16 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
in Esai
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

Foto: Dok penulis

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi 1998 seiring dengan desentralisasi kekuasaan yang lahir dari Pemilihan Umum Langsung sejak 2004.

Sebelum reformasi, ada pemilihan siswa, guru, kepala sekolah  teladan Tingkat Nasional diseleksi secara berjenjang, dari Tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, hingga Nasional. Setelah reformasi, ada program setara dengan pemilihan para teladan dengan nama pemilihan siswa, guru, kepala sekolah berprestasi. Para juara Tingkat Provinsi maju ke Tingkat Nasional sekaligus mengikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan. Semalam sebelum upacara  ada acara renungan suci tengah malam di Tugu Monas, Titik Nol Jakarta.

Namun, program itu dihentikan oleh Pandemi Covid-19 sejak 2020 diganti dengan lomba serba daring. Citra yang dibangun selalu ramai di permukaan, tanpa pernah kita tahu kedalamannya. Begitulah tabiat budaya virtual. Viralitas bisa mengabaikan kualitas. Ramai di permukaan, sepi di kedalaman. Anehnya, kebenaran baru itu dianut yang jelas-jelas bukan merupakan kebenaran itu sendiri.

Begitulah, zaman berubah mengikuti politik kekuasaan. Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan tidak luput dari kepentingan  politik kekuasaan. Maka pesan-pesan politik itu dibungkus dengan aneka program, misalnya Sekolah Siaga Bencana, Sekolah Ramah Anak, Sekolah Siaga Kependudukan, Sekolah Siaga Statistik, dan bentuk-bentuk siaga yang lain.  Tulisan ini berfokus pada Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam rangka menyiapkan generasi emas yang cerdas dan terhindar dari three zero : pernikahan dini, sex bebas, dan napza.

Pada 2026, ada dua Sekolah yang dijadikan SSK di Provinsi Bali, yaitu SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) dan SMK Negeri 1 Negara, Jembrana. Begitulah Sekolah sarat dengan muatan program yang nyaris tidak bisa dihindari oleh guru, tenaga kependidikan, dan murid. Lalu, apa makna aneka program itu bagi sekolah?

Pertama, guru sibuk mengikuti pelatihan untuk memahami aneka program lalu mengintegrasikan ke dalam Modul Ajar untuk memenuhi capaian hasil belajar. Mau tak mau, guru harus meninggalkan jam belajar persuaannya dengan murid di kelas. Murid diberikan tugas, guru belajar program baru. Guru bersama Kepala Sekolah selalu siaga di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja, materi apa saja. Gaji bertambah ? Jangan tanya!

Kedua, tenaga  kependidikan juga  direpotkan dengan aneka administrasi sesuai dengan program yang sedang bergulir. Mirip juga dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak saja membagikan makanan kepada murid, tetapi juga mengadministrasikan secara baik dan benar termasuk menghitung ompreng sesuai dengan jumlah guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Demikian pula halnya dengan Program SSK. Keterlibatan Guru berkolaborasi dengan Tenaga Kependidikan menjadi sebuah keniscayaan. Mereka memastikan isu-isu kependudukan terserap oleh murid lalu membekali mereka untuk mencari solusi terbaik menyiapkan masa depan. Wajah seabad Indonesia adalah wajah anak SMA hari ini.

Ketiga, para murid sebagai sasaran utama program di satu sisi harus meninggalkan kelas belajar hal baru di luar mata pelajaran inti. Bersamaan dengan itu, beban tugas mereka tentu saja bertambah. Mereka tetap belajar sesuai dengan Struktur Kurikulum yang dijalankan plus memastikan program SSK berjalan sesuai petunjuk dengan arahan guru dan tenaga kependidikan. Di tangan guru kreatif dan literat, tidak sulit baginya menyisipkan Program SSK melalui apersepsi, ice breaking, atau pesan-pesan selingan pemecah keheningan kelas menjadi bergairah penuh semangat.

Di balik semua kesibukan itu, tentu ada hal baru dan positip bagi sekolah. Pertama, sekolah dituntut untuk berinovasi dan  merespon isu-isu kependudukan sebagai bonus demografi menyiapkan generasi emas 2045. SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) misalnya hadir dengan program berkearifan lokal : Program Canang Sari (cari tenang setiap hari), Masima Krama Toska (makan siang bersama krama Toska), Gelis Diksi (Gerakan literasi bersama pendidik dan siswa), Sadhar Nama (buka puasa, dharma Shanti, dan Natal) bersama, Toska Bersinar (Toska bergerak, resik, dan harmoni). Program-program itu bukanlah program baru ketika Toska  menjadi Sekolah Unggulan SSK Provinsi Bali, melainkan program visioner yang sudah berjalan sejak sekolah berdiri 2019 untuk menyiapkan generasi emas. Di sinilah diperlukan keterampilan manajemen untuk membuat aktor jaringan saling terhubung seperti layaknya teks sastra yang terbangun dari kata-kata liar. Namun, di tangan sastrawan piawai, keliaran itu menjadi mozaik yang indah dan bermakna.

Kedua, tagihan pemenuhan program SSK juga cukup banyak yang memerlukan konsentrasi  terfokus dalam kerja sama tim. Tagihan itu antara lain Pojok Kependudukan, Video SSK, Buku SSK, Integrasi SSK ke Kurikulum berbasis Mata Pelajaran, pelaksanaan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.  Pengalaman menjadi pelaksana Program Sekolah Penggerak, pada 2022-2025, memudahkan bagi Toska memenuhi tagihan itu yang dikawal oleh tim muda yang sungguh tangguh. Dalam tempo seminggu, semua tagihan itu terselesaikan, dengan segala plus-minusnya. Namun, secara umum telah memenuhi persyaratan sesuai dengan karakteristik program SSK.

Ketiga, Program SSK juga mewajibkan adanya materi khusus pendalaman tiga materi : bonus demografi, kesehatan reproduksi, dan persiapan keluarga. Sehubungan dengan hal itu, di Pojok Kependudukan yang terintegrasi dengan Pojok Baca, siswa dapat berselancar secara digital mengakses ketiga isu  kependudukan itu, tanpa meninggalkan budaya membaca buku secara fisik. Buku digital dan buku fisik saling melengkapi. Bahkan  pemerintah melarang anak di bawah 16 tahun, memiliki akun Media Sosial sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, mulai 28 Maret 2026.

Dengan demikian, arti penting dari bonus demografi bukan saja menjadi euforia menyambut 2045 dengan slogan Indonesia Emas, melainkan juga mengantisipasi hadirnya generasi cemas akibat paparan informasi hoaks yang menurut ahli Amerika sampah dunia maya  mencapai 70% dan isinya hanya 30%. Selain itu, fokus konsentrasi pelajar dari 20 menit pada dekade pertama 2000-an, menjadi 10 menit pada dekade kedua 2000-an. Kini, fokus mereka tinggal 3 detik. Sungguh mencemaskan. Generasi instan penuh ketergesa-gesaan, seperti strowbery yang tidak tahan banting padahal tantangan ke depan makin rumit dengan persaingan makin sengit. Sengitnya sengatan persaingan menjadikan Program SSK menjadi bermakna bagi guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Salam SSK : Siaga Kependudukan generasi hebat. Salam yang selaras dengan visi SMA Negeri 2 Kuta Selatan : Cerdas, berbudaya, berdaya saing. Setia dengan motto : Wiweka Jaya Sadhu (arif bijaksana berlandaskan budaya bangsa dalam memenangkan persaingan). [T]

Tags: PendidikansekolahSMAN 2 Kuta SelatanSMKN 1 Negara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Next Post

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Suka-Duka di Rumah Sakit

by Angga Wijaya
September 15, 2026
0
Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

Read moreDetails

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
0
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

Read moreDetails

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
0
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

Read moreDetails

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails
Next Post
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026
Panggung

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
Suka-Duka di Rumah Sakit
Esai

Suka-Duka di Rumah Sakit

BEBERAPA minggu lalu, saya mengaitkan rumah sakit dengan konsep dukkha. Dalam Buddhisme, dukkha sering diterjemahkan sebagai penderitaan, tetapi maknanya jauh...

by Angga Wijaya
September 15, 2026
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co