17 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
in Esai
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

Foto: Dok penulis

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi 1998 seiring dengan desentralisasi kekuasaan yang lahir dari Pemilihan Umum Langsung sejak 2004.

Sebelum reformasi, ada pemilihan siswa, guru, kepala sekolah  teladan Tingkat Nasional diseleksi secara berjenjang, dari Tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, hingga Nasional. Setelah reformasi, ada program setara dengan pemilihan para teladan dengan nama pemilihan siswa, guru, kepala sekolah berprestasi. Para juara Tingkat Provinsi maju ke Tingkat Nasional sekaligus mengikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan. Semalam sebelum upacara  ada acara renungan suci tengah malam di Tugu Monas, Titik Nol Jakarta.

Namun, program itu dihentikan oleh Pandemi Covid-19 sejak 2020 diganti dengan lomba serba daring. Citra yang dibangun selalu ramai di permukaan, tanpa pernah kita tahu kedalamannya. Begitulah tabiat budaya virtual. Viralitas bisa mengabaikan kualitas. Ramai di permukaan, sepi di kedalaman. Anehnya, kebenaran baru itu dianut yang jelas-jelas bukan merupakan kebenaran itu sendiri.

Begitulah, zaman berubah mengikuti politik kekuasaan. Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan tidak luput dari kepentingan  politik kekuasaan. Maka pesan-pesan politik itu dibungkus dengan aneka program, misalnya Sekolah Siaga Bencana, Sekolah Ramah Anak, Sekolah Siaga Kependudukan, Sekolah Siaga Statistik, dan bentuk-bentuk siaga yang lain.  Tulisan ini berfokus pada Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam rangka menyiapkan generasi emas yang cerdas dan terhindar dari three zero : pernikahan dini, sex bebas, dan napza.

Pada 2026, ada dua Sekolah yang dijadikan SSK di Provinsi Bali, yaitu SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) dan SMK Negeri 1 Negara, Jembrana. Begitulah Sekolah sarat dengan muatan program yang nyaris tidak bisa dihindari oleh guru, tenaga kependidikan, dan murid. Lalu, apa makna aneka program itu bagi sekolah?

Pertama, guru sibuk mengikuti pelatihan untuk memahami aneka program lalu mengintegrasikan ke dalam Modul Ajar untuk memenuhi capaian hasil belajar. Mau tak mau, guru harus meninggalkan jam belajar persuaannya dengan murid di kelas. Murid diberikan tugas, guru belajar program baru. Guru bersama Kepala Sekolah selalu siaga di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja, materi apa saja. Gaji bertambah ? Jangan tanya!

Kedua, tenaga  kependidikan juga  direpotkan dengan aneka administrasi sesuai dengan program yang sedang bergulir. Mirip juga dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak saja membagikan makanan kepada murid, tetapi juga mengadministrasikan secara baik dan benar termasuk menghitung ompreng sesuai dengan jumlah guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Demikian pula halnya dengan Program SSK. Keterlibatan Guru berkolaborasi dengan Tenaga Kependidikan menjadi sebuah keniscayaan. Mereka memastikan isu-isu kependudukan terserap oleh murid lalu membekali mereka untuk mencari solusi terbaik menyiapkan masa depan. Wajah seabad Indonesia adalah wajah anak SMA hari ini.

Ketiga, para murid sebagai sasaran utama program di satu sisi harus meninggalkan kelas belajar hal baru di luar mata pelajaran inti. Bersamaan dengan itu, beban tugas mereka tentu saja bertambah. Mereka tetap belajar sesuai dengan Struktur Kurikulum yang dijalankan plus memastikan program SSK berjalan sesuai petunjuk dengan arahan guru dan tenaga kependidikan. Di tangan guru kreatif dan literat, tidak sulit baginya menyisipkan Program SSK melalui apersepsi, ice breaking, atau pesan-pesan selingan pemecah keheningan kelas menjadi bergairah penuh semangat.

Di balik semua kesibukan itu, tentu ada hal baru dan positip bagi sekolah. Pertama, sekolah dituntut untuk berinovasi dan  merespon isu-isu kependudukan sebagai bonus demografi menyiapkan generasi emas 2045. SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) misalnya hadir dengan program berkearifan lokal : Program Canang Sari (cari tenang setiap hari), Masima Krama Toska (makan siang bersama krama Toska), Gelis Diksi (Gerakan literasi bersama pendidik dan siswa), Sadhar Nama (buka puasa, dharma Shanti, dan Natal) bersama, Toska Bersinar (Toska bergerak, resik, dan harmoni). Program-program itu bukanlah program baru ketika Toska  menjadi Sekolah Unggulan SSK Provinsi Bali, melainkan program visioner yang sudah berjalan sejak sekolah berdiri 2019 untuk menyiapkan generasi emas. Di sinilah diperlukan keterampilan manajemen untuk membuat aktor jaringan saling terhubung seperti layaknya teks sastra yang terbangun dari kata-kata liar. Namun, di tangan sastrawan piawai, keliaran itu menjadi mozaik yang indah dan bermakna.

Kedua, tagihan pemenuhan program SSK juga cukup banyak yang memerlukan konsentrasi  terfokus dalam kerja sama tim. Tagihan itu antara lain Pojok Kependudukan, Video SSK, Buku SSK, Integrasi SSK ke Kurikulum berbasis Mata Pelajaran, pelaksanaan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.  Pengalaman menjadi pelaksana Program Sekolah Penggerak, pada 2022-2025, memudahkan bagi Toska memenuhi tagihan itu yang dikawal oleh tim muda yang sungguh tangguh. Dalam tempo seminggu, semua tagihan itu terselesaikan, dengan segala plus-minusnya. Namun, secara umum telah memenuhi persyaratan sesuai dengan karakteristik program SSK.

Ketiga, Program SSK juga mewajibkan adanya materi khusus pendalaman tiga materi : bonus demografi, kesehatan reproduksi, dan persiapan keluarga. Sehubungan dengan hal itu, di Pojok Kependudukan yang terintegrasi dengan Pojok Baca, siswa dapat berselancar secara digital mengakses ketiga isu  kependudukan itu, tanpa meninggalkan budaya membaca buku secara fisik. Buku digital dan buku fisik saling melengkapi. Bahkan  pemerintah melarang anak di bawah 16 tahun, memiliki akun Media Sosial sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, mulai 28 Maret 2026.

Dengan demikian, arti penting dari bonus demografi bukan saja menjadi euforia menyambut 2045 dengan slogan Indonesia Emas, melainkan juga mengantisipasi hadirnya generasi cemas akibat paparan informasi hoaks yang menurut ahli Amerika sampah dunia maya  mencapai 70% dan isinya hanya 30%. Selain itu, fokus konsentrasi pelajar dari 20 menit pada dekade pertama 2000-an, menjadi 10 menit pada dekade kedua 2000-an. Kini, fokus mereka tinggal 3 detik. Sungguh mencemaskan. Generasi instan penuh ketergesa-gesaan, seperti strowbery yang tidak tahan banting padahal tantangan ke depan makin rumit dengan persaingan makin sengit. Sengitnya sengatan persaingan menjadikan Program SSK menjadi bermakna bagi guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Salam SSK : Siaga Kependudukan generasi hebat. Salam yang selaras dengan visi SMA Negeri 2 Kuta Selatan : Cerdas, berbudaya, berdaya saing. Setia dengan motto : Wiweka Jaya Sadhu (arif bijaksana berlandaskan budaya bangsa dalam memenangkan persaingan). [T]

Tags: PendidikansekolahSMAN 2 Kuta SelatanSMKN 1 Negara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Next Post

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
0
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

Read moreDetails

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails
Next Post
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co