3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ulu Petanu Waterfall: Permata Tersembunyi di Jantung Kota Gianyar

Ni Komang Deviana by Ni Komang Deviana
October 28, 2025
in Tualang
Ulu Petanu Waterfall: Permata Tersembunyi di Jantung Kota Gianyar

Ulu Petanu Waterfall | Foto: Deviana

APA yang dicari pertama kali dalam sebuah perjalanan ke Bali? Pantai? Barangkali pusat perbelanjaan yang ramai? Atau program yoga di Ubud yang menenangkan pikiran? Barangkali itu benar, namun bagi jiwa-jiwa yang ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kota, alam selalu menyajikan tawaran yang tak bisa ditolak. Ada tempat bagi pelarian sunyi yang mampu menyejukkan pikiran, namanya Ulu Petanu Waterfall.

Ulu Petanu Waterfall, yang berlokasi di Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, adalah sebuah permata yang tersembunyi, dikenal karena keindahan alamnya yang asri dan suasananya yang menenangkan. Air terjun ini merupakan salah satu air terjun yang indah di Bali, yang dikelilingi oleh hutan lebat dan vegetasi hijau, menjadikannya sebagai tempat ideal bagi para pencinta alam dan mereka yang mencari ketenangan.

Ini berawal dari keinginan saya untuk mencari tempat yang tidak terlalu ramai, sebuah pesan panjang dari batin yang ingin “melukat” atau menyucikan diri di air jernih, membuat saya seperti seorang petualang yang menemukan peta harta karun. Kurang lebih petunjuknya berisi lokasi air terjun yang konon menyimpan nilai spiritual dan sejarah, dan ditambah cerita dari teman yang mengatakan bahwa tempat ini masih ‘terawat baik’ dari keramaian wisata massal.

Sebagai seorang yang baru-baru ini mengenal healing dan gemar mendengarkan gemericik air, serta ilmu fotografi yang tak seberapa, saya merasa punya cukup kapasitas untuk mengabadikan keindahan alam pada perjalanan kali ini. Saya hanya takut foto-foto saya tidak dapat menangkap keseluruhan pesona air terjun ini, namun label “pemburu ketenangan” seakan menghantui dan perlu pertanggungjawaban dalam menghadapi tantangan menuruni anak tangga menuju daya tarik utamanya yakni jernihnya air terjun Ulu Petanu Waterfall.

Ulu Petanu Waterfall sendiri terletak di Manik Sawang, Jalan Raya Bayad, Kedisan, Kecamatan Tegallalang, dan lokasinya hanya sekitar 10 menit dari Tegalalang Rice Terraces dan 5 menit dari Pura Tirta Empul.

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 10 hingga 15 meter, dengan aliran air yang kuat dan suara yang menenangkan, sehingga menciptakan suasana yang memukau. Sehari sebelum perjalanan, saya sama sekali belum terpikirkan akan mendapat pengalaman seperti apa.

Malam-malam, saya teringat tentang mata kuliah pariwisata budaya dan heritage yang sudah ditempuh semester lalu. Bergegas saya menyiapkan kamera, handuk kecil, dan bekal air minum. Selain itu, ada juga uang tunai sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 untuk biaya masuk, sebagai bentuk apresiasi untuk masyarakat lokal yang menjaga permata tersembunyi ini. Saya berpikir akan menikmati air terjun ini dengan metode menyatu dengan alam.

Di pagi yang sedikit sejuk, hari menuju Ulu Petanu, giliran saya. Air terjun ini menawarkan pesona yang indah dengan air yang jernih, yang mengalir deras membentuk kolam alami di bawahnya, sempurna untuk berendam atau berenang di tengah udara yang sejuk dan segar. Katanya, suasana disini sangat tenang, dikelilingi oleh bebatuan besar, hutan yang lebat dan ini membuat senyum agak merekah.

“Ada wisatawan yang datang pukul delapan pagi, karena banyak yang kesini untuk mencari ketenangan, jadi memang harus datang lebih awal, sehingga dapat menikmati suasana yang lebih sejuk dan menghindari keramaian,” ujar salah seorang staff sembari membenarkan topinya.

Penuturan ini membuat hati semakin bersemangat. Saya yakin air terjun “Ulu Petanu” yang akan saya jelajahi dapat menstimulasi keinginan saya untuk berfoto dan beristirahat sejenak disini.

Dengan berjalan menuruni sekitar 90 anak tangga yang dilengkapi pegangan tangan, saya memasuki area air terjun dengan sedikit kagum. Sudah lama saya tidak memasuki kawasan air terjun yang masih terasa sangat alami.

“Siapa yang mau berendam di air yang jernih ini?” tanya hati saya.

Sontak pikiran itu seperti menemukan ide baru, dengan kompak saya langsung menyiapkan dry bag dan baju ganti penuh semangat. Ada banyak spot yang berkenan menjadi latar belakang foto. Mulai dari jembatan kayu, batu-batu besar di sekitar air terjun, hingga pemandangan tebing alami dan pepohonan hijau yang subur.

Perjalanan diawali dengan menikmati gemericik air yang menenangkan, hingga melakukan swafoto dengan latar belakang air terjun. Di tengah kegiatan saya selipkan waktu untuk berendam dan healing di alam terbuka, sampai pikiran terasa lebih rileks dan menemukan ketenangan batin. Menurut teori fotografi, pencahayaan terbaik adalah saat matahari terbit antara pukul 7 hingga 10 pagi, dan melihat objek air terjun yang memukau dapat menstimulasi hasrat untuk mengabadikan momen, sesuai dengan keinginan saya di awal.

Kegiatan ditutup dengan berendam di kolam alami. Ya, lagi-lagi berendam karena sesejuk itu. Seperti yang dikatakan seorang pemandu wisata lokal, bahwa menikmati air terjun itu 90 persen berendam dan hanya 10 persennya berfoto, maka untuk memenuhi inner child saya, saya mengajak diri ini untuk merasakan air yang dingin dan menyegarkan.

Tempat ini tergolong mampu untuk memanjakan mata, namun untuk menjangkaunya, wisatawan lain harus melalui jalan setapak yang menantang. Pertama, perlu sepatu yang nyaman untuk trekking. Kedua, perlu pakaian ganti dan perlengkapan pribadi. Ketiga, yang paling menjadi keharusan adalah menjaga kebersihan agar keasrian alam di sana tetap lestari.

Lagi pula, pengalaman ini masih belum rampung. Cerita ini masih akan terus berlanjut sampai saya datang lagi ke tempat tersebut dan melihat keindahan yang tak lekang oleh waktu. Ketenangan tidak dapat dilakukan dalam semalam. Ini perihal menyatu dengan alam. Salam wisata. Semoga alam Bali selalu lestari. [T]

Penulis: Komang Deviana
Editor: Adnyana Ole

Tags: air terjunAir Terjun Ulu PetanuGianyarpariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

28 Oktober 2025 : Pemuda dan Masa Depan Bangsa

Next Post

Prof. Surada: Tiga Manfaat Utama Utsawa Dharma Gita

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana, S.Par., seorang individu yang melihat pertama kali sinar matahari pada tanggal 8 Desember 1999 di Kabupaten Gianyar Melalui perjalanan pendidikan yang penuh lika-liku, ia menyelesaikan pendidikan terakhir yakni S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Selain menjadi karyawan swasta, saat ini masih aktif bergerak dalam dunia organisasi kepemudaan dan relawan sosial. Bisa saling terhubung dengannya melalui instagram @nkadeviana

Related Posts

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

Read moreDetails

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails
Next Post
Prof. Surada: Tiga Manfaat Utama Utsawa Dharma Gita

Prof. Surada: Tiga Manfaat Utama Utsawa Dharma Gita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co