atau pelestarian fisik semata. Menggali tradisi berarti menelusuri sejarahnya, memahami filosofi yang melatarbelakanginya, mengidentifikasi fungsi sosial dan religiusnya, serta mengungkap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Hasil penggalian tersebut menjadi dasar bagi lahirnya regenerasi budaya yang berkelanjutan. Generasi muda tidak sekadar mewarisi bentuk luar suatu tradisi, tetapi memahami makna yang menjadikannya tetap relevan sepanjang waktu.

Tradisi yang berhasil digali secara mendalam akan melahirkan regenerasi yang sehat. Regenerasi bukan hanya menghasilkan penerus yang mampu mengulang apa yang dilakukan generasi sebelumnya, tetapi juga individu yang mampu mengembangkan tradisi sesuai kebutuhan zamannya. Di sinilah tradisi menjadi embrio lahirnya inovasi. Berbagai penciptaan karya seni baru, penelitian akademik, dokumentasi digital, pendidikan budaya, hingga pengembangan pariwisata budaya pada hakikatnya berawal dari pemahaman yang mendalam terhadap akar tradisi.

Sebaliknya, apabila tradisi tidak pernah digali, maka yang diwariskan hanyalah bentuk-bentuk simbolik tanpa makna. Lambat laun masyarakat hanya mengetahui cara melaksanakan tradisi, tetapi tidak memahami alasan mengapa tradisi tersebut ada. Kondisi seperti ini menyebabkan tradisi mudah ditinggalkan ketika menghadapi perubahan sosial karena masyarakat tidak lagi memiliki ikatan emosional maupun intelektual terhadap nilai-nilai yang dikandungnya. Kepunahan tradisi selalu diawali oleh hilangnya pemahaman.

Oleh karena itu, apa yang diwariskan oleh leluhur tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang remeh atau usang. Warisan budaya merupakan jejak awal perjalanan suatu peradaban. Jejak tersebut perlu diketahui agar generasi sekarang memiliki pijakan yang kokoh dalam menapaki tangga perkembangan berikutnya. Seseorang tidak akan mampu menciptakan pembaruan yang bermakna apabila ia kehilangan hubungan dengan akar budayanya. Semakin dalam seseorang mengenali tradisinya, semakin besar pula kemampuannya menghasilkan pembaruan yang tetap berakar pada identitas budayanya sendiri.

Pada akhirnya, keberlangsungan tradisi sangat ditentukan oleh kesediaan setiap generasi untuk menggali, memahami, menghayati, dan mengembangkannya. Enkulturasi membentuk proses pewarisan budaya, internalisasi menanamkan nilai menjadi keyakinan hidup, sedangkan habitus melahirkan tindakan kreatif yang menjaga keberlanjutan budaya. Ketiga proses tersebut menjadi satu rangkaian yang memastikan tradisi tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, tetapi terus hidup sebagai sumber inspirasi, identitas, dan peradaban bagi generasi kini maupun generasi yang akan datang.[T]

Penulis: Nyoman Mariyana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Budayakesenian baliSeniTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membongkar Praktik Artistik Pada Puisi Sebatang Kara: Dalam Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

Next Post

Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

Nyoman Mariyana

Nyoman Mariyana

I Nyoman Mariyana, S.Sn., M.Sn. Lahir di Sempidi, 08 Maret 1985. Kini dosen Seni Karawitan di Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Denpasar. Penulis buku Gamelan Gender Wayang (Mahima, 2021)

Related Posts

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails
Next Post
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co