22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memperingati Cetakan ke-100 ‘Laut Bercerita’ di Ubud Writers & Readers Festival 2025, Mengapa Begitu Fenomenal?

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
November 4, 2025
in Khas
Memperingati Cetakan ke-100 ‘Laut Bercerita’ di Ubud Writers & Readers Festival 2025, Mengapa Begitu Fenomenal?

Christina M. Udiani, Leila S. Chudori, dan Debra Yatim di UWRF 2025 │Foto: tatkala/Dede

PERAYAAN cetakan ke-100 novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori menjadi salah satu acara penting di Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2025. Acara yang berlangsung di Alang-Alang Stage pada Jumat malam, 31 Oktober 2025 tersebut menghadirkan Leila S. Chudori, Christina M. Udiani ─ editor senior KPG, serta dimoderatori oleh Debra Yatim ─ jurnalis dan aktivis sosial.

Udara malam Ubud yang lembab tidak mengurangi antusiasme penonton yang memenuhi area acara. Kursi-kursi terisi penuh oleh pembaca setia, mahasiswa, hingga pecinta sastra yang ingin mendengarkan langsung kisah di balik perjalanan panjang novel fenomenal ini. Laut Bercerita, pertama kali diterbitkan pada 2017, menceritakan tentang penculikan aktivis pada 1998 dan perjuangan keluarga mencari orang-orang tercinta yang hilang. Karya ini bukan hanya menggugah emosi pembaca, tetapi juga membuka kembali percakapan tentang ingatan kolektif bangsa terhadap masa kelam sejarah Indonesia.

Dalam diskusi, Leila Chudori mengungkapkan bahwa keberhasilan Laut Bercerita hingga mencapai cetakan ke-100 tidak lepas dari cara pembaca memandang isi novelnya. “Salah satu faktor yang memengaruhi penjualan buku ini mungkin karena pembaca menganggap Laut Bercerita itu seperti membaca sejarah. Meskipun saya berkali-kali mengatakan buku ini adalah fiksi dengan latar belakang sejarah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kekuatan sebuah karya sastra sering kali terletak pada bagaimana penulis membangun karakter-karakternya. “Kalau seorang penulis mengolah karakternya dengan baik, mereka akan seperti temannya pembaca. Setelah buku diselesaikan, kita jadi seperti kehilangan dan berpisah dengan para karakter di dalamnya,” tutur Leila.

Memperingati cetakan ke-100 Laut Bercerita di UWRF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

Christina M. Udiani, editor senior KPG yang mendampingi proses penerbitan novel tersebut, menyoroti peran Laut Bercerita dalam memperkenalkan sejarah kepada generasi muda. “Dari media sosial kami memperhatikan ternyata banyak pembaca yang tidak terlalu paham tentang Orde Baru. Ada sejarah penyiksaan dan penculikan aktivis, ada buku-buku yang sempat dilarang beredar, orang-orang yang dihilangkan. Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin memicu rasa ingin tahu para pembaca Laut Bercerita,” ungkapnya.

Moderator Debra Yatim memberikan pandangan lain tentang alasan novel ini tetap relevan hingga kini. Menurutnya, Laut Bercerita bertahan karena menghadirkan karakter-karakter muda yang kuat dan inspiratif. “Laut Bercerita bisa sampai cetakan ke-100 karena tokoh-tokohnya adalah anak muda, dan kita semua ingin menjadi Laut, Alex, atau Bram. Kalau saya perempuan, saya ingin sekali menjadi Anjani atau Asmara,” katanya, disambut tawa hangat audiens.

Debra menambahkan, penokohan yang kuat seperti dalam Laut Bercerita kini semakin jarang ditemukan dalam sastra Indonesia. “Para pembaca muda mungkin ingin melihat dirinya menjadi contoh yang baik dan benar. Mungkin dalam 25 tahun terakhir kita kurang punya penokohan semacam itu dari karya-karya sastra kita,” ujarnya.

Salah seorang penonton saat bertanya pada sesi diskusi │Foto: tatkala.co/Dede

 

Selain novel, Laut Bercerita juga hadir dalam bentuk film pendek yang disutradarai oleh Pritagita Arianegara. Leila menceritakan bahwa ide pembuatan film itu sudah muncul ketika naskah novelnya masih dalam tahap awal.

“Film pendek ini dibuat untuk mendampingi peluncuran novelnya. Jadi, ketika novelnya masih draf satu, saya sudah membagikan ke beberapa orang, termasuk teman-teman saya yang orang film, salah satunya Wisnu Darmawan, yang sekarang mengelola Yayasan Dian Sastrowardoyo. Suatu ketika Wisnu mengajak untuk membuat film pendek,” jelasnya.

Film tersebut menampilkan aktor-aktor ternama seperti Reza Rahadian, Ayushita Nugraha, dan Dian Sastrowardoyo. Sementara versi terjemahan bahasa Inggrisnya, The Sea Speaks His Name, yang terbit pada 2020, memperluas jangkauan pembaca hingga ke luar negeri. Pencapaian hingga cetakan ke-100 menjadi bukti bahwa karya ini memiliki daya hidup panjang di tengah dunia penerbitan yang terus berubah.

Pemutaran Film Pendek Laut Bercerita di UWRF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

 

Saat sesi diskusi berlangsung, beberapa penonton menyampaikan pertanyaan dan komentar seputar novel tersebut. Mereka menyinggung proses riset, pengalaman emosional Leila saat menulis, hingga dampak novel terhadap pembaca muda. Setelah sesi diskusi, acara pun dilanjutkan dengan pemutaran film pendek Laut Bercerita.

Selama film diputar, suasana menjadi hening. Para penonton menyaksikan dengan khidmat, seolah dibawa kembali ke masa ketika suara-suara keberanian dibungkam. Ketika film berakhir, tepuk tangan panjang bergema ─ sebuah penghormatan bagi karya yang terus menggaungkan ingatan dan empati.

Sesi penandatanganan buku oleh Leila S. Chudori │Foto: tatkala.co/Dede

Acara malam itu ditutup dengan sesi penandatanganan buku. Antrean pengunjung mengular panjang; sebagian membawa edisi pertama yang sudah lusuh, sebagian lagi memegang edisi terbaru. Tak satu pun ingin melewatkan kesempatan untuk mendapatkan tanda tangan Leila, menyapa sang penulis, atau sekadar mengucapkan terima kasih.

Bagi banyak orang, Laut Bercerita bukan sekadar novel. Ia adalah pengingat tentang kehilangan, keberanian, dan pentingnya mengingat masa lalu. Malam di Ubud itu menjadi saksi bahwa cerita yang lahir dari empati dan kejujuran akan selalu menemukan pembacanya, bahkan hingga cetakan ke-100. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: Leila S. ChudorinovelsastraUbud Writers and Readers FestivalUWRFUWRF 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seren Taun Kasepuhan Cisungsang: Harmoni Tradisi, Alam, dan Kemanusiaan

Next Post

Cerita Luh Sukastri dan Wayan Bintaning Tentang Hidup-Mati Tenun Songket Jinengdalem, Buleleng

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Cerita Luh Sukastri dan Wayan Bintaning Tentang Hidup-Mati Tenun Songket Jinengdalem, Buleleng

Cerita Luh Sukastri dan Wayan Bintaning Tentang Hidup-Mati Tenun Songket Jinengdalem, Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co