23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berkunjung ke Desa Ketapanrame dan Berbincang Bagaimana Desa Wisata Dikelola

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
December 18, 2025
in Tualang
Berkunjung ke Desa Ketapanrame dan Berbincang Bagaimana Desa Wisata Dikelola

Sawah di Ketapanrame

PERJALANAN darat yang saya tempuh dengan tujuan utama Jakarta, saya lakukan secara estafet. Dari Kota Singaraja saya singgah dulu sebentar di Surabaya dan Mojokerto. Menuju Kota Surabaya, saya menaiki bus jurusan Singaraja-Surabaya, PO Puspasari, namanya, rekomendasi dari seorang teman yang sekarang tinggal di Surabaya Barat dan telah menggunakan jasa bus ini puluhan kali saat ia ke Singaraja atau dari Singaraja ke Surabaya.

Butuh waktu 10 jam untuk sampai di Terminal Bungurasih dari Kota Singaraja. Berangkat pukul 18.00 WITA―hanya ada empat penumpang di dalam bus ketika itu―sampai sekira pukul 3 dini hari waktu bagian barat.

Saya banyak mengobrol dengan sang sopir yang sudah bekerja di PO Puspasari sejak 1997 itu. Pak sopir dan kondektur saling tukar wicara tentang situasi dunia  transportasi, terutama bus, yang memang sudah semakin sepi penumpang. Sesekali obrolan berlanjut tentang banjir bandang di Pulau Sumatra, penebangan liar, sampai isu politik.

Saya menimpali sesekali dan dalam hati saya bergumam bahwa bapak sopir dan kondekturnya ini sepertinya memang suka mendengar, menonton, barang kali lewat gawai, televisi, atau bahkan membaca koran tentang situasi terkini. Mereka berdua cukup update.

Obrolan terus berlanjut sampai menyebrang di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang. Tepat pukul 21.00 WITA ke WIB, sejam penyebrangan, sampailah kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

Saya memberi kabar kawan di Surabaya, untuk memberikan update kedatangan. Estimasi saya sampai di Terminal Bungurasih pukul 03.00 WIB. Karena memang ada beberapa agenda langsung di pagi harinya, saya memutuskan untuk memesan hotel untuk beristrahat. Dan saya tertidur cukup nyenyak.

Pagi harinya, ketika bangun, beberapa panggilan masuk. Tentu saja tak terjawab. “Jadi ke Desa Ketapanrame?” Itu salah satu pesan dari seorang teman melalui WA. Itu menjadi salah satu agenda utama saya singgah di Surabaya sebelum ke Jakarta.

Saya bergegas dan bersiap, lalu langsung check out. Mbak Ninik, teman yang mengirim pesan dan yang bakal menemani saya ke Ketapanrame, datang. Tanpa ba bi bu kami langsung berangkat ke tempat tujuan.

Desa Ketapanrame merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Satu jam dari Sidoarjo. Perjalanan kali ini saya niatkan untuk bertemu pengelola Desa Wisata.

Ketapanrame sendiri pada tahun 2023 berhasil menyabet gelar Desa Wisata Terbaik di ADWI. Di susul Les, desa saya tercinta, pada tahun 2024. Kebetulan, Mbak Ninik, teman saya, adalah seorang dosen di UBAYA (Universitas Surabaya), yang juga mendampingi Desa Ketapanrame untuk menjadi desa wisata. Saya diantar orang yang tepat.

***

Tiba di Ketapanrame mengingatkan saya dengan kawasan Bedugul, Bali. Dingin di kelilingi pegunungan. Gunung Welirang serasa menyambut, tepat berdiri di depan kantor desa dan sekaligus tempat wisata Taman Ghanjaran, sebuah komplek taman bermain dan kuliner serta pusat administrasi Desa Ketapanrame. Di sana, dari Mbak Ninik, saya dipertemukan dengan Mas Udin, begitu nama panggilannya, seorang Ketua Pengelola Desa Wisata Ketapanrame.

Obrolan berlanjut ke Tempat Wisata Sawah Gempong. Tempat wisata dengan sumber air tepat di bawah pohon beringin. Sawah warga yang mengelilingi area ini membuat tempat ini menjadi favourit pengunjung saat ke Ketapanrame.

Dan saya penasaran dengan makna Desa Ketapanrame. Apakah karena terus ramai atau bagaimana? Mas Udin menjelaskan bahwa Ketapanrame adalah sebuah nama yang erat kaitannya dengan sejarah di masa lampau.

“Begini, di kawasan Gunung Welirang ini banyak ditemukan arca sampai saat ini. Arca-arca itu dipercaya ditaruh oleh seorang petapa. Maka dari itulah, wilayah ini diberi nama Ketapanrame—karena memang dipercaya banyak sekali petapa di masa itu,” tutur Mas Udin. Tidak jauh berbeda dengan apa yang coba saya intepretasikan.

Gerimis di susul hujan datang, kopi arabika khas ketapanrame menemani obrolan kami. Saya sendiri bertanya bagaimana pengelolaan sawah yang terhampar luas di depan pendopo tempat saya ngobrol?

“Di kerjasamakan, Mas. Semua petani kebagian dan ada perjanjiannya sesuai zona,”  jawab Mas Udin. Ini menarik. “Zona yang paling ramai akan disepakati presentasenya, sebut saja Zona A, diikuti Zona B, dan Zona C. Semua petani/pemilik sawah sepakat dan bisa juga berjualan sesuai kesepakatan bersama,” sambung Mas Udin.

Masyarakat senang, pengelola tenang dan senang juga. Ini adalah hal yang paling menarik yang saya obrolkan selama hampir 4 jam. Hal ini menarik karena di desa wisata atau daerah tujuan wisata, terlebih wisata alam dan pertanian akan menemukan titik keseimbangan dan kesejahteraan bersama. Desa dapat, warga dapat, alam pun dapat dijaga bersama-sama.

Untuk menghindari konflik (kesenjangan) memang diperlukan setidaknya komunikasi, edukasi, dan kesepakatan tertulis oleh semua stakeholder. Di Desa Wisata Ketapanrame, seluruh pengelolaan usaha desa di kelola oleh BUMDes. Untuk Unit Pariwisata, di Bentuk Pengelola Desa Wisata. Sama persis seperti yang ada di Desa Wisata Les.

Berpindah tempat ngobrol setelah durasi 4 jam, kami menuju ke sebuah tempat yang menjual minuman jeruk nagami—jeruk yang cenderung kekurangan peminat tapi bisa di jadikan produk turunan, seperti selai, jus, dan banyak lagi. Saya disuguhi jeruk nagami hangat. Saya menyeruputnya sembari mengusir dingin yang mulai datang.

Menjelang akhir perjalanan sebelum saya balik ke Surabaya, formasi lengkap dan obrolan singkat kembali terjadi. Kali ini bersama Kepala Desa dan Ketua Bumdes Ketapanrame. Dan satu hal penting yang saya catat dari perjalanan kali ini adalah kebersamaan, rasa cinta, dan kolaborasi. Di ketapanrame saya melihat dan mendengar langsung semua itu dikerjasamakan dan semua pihak mendapat bagian yang menjadi kesepakatan, terutama pengelola/pemilik sawah. Ya, sawah yang semakin langka tapi dipuja-puji sebagai ikon wisata, seperti di Bali.[T]

Penulis: Nyoman Nadiana
Editor: Jaswanto

Tags: desaDesa Ketapanramedesa wisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jalan Krishna dan Balaram: Antara Ritual dan Pengabdian di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

Next Post

‘Dust in the Wind’: Antara yang Berlalu dan yang Tetap Ada

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails
Next Post
‘Dust in the Wind’: Antara yang Berlalu dan yang Tetap Ada

'Dust in the Wind': Antara yang Berlalu dan yang Tetap Ada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co