4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Movin’ On dan Pelajaran tentang Keindahan

Nyoman Sukaya Sukawati by Nyoman Sukaya Sukawati
February 18, 2026
in Ulas Musik
Movin’ On dan Pelajaran tentang Keindahan

Bob James dan Earl Klugh

“Yang paling dalam tidak pernah berisik, ia tahu kapan harus berbunyi, dan kapan memberi jeda”

*

SAYA pertama kali memegang kaset ini di Tunjungan Plaza, Surabaya, sekitar pertengahan 1990-an. Tahun pastinya saya lupa. Yang saya ingat hanyalah rasa penasaran ketika melihat sampulnya: dua mentimun hijau segar diletakkan diagonal di atas langit biru polos. Sederhana. Hampir jenaka. Tapi justru karena kesederhanaannya, ia memancing tafsir.

Itulah album Cool (1992) karya Bob James dan Earl Klugh. Dan di dalamnya ada satu komposisi yang sejak itu terus menemani perjalanan batin saya: “Movin’ On.”

Sejak pertama mendengarnya, saya merasakan sesuatu yang jarang: musik yang tidak berisik, tetapi dalam. Tidak rumit, tetapi matang. Tidak demonstratif, tetapi mengendap lama.

“Movin’ On” dibangun di atas melodi yang bersih dan sederhana. Gitar akustik Earl Klugh berbicara dengan frasa-frasa pendek yang hangat. Kontur melodinya manis tanpa menjadi sentimental. Bob James masuk dengan piano dan kibor yang lembut, memberi fondasi harmoni yang tenang. Tidak ada progresi akor yang berlebihan. Tidak ada hasrat untuk memamerkan kecanggihan teknis.

Yang terjadi justru percakapan.

Gitar Klugh seperti menyampaikan sebuah kalimat, lalu piano James merespons dengan lembut. Kadang menyela, kadang memberi ruang. Mereka tidak saling mendominasi. Mereka bercengkerama. Ada jeda. Ada napas. Ada penghormatan pada ruang di antara bunyi.

Chemistry seperti ini tidak bisa dipaksakan. Ia lahir dari kedewasaan musikal dan saling percaya. Piano James tidak sekadar mengiringi; gitar Klugh tidak sekadar menghias. Keduanya membangun sebuah lanskap emosional yang terasa organik dan intim, seolah kita sedang menyaksikan persahabatan yang berbicara melalui nada.

Drum dan bas hadir sangat halus, tidak mendesak, tidak menuntut perhatian. Ritmenya mengalir seperti detak jantung yang tenang. Mixing-nya jernih; setiap instrumen terdengar jelas namun tetap menyatu dalam atmosfer hangat khas era smooth jazz awal 1990-an.

Kekuatan “Movin’ On” bukan pada kompleksitasnya, melainkan pada keseimbangannya. Melodi yang bersih. Harmoni yang matang. Interaksi yang intim. Warna elektrik yang lembut. Semuanya diramu tanpa overplay.

Di situlah letak keindahannya.

Komposisi ini mudah didengar—accessible. Ia bisa menjadi pengiring aktivitas sehari-hari. Tetapi di balik kemudahannya, tersembunyi kedewasaan harmoni dan kedalaman rasa. Ia bukan “bubble gum music” yang manis sesaat lalu hilang. Ia seperti teman lama yang selalu nyaman ditemui kembali.

Semakin sering saya mendengarnya, semakin saya menyadari: yang membuatnya kuat justru apa yang tidak dimainkan. Setiap not memiliki ruang untuk bernapas. Setiap frase berhenti sebelum menjadi berlebihan. Ini seperti seni haiku, kekuatannya ada pada pengendalian diri.

Dan dari situ saya belajar sesuatu tentang keindahan.

Keindahan tidak selalu lahir dari kerumitan. Kadang ia lahir dari keberanian untuk menahan diri. Dari kematangan memilih not yang tepat pada momen yang tepat. Dari kesadaran bahwa ruang kosong sama pentingnya dengan bunyi.

Dalam pengertian itu, “Movin’ On” bagi saya bukan sekadar lagu. Ia seperti puisi yang ditulis dengan nada. Ia ditapis, disaring, diramu dari bunyi-bunyian, lalu dilepaskan dengan kesederhanaan yang nyaris polos. Namun justru di situlah kedalamannya menjalar.

Komposisi ini terasa ringan, tetapi tidak ringan. Paradoks itu yang membuatnya abadi. Ia tidak menuntut perhatian, tetapi ia mengendap. Ia tidak memaksa emosi, tetapi ia mengusik kesadaran secara perlahan.

Hingga hari ini, setiap kali saya kembali memutarnya, saya seperti kembali pada satu pelajaran yang sama: bahwa dalam seni, kedewasaan adalah kemampuan untuk tidak berisik.

Barangkali karena itu pula saya selalu percaya, baik dalam musik maupun dalam puisi, keindahan sejati tidak pernah tergesa. Ia tidak mengejar tepuk tangan. Ia tidak haus pengakuan. Ia hadir dengan tenang, memberi ruang bagi kita untuk mendengar diri sendiri.

“Movin’ On” mengajarkan saya bahwa yang paling dalam sering kali justru yang paling sederhana. Bahwa yang paling abadi bukan yang paling ramai, melainkan yang paling jujur pada nadanya sendiri.

Dan mungkin, pada akhirnya, kita semua sedang belajar seperti komposisi itu: bergerak maju dengan lembut, tanpa berisik, namun tetap meninggalkan gema yang panjang di dalam batin.

Mungkin, seperti dua mentimun di sampulnya, yang terlihat sederhana dan jenaka, namun di baliknya menyimpan kesegaran yang abadi. Begitulah cara ‘Movin’ On’ berbicara. Ia tidak perlu rumit untuk menyegarkan jiwa. [T]

Penulis: Sukaya Sukawati
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
‘Chet Baker’: Keindahan yang Diekstraksi dari Rasa Sakit
‘All I Am’: Balada yang Lahir dari Kursi Roda
Tags: lagumusikmusik baratulasan laguulasan musik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

Next Post

Ketika Remaja SMP Bicara Kesehatan: Lahirnya Duta Remaja Sehat Provinsi Bali 2026 di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Nyoman Sukaya Sukawati

Nyoman Sukaya Sukawati

lahir 9 Februari 1960. Ia mulai aktif menulis puisi sejak 1980-an di rubrik sastra surat kabar Bali Post Minggu asuhan Umbu Landu Paranggi. Dia pernah bergiat di dunia kewartawanan. Pada 2007 bukunya berjudul Mencari Surga di Bom Bali diterbitkan berkat bantuan program Widya Pataka Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Bali bekerja sama dengan Arti Foundation, Denpasar.

Related Posts

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
0
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

Read moreDetails

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
0
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

Read moreDetails

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

by I Made Kartawan
August 16, 2026
0
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

Read moreDetails

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

by Mahesa Putra
August 13, 2026
0
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

Read moreDetails

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
0
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

Read moreDetails

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
0
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

Read moreDetails

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

by Mahesa Putra
August 2, 2026
0
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

Read moreDetails

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
0
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

Read moreDetails

Ketika Waktu Berpindah Tangan

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
0
Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

Read moreDetails

Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

by Pasek Agung Wicaksana
June 28, 2026
0
Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

RAHWANA adalah nama yang kerap kali tidak membutuhkan pengantar. Ia hadir lebih dulu dari ceritanya; datang sebagai prasangka sebelum sempat...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Remaja SMP Bicara Kesehatan: Lahirnya Duta Remaja Sehat Provinsi Bali 2026 di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Ketika Remaja SMP Bicara Kesehatan: Lahirnya Duta Remaja Sehat Provinsi Bali 2026 di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co