24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berkunjung ke Desa Ketapanrame dan Berbincang Bagaimana Desa Wisata Dikelola

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
December 18, 2025
in Tualang
Berkunjung ke Desa Ketapanrame dan Berbincang Bagaimana Desa Wisata Dikelola

Sawah di Ketapanrame

PERJALANAN darat yang saya tempuh dengan tujuan utama Jakarta, saya lakukan secara estafet. Dari Kota Singaraja saya singgah dulu sebentar di Surabaya dan Mojokerto. Menuju Kota Surabaya, saya menaiki bus jurusan Singaraja-Surabaya, PO Puspasari, namanya, rekomendasi dari seorang teman yang sekarang tinggal di Surabaya Barat dan telah menggunakan jasa bus ini puluhan kali saat ia ke Singaraja atau dari Singaraja ke Surabaya.

Butuh waktu 10 jam untuk sampai di Terminal Bungurasih dari Kota Singaraja. Berangkat pukul 18.00 WITA―hanya ada empat penumpang di dalam bus ketika itu―sampai sekira pukul 3 dini hari waktu bagian barat.

Saya banyak mengobrol dengan sang sopir yang sudah bekerja di PO Puspasari sejak 1997 itu. Pak sopir dan kondektur saling tukar wicara tentang situasi dunia  transportasi, terutama bus, yang memang sudah semakin sepi penumpang. Sesekali obrolan berlanjut tentang banjir bandang di Pulau Sumatra, penebangan liar, sampai isu politik.

Saya menimpali sesekali dan dalam hati saya bergumam bahwa bapak sopir dan kondekturnya ini sepertinya memang suka mendengar, menonton, barang kali lewat gawai, televisi, atau bahkan membaca koran tentang situasi terkini. Mereka berdua cukup update.

Obrolan terus berlanjut sampai menyebrang di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang. Tepat pukul 21.00 WITA ke WIB, sejam penyebrangan, sampailah kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

Saya memberi kabar kawan di Surabaya, untuk memberikan update kedatangan. Estimasi saya sampai di Terminal Bungurasih pukul 03.00 WIB. Karena memang ada beberapa agenda langsung di pagi harinya, saya memutuskan untuk memesan hotel untuk beristrahat. Dan saya tertidur cukup nyenyak.

Pagi harinya, ketika bangun, beberapa panggilan masuk. Tentu saja tak terjawab. “Jadi ke Desa Ketapanrame?” Itu salah satu pesan dari seorang teman melalui WA. Itu menjadi salah satu agenda utama saya singgah di Surabaya sebelum ke Jakarta.

Saya bergegas dan bersiap, lalu langsung check out. Mbak Ninik, teman yang mengirim pesan dan yang bakal menemani saya ke Ketapanrame, datang. Tanpa ba bi bu kami langsung berangkat ke tempat tujuan.

Desa Ketapanrame merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Satu jam dari Sidoarjo. Perjalanan kali ini saya niatkan untuk bertemu pengelola Desa Wisata.

Ketapanrame sendiri pada tahun 2023 berhasil menyabet gelar Desa Wisata Terbaik di ADWI. Di susul Les, desa saya tercinta, pada tahun 2024. Kebetulan, Mbak Ninik, teman saya, adalah seorang dosen di UBAYA (Universitas Surabaya), yang juga mendampingi Desa Ketapanrame untuk menjadi desa wisata. Saya diantar orang yang tepat.

***

Tiba di Ketapanrame mengingatkan saya dengan kawasan Bedugul, Bali. Dingin di kelilingi pegunungan. Gunung Welirang serasa menyambut, tepat berdiri di depan kantor desa dan sekaligus tempat wisata Taman Ghanjaran, sebuah komplek taman bermain dan kuliner serta pusat administrasi Desa Ketapanrame. Di sana, dari Mbak Ninik, saya dipertemukan dengan Mas Udin, begitu nama panggilannya, seorang Ketua Pengelola Desa Wisata Ketapanrame.

Obrolan berlanjut ke Tempat Wisata Sawah Gempong. Tempat wisata dengan sumber air tepat di bawah pohon beringin. Sawah warga yang mengelilingi area ini membuat tempat ini menjadi favourit pengunjung saat ke Ketapanrame.

Dan saya penasaran dengan makna Desa Ketapanrame. Apakah karena terus ramai atau bagaimana? Mas Udin menjelaskan bahwa Ketapanrame adalah sebuah nama yang erat kaitannya dengan sejarah di masa lampau.

“Begini, di kawasan Gunung Welirang ini banyak ditemukan arca sampai saat ini. Arca-arca itu dipercaya ditaruh oleh seorang petapa. Maka dari itulah, wilayah ini diberi nama Ketapanrame—karena memang dipercaya banyak sekali petapa di masa itu,” tutur Mas Udin. Tidak jauh berbeda dengan apa yang coba saya intepretasikan.

Gerimis di susul hujan datang, kopi arabika khas ketapanrame menemani obrolan kami. Saya sendiri bertanya bagaimana pengelolaan sawah yang terhampar luas di depan pendopo tempat saya ngobrol?

“Di kerjasamakan, Mas. Semua petani kebagian dan ada perjanjiannya sesuai zona,”  jawab Mas Udin. Ini menarik. “Zona yang paling ramai akan disepakati presentasenya, sebut saja Zona A, diikuti Zona B, dan Zona C. Semua petani/pemilik sawah sepakat dan bisa juga berjualan sesuai kesepakatan bersama,” sambung Mas Udin.

Masyarakat senang, pengelola tenang dan senang juga. Ini adalah hal yang paling menarik yang saya obrolkan selama hampir 4 jam. Hal ini menarik karena di desa wisata atau daerah tujuan wisata, terlebih wisata alam dan pertanian akan menemukan titik keseimbangan dan kesejahteraan bersama. Desa dapat, warga dapat, alam pun dapat dijaga bersama-sama.

Untuk menghindari konflik (kesenjangan) memang diperlukan setidaknya komunikasi, edukasi, dan kesepakatan tertulis oleh semua stakeholder. Di Desa Wisata Ketapanrame, seluruh pengelolaan usaha desa di kelola oleh BUMDes. Untuk Unit Pariwisata, di Bentuk Pengelola Desa Wisata. Sama persis seperti yang ada di Desa Wisata Les.

Berpindah tempat ngobrol setelah durasi 4 jam, kami menuju ke sebuah tempat yang menjual minuman jeruk nagami—jeruk yang cenderung kekurangan peminat tapi bisa di jadikan produk turunan, seperti selai, jus, dan banyak lagi. Saya disuguhi jeruk nagami hangat. Saya menyeruputnya sembari mengusir dingin yang mulai datang.

Menjelang akhir perjalanan sebelum saya balik ke Surabaya, formasi lengkap dan obrolan singkat kembali terjadi. Kali ini bersama Kepala Desa dan Ketua Bumdes Ketapanrame. Dan satu hal penting yang saya catat dari perjalanan kali ini adalah kebersamaan, rasa cinta, dan kolaborasi. Di ketapanrame saya melihat dan mendengar langsung semua itu dikerjasamakan dan semua pihak mendapat bagian yang menjadi kesepakatan, terutama pengelola/pemilik sawah. Ya, sawah yang semakin langka tapi dipuja-puji sebagai ikon wisata, seperti di Bali.[T]

Penulis: Nyoman Nadiana
Editor: Jaswanto

Tags: desaDesa Ketapanramedesa wisataPariwisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jalan Krishna dan Balaram: Antara Ritual dan Pengabdian di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

Next Post

‘Dust in the Wind’: Antara yang Berlalu dan yang Tetap Ada

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

by Kadek Surya Jayadi
February 18, 2026
0
Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

SINAR mentari pagi menyambut dengan hangat, menghiasi perjalanan Keluarga Besar Prodi Sejarah Universitas Udayana menuju Desa Bodhakeling. Bus Universitas Udayana...

Read moreDetails
Next Post
‘Dust in the Wind’: Antara yang Berlalu dan yang Tetap Ada

'Dust in the Wind': Antara yang Berlalu dan yang Tetap Ada

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co