14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berkunjung ke Desa Ketapanrame dan Berbincang Bagaimana Desa Wisata Dikelola

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
December 18, 2025
in Tualang
Berkunjung ke Desa Ketapanrame dan Berbincang Bagaimana Desa Wisata Dikelola

Sawah di Ketapanrame

PERJALANAN darat yang saya tempuh dengan tujuan utama Jakarta, saya lakukan secara estafet. Dari Kota Singaraja saya singgah dulu sebentar di Surabaya dan Mojokerto. Menuju Kota Surabaya, saya menaiki bus jurusan Singaraja-Surabaya, PO Puspasari, namanya, rekomendasi dari seorang teman yang sekarang tinggal di Surabaya Barat dan telah menggunakan jasa bus ini puluhan kali saat ia ke Singaraja atau dari Singaraja ke Surabaya.

Butuh waktu 10 jam untuk sampai di Terminal Bungurasih dari Kota Singaraja. Berangkat pukul 18.00 WITA―hanya ada empat penumpang di dalam bus ketika itu―sampai sekira pukul 3 dini hari waktu bagian barat.

Saya banyak mengobrol dengan sang sopir yang sudah bekerja di PO Puspasari sejak 1997 itu. Pak sopir dan kondektur saling tukar wicara tentang situasi dunia  transportasi, terutama bus, yang memang sudah semakin sepi penumpang. Sesekali obrolan berlanjut tentang banjir bandang di Pulau Sumatra, penebangan liar, sampai isu politik.

Saya menimpali sesekali dan dalam hati saya bergumam bahwa bapak sopir dan kondekturnya ini sepertinya memang suka mendengar, menonton, barang kali lewat gawai, televisi, atau bahkan membaca koran tentang situasi terkini. Mereka berdua cukup update.

Obrolan terus berlanjut sampai menyebrang di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang. Tepat pukul 21.00 WITA ke WIB, sejam penyebrangan, sampailah kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

Saya memberi kabar kawan di Surabaya, untuk memberikan update kedatangan. Estimasi saya sampai di Terminal Bungurasih pukul 03.00 WIB. Karena memang ada beberapa agenda langsung di pagi harinya, saya memutuskan untuk memesan hotel untuk beristrahat. Dan saya tertidur cukup nyenyak.

Pagi harinya, ketika bangun, beberapa panggilan masuk. Tentu saja tak terjawab. “Jadi ke Desa Ketapanrame?” Itu salah satu pesan dari seorang teman melalui WA. Itu menjadi salah satu agenda utama saya singgah di Surabaya sebelum ke Jakarta.

Saya bergegas dan bersiap, lalu langsung check out. Mbak Ninik, teman yang mengirim pesan dan yang bakal menemani saya ke Ketapanrame, datang. Tanpa ba bi bu kami langsung berangkat ke tempat tujuan.

Desa Ketapanrame merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Satu jam dari Sidoarjo. Perjalanan kali ini saya niatkan untuk bertemu pengelola Desa Wisata.

Ketapanrame sendiri pada tahun 2023 berhasil menyabet gelar Desa Wisata Terbaik di ADWI. Di susul Les, desa saya tercinta, pada tahun 2024. Kebetulan, Mbak Ninik, teman saya, adalah seorang dosen di UBAYA (Universitas Surabaya), yang juga mendampingi Desa Ketapanrame untuk menjadi desa wisata. Saya diantar orang yang tepat.

***

Tiba di Ketapanrame mengingatkan saya dengan kawasan Bedugul, Bali. Dingin di kelilingi pegunungan. Gunung Welirang serasa menyambut, tepat berdiri di depan kantor desa dan sekaligus tempat wisata Taman Ghanjaran, sebuah komplek taman bermain dan kuliner serta pusat administrasi Desa Ketapanrame. Di sana, dari Mbak Ninik, saya dipertemukan dengan Mas Udin, begitu nama panggilannya, seorang Ketua Pengelola Desa Wisata Ketapanrame.

Obrolan berlanjut ke Tempat Wisata Sawah Gempong. Tempat wisata dengan sumber air tepat di bawah pohon beringin. Sawah warga yang mengelilingi area ini membuat tempat ini menjadi favourit pengunjung saat ke Ketapanrame.

Dan saya penasaran dengan makna Desa Ketapanrame. Apakah karena terus ramai atau bagaimana? Mas Udin menjelaskan bahwa Ketapanrame adalah sebuah nama yang erat kaitannya dengan sejarah di masa lampau.

“Begini, di kawasan Gunung Welirang ini banyak ditemukan arca sampai saat ini. Arca-arca itu dipercaya ditaruh oleh seorang petapa. Maka dari itulah, wilayah ini diberi nama Ketapanrame—karena memang dipercaya banyak sekali petapa di masa itu,” tutur Mas Udin. Tidak jauh berbeda dengan apa yang coba saya intepretasikan.

Gerimis di susul hujan datang, kopi arabika khas ketapanrame menemani obrolan kami. Saya sendiri bertanya bagaimana pengelolaan sawah yang terhampar luas di depan pendopo tempat saya ngobrol?

“Di kerjasamakan, Mas. Semua petani kebagian dan ada perjanjiannya sesuai zona,”  jawab Mas Udin. Ini menarik. “Zona yang paling ramai akan disepakati presentasenya, sebut saja Zona A, diikuti Zona B, dan Zona C. Semua petani/pemilik sawah sepakat dan bisa juga berjualan sesuai kesepakatan bersama,” sambung Mas Udin.

Masyarakat senang, pengelola tenang dan senang juga. Ini adalah hal yang paling menarik yang saya obrolkan selama hampir 4 jam. Hal ini menarik karena di desa wisata atau daerah tujuan wisata, terlebih wisata alam dan pertanian akan menemukan titik keseimbangan dan kesejahteraan bersama. Desa dapat, warga dapat, alam pun dapat dijaga bersama-sama.

Untuk menghindari konflik (kesenjangan) memang diperlukan setidaknya komunikasi, edukasi, dan kesepakatan tertulis oleh semua stakeholder. Di Desa Wisata Ketapanrame, seluruh pengelolaan usaha desa di kelola oleh BUMDes. Untuk Unit Pariwisata, di Bentuk Pengelola Desa Wisata. Sama persis seperti yang ada di Desa Wisata Les.

Berpindah tempat ngobrol setelah durasi 4 jam, kami menuju ke sebuah tempat yang menjual minuman jeruk nagami—jeruk yang cenderung kekurangan peminat tapi bisa di jadikan produk turunan, seperti selai, jus, dan banyak lagi. Saya disuguhi jeruk nagami hangat. Saya menyeruputnya sembari mengusir dingin yang mulai datang.

Menjelang akhir perjalanan sebelum saya balik ke Surabaya, formasi lengkap dan obrolan singkat kembali terjadi. Kali ini bersama Kepala Desa dan Ketua Bumdes Ketapanrame. Dan satu hal penting yang saya catat dari perjalanan kali ini adalah kebersamaan, rasa cinta, dan kolaborasi. Di ketapanrame saya melihat dan mendengar langsung semua itu dikerjasamakan dan semua pihak mendapat bagian yang menjadi kesepakatan, terutama pengelola/pemilik sawah. Ya, sawah yang semakin langka tapi dipuja-puji sebagai ikon wisata, seperti di Bali.[T]

Penulis: Nyoman Nadiana
Editor: Jaswanto

Tags: desaDesa Ketapanramedesa wisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jalan Krishna dan Balaram: Antara Ritual dan Pengabdian di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

Next Post

‘Dust in the Wind’: Antara yang Berlalu dan yang Tetap Ada

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails
Next Post
‘Dust in the Wind’: Antara yang Berlalu dan yang Tetap Ada

'Dust in the Wind': Antara yang Berlalu dan yang Tetap Ada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co