25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bara Semangat Lintas Generasi: Kisah Putu Chandra dan Warisan Pande Besi Kakek Jegog

Ni Komang Sariasih by Ni Komang Sariasih
October 19, 2025
in Khas
Bara Semangat Lintas Generasi: Kisah Putu Chandra dan Warisan Pande Besi Kakek Jegog

I Wayan Jegog dan cucunya Putu Chandra

DI tengah riuh rendah modernitas Denpasar Timur, denyut sejarah masih terasa kuat dari Pabrik Besi Pande Jegog di Jalan Trenggana, Penatih. Bukan sekadar pabrik, tempat ini adalah saksi bisu ketekunan lintas generasi, yang kini juga dikendalikan oleh tangan terampil I Putu Chandra Danuarta, pemuda kelahiran 3 Mei 2001, serta melanjutkan jejak sang kakek.

Kisah pabrik besi ini bermula jauh sebelum Chandra lahir. Tahun 1970, kakek Jegog memulai segalanya dari sebuah usaha pande tradisional di Bali. Empat tahun kemudian, pada 1974, izin usaha dari Kementerian Perindustrian resmi didapatkan, menandai berdirinya usaha Pande Jegog, yang namanya diambil dari nama kakeknya sendiri, I Wayan Jegog kelahiran 11 Desember 1952.

Putu Chandra, pria berkacamata ini, menceritakan keterlibatannya bukan karena paksaan orang tua, melainkan ketertarikan yang tumbuh dari masa kecil.

“Waktu kecil saya lihat kakek kerja di pabrik besi, ya ikut bantu-bantu. Kalau pengaruh sih nggak ada, nggak ada direcoki dari kecil harus jadi pande. Lihat, akhirnya tertarik sendiri,” kenangnya sambil tersenyum.

Wayan Jegog

Chandra juga menceritakan lebih detail mengapa ia tertarik dengan dunia pande besi ini, dulu ia sangat suka main Roleplay Game (RPG) lalu ia menyebutkan ada salah satu karakternya itu menjadi blacksmith atau penempa dan itu mengingatkannya pada pekerjaan kakeknya jadilah dia tertarik ikut menjadi pande besi.

Meskipun saat SMP hingga SMA ia hanya membantu sepulang sekolah sebelum beranjak bermain layaknya anak muda lain, benih kecintaan terhadap besi sudah tertanam. Kini, ia menjadi penerus, membawa filosofi kakeknya: kerja keras dan konsistensi.

“Maknanya itu bekerja keras, konsistensi, yang di mana dari awalnya berdiri sendiri masih kecil sampai sekarang besar dan bisa menghidupi keluarga,” tegas Chandra.

Inovasi Pande Modern dan Konsistensi Seni Besi

Pande Jegog saat ini mengadopsi sentuhan modern. Selain memproduksi perkakas pande pada umumnya seperti pisau dan blakas (pisau besar khas Bali), mereka juga merambah pembuatan alat-alat berteknologi untuk pertanian, dapur, atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. (UMKM). Pabriknya dibagi dua: bagian depan untuk pande pisau, dan bagian belakang dikhususkan untuk mesin pertanian.

Proses pembuatan pisaulah yang paling menantang. Chandra mengungkapkan, bagian tersulit adalah membentuk mata pisau, yang menuntut ketelitian, kesabaran, dan presisi tinggi. “Kadang kalau produk sudah jadi, dipakai, lalu patah atau cepat rusak, kasihan juga pembelinya,” ujarnya.

Putu Chandra sedang memotong daun pandan dengan mesin

Prosesnya melibatkan kayu paang untuk gagang (pati), cincin kuningan atau besi sebagai penyambung, dan penempaan mata pisau dari plat baja di bara api. Setelah digabungkan menjadi satu kesatuan, pisau kemudian diasah atau disangih hingga tajam.

Chandra melihat pengrajin besi sebagai spesialisasi yang beragam. Usaha Pande Jegog memilih fokus pada pisau, dengan ciri khas desain yang lebih ramping dan praktis, meskipun tetap melayani permintaan untuk pisau besar (blakas) sesuai keinginan konsumen. Kakek Jegog juga pernah membuat keris untuk keperluan adat, menunjukkan kolerasi kuat antara besi, seni, dan spiritualitas Bali.

Tantangan Zaman dan Harapan Regenerasi

Dampak teknologi modern dirasakan sangat membantu. Mesin seperti hydraulic press menggantikan dua tenaga manusia saat menempa, dan mesin pemotong mempermudah pemrosesan besi keras. Pemasaran pun kini lebih mudah melalui media sosial, menjangkau konsumen secara digital dan cepat.

Namun, tantangan terbesar adalah persaingan. “Kita masih manual, sehari hanya bisa keluar 5 sampai 10 pisau, sedangkan perusahaan lebih besar bisa mencapai ratusan,” ungkap Chandra. Selain itu, regenerasi menjadi isu.

“Yang berminat belajar itu sedikit memang,” katanya, tidak menyalahkan karena idealismenya tidak bisa mengalahkan realita perkembangan zaman.

Ia prihatin jika profesi ini punah, “Sangat disayangkan sekali. Salah satu kebudayaan Bali, dari zaman leluhur, kerajaan, sampai modern masih ada pande besi atau tukang besi. Kehilangan pande berarti kehilangan elemen penting yang dibutuhkan masyarakat, seperti pisau petani dan sabit,” tuturnya.

Meski begitu, Chandra optimis. Ia berencana mengembangkan usaha ke ranah ekspor, memperkuat pemasaran digital, dan terus berinovasi dalam desain produk. Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan, tidak hanya materi, tetapi juga mengenalkan pande yang terkenal dengan keterampilan seseorang dalam mengolah logam, karena hal itu menjadi bagian dari pariwisata budaya.

Filosofi Palu dan Besi

Dalam setiap pukulan palu pada besi panas, terdapat makna filosofis yang dipegang teguh. Chandra menjelaskan, proses membakar besi di perapian diibaratkan sebagai penciptaan, identik dengan Dewa Brahma dalam kepercayaan Hindu Bali. Mereka menciptakan atas izin Beliau.

Mengutip pelajaran dari besi, Chandra berujar bijak, “Hidup itu kan seperti ditempa ya. Diberikan cobaan, itu sama dengan ditempa, untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jadi pandelah misalnya ya, menempa untuk belajar, mengerti, ditempa menjadi pribadi yang lebih jadi.”

Toko Pande Jegog

Baginya, pande adalah tentang ketekunan—kerja keras dan konsistensi, menciptakan sesuatu tanpa mudah lelah, dan terus mencoba jika gagal. Besi, benda mati yang dingin, menjadi bagian penting kehidupan setelah diproses, dibakar, ditempa, dan dipoles menjadi pisau yang berguna.

Momen paling berkesan bagi Chandra adalah ketika menciptakan benda dari besi bersama kakeknya dan mendapatkan penghargaan pada lomba teknologi dan inovasi. Ia menyadari, banyak orang hanya melihat pekerjaan ini keras, berat, dan hanya bisa melihat hasilnya. Padahal, ada proses berulang kali dari kegagalan yang tidak terlihat.

“Proses itu yang menjadikan kami handal sekarang. Itu yang kadang tidak dilihat orang-orang,” tutup Chandra, menjadikan warisan palu dan bara api Pande Jegog terus menyala di jantung kebudayaan Bali. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Komang Sariasih
Editor: Adnyana Ole

Tags: denpasarpande besiPenatihUMKMumkm lokal
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

TIMOTHY ADALAH SAYA

Next Post

Festival Kekeruyuuuk! — Perayaan bagi Ayam Petelur, Kesejahteraan Hewan, dan Ekosistem Pangan Berkelanjutan

Ni Komang Sariasih

Ni Komang Sariasih

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali

Related Posts

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails
Next Post
Festival Kekeruyuuuk! — Perayaan bagi Ayam Petelur, Kesejahteraan Hewan, dan Ekosistem Pangan Berkelanjutan

Festival Kekeruyuuuk! -- Perayaan bagi Ayam Petelur, Kesejahteraan Hewan, dan Ekosistem Pangan Berkelanjutan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co