2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Apresiasi Buku ‘Sanghyang Siksa Kandang Karesian’: Ajaran Luhur Sunda Kuno untuk Melahirkan Manusia Visioner

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
November 13, 2025
in Khas
Apresiasi Buku ‘Sanghyang Siksa Kandang Karesian’: Ajaran Luhur Sunda Kuno untuk Melahirkan Manusia Visioner

Apresiasi Buku 'Sanghyang Siksa Kandang Karesian'

NUSANTARA, sebagai bagian dari peradaban agung Sindhu–Saraswati, menyimpan begitu banyak ajaran luhur yang menuntun manusia menuju kesadaran dan kebijaksanaan sejati. Peradaban ini tidak hanya dikenal karena kemajuan ilmu dan spiritualitasnya, tetapi juga karena pandangannya yang holistik terhadap kehidupan—sebuah pandangan yang melihat manusia bukan hanya sebagai makhluk jasmani, melainkan juga sebagai entitas rohani yang terus berkembang menuju kesempurnaan diri.

Salah satu warisan luhur dari peradaban tersebut adalah ajaran Sunda Kuno yang termaktub dalam naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian. Ajaran ini mengandung nilai-nilai kebijaksanaan universal yang melampaui ruang dan waktu, mengajarkan manusia untuk hidup dengan kejernihan hati, kebersihan niat, dan pandangan jauh ke depan. Di tengah arus globalisasi dan tantangan moral zaman modern, nilai-nilai tersebut menjadi pelita yang menuntun manusia untuk kembali menemukan arah hidupnya.

Buku Sanghyang Siksa Kandang Karesian: Menjadi Manusia Visioner karya Guruji Anand Krishna diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Anand Krishna, sebuah lembaga yang bernaung di bawah Anand Ashram Foundation—pusat spiritual dan pendidikan yang telah lama dikenal memperjuangkan kebangkitan kesadaran manusia. Anand Ashram, yang terinspirasi oleh pemikiran humanis dan spiritual Anand Krishna, memiliki visi besar: One Earth, One Sky, One Humankind. Visi ini menegaskan pentingnya kesadaran global, bahwa seluruh manusia adalah satu keluarga besar di bawah langit yang sama.

Penerbitan dan apresiasi terhadap buku ini bukan sekadar kegiatan literasi budaya, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian dan revitalisasi nilai-nilai luhur Nusantara. Sebagaimana diketahui, UNESCO telah memberikan pengakuan penting terhadap kekayaan budaya Indonesia yang berakar pada falsafah spiritual dan kearifan lokal, termasuk ajaran-ajaran kuno seperti Sanghyang Siksa Kandang Karesian, mengandung nilai kemanusiaan yang mendalam dan mampu menjawab krisis eksistensial manusia modern.

Buku ini bukanlah buku biasa. Ia merupakan undangan untuk bertransformasi menjadi seorang Visioner — seseorang yang mampu melihat melampaui batas fakta, menembus tabir realitas lahiriah, dan menemukan Kebenaran Sejati. Menjadi visioner berarti memiliki kepekaan batin untuk membaca tanda-tanda kehidupan, serta kemampuan untuk menyelaraskan diri dengan hukum alam dan nilai-nilai kebajikan universal. Dalam konteks profesi dan kehidupan sehari-hari, menjadi visioner berarti mampu menatap masa depan dengan kesadaran dan kebijaksanaan, bukan sekadar dengan ambisi duniawi.

Anand Krishna dalam berbagai karyanya selalu menekankan bahwa kesadaran adalah kunci menuju kebahagiaan sejati. Ajaran Sunda Kuno yang diulas dalam buku ini selaras dengan pesan tersebut. Ia mengajak manusia untuk mengenali dirinya, menguasai pikirannya, dan menapaki jalan spiritual menuju Kesuksesan Sejati dan Kebahagiaan Sejati. Kesuksesan yang dimaksud bukanlah keberhasilan material semata, melainkan kemampuan untuk hidup selaras dengan alam semesta—tugas dan panggilan suci kehidupan. Inilah bentuk tertinggi dari visi manusia: hidup dengan makna dan memberi manfaat bagi sesama.

Melalui acara Apresiasi Buku “Sanghyang Siksa Kandang Karesian: Menjadi Manusia Visioner”, Yayasan Anand Ashram mengajak masyarakat, akademisi, serta pemerhati budaya untuk bersama-sama menelusuri ajaran luhur ini. Acara ini diharapkan menjadi wadah refleksi dan dialog lintas generasi tentang bagaimana warisan kearifan lokal dapat menjadi inspirasi dalam membangun karakter manusia modern yang visioner, beretika, dan berkesadaran tinggi.

Anand Ashram percaya bahwa masa depan umat manusia ditentukan oleh kualitas kesadarannya. Dengan demikian, apresiasi terhadap karya-karya kebijaksanaan kuno bukanlah langkah mundur, melainkan jalan kembali menuju akar—akar kebijaksanaan yang justru menjadi fondasi peradaban berkelanjutan. Ajaran Sunda Kuno, dengan nilai-nilai universalnya, menegaskan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari keseimbangan antara ilmu, cinta kasih, dan spiritualitas.

Sebagaimana semangat UNESCO dalam melestarikan warisan takbenda umat manusia, apresiasi terhadap Sanghyang Siksa Kandang Karesian juga menjadi bagian dari tanggung jawab kolektif untuk menjaga jati diri bangsa. Melalui pemahaman yang lebih dalam terhadap nilai-nilai luhur Nusantara, kita tidak hanya menghormati masa lalu, tetapi juga membangun jembatan menuju masa depan yang lebih sadar, damai, dan harmonis.

Acara Apresiasi Buku Sanghyang Siksa Kandang Karesian: Menjadi Manusia Visioner diselenggarakan pada Sabtu, 8 November 2025 di Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Renon. Yayasan Anand Ashram berharap kegiatan ini menjadi momentum refleksi bersama, bagaimana kebijaksanaan kuno dapat menuntun manusia modern untuk hidup lebih sadar, beretika, dan berwelas asih.

Sebagai pembicara pertama, Dr. I Gusti Putu Sudarta, SSP., M.Sn., Dalang dan Dosen ISI Bali menceritakan pengalaman pertama sekitar tahuan 1990-an dengan Guruji Anand Krishna melalui buku Kehidupan, Panduan untuk meniti Jalan ke Dalam Diri, berlanjut dengan beberapa buku lain, sampai akhirnya bertemu langsung dengan Guruji dan sering hadir dalam kegiatan di Anand Ashram. Buku Guruji Anand Krishna sangat ringan, mudah dibaca, namun dalam pengamalan keseharian membutuhkan upaya yang berat. Buku Sanghyang Siksa Kandang Karesian merupakan sebuah mata kuliah dasar untuk menyelami kehidupan, namun tidak bisa dibaca hanya dengan pikiran tetapi harus melampaui pikiran.

Sedangkan Ida Pandita Agung Putra Nata Siliwangi Manuaba, Sulinggih dari Tanah Sunda, sebagai pembicara kedua, mengatakan seorang Resi, seorang visioner, adalah mereka yang mampu melaksanakan Trikaya Parisuda, berpikir, berkata dan bertindak mulia, apapun profesinya, apakah seorang dokter, ahli hukum atau profesi lainnya. Saat ini bangsa kita telah kehilangan atau melupakan identitasnya yakni budaya luhur, dan lebih terpesona dengan budaya luar yang tidak sesuai dengan jatidiri bangsa.

Sementara itu, Made Edy Suparyasa, S.T., wakil Ketua Yayasan Anand Ashram mengatakan, lewat buku Sanghyang Siksa Kandang Karesian kita semua dibimbing untuk membangkitkan kesadaran dalam diri, sebagai sarana untuk pemberdayaan diri dan memunculkan kekuatan dalam diri yaitu kekuatan kasih yang satu adanya.

Ida Pandita Mpu Putra Bhirudaksa Yaksa Acharya Manuaba (Irjen Pol. (Purn) Drs. Ketut Untung Yoga, S.H., M.M.), mengatakan, dari sekian banyak penulis,tak banyak yang menulis Sanghyang Siksa Kandang Karesian ini dan menggali nilai-nilai luhur yang ada di Nusantara. 

Prof Prof. Dr. I Nyoman Sedana, M.A., Ketua PEPADI Bali, sharing dari floor mengusulkan agar lebih banyak dilulas tentang Lingga Yoni yang memang juga diulas dalam buku Sanghyang Siksa Kandang Karesian.

Acara yang dipandu oleh moderator Dian Martin, S.T., Ketua Asosiasi Artificial Intelligence Indonesia, berjalan lancar dengan menerapkan ajaran Sanghyang Karesian yakni disiplin waktu. Dian Martin sebagai orang Sunda merasa malu, tidak mengenal ajaran leluhurnya sendiri sebelum dijadikan sebuah buku oleh Guruji Anand Krishna.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 200 peserta ini menjadi semakin bersemangat dengan kehadiran anak-anak dari One Earth School (Sekolah Satu Bumi) yang menampilkan musik dan tari berupa medley dari Sabang sampai Merauke sebagai satu kesatuan utuh — berisi ajakan untuk mengapresiasi perbedaan yang selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Juga lagu Let’s Build This World Together with Peace Love and Harmony, sebuah ajakan untuk berperan aktif dalam mewuju mewujudkan Harmoni Global, tentu saja dengan memulainya dalam diri melaluai kedamaian diri. Ini selaras dengan visi Yayasan Anand Ashram yakni: Inner Peace Communal Love Global Harmony.

Nampak hadir beberapa tokoh seperti Acharya Paramananda Muni Daksa, Jro Dasaran Iratu Ni Made Warsa Artadi, Guru Darma, dan juga perwakilan dari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar yang diwakili oleh Dr. I Gede Suwantana, M.Ag., berbaur dengan peserta dari Tabanan, Gianyar, Klungkung, Singaraja, dan beberapa peserta yang datang langsung dari Lombok.

Acara ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran baru — kesadaran akan pentingnya melestarikan ajaran-ajaran spiritual yang telah lama menjadi napas budaya kita. Sebab, hanya dengan kembali kepada nilai-nilai kebijaksanaan sejati, manusia modern dapat menemukan arah hidup yang bermakna di tengah pusaran dunia yang serba cepat dan materialistik. [T]

Liputan/Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: Anand KrishnaBuku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Tarot”: Ketika Cinta, Ramalan, dan Logika Bertemu di Meja Takdir

Next Post

Memilih Pohon Sebelum Pinangan — Kumpulan Puisi

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Memilih Pohon Sebelum Pinangan — Kumpulan Puisi

Memilih Pohon Sebelum Pinangan -- Kumpulan Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co