2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasar Gede Hardjonagoro Solo: Pusat Kuliner dan Oleh-Oleh

Chusmeru by Chusmeru
October 27, 2025
in Tualang
Pasar Gede Hardjonagoro Solo: Pusat Kuliner dan Oleh-Oleh

Pintu gerbang Pasar Gede Hardjonagoro Solo / Foto Dok.Penulis

MENDENGAR nama Kota Solo atau Surakarta, Jawa Tengah, orang pasti mengaitkan dengan sosok Joko Widodo atau Jokowi, Mantan Presiden Republik Indonesia, dan Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden saat ini. Mereka berdua berasal dari Kota Solo dan sama-sama pernah menjabat Walikota Solo. Penyanyi dan pencipta lagu campursari Didi Kempot pun berasal dari Kota Solo.

Kota yang berhawa panas ini memiliki dua perguruan tinggi besar yang banyak diminati mahasiswa. Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo termasuk salah satu perguruang tinggi pelat merah yang ada di Jawa Tengah. Sedangkan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merupakan perguruan tinggi swasta yang ramai diburu mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Suhu di Kota Solo berkisar antara 30 derajat hingga 32 derajat Celcius setiap harinya. Kota ini menjadi salah satu kota yang berhawa panas di Indonesia. Meski demikian, banyak wisatawan yang datang ke Solo untuk berlibur. Motivasi wisatawan berkunjung untuk menyaksikan warisan sejarah dan budaya serta kuliner khas Solo.

Menikmati es dawet telasih di Pasar Gede Hardjonagoro Solo | Foto Dok.Penulis

Surakarta atau Solo juga dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan akulturasi budaya. Salah satu hasil akulturasi budaya yang hingga kini masih bertahan adalah Grebeg Sudiro. Tradisi ini digelar untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Disebut Grebeg Sudiro, karena tradisi ini dilaksanakan di wilayah Kelurahan Sudiroprajan, Solo.

Nuansa akulturasi tampak pada rangkaian acara Grebeg Sudiro yang selalu menyedot animo masyarakat dan wisatawan. Acara diwarnai dengan kirab budaya dan gunungan. Kirab budaya menampilkan karnaval dengan berbagai kesenian, seperti barongsai dan kesenian tradisional Jawa. Gunungan berisi hasil bumi, kue keranjang, dan makanan lainnya yang dibawa dalam kirab, kemudian diperebutkan warga.

Pemasangan ribuan lampion menghiasi jalan-jalan di sekitar lokasi acara, terutama di Jalan Jenderal Sudirman, Solo. Pesta kembang api  biasanya menjadi penutup rangkaian acara. Grebeg Sudiro merupakan wujud harmonisasi keberagaman, toleransi, dan kebanggaan terhadap kearifan lokal di Kota Solo. Tradisi ini juga menjadi  wujud nyata toleransi dan harmoni antara etnis Tionghoa dan Jawa yang hidup berdampingan di Sudiroprajan.

Pasar Gede

Tak lengkap bila ke Solo tidak mengunjungi Pasar Gede Hardjonagoro. Pasar ini merupakan yang terbesar di Kota Surakarta. Pasar Gede pertama berdiri pada tahun 1930 masa kolonial Belanda. Dirancang oleh arsitek Belanda Thomas Karsten, pasar ini memiliki atap yang besar, sehingga diberi nama Pasar Gede atau Pasar Besar.

Kios oleh-oleh khas Solo | Foto Dok.Penulis

Saya bersama keluarga mengunjungi Pasar Gede di tengah teriknya matahari Kota Solo. Tujuan utamanya tentu berburu kuliner dan oleh-oleh khas Solo. Deretan kios menjual aneka makanan dan minuman, oleh-oleh camilan, dan batik Solo. Pengunjung tampak memadati pasar legendaris ini.

Menikmati semangkok es dawet telasih pastinya pilihan tepat di saat suhu udara Kota Solo begitu panas menyengat. Berbeda dengan es dawet daerah lain, es dawet telasih terdiri dari ketan hitam, jenang sumsum, tape ketan, biji telasih, gula cair, santan, dan es batu. Rasanya manis menyegarkan. Harganya relatif murah, 10.000 rupiah per mangkok.

“Saya sudah lebih dari 30 tahun jualan es dawet telasih. Setiap hari selalu banyak pembeli. Apalagi Sabtu dan Minggu,” kata Bu Wiji, penjual es dawet telasih di Pasar Gede Solo.

Bagi yang menyukai jajanan tradisional Solo, terdapat kios yang menawarkan lenjongan.  Jajanan tradisional khas Solo ini terdiri dari berbagai macam kue-kue pasar seperti tiwul, cenil, getuk, klepon, ketan hitam, ketan putih, dan lainnya, yang kemudian disajikan dengan taburan kelapa parut dan siraman gula merah cair. Rasanya tentu campur-campur, antara manis, asin, dan gurih.

Setelah puas menikmati berbagai kuliner di Pasar Gede, pengunjung dapat berburu aneka macam oleh-oleh khas Solo. Abon Solo termasuk salah satu makanan yang kerap dijadikan buah tangan wisatawan. Ada banyak pilihan variasi abon, seperti abon daging sapi maupun daging ayam.

Untuk minuman penghangat tubuh, tersedia oleh-oleh racikan minuman rempah. Kemasannya dalam bungkusan kertas atau plastik. Racikan yang siap seduh itu antara lain wedang uwuh, wedang jahe, wedang kelor, wedang rosella, dan racikan jahe jeruk.

Pedagang nasi liwet di pinggir jalan Kota Solo | Foto Dok.Penulis

Banyak pula camilan berupa keripik maupun kerupuk. Keripik ceker ayam dan keripik belut banyak digemari wisatawan. Rasanya asin dan gurih. Kemasan tidak terlalu besar dan ringan, sehingga mudah untuk dibawa dalam perjalanan. Harganya pun murah, berkisar antara 25 hingga 30 ribu rupiah.

Oleh-oleh lain yang sangat khas Solo adalah intip goreng. Makanan ringan tradisional khas Solo ini terbuat dari kerak nasi yang telah dikeringkan lalu digoreng hingga renyah. Makanan ini memiliki cita rasa gurih, manis, dan asin dan sering dinikmati dengan teh atau kopi sebagai camilan di waktu santai. Intip goreng kerap dijadikan buah tangan wisatawan yang berkunjung ke Solo.

Kota Murah

Kota Solo bukan hanya dikenal dengan keberadaan Keraton Mangkunegaran dan kulinernya saja. Solo juga dikenal sebagai kota dengan biaya hidup yang murah, sehingga Solo sering dijuluki Kota Murah. Tidak seperti Jakarta, biaya hidup di Solo tergolong murah. Harga kebutuhan pokok, baik sayuran maupun makanan sangat murah dibandingkan kota besar lain di Indonesia.

Mencari menu untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam dengan harga yang murah namun tak mengurangi kelezatan sangat mudah ditemui di Kota Solo. Pagi hari banyak ditemui pedagang nasi untuk sarapan dengan harga murah, mulai dari nasi bakar , nasi liwet, maupun susu sapi segar murni yang berjualan di pinggir jalan.

“Saya mulai buka jualan nasi liwet pukul 05.30 pagi,” tutur bu Fatimah, penjual nasi liwet di depan kampus UMS Solo.

Deretan kios kuliner khas Solo | Foto Dok. Penulis

Menu siang hari banyak pilihan kuliner. Salah satu yang sering dicari wisatawan adalah selat Solo, makanan khas Solo yang merupakan perpaduan antara masakan Eropa dan Jawa. Hidangan ini mirip dengan salad yang terdiri dari  bistik daging sapi yang disajikan dengan kuah manis encer, aneka sayuran, kentang goreng, telur rebus, dan keripik kentang. Memiliki cita rasa manis, asam, dan gurih dengan aroma rempah yang khas. 

Bertualang malam hari di Kota Solo tak perlu khawatir untuk menggoyang lidah dan mengisi perut. Banyak kuliner khas yang buka di malam hari. Makanan legenderis Kota Solo di malam hari adalah nasi liwet Bu Wongso Lemu.  Satu porsi nasi liwet Solo disajikan bersama sayur labu siam, ayam suwir, telur pindang, dan dituangkan areh ke atas nasi. Keunikan makan nasi liwet adalah wadah yang terbuat dari daun pisang, menambah aroma sedap dan nikmat.

Menyebut Kota Solo memang bukan hanya tentang Jokowi dan Gibran. Banyak sisi menarik yang melekat dengan Solo. Akulturasi budayanya, biaya hidup yang murah, dan kuliner yang nikmat. Seolah wisatawan ingin datang dan kembali datang ke Solo hanya untuk mengobati rindu lidah mereka akan berbagai olahan makanan dan minuman yang nikmat dan lezat. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: catatan perjalanankulinerpasar oleh-olehsolo
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belajar dari Einstein dan Bohr: Melampaui Ego Menuju Kesadaran Universal

Next Post

Refleksi Kultural dan Spiritualitas dalam Obrolan Ringan Petani Kopi di Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Kultural dan Spiritualitas dalam Obrolan Ringan Petani Kopi di Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng

Refleksi Kultural dan Spiritualitas dalam Obrolan Ringan Petani Kopi di Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co