2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berkunjung ke Desa Ketapanrame dan Berbincang Bagaimana Desa Wisata Dikelola

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
December 18, 2025
in Tualang
Berkunjung ke Desa Ketapanrame dan Berbincang Bagaimana Desa Wisata Dikelola

Sawah di Ketapanrame

PERJALANAN darat yang saya tempuh dengan tujuan utama Jakarta, saya lakukan secara estafet. Dari Kota Singaraja saya singgah dulu sebentar di Surabaya dan Mojokerto. Menuju Kota Surabaya, saya menaiki bus jurusan Singaraja-Surabaya, PO Puspasari, namanya, rekomendasi dari seorang teman yang sekarang tinggal di Surabaya Barat dan telah menggunakan jasa bus ini puluhan kali saat ia ke Singaraja atau dari Singaraja ke Surabaya.

Butuh waktu 10 jam untuk sampai di Terminal Bungurasih dari Kota Singaraja. Berangkat pukul 18.00 WITA―hanya ada empat penumpang di dalam bus ketika itu―sampai sekira pukul 3 dini hari waktu bagian barat.

Saya banyak mengobrol dengan sang sopir yang sudah bekerja di PO Puspasari sejak 1997 itu. Pak sopir dan kondektur saling tukar wicara tentang situasi dunia  transportasi, terutama bus, yang memang sudah semakin sepi penumpang. Sesekali obrolan berlanjut tentang banjir bandang di Pulau Sumatra, penebangan liar, sampai isu politik.

Saya menimpali sesekali dan dalam hati saya bergumam bahwa bapak sopir dan kondekturnya ini sepertinya memang suka mendengar, menonton, barang kali lewat gawai, televisi, atau bahkan membaca koran tentang situasi terkini. Mereka berdua cukup update.

Obrolan terus berlanjut sampai menyebrang di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang. Tepat pukul 21.00 WITA ke WIB, sejam penyebrangan, sampailah kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

Saya memberi kabar kawan di Surabaya, untuk memberikan update kedatangan. Estimasi saya sampai di Terminal Bungurasih pukul 03.00 WIB. Karena memang ada beberapa agenda langsung di pagi harinya, saya memutuskan untuk memesan hotel untuk beristrahat. Dan saya tertidur cukup nyenyak.

Pagi harinya, ketika bangun, beberapa panggilan masuk. Tentu saja tak terjawab. “Jadi ke Desa Ketapanrame?” Itu salah satu pesan dari seorang teman melalui WA. Itu menjadi salah satu agenda utama saya singgah di Surabaya sebelum ke Jakarta.

Saya bergegas dan bersiap, lalu langsung check out. Mbak Ninik, teman yang mengirim pesan dan yang bakal menemani saya ke Ketapanrame, datang. Tanpa ba bi bu kami langsung berangkat ke tempat tujuan.

Desa Ketapanrame merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Satu jam dari Sidoarjo. Perjalanan kali ini saya niatkan untuk bertemu pengelola Desa Wisata.

Ketapanrame sendiri pada tahun 2023 berhasil menyabet gelar Desa Wisata Terbaik di ADWI. Di susul Les, desa saya tercinta, pada tahun 2024. Kebetulan, Mbak Ninik, teman saya, adalah seorang dosen di UBAYA (Universitas Surabaya), yang juga mendampingi Desa Ketapanrame untuk menjadi desa wisata. Saya diantar orang yang tepat.

***

Tiba di Ketapanrame mengingatkan saya dengan kawasan Bedugul, Bali. Dingin di kelilingi pegunungan. Gunung Welirang serasa menyambut, tepat berdiri di depan kantor desa dan sekaligus tempat wisata Taman Ghanjaran, sebuah komplek taman bermain dan kuliner serta pusat administrasi Desa Ketapanrame. Di sana, dari Mbak Ninik, saya dipertemukan dengan Mas Udin, begitu nama panggilannya, seorang Ketua Pengelola Desa Wisata Ketapanrame.

Obrolan berlanjut ke Tempat Wisata Sawah Gempong. Tempat wisata dengan sumber air tepat di bawah pohon beringin. Sawah warga yang mengelilingi area ini membuat tempat ini menjadi favourit pengunjung saat ke Ketapanrame.

Dan saya penasaran dengan makna Desa Ketapanrame. Apakah karena terus ramai atau bagaimana? Mas Udin menjelaskan bahwa Ketapanrame adalah sebuah nama yang erat kaitannya dengan sejarah di masa lampau.

“Begini, di kawasan Gunung Welirang ini banyak ditemukan arca sampai saat ini. Arca-arca itu dipercaya ditaruh oleh seorang petapa. Maka dari itulah, wilayah ini diberi nama Ketapanrame—karena memang dipercaya banyak sekali petapa di masa itu,” tutur Mas Udin. Tidak jauh berbeda dengan apa yang coba saya intepretasikan.

Gerimis di susul hujan datang, kopi arabika khas ketapanrame menemani obrolan kami. Saya sendiri bertanya bagaimana pengelolaan sawah yang terhampar luas di depan pendopo tempat saya ngobrol?

“Di kerjasamakan, Mas. Semua petani kebagian dan ada perjanjiannya sesuai zona,”  jawab Mas Udin. Ini menarik. “Zona yang paling ramai akan disepakati presentasenya, sebut saja Zona A, diikuti Zona B, dan Zona C. Semua petani/pemilik sawah sepakat dan bisa juga berjualan sesuai kesepakatan bersama,” sambung Mas Udin.

Masyarakat senang, pengelola tenang dan senang juga. Ini adalah hal yang paling menarik yang saya obrolkan selama hampir 4 jam. Hal ini menarik karena di desa wisata atau daerah tujuan wisata, terlebih wisata alam dan pertanian akan menemukan titik keseimbangan dan kesejahteraan bersama. Desa dapat, warga dapat, alam pun dapat dijaga bersama-sama.

Untuk menghindari konflik (kesenjangan) memang diperlukan setidaknya komunikasi, edukasi, dan kesepakatan tertulis oleh semua stakeholder. Di Desa Wisata Ketapanrame, seluruh pengelolaan usaha desa di kelola oleh BUMDes. Untuk Unit Pariwisata, di Bentuk Pengelola Desa Wisata. Sama persis seperti yang ada di Desa Wisata Les.

Berpindah tempat ngobrol setelah durasi 4 jam, kami menuju ke sebuah tempat yang menjual minuman jeruk nagami—jeruk yang cenderung kekurangan peminat tapi bisa di jadikan produk turunan, seperti selai, jus, dan banyak lagi. Saya disuguhi jeruk nagami hangat. Saya menyeruputnya sembari mengusir dingin yang mulai datang.

Menjelang akhir perjalanan sebelum saya balik ke Surabaya, formasi lengkap dan obrolan singkat kembali terjadi. Kali ini bersama Kepala Desa dan Ketua Bumdes Ketapanrame. Dan satu hal penting yang saya catat dari perjalanan kali ini adalah kebersamaan, rasa cinta, dan kolaborasi. Di ketapanrame saya melihat dan mendengar langsung semua itu dikerjasamakan dan semua pihak mendapat bagian yang menjadi kesepakatan, terutama pengelola/pemilik sawah. Ya, sawah yang semakin langka tapi dipuja-puji sebagai ikon wisata, seperti di Bali.[T]

Penulis: Nyoman Nadiana
Editor: Jaswanto

Tags: desaDesa Ketapanramedesa wisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jalan Krishna dan Balaram: Antara Ritual dan Pengabdian di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

Next Post

‘Dust in the Wind’: Antara yang Berlalu dan yang Tetap Ada

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
‘Dust in the Wind’: Antara yang Berlalu dan yang Tetap Ada

'Dust in the Wind': Antara yang Berlalu dan yang Tetap Ada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co