23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apresiasi Buku ‘Sanghyang Siksa Kandang Karesian’: Ajaran Luhur Sunda Kuno untuk Melahirkan Manusia Visioner

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
November 13, 2025
in Khas
Apresiasi Buku ‘Sanghyang Siksa Kandang Karesian’: Ajaran Luhur Sunda Kuno untuk Melahirkan Manusia Visioner

Apresiasi Buku 'Sanghyang Siksa Kandang Karesian'

NUSANTARA, sebagai bagian dari peradaban agung Sindhu–Saraswati, menyimpan begitu banyak ajaran luhur yang menuntun manusia menuju kesadaran dan kebijaksanaan sejati. Peradaban ini tidak hanya dikenal karena kemajuan ilmu dan spiritualitasnya, tetapi juga karena pandangannya yang holistik terhadap kehidupan—sebuah pandangan yang melihat manusia bukan hanya sebagai makhluk jasmani, melainkan juga sebagai entitas rohani yang terus berkembang menuju kesempurnaan diri.

Salah satu warisan luhur dari peradaban tersebut adalah ajaran Sunda Kuno yang termaktub dalam naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian. Ajaran ini mengandung nilai-nilai kebijaksanaan universal yang melampaui ruang dan waktu, mengajarkan manusia untuk hidup dengan kejernihan hati, kebersihan niat, dan pandangan jauh ke depan. Di tengah arus globalisasi dan tantangan moral zaman modern, nilai-nilai tersebut menjadi pelita yang menuntun manusia untuk kembali menemukan arah hidupnya.

Buku Sanghyang Siksa Kandang Karesian: Menjadi Manusia Visioner karya Guruji Anand Krishna diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Anand Krishna, sebuah lembaga yang bernaung di bawah Anand Ashram Foundation—pusat spiritual dan pendidikan yang telah lama dikenal memperjuangkan kebangkitan kesadaran manusia. Anand Ashram, yang terinspirasi oleh pemikiran humanis dan spiritual Anand Krishna, memiliki visi besar: One Earth, One Sky, One Humankind. Visi ini menegaskan pentingnya kesadaran global, bahwa seluruh manusia adalah satu keluarga besar di bawah langit yang sama.

Penerbitan dan apresiasi terhadap buku ini bukan sekadar kegiatan literasi budaya, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian dan revitalisasi nilai-nilai luhur Nusantara. Sebagaimana diketahui, UNESCO telah memberikan pengakuan penting terhadap kekayaan budaya Indonesia yang berakar pada falsafah spiritual dan kearifan lokal, termasuk ajaran-ajaran kuno seperti Sanghyang Siksa Kandang Karesian, mengandung nilai kemanusiaan yang mendalam dan mampu menjawab krisis eksistensial manusia modern.

Buku ini bukanlah buku biasa. Ia merupakan undangan untuk bertransformasi menjadi seorang Visioner — seseorang yang mampu melihat melampaui batas fakta, menembus tabir realitas lahiriah, dan menemukan Kebenaran Sejati. Menjadi visioner berarti memiliki kepekaan batin untuk membaca tanda-tanda kehidupan, serta kemampuan untuk menyelaraskan diri dengan hukum alam dan nilai-nilai kebajikan universal. Dalam konteks profesi dan kehidupan sehari-hari, menjadi visioner berarti mampu menatap masa depan dengan kesadaran dan kebijaksanaan, bukan sekadar dengan ambisi duniawi.

Anand Krishna dalam berbagai karyanya selalu menekankan bahwa kesadaran adalah kunci menuju kebahagiaan sejati. Ajaran Sunda Kuno yang diulas dalam buku ini selaras dengan pesan tersebut. Ia mengajak manusia untuk mengenali dirinya, menguasai pikirannya, dan menapaki jalan spiritual menuju Kesuksesan Sejati dan Kebahagiaan Sejati. Kesuksesan yang dimaksud bukanlah keberhasilan material semata, melainkan kemampuan untuk hidup selaras dengan alam semesta—tugas dan panggilan suci kehidupan. Inilah bentuk tertinggi dari visi manusia: hidup dengan makna dan memberi manfaat bagi sesama.

Melalui acara Apresiasi Buku “Sanghyang Siksa Kandang Karesian: Menjadi Manusia Visioner”, Yayasan Anand Ashram mengajak masyarakat, akademisi, serta pemerhati budaya untuk bersama-sama menelusuri ajaran luhur ini. Acara ini diharapkan menjadi wadah refleksi dan dialog lintas generasi tentang bagaimana warisan kearifan lokal dapat menjadi inspirasi dalam membangun karakter manusia modern yang visioner, beretika, dan berkesadaran tinggi.

Anand Ashram percaya bahwa masa depan umat manusia ditentukan oleh kualitas kesadarannya. Dengan demikian, apresiasi terhadap karya-karya kebijaksanaan kuno bukanlah langkah mundur, melainkan jalan kembali menuju akar—akar kebijaksanaan yang justru menjadi fondasi peradaban berkelanjutan. Ajaran Sunda Kuno, dengan nilai-nilai universalnya, menegaskan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari keseimbangan antara ilmu, cinta kasih, dan spiritualitas.

Sebagaimana semangat UNESCO dalam melestarikan warisan takbenda umat manusia, apresiasi terhadap Sanghyang Siksa Kandang Karesian juga menjadi bagian dari tanggung jawab kolektif untuk menjaga jati diri bangsa. Melalui pemahaman yang lebih dalam terhadap nilai-nilai luhur Nusantara, kita tidak hanya menghormati masa lalu, tetapi juga membangun jembatan menuju masa depan yang lebih sadar, damai, dan harmonis.

Acara Apresiasi Buku Sanghyang Siksa Kandang Karesian: Menjadi Manusia Visioner diselenggarakan pada Sabtu, 8 November 2025 di Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Renon. Yayasan Anand Ashram berharap kegiatan ini menjadi momentum refleksi bersama, bagaimana kebijaksanaan kuno dapat menuntun manusia modern untuk hidup lebih sadar, beretika, dan berwelas asih.

Sebagai pembicara pertama, Dr. I Gusti Putu Sudarta, SSP., M.Sn., Dalang dan Dosen ISI Bali menceritakan pengalaman pertama sekitar tahuan 1990-an dengan Guruji Anand Krishna melalui buku Kehidupan, Panduan untuk meniti Jalan ke Dalam Diri, berlanjut dengan beberapa buku lain, sampai akhirnya bertemu langsung dengan Guruji dan sering hadir dalam kegiatan di Anand Ashram. Buku Guruji Anand Krishna sangat ringan, mudah dibaca, namun dalam pengamalan keseharian membutuhkan upaya yang berat. Buku Sanghyang Siksa Kandang Karesian merupakan sebuah mata kuliah dasar untuk menyelami kehidupan, namun tidak bisa dibaca hanya dengan pikiran tetapi harus melampaui pikiran.

Sedangkan Ida Pandita Agung Putra Nata Siliwangi Manuaba, Sulinggih dari Tanah Sunda, sebagai pembicara kedua, mengatakan seorang Resi, seorang visioner, adalah mereka yang mampu melaksanakan Trikaya Parisuda, berpikir, berkata dan bertindak mulia, apapun profesinya, apakah seorang dokter, ahli hukum atau profesi lainnya. Saat ini bangsa kita telah kehilangan atau melupakan identitasnya yakni budaya luhur, dan lebih terpesona dengan budaya luar yang tidak sesuai dengan jatidiri bangsa.

Sementara itu, Made Edy Suparyasa, S.T., wakil Ketua Yayasan Anand Ashram mengatakan, lewat buku Sanghyang Siksa Kandang Karesian kita semua dibimbing untuk membangkitkan kesadaran dalam diri, sebagai sarana untuk pemberdayaan diri dan memunculkan kekuatan dalam diri yaitu kekuatan kasih yang satu adanya.

Ida Pandita Mpu Putra Bhirudaksa Yaksa Acharya Manuaba (Irjen Pol. (Purn) Drs. Ketut Untung Yoga, S.H., M.M.), mengatakan, dari sekian banyak penulis,tak banyak yang menulis Sanghyang Siksa Kandang Karesian ini dan menggali nilai-nilai luhur yang ada di Nusantara. 

Prof Prof. Dr. I Nyoman Sedana, M.A., Ketua PEPADI Bali, sharing dari floor mengusulkan agar lebih banyak dilulas tentang Lingga Yoni yang memang juga diulas dalam buku Sanghyang Siksa Kandang Karesian.

Acara yang dipandu oleh moderator Dian Martin, S.T., Ketua Asosiasi Artificial Intelligence Indonesia, berjalan lancar dengan menerapkan ajaran Sanghyang Karesian yakni disiplin waktu. Dian Martin sebagai orang Sunda merasa malu, tidak mengenal ajaran leluhurnya sendiri sebelum dijadikan sebuah buku oleh Guruji Anand Krishna.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 200 peserta ini menjadi semakin bersemangat dengan kehadiran anak-anak dari One Earth School (Sekolah Satu Bumi) yang menampilkan musik dan tari berupa medley dari Sabang sampai Merauke sebagai satu kesatuan utuh — berisi ajakan untuk mengapresiasi perbedaan yang selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Juga lagu Let’s Build This World Together with Peace Love and Harmony, sebuah ajakan untuk berperan aktif dalam mewuju mewujudkan Harmoni Global, tentu saja dengan memulainya dalam diri melaluai kedamaian diri. Ini selaras dengan visi Yayasan Anand Ashram yakni: Inner Peace Communal Love Global Harmony.

Nampak hadir beberapa tokoh seperti Acharya Paramananda Muni Daksa, Jro Dasaran Iratu Ni Made Warsa Artadi, Guru Darma, dan juga perwakilan dari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar yang diwakili oleh Dr. I Gede Suwantana, M.Ag., berbaur dengan peserta dari Tabanan, Gianyar, Klungkung, Singaraja, dan beberapa peserta yang datang langsung dari Lombok.

Acara ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran baru — kesadaran akan pentingnya melestarikan ajaran-ajaran spiritual yang telah lama menjadi napas budaya kita. Sebab, hanya dengan kembali kepada nilai-nilai kebijaksanaan sejati, manusia modern dapat menemukan arah hidup yang bermakna di tengah pusaran dunia yang serba cepat dan materialistik. [T]

Liputan/Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: Anand KrishnaBuku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Tarot”: Ketika Cinta, Ramalan, dan Logika Bertemu di Meja Takdir

Next Post

Memilih Pohon Sebelum Pinangan — Kumpulan Puisi

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Memilih Pohon Sebelum Pinangan — Kumpulan Puisi

Memilih Pohon Sebelum Pinangan -- Kumpulan Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co