23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ulu Petanu Waterfall: Permata Tersembunyi di Jantung Kota Gianyar

Ni Komang Deviana by Ni Komang Deviana
October 28, 2025
in Tualang
Ulu Petanu Waterfall: Permata Tersembunyi di Jantung Kota Gianyar

Ulu Petanu Waterfall | Foto: Deviana

APA yang dicari pertama kali dalam sebuah perjalanan ke Bali? Pantai? Barangkali pusat perbelanjaan yang ramai? Atau program yoga di Ubud yang menenangkan pikiran? Barangkali itu benar, namun bagi jiwa-jiwa yang ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kota, alam selalu menyajikan tawaran yang tak bisa ditolak. Ada tempat bagi pelarian sunyi yang mampu menyejukkan pikiran, namanya Ulu Petanu Waterfall.

Ulu Petanu Waterfall, yang berlokasi di Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, adalah sebuah permata yang tersembunyi, dikenal karena keindahan alamnya yang asri dan suasananya yang menenangkan. Air terjun ini merupakan salah satu air terjun yang indah di Bali, yang dikelilingi oleh hutan lebat dan vegetasi hijau, menjadikannya sebagai tempat ideal bagi para pencinta alam dan mereka yang mencari ketenangan.

Ini berawal dari keinginan saya untuk mencari tempat yang tidak terlalu ramai, sebuah pesan panjang dari batin yang ingin “melukat” atau menyucikan diri di air jernih, membuat saya seperti seorang petualang yang menemukan peta harta karun. Kurang lebih petunjuknya berisi lokasi air terjun yang konon menyimpan nilai spiritual dan sejarah, dan ditambah cerita dari teman yang mengatakan bahwa tempat ini masih ‘terawat baik’ dari keramaian wisata massal.

Sebagai seorang yang baru-baru ini mengenal healing dan gemar mendengarkan gemericik air, serta ilmu fotografi yang tak seberapa, saya merasa punya cukup kapasitas untuk mengabadikan keindahan alam pada perjalanan kali ini. Saya hanya takut foto-foto saya tidak dapat menangkap keseluruhan pesona air terjun ini, namun label “pemburu ketenangan” seakan menghantui dan perlu pertanggungjawaban dalam menghadapi tantangan menuruni anak tangga menuju daya tarik utamanya yakni jernihnya air terjun Ulu Petanu Waterfall.

Ulu Petanu Waterfall sendiri terletak di Manik Sawang, Jalan Raya Bayad, Kedisan, Kecamatan Tegallalang, dan lokasinya hanya sekitar 10 menit dari Tegalalang Rice Terraces dan 5 menit dari Pura Tirta Empul.

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 10 hingga 15 meter, dengan aliran air yang kuat dan suara yang menenangkan, sehingga menciptakan suasana yang memukau. Sehari sebelum perjalanan, saya sama sekali belum terpikirkan akan mendapat pengalaman seperti apa.

Malam-malam, saya teringat tentang mata kuliah pariwisata budaya dan heritage yang sudah ditempuh semester lalu. Bergegas saya menyiapkan kamera, handuk kecil, dan bekal air minum. Selain itu, ada juga uang tunai sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 untuk biaya masuk, sebagai bentuk apresiasi untuk masyarakat lokal yang menjaga permata tersembunyi ini. Saya berpikir akan menikmati air terjun ini dengan metode menyatu dengan alam.

Di pagi yang sedikit sejuk, hari menuju Ulu Petanu, giliran saya. Air terjun ini menawarkan pesona yang indah dengan air yang jernih, yang mengalir deras membentuk kolam alami di bawahnya, sempurna untuk berendam atau berenang di tengah udara yang sejuk dan segar. Katanya, suasana disini sangat tenang, dikelilingi oleh bebatuan besar, hutan yang lebat dan ini membuat senyum agak merekah.

“Ada wisatawan yang datang pukul delapan pagi, karena banyak yang kesini untuk mencari ketenangan, jadi memang harus datang lebih awal, sehingga dapat menikmati suasana yang lebih sejuk dan menghindari keramaian,” ujar salah seorang staff sembari membenarkan topinya.

Penuturan ini membuat hati semakin bersemangat. Saya yakin air terjun “Ulu Petanu” yang akan saya jelajahi dapat menstimulasi keinginan saya untuk berfoto dan beristirahat sejenak disini.

Dengan berjalan menuruni sekitar 90 anak tangga yang dilengkapi pegangan tangan, saya memasuki area air terjun dengan sedikit kagum. Sudah lama saya tidak memasuki kawasan air terjun yang masih terasa sangat alami.

“Siapa yang mau berendam di air yang jernih ini?” tanya hati saya.

Sontak pikiran itu seperti menemukan ide baru, dengan kompak saya langsung menyiapkan dry bag dan baju ganti penuh semangat. Ada banyak spot yang berkenan menjadi latar belakang foto. Mulai dari jembatan kayu, batu-batu besar di sekitar air terjun, hingga pemandangan tebing alami dan pepohonan hijau yang subur.

Perjalanan diawali dengan menikmati gemericik air yang menenangkan, hingga melakukan swafoto dengan latar belakang air terjun. Di tengah kegiatan saya selipkan waktu untuk berendam dan healing di alam terbuka, sampai pikiran terasa lebih rileks dan menemukan ketenangan batin. Menurut teori fotografi, pencahayaan terbaik adalah saat matahari terbit antara pukul 7 hingga 10 pagi, dan melihat objek air terjun yang memukau dapat menstimulasi hasrat untuk mengabadikan momen, sesuai dengan keinginan saya di awal.

Kegiatan ditutup dengan berendam di kolam alami. Ya, lagi-lagi berendam karena sesejuk itu. Seperti yang dikatakan seorang pemandu wisata lokal, bahwa menikmati air terjun itu 90 persen berendam dan hanya 10 persennya berfoto, maka untuk memenuhi inner child saya, saya mengajak diri ini untuk merasakan air yang dingin dan menyegarkan.

Tempat ini tergolong mampu untuk memanjakan mata, namun untuk menjangkaunya, wisatawan lain harus melalui jalan setapak yang menantang. Pertama, perlu sepatu yang nyaman untuk trekking. Kedua, perlu pakaian ganti dan perlengkapan pribadi. Ketiga, yang paling menjadi keharusan adalah menjaga kebersihan agar keasrian alam di sana tetap lestari.

Lagi pula, pengalaman ini masih belum rampung. Cerita ini masih akan terus berlanjut sampai saya datang lagi ke tempat tersebut dan melihat keindahan yang tak lekang oleh waktu. Ketenangan tidak dapat dilakukan dalam semalam. Ini perihal menyatu dengan alam. Salam wisata. Semoga alam Bali selalu lestari. [T]

Penulis: Komang Deviana
Editor: Adnyana Ole

Tags: air terjunAir Terjun Ulu PetanuGianyarpariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

28 Oktober 2025 : Pemuda dan Masa Depan Bangsa

Next Post

Prof. Surada: Tiga Manfaat Utama Utsawa Dharma Gita

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana

Ni Komang Deviana, S.Par., seorang individu yang melihat pertama kali sinar matahari pada tanggal 8 Desember 1999 di Kabupaten Gianyar Melalui perjalanan pendidikan yang penuh lika-liku, ia menyelesaikan pendidikan terakhir yakni S1 Pariwisata Budaya dan Keagamaan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Selain menjadi karyawan swasta, saat ini masih aktif bergerak dalam dunia organisasi kepemudaan dan relawan sosial. Bisa saling terhubung dengannya melalui instagram @nkadeviana

Related Posts

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails
Next Post
Prof. Surada: Tiga Manfaat Utama Utsawa Dharma Gita

Prof. Surada: Tiga Manfaat Utama Utsawa Dharma Gita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co