14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bara Semangat Lintas Generasi: Kisah Putu Chandra dan Warisan Pande Besi Kakek Jegog

Ni Komang Sariasih by Ni Komang Sariasih
October 19, 2025
in Khas
Bara Semangat Lintas Generasi: Kisah Putu Chandra dan Warisan Pande Besi Kakek Jegog

I Wayan Jegog dan cucunya Putu Chandra

DI tengah riuh rendah modernitas Denpasar Timur, denyut sejarah masih terasa kuat dari Pabrik Besi Pande Jegog di Jalan Trenggana, Penatih. Bukan sekadar pabrik, tempat ini adalah saksi bisu ketekunan lintas generasi, yang kini juga dikendalikan oleh tangan terampil I Putu Chandra Danuarta, pemuda kelahiran 3 Mei 2001, serta melanjutkan jejak sang kakek.

Kisah pabrik besi ini bermula jauh sebelum Chandra lahir. Tahun 1970, kakek Jegog memulai segalanya dari sebuah usaha pande tradisional di Bali. Empat tahun kemudian, pada 1974, izin usaha dari Kementerian Perindustrian resmi didapatkan, menandai berdirinya usaha Pande Jegog, yang namanya diambil dari nama kakeknya sendiri, I Wayan Jegog kelahiran 11 Desember 1952.

Putu Chandra, pria berkacamata ini, menceritakan keterlibatannya bukan karena paksaan orang tua, melainkan ketertarikan yang tumbuh dari masa kecil.

“Waktu kecil saya lihat kakek kerja di pabrik besi, ya ikut bantu-bantu. Kalau pengaruh sih nggak ada, nggak ada direcoki dari kecil harus jadi pande. Lihat, akhirnya tertarik sendiri,” kenangnya sambil tersenyum.

Wayan Jegog

Chandra juga menceritakan lebih detail mengapa ia tertarik dengan dunia pande besi ini, dulu ia sangat suka main Roleplay Game (RPG) lalu ia menyebutkan ada salah satu karakternya itu menjadi blacksmith atau penempa dan itu mengingatkannya pada pekerjaan kakeknya jadilah dia tertarik ikut menjadi pande besi.

Meskipun saat SMP hingga SMA ia hanya membantu sepulang sekolah sebelum beranjak bermain layaknya anak muda lain, benih kecintaan terhadap besi sudah tertanam. Kini, ia menjadi penerus, membawa filosofi kakeknya: kerja keras dan konsistensi.

“Maknanya itu bekerja keras, konsistensi, yang di mana dari awalnya berdiri sendiri masih kecil sampai sekarang besar dan bisa menghidupi keluarga,” tegas Chandra.

Inovasi Pande Modern dan Konsistensi Seni Besi

Pande Jegog saat ini mengadopsi sentuhan modern. Selain memproduksi perkakas pande pada umumnya seperti pisau dan blakas (pisau besar khas Bali), mereka juga merambah pembuatan alat-alat berteknologi untuk pertanian, dapur, atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. (UMKM). Pabriknya dibagi dua: bagian depan untuk pande pisau, dan bagian belakang dikhususkan untuk mesin pertanian.

Proses pembuatan pisaulah yang paling menantang. Chandra mengungkapkan, bagian tersulit adalah membentuk mata pisau, yang menuntut ketelitian, kesabaran, dan presisi tinggi. “Kadang kalau produk sudah jadi, dipakai, lalu patah atau cepat rusak, kasihan juga pembelinya,” ujarnya.

Putu Chandra sedang memotong daun pandan dengan mesin

Prosesnya melibatkan kayu paang untuk gagang (pati), cincin kuningan atau besi sebagai penyambung, dan penempaan mata pisau dari plat baja di bara api. Setelah digabungkan menjadi satu kesatuan, pisau kemudian diasah atau disangih hingga tajam.

Chandra melihat pengrajin besi sebagai spesialisasi yang beragam. Usaha Pande Jegog memilih fokus pada pisau, dengan ciri khas desain yang lebih ramping dan praktis, meskipun tetap melayani permintaan untuk pisau besar (blakas) sesuai keinginan konsumen. Kakek Jegog juga pernah membuat keris untuk keperluan adat, menunjukkan kolerasi kuat antara besi, seni, dan spiritualitas Bali.

Tantangan Zaman dan Harapan Regenerasi

Dampak teknologi modern dirasakan sangat membantu. Mesin seperti hydraulic press menggantikan dua tenaga manusia saat menempa, dan mesin pemotong mempermudah pemrosesan besi keras. Pemasaran pun kini lebih mudah melalui media sosial, menjangkau konsumen secara digital dan cepat.

Namun, tantangan terbesar adalah persaingan. “Kita masih manual, sehari hanya bisa keluar 5 sampai 10 pisau, sedangkan perusahaan lebih besar bisa mencapai ratusan,” ungkap Chandra. Selain itu, regenerasi menjadi isu.

“Yang berminat belajar itu sedikit memang,” katanya, tidak menyalahkan karena idealismenya tidak bisa mengalahkan realita perkembangan zaman.

Ia prihatin jika profesi ini punah, “Sangat disayangkan sekali. Salah satu kebudayaan Bali, dari zaman leluhur, kerajaan, sampai modern masih ada pande besi atau tukang besi. Kehilangan pande berarti kehilangan elemen penting yang dibutuhkan masyarakat, seperti pisau petani dan sabit,” tuturnya.

Meski begitu, Chandra optimis. Ia berencana mengembangkan usaha ke ranah ekspor, memperkuat pemasaran digital, dan terus berinovasi dalam desain produk. Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan, tidak hanya materi, tetapi juga mengenalkan pande yang terkenal dengan keterampilan seseorang dalam mengolah logam, karena hal itu menjadi bagian dari pariwisata budaya.

Filosofi Palu dan Besi

Dalam setiap pukulan palu pada besi panas, terdapat makna filosofis yang dipegang teguh. Chandra menjelaskan, proses membakar besi di perapian diibaratkan sebagai penciptaan, identik dengan Dewa Brahma dalam kepercayaan Hindu Bali. Mereka menciptakan atas izin Beliau.

Mengutip pelajaran dari besi, Chandra berujar bijak, “Hidup itu kan seperti ditempa ya. Diberikan cobaan, itu sama dengan ditempa, untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jadi pandelah misalnya ya, menempa untuk belajar, mengerti, ditempa menjadi pribadi yang lebih jadi.”

Toko Pande Jegog

Baginya, pande adalah tentang ketekunan—kerja keras dan konsistensi, menciptakan sesuatu tanpa mudah lelah, dan terus mencoba jika gagal. Besi, benda mati yang dingin, menjadi bagian penting kehidupan setelah diproses, dibakar, ditempa, dan dipoles menjadi pisau yang berguna.

Momen paling berkesan bagi Chandra adalah ketika menciptakan benda dari besi bersama kakeknya dan mendapatkan penghargaan pada lomba teknologi dan inovasi. Ia menyadari, banyak orang hanya melihat pekerjaan ini keras, berat, dan hanya bisa melihat hasilnya. Padahal, ada proses berulang kali dari kegagalan yang tidak terlihat.

“Proses itu yang menjadikan kami handal sekarang. Itu yang kadang tidak dilihat orang-orang,” tutup Chandra, menjadikan warisan palu dan bara api Pande Jegog terus menyala di jantung kebudayaan Bali. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Komang Sariasih
Editor: Adnyana Ole

Tags: denpasarpande besiPenatihUMKMumkm lokal
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

TIMOTHY ADALAH SAYA

Next Post

Festival Kekeruyuuuk! — Perayaan bagi Ayam Petelur, Kesejahteraan Hewan, dan Ekosistem Pangan Berkelanjutan

Ni Komang Sariasih

Ni Komang Sariasih

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Festival Kekeruyuuuk! — Perayaan bagi Ayam Petelur, Kesejahteraan Hewan, dan Ekosistem Pangan Berkelanjutan

Festival Kekeruyuuuk! -- Perayaan bagi Ayam Petelur, Kesejahteraan Hewan, dan Ekosistem Pangan Berkelanjutan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co