23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi M.Z. Billal | Merajut Jarak

M.Z. Billal by M.Z. Billal
February 6, 2026
in Puisi
Puisi-puisi M.Z. Billal  |  Merajut Jarak

M.Z. Billal

MERAJUT JARAK

semakin sedikit kau mengetahui,
maka jarak akan menjelma jadi baju hangat
yang kau rajut pada hari-hari sebelum
musim hujan tiba; ia akan mendekap
seperti kenangan-kenangan itu
adalah kekasih yang tidak pernah mati.
abadi dalam kepalamu. dan rindu, dan
prasangka baik, dan harapan-harapan
semakin hijau tumbuh di ladang tandus.
yang tanpa kausadari bahwa kau telah
menciptakan peradaban baru dalam dadamu.

kau menginginkan kebahagiaan itu dan kau
berhasil mewujudkannya. kadang kau memang
perlu mencari, menjelajah ke dalam
dirimu sendiri, bertahan lebih lama dan membatasi
hal-hal yang berasal dari luar masuk. barangkali
kemungkinan besarnya adalah kau akan sekarat.
tak sanggup menahan beban derita pada rentang jarak
yang membentang. tapi percayalah selalu
ada yang indah bila kau mampu menahan dirimu
untuk semua hal yang tidak perlu kau tahu.
termasuk rindumu kepada orang yang tidak tahu
bagaimana membalas rindumu dengan merajut jarak,
dengan benang-benang yang terbuat dari kenangan baik.

2025

EFEK SAMPING RINDU

akan ada pagi-pagi yang masa bodoh.
kita hanya menulis puisi dan mengirim
sejumlah pelukan ke tempat yang jauh sambil
menikmati teh hambar. bertanya bagaimana
kabarmu, lalu menunggu balasan dengan perasaan
yang tidak bisa diungkapkan. namun semua
pekerjaan dan segala jenis kekacauan terasa
tidak masalah. seolah-olah kita terapung
ke udara menjangkau daun-daun paling tinggi
dan menyaksikan semua perbuatan manusia
sebagai pertunjukkan yang menarik seperti
dalam film-film bisu hitam-putih.

begitulah adanya. kadang rindu
membuat kita rajin bergerak
tapi lebih sering ia membuat kita mabuk.
bermalas-malasan, bersikap masa bodoh.
dan efek samping rindu yang paling terasa
adalah kita jadi manusia aneh
paling bahagia di alam semesta ini.

2025

MALAM TAHUN BARU

malam pergantian tahun tak pula
melipur laramu sebenarnya. ia cuma robekan
kulit mati yang mengubahmu dari kau
yang kemarin menjadi kau yang sekarang.
yang masih saja terendam duka lalu tertawa
pura-pura. sementara letup kembang api hanya mirip
suara orang buang angin karena belum makan
seharian. semuanya tak ada yang berbeda.
hanya sedikit debar yang tersisa di kiri
rongga dadamu. bisikan kecil yang berkata,
masih ada hari esok jika kau masih pula kuat
untuk tidak mati dan menangisi kegagalan
juga hal-hal yang berantakan di dunia ini.

dan kau hanya mampu melepaskan napasmu
perlahan sembari menyaksikan langit hitam
yang diberi corak bunga-bunga api sialan;
simbol satu menit kegembiraan
pertaruhan jiwa demi cinta dan harapan.

ya, cuma itu alasan kenapa kau masih memahat dirimu
untuk mempersiapkan waktu yang tersisa. meski
luka-luka di tubuhmu perlu waktu lebih lama
untuk sembuh, perlu pelukan hangat tanpa dialog
yang mempertanyakan apakah kau benar-benar
bisa bertahan dan memetik buah kebahagiaan
untuk tiga ratus enam puluh lima hari perjuangan.

2026

MENUJU TENGAH MALAM

kesunyian melolong
seperti anjing-anjing liar
yang menginginkan hujan turun
ke dalam puisi-puisi gersang yang meradang
tepat ketika waktu menuju dekapan
kelam tengah malam.

biar. biar tak ada yang tahu
perihnya luka parut bekas perjuangan
kecuali kata-kata itu sendiri.
bahwa hidup memang tak mudah;
bahwa hidup membawa cinta beserta
kekecewaan di dalam tubuhnya.
dan hanya ada satu teman setia
yang tak pernah meninggalkan.
yakni kau. kau yang menyaksikan
puisi ini dilahirkan dan sedang kaubaca
dalam lirih sela angin malam; sepasang matamu.

2025

LIMA PERBUATAN BAIK DALAM MENCINTAI

1/
kisah silam; ia dan kau mutlak memiliki itu.
jika sesuatu pernah terbakar di sana. dan kalian menyadari itu
lekas padamkan saja. kubur abunya di dekat akar pohon
yang ia dan kau tanam jauh sebelum kalian bertemu.
tentu saja kalian masih akan mengingat itu. tapi sudahlah,
mencintai dilarang keras menyulut bara masa lalu.

2/
sejumlah pertanyaan di muka bumi tak membutuhkan
jawaban. termasuk ketika kau bertanya padanya
apakah ia perlu mengubah sesuatu yang membuatmu
bahagia? tidak. begitupun sebaliknya. cinta tak akan
bertanya tentang itu. sebab mencintai adalah sebuah pekerjaan
dan ruang kerjanya adalah waktu. dari pagi sampai rindu.

3/
untuk sampai pada tahap saling memiliki, perasaan
berjalan jauh sekali. ia naik turun bukit, menyusuri
gang-gang sempit, dan menyelesaikan teriakan-teriakan.
kau bahkan kuyup kehujanan dan ia berpeluh kepanasan.
rasa sakit adalah parasit baik. membuat ia dan kau demam
tapi indahnya kalian bisa saling memeluk di kesunyian.

4/
ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi saat ia dan kau
berkaul disaksikan potongan langit di atas kepala kalian
dan sepetak bumi yang ia dan kau jejak di bawah kaki kalian.
kesetiaan, penerimaan, saling membahu, berbagi ciuman, dan
bersyukur. tapi kalian jangan lupa satu hal. tidak boleh saling
memenjarakan. sebab ia dan kau bukan sepasang anjing peliharaan.

5/
bergegaslah saling memeluk di antara kalian. kau bisa bilang
padanya sedang mampir ke toko kue kesukaannya, dan ia bisa
bilang padamu sedang menyirami bunga-bunga favoritmu.
usaha-usaha kecil penuh tanggung jawab ini akan menghalau
rasa tidak percaya ia dan kau ketika sebuah tindakan menimbulkan
kecurigaan. namun catatan tebalnya; jangan ada dusta dan penghianatan.

2024

IBU MERAYAKAN AKU

selamat datang kembali di rumah, anakku!

begitulah ibu. ia jahit hari-hari
yang robek pada setiap kepulangan.
dibasuhnya debu dan lumpur di wajah
senduku dengan satu belaian yang
mustajab mengusir segala cemas juga ragu.

ia tak ingin banyak bertanya apakah
aku baik-baik saja atau tidak. melainkan
ia bantu aku mengurai kemacetan kota
yang bermukim di kepalaku. dan dia jaga
pula keheningan jenggala tempatku
menenangkan amuk dada dan carut-marut
rindu. pada malam-malam usang ketika
aku membutuhkan pelukan dan lirih
lagu masa kecil yang mengisahkan
alasan-alasan kenapa anak-anak harus
tumbuh jadi manusia yang baik. bukan
seperti kini; berpeluh senyap duka dan
rencana-rencana gamang tentang masa depan.

sungguh ia selalu mengetahui segala
kabar yang tak pernah terucap dari bibirku.
ia selalu membubuhkan senyum manis
yang menjadi gambar paling kusuka di muka
bumi ini, tatkala api dalam sepasang mataku
mulai redup nyalanya dan lidahku bahkan kelu
hanya untuk berkata bahwa aku tidak apa-apa.

dan bila sudah ia dapati aku mulai kehilangan
jantungku sendiri. maka ibu hanya akan bilang
begini kepadaku:
“mari kita rayakan perjalanan langkah kakimu
hari ini, anakku. ibu selalu merayakanmu;
rasa lelah dan rahasia yang menetap dalam dadamu.”

2025

LEPASKAN SEPERTI BURUNG-BURUNG

pada akhirnya kau tetap harus
menerima itu. bahwa tak akan ada lagi
pelukan. yang membisikkan puisi-puisi.
sepasang cangkir teh yang biasa kaugunakan
bersamanya pun sudah retak. tak bisa lagi
menyeduh apapun. bahkan kehangatan hanya
sampai pada hitungan ketiga. semakin kau
kuat meyakini bahwa bara perasaanmu masih
menyala, sebetulnya ia sudah padam. sebab kau
tahu, satu kekacauan telah terjadi ketika orang lain
datang memasuki pikiranmu, dan memasuki hatinya.
lalu segalanya tak lagi sama. menjadi abu-abu,
menjadi debu-debu, menjadi mendung pada hari rabu.

maka satu-satunya hal yang bisa
kau lakukan ketika patah hati
adalah jatuh cintalah lagi setidaknya
kepada dirimu sendiri. sebab sebaik-baiknya
penyembuh luka adalah saat kau mendapatkan
pelukan kasih sayang darimu sendiri.
dan melepaskan segala yang terjadi seperti
burung-burung. biarkan mereka ke hutan.
biarkan mereka ke laut. biarkan mereka ke langit.

2025

.

Penulis: M.Z. Billal
Editor: Adnyana Ole

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Tubuh yang Bernapas Hingga Cerita yang Menggenang dalam Kesadaran —Catatan seorang seniman tentang tubuh, waktu, dan narasi hidup

Next Post

Lagu untuk Orang yang Tak Pulang | Cerpen Ahmad Sihabudin

M.Z. Billal

M.Z. Billal

lahir di Lirik, Indragiri Hulu, Riau. Seorang Guru Sekolah Dasar. Menulis cerpen, cerita anak, dan puisi. Bukubukunya yang telah terbit berupa novel remaja berjudul Fiasko (2018), kumpulan puisi berjudul Cara Kerja Perasaan (2022), dan kumpulan cerpen berjudul Sebuah Tempat di Tepi Lelap (2022). Karya-karyanya juga dimuat di berbagai media cetak dan digital seperti kompas.id, Jawa Pos, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, bacapetra.co, dll, serta sejumlah antologi nasional.

Related Posts

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails
Next Post
Lagu untuk Orang yang Tak Pulang | Cerpen Ahmad Sihabudin

Lagu untuk Orang yang Tak Pulang | Cerpen Ahmad Sihabudin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co