6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
April 26, 2026
in Esai
Sekolah Siaga Kependudukan, Apa Pula Itu?

Foto: Dok penulis

SEKOLAH selalu menjadi objek sosialisasi bagi kesuksesan program pemerintah, baik pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Gaungnya makin kencang setelah reformasi 1998 seiring dengan desentralisasi kekuasaan yang lahir dari Pemilihan Umum Langsung sejak 2004.

Sebelum reformasi, ada pemilihan siswa, guru, kepala sekolah  teladan Tingkat Nasional diseleksi secara berjenjang, dari Tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, hingga Nasional. Setelah reformasi, ada program setara dengan pemilihan para teladan dengan nama pemilihan siswa, guru, kepala sekolah berprestasi. Para juara Tingkat Provinsi maju ke Tingkat Nasional sekaligus mengikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan. Semalam sebelum upacara  ada acara renungan suci tengah malam di Tugu Monas, Titik Nol Jakarta.

Namun, program itu dihentikan oleh Pandemi Covid-19 sejak 2020 diganti dengan lomba serba daring. Citra yang dibangun selalu ramai di permukaan, tanpa pernah kita tahu kedalamannya. Begitulah tabiat budaya virtual. Viralitas bisa mengabaikan kualitas. Ramai di permukaan, sepi di kedalaman. Anehnya, kebenaran baru itu dianut yang jelas-jelas bukan merupakan kebenaran itu sendiri.

Begitulah, zaman berubah mengikuti politik kekuasaan. Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan tidak luput dari kepentingan  politik kekuasaan. Maka pesan-pesan politik itu dibungkus dengan aneka program, misalnya Sekolah Siaga Bencana, Sekolah Ramah Anak, Sekolah Siaga Kependudukan, Sekolah Siaga Statistik, dan bentuk-bentuk siaga yang lain.  Tulisan ini berfokus pada Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam rangka menyiapkan generasi emas yang cerdas dan terhindar dari three zero : pernikahan dini, sex bebas, dan napza.

Pada 2026, ada dua Sekolah yang dijadikan SSK di Provinsi Bali, yaitu SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) dan SMK Negeri 1 Negara, Jembrana. Begitulah Sekolah sarat dengan muatan program yang nyaris tidak bisa dihindari oleh guru, tenaga kependidikan, dan murid. Lalu, apa makna aneka program itu bagi sekolah?

Pertama, guru sibuk mengikuti pelatihan untuk memahami aneka program lalu mengintegrasikan ke dalam Modul Ajar untuk memenuhi capaian hasil belajar. Mau tak mau, guru harus meninggalkan jam belajar persuaannya dengan murid di kelas. Murid diberikan tugas, guru belajar program baru. Guru bersama Kepala Sekolah selalu siaga di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja, materi apa saja. Gaji bertambah ? Jangan tanya!

Kedua, tenaga  kependidikan juga  direpotkan dengan aneka administrasi sesuai dengan program yang sedang bergulir. Mirip juga dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak saja membagikan makanan kepada murid, tetapi juga mengadministrasikan secara baik dan benar termasuk menghitung ompreng sesuai dengan jumlah guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Demikian pula halnya dengan Program SSK. Keterlibatan Guru berkolaborasi dengan Tenaga Kependidikan menjadi sebuah keniscayaan. Mereka memastikan isu-isu kependudukan terserap oleh murid lalu membekali mereka untuk mencari solusi terbaik menyiapkan masa depan. Wajah seabad Indonesia adalah wajah anak SMA hari ini.

Ketiga, para murid sebagai sasaran utama program di satu sisi harus meninggalkan kelas belajar hal baru di luar mata pelajaran inti. Bersamaan dengan itu, beban tugas mereka tentu saja bertambah. Mereka tetap belajar sesuai dengan Struktur Kurikulum yang dijalankan plus memastikan program SSK berjalan sesuai petunjuk dengan arahan guru dan tenaga kependidikan. Di tangan guru kreatif dan literat, tidak sulit baginya menyisipkan Program SSK melalui apersepsi, ice breaking, atau pesan-pesan selingan pemecah keheningan kelas menjadi bergairah penuh semangat.

Di balik semua kesibukan itu, tentu ada hal baru dan positip bagi sekolah. Pertama, sekolah dituntut untuk berinovasi dan  merespon isu-isu kependudukan sebagai bonus demografi menyiapkan generasi emas 2045. SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) misalnya hadir dengan program berkearifan lokal : Program Canang Sari (cari tenang setiap hari), Masima Krama Toska (makan siang bersama krama Toska), Gelis Diksi (Gerakan literasi bersama pendidik dan siswa), Sadhar Nama (buka puasa, dharma Shanti, dan Natal) bersama, Toska Bersinar (Toska bergerak, resik, dan harmoni). Program-program itu bukanlah program baru ketika Toska  menjadi Sekolah Unggulan SSK Provinsi Bali, melainkan program visioner yang sudah berjalan sejak sekolah berdiri 2019 untuk menyiapkan generasi emas. Di sinilah diperlukan keterampilan manajemen untuk membuat aktor jaringan saling terhubung seperti layaknya teks sastra yang terbangun dari kata-kata liar. Namun, di tangan sastrawan piawai, keliaran itu menjadi mozaik yang indah dan bermakna.

Kedua, tagihan pemenuhan program SSK juga cukup banyak yang memerlukan konsentrasi  terfokus dalam kerja sama tim. Tagihan itu antara lain Pojok Kependudukan, Video SSK, Buku SSK, Integrasi SSK ke Kurikulum berbasis Mata Pelajaran, pelaksanaan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.  Pengalaman menjadi pelaksana Program Sekolah Penggerak, pada 2022-2025, memudahkan bagi Toska memenuhi tagihan itu yang dikawal oleh tim muda yang sungguh tangguh. Dalam tempo seminggu, semua tagihan itu terselesaikan, dengan segala plus-minusnya. Namun, secara umum telah memenuhi persyaratan sesuai dengan karakteristik program SSK.

Ketiga, Program SSK juga mewajibkan adanya materi khusus pendalaman tiga materi : bonus demografi, kesehatan reproduksi, dan persiapan keluarga. Sehubungan dengan hal itu, di Pojok Kependudukan yang terintegrasi dengan Pojok Baca, siswa dapat berselancar secara digital mengakses ketiga isu  kependudukan itu, tanpa meninggalkan budaya membaca buku secara fisik. Buku digital dan buku fisik saling melengkapi. Bahkan  pemerintah melarang anak di bawah 16 tahun, memiliki akun Media Sosial sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, mulai 28 Maret 2026.

Dengan demikian, arti penting dari bonus demografi bukan saja menjadi euforia menyambut 2045 dengan slogan Indonesia Emas, melainkan juga mengantisipasi hadirnya generasi cemas akibat paparan informasi hoaks yang menurut ahli Amerika sampah dunia maya  mencapai 70% dan isinya hanya 30%. Selain itu, fokus konsentrasi pelajar dari 20 menit pada dekade pertama 2000-an, menjadi 10 menit pada dekade kedua 2000-an. Kini, fokus mereka tinggal 3 detik. Sungguh mencemaskan. Generasi instan penuh ketergesa-gesaan, seperti strowbery yang tidak tahan banting padahal tantangan ke depan makin rumit dengan persaingan makin sengit. Sengitnya sengatan persaingan menjadikan Program SSK menjadi bermakna bagi guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Salam SSK : Siaga Kependudukan generasi hebat. Salam yang selaras dengan visi SMA Negeri 2 Kuta Selatan : Cerdas, berbudaya, berdaya saing. Setia dengan motto : Wiweka Jaya Sadhu (arif bijaksana berlandaskan budaya bangsa dalam memenangkan persaingan). [T]

Tags: PendidikansekolahSMAN 2 Kuta SelatanSMKN 1 Negara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Next Post

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails
Next Post
Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

Payung Pantai Menjamur, Pohon Memudar: Menurunnya Keindahan Alam Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co