15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Movin’ On dan Pelajaran tentang Keindahan

Nyoman Sukaya Sukawati by Nyoman Sukaya Sukawati
February 18, 2026
in Ulas Musik
Movin’ On dan Pelajaran tentang Keindahan

Bob James dan Earl Klugh

“Yang paling dalam tidak pernah berisik, ia tahu kapan harus berbunyi, dan kapan memberi jeda”

*

SAYA pertama kali memegang kaset ini di Tunjungan Plaza, Surabaya, sekitar pertengahan 1990-an. Tahun pastinya saya lupa. Yang saya ingat hanyalah rasa penasaran ketika melihat sampulnya: dua mentimun hijau segar diletakkan diagonal di atas langit biru polos. Sederhana. Hampir jenaka. Tapi justru karena kesederhanaannya, ia memancing tafsir.

Itulah album Cool (1992) karya Bob James dan Earl Klugh. Dan di dalamnya ada satu komposisi yang sejak itu terus menemani perjalanan batin saya: “Movin’ On.”

Sejak pertama mendengarnya, saya merasakan sesuatu yang jarang: musik yang tidak berisik, tetapi dalam. Tidak rumit, tetapi matang. Tidak demonstratif, tetapi mengendap lama.

“Movin’ On” dibangun di atas melodi yang bersih dan sederhana. Gitar akustik Earl Klugh berbicara dengan frasa-frasa pendek yang hangat. Kontur melodinya manis tanpa menjadi sentimental. Bob James masuk dengan piano dan kibor yang lembut, memberi fondasi harmoni yang tenang. Tidak ada progresi akor yang berlebihan. Tidak ada hasrat untuk memamerkan kecanggihan teknis.

Yang terjadi justru percakapan.

Gitar Klugh seperti menyampaikan sebuah kalimat, lalu piano James merespons dengan lembut. Kadang menyela, kadang memberi ruang. Mereka tidak saling mendominasi. Mereka bercengkerama. Ada jeda. Ada napas. Ada penghormatan pada ruang di antara bunyi.

Chemistry seperti ini tidak bisa dipaksakan. Ia lahir dari kedewasaan musikal dan saling percaya. Piano James tidak sekadar mengiringi; gitar Klugh tidak sekadar menghias. Keduanya membangun sebuah lanskap emosional yang terasa organik dan intim, seolah kita sedang menyaksikan persahabatan yang berbicara melalui nada.

Drum dan bas hadir sangat halus, tidak mendesak, tidak menuntut perhatian. Ritmenya mengalir seperti detak jantung yang tenang. Mixing-nya jernih; setiap instrumen terdengar jelas namun tetap menyatu dalam atmosfer hangat khas era smooth jazz awal 1990-an.

Kekuatan “Movin’ On” bukan pada kompleksitasnya, melainkan pada keseimbangannya. Melodi yang bersih. Harmoni yang matang. Interaksi yang intim. Warna elektrik yang lembut. Semuanya diramu tanpa overplay.

Di situlah letak keindahannya.

Komposisi ini mudah didengar—accessible. Ia bisa menjadi pengiring aktivitas sehari-hari. Tetapi di balik kemudahannya, tersembunyi kedewasaan harmoni dan kedalaman rasa. Ia bukan “bubble gum music” yang manis sesaat lalu hilang. Ia seperti teman lama yang selalu nyaman ditemui kembali.

Semakin sering saya mendengarnya, semakin saya menyadari: yang membuatnya kuat justru apa yang tidak dimainkan. Setiap not memiliki ruang untuk bernapas. Setiap frase berhenti sebelum menjadi berlebihan. Ini seperti seni haiku, kekuatannya ada pada pengendalian diri.

Dan dari situ saya belajar sesuatu tentang keindahan.

Keindahan tidak selalu lahir dari kerumitan. Kadang ia lahir dari keberanian untuk menahan diri. Dari kematangan memilih not yang tepat pada momen yang tepat. Dari kesadaran bahwa ruang kosong sama pentingnya dengan bunyi.

Dalam pengertian itu, “Movin’ On” bagi saya bukan sekadar lagu. Ia seperti puisi yang ditulis dengan nada. Ia ditapis, disaring, diramu dari bunyi-bunyian, lalu dilepaskan dengan kesederhanaan yang nyaris polos. Namun justru di situlah kedalamannya menjalar.

Komposisi ini terasa ringan, tetapi tidak ringan. Paradoks itu yang membuatnya abadi. Ia tidak menuntut perhatian, tetapi ia mengendap. Ia tidak memaksa emosi, tetapi ia mengusik kesadaran secara perlahan.

Hingga hari ini, setiap kali saya kembali memutarnya, saya seperti kembali pada satu pelajaran yang sama: bahwa dalam seni, kedewasaan adalah kemampuan untuk tidak berisik.

Barangkali karena itu pula saya selalu percaya, baik dalam musik maupun dalam puisi, keindahan sejati tidak pernah tergesa. Ia tidak mengejar tepuk tangan. Ia tidak haus pengakuan. Ia hadir dengan tenang, memberi ruang bagi kita untuk mendengar diri sendiri.

“Movin’ On” mengajarkan saya bahwa yang paling dalam sering kali justru yang paling sederhana. Bahwa yang paling abadi bukan yang paling ramai, melainkan yang paling jujur pada nadanya sendiri.

Dan mungkin, pada akhirnya, kita semua sedang belajar seperti komposisi itu: bergerak maju dengan lembut, tanpa berisik, namun tetap meninggalkan gema yang panjang di dalam batin.

Mungkin, seperti dua mentimun di sampulnya, yang terlihat sederhana dan jenaka, namun di baliknya menyimpan kesegaran yang abadi. Begitulah cara ‘Movin’ On’ berbicara. Ia tidak perlu rumit untuk menyegarkan jiwa. [T]

Penulis: Sukaya Sukawati
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
‘Chet Baker’: Keindahan yang Diekstraksi dari Rasa Sakit
‘All I Am’: Balada yang Lahir dari Kursi Roda
Tags: lagumusikmusik baratulasan laguulasan musik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

Next Post

Ketika Remaja SMP Bicara Kesehatan: Lahirnya Duta Remaja Sehat Provinsi Bali 2026 di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Nyoman Sukaya Sukawati

Nyoman Sukaya Sukawati

lahir 9 Februari 1960. Ia mulai aktif menulis puisi sejak 1980-an di rubrik sastra surat kabar Bali Post Minggu asuhan Umbu Landu Paranggi. Dia pernah bergiat di dunia kewartawanan. Pada 2007 bukunya berjudul Mencari Surga di Bom Bali diterbitkan berkat bantuan program Widya Pataka Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Bali bekerja sama dengan Arti Foundation, Denpasar.

Related Posts

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
0
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

Read moreDetails

’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan

by Ahmad Sihabudin
May 1, 2026
0
’Siti Mawarni Ya Incek’: Amarah dalam Nama Tuhan

FENOMENA viralnya lagu “Siti Mawarni Ya Incek” tidak bisa dibaca sekadar lagu hiburan digital yang lewat begitu saja. Ia adalah...

Read moreDetails

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
0
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

Read moreDetails

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

Read moreDetails

Cahaya di Jalan Pulang dari Creedence Clearwater Revival

by Ahmad Sihabudin
April 11, 2026
0
Cahaya di Jalan Pulang dari Creedence Clearwater Revival

PADA suatu malam yang panjang di jalan raya antarkota, seseorang mungkin tiba-tiba memahami makna sebuah lagu. Di tengah lampu kendaraan...

Read moreDetails

’Soon’: Etika Menunggu di Zaman yang Kehilangan Kesabaran

by Ahmad Sihabudin
March 28, 2026
0
’Soon’: Etika Menunggu di Zaman yang Kehilangan Kesabaran

Di tengah dunia kontemporer yang serba cepat, gaduh, dan penuh kepastian semu, lagu “Soon” dari grup rock progresif Inggris Yes...

Read moreDetails

’Free Bird’: Manusia Merdeka dalam Kandang Wi-Fi

by Ahmad Sihabudin
March 24, 2026
0
’Free Bird’: Manusia Merdeka dalam Kandang Wi-Fi

If I leave here tomorrow, would you still remember me? Pertanyaan dalam lagu Free Bird Lynyrd Skynyrd itu terdengar sederhana,...

Read moreDetails

‘Fernando’: Nyanyian Abadi di Dalam Api Unggun Jiwa Kita

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 21, 2026
0
‘Fernando’: Nyanyian Abadi di Dalam Api Unggun Jiwa Kita

Ada lagu-lagu yang sekadar lewat di telinga, lalu hilang bersama waktu. Tetapi ada juga lagu yang menetap diam-diam di dalam...

Read moreDetails

‘Mull of Kintyre’: Pulang sebagai Doa yang Diam

by Ahmad Sihabudin
March 17, 2026
0
‘Mull of Kintyre’: Pulang sebagai Doa yang Diam

Lagu “Mull of Kintyre” dari Wings (1977), yang ditulis oleh Paul McCartney bersama Denny Laine, kerap dibaca sebagai balada pastoral...

Read moreDetails

‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

by Nyoman Sukaya Sukawati
March 6, 2026
0
‘Earth Song’ di Tengah Deru Mesiu

Dunia seakan berhenti sejenak, bukan karena damai, tetapi karena ngeri oleh ledakan mesiu yang tiba-tiba memekakkan dan menyengat. Saat itu,...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Remaja SMP Bicara Kesehatan: Lahirnya Duta Remaja Sehat Provinsi Bali 2026 di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Ketika Remaja SMP Bicara Kesehatan: Lahirnya Duta Remaja Sehat Provinsi Bali 2026 di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co