2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bara Semangat Lintas Generasi: Kisah Putu Chandra dan Warisan Pande Besi Kakek Jegog

Ni Komang Sariasih by Ni Komang Sariasih
October 19, 2025
in Khas
Bara Semangat Lintas Generasi: Kisah Putu Chandra dan Warisan Pande Besi Kakek Jegog

I Wayan Jegog dan cucunya Putu Chandra

DI tengah riuh rendah modernitas Denpasar Timur, denyut sejarah masih terasa kuat dari Pabrik Besi Pande Jegog di Jalan Trenggana, Penatih. Bukan sekadar pabrik, tempat ini adalah saksi bisu ketekunan lintas generasi, yang kini juga dikendalikan oleh tangan terampil I Putu Chandra Danuarta, pemuda kelahiran 3 Mei 2001, serta melanjutkan jejak sang kakek.

Kisah pabrik besi ini bermula jauh sebelum Chandra lahir. Tahun 1970, kakek Jegog memulai segalanya dari sebuah usaha pande tradisional di Bali. Empat tahun kemudian, pada 1974, izin usaha dari Kementerian Perindustrian resmi didapatkan, menandai berdirinya usaha Pande Jegog, yang namanya diambil dari nama kakeknya sendiri, I Wayan Jegog kelahiran 11 Desember 1952.

Putu Chandra, pria berkacamata ini, menceritakan keterlibatannya bukan karena paksaan orang tua, melainkan ketertarikan yang tumbuh dari masa kecil.

“Waktu kecil saya lihat kakek kerja di pabrik besi, ya ikut bantu-bantu. Kalau pengaruh sih nggak ada, nggak ada direcoki dari kecil harus jadi pande. Lihat, akhirnya tertarik sendiri,” kenangnya sambil tersenyum.

Wayan Jegog

Chandra juga menceritakan lebih detail mengapa ia tertarik dengan dunia pande besi ini, dulu ia sangat suka main Roleplay Game (RPG) lalu ia menyebutkan ada salah satu karakternya itu menjadi blacksmith atau penempa dan itu mengingatkannya pada pekerjaan kakeknya jadilah dia tertarik ikut menjadi pande besi.

Meskipun saat SMP hingga SMA ia hanya membantu sepulang sekolah sebelum beranjak bermain layaknya anak muda lain, benih kecintaan terhadap besi sudah tertanam. Kini, ia menjadi penerus, membawa filosofi kakeknya: kerja keras dan konsistensi.

“Maknanya itu bekerja keras, konsistensi, yang di mana dari awalnya berdiri sendiri masih kecil sampai sekarang besar dan bisa menghidupi keluarga,” tegas Chandra.

Inovasi Pande Modern dan Konsistensi Seni Besi

Pande Jegog saat ini mengadopsi sentuhan modern. Selain memproduksi perkakas pande pada umumnya seperti pisau dan blakas (pisau besar khas Bali), mereka juga merambah pembuatan alat-alat berteknologi untuk pertanian, dapur, atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. (UMKM). Pabriknya dibagi dua: bagian depan untuk pande pisau, dan bagian belakang dikhususkan untuk mesin pertanian.

Proses pembuatan pisaulah yang paling menantang. Chandra mengungkapkan, bagian tersulit adalah membentuk mata pisau, yang menuntut ketelitian, kesabaran, dan presisi tinggi. “Kadang kalau produk sudah jadi, dipakai, lalu patah atau cepat rusak, kasihan juga pembelinya,” ujarnya.

Putu Chandra sedang memotong daun pandan dengan mesin

Prosesnya melibatkan kayu paang untuk gagang (pati), cincin kuningan atau besi sebagai penyambung, dan penempaan mata pisau dari plat baja di bara api. Setelah digabungkan menjadi satu kesatuan, pisau kemudian diasah atau disangih hingga tajam.

Chandra melihat pengrajin besi sebagai spesialisasi yang beragam. Usaha Pande Jegog memilih fokus pada pisau, dengan ciri khas desain yang lebih ramping dan praktis, meskipun tetap melayani permintaan untuk pisau besar (blakas) sesuai keinginan konsumen. Kakek Jegog juga pernah membuat keris untuk keperluan adat, menunjukkan kolerasi kuat antara besi, seni, dan spiritualitas Bali.

Tantangan Zaman dan Harapan Regenerasi

Dampak teknologi modern dirasakan sangat membantu. Mesin seperti hydraulic press menggantikan dua tenaga manusia saat menempa, dan mesin pemotong mempermudah pemrosesan besi keras. Pemasaran pun kini lebih mudah melalui media sosial, menjangkau konsumen secara digital dan cepat.

Namun, tantangan terbesar adalah persaingan. “Kita masih manual, sehari hanya bisa keluar 5 sampai 10 pisau, sedangkan perusahaan lebih besar bisa mencapai ratusan,” ungkap Chandra. Selain itu, regenerasi menjadi isu.

“Yang berminat belajar itu sedikit memang,” katanya, tidak menyalahkan karena idealismenya tidak bisa mengalahkan realita perkembangan zaman.

Ia prihatin jika profesi ini punah, “Sangat disayangkan sekali. Salah satu kebudayaan Bali, dari zaman leluhur, kerajaan, sampai modern masih ada pande besi atau tukang besi. Kehilangan pande berarti kehilangan elemen penting yang dibutuhkan masyarakat, seperti pisau petani dan sabit,” tuturnya.

Meski begitu, Chandra optimis. Ia berencana mengembangkan usaha ke ranah ekspor, memperkuat pemasaran digital, dan terus berinovasi dalam desain produk. Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan, tidak hanya materi, tetapi juga mengenalkan pande yang terkenal dengan keterampilan seseorang dalam mengolah logam, karena hal itu menjadi bagian dari pariwisata budaya.

Filosofi Palu dan Besi

Dalam setiap pukulan palu pada besi panas, terdapat makna filosofis yang dipegang teguh. Chandra menjelaskan, proses membakar besi di perapian diibaratkan sebagai penciptaan, identik dengan Dewa Brahma dalam kepercayaan Hindu Bali. Mereka menciptakan atas izin Beliau.

Mengutip pelajaran dari besi, Chandra berujar bijak, “Hidup itu kan seperti ditempa ya. Diberikan cobaan, itu sama dengan ditempa, untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jadi pandelah misalnya ya, menempa untuk belajar, mengerti, ditempa menjadi pribadi yang lebih jadi.”

Toko Pande Jegog

Baginya, pande adalah tentang ketekunan—kerja keras dan konsistensi, menciptakan sesuatu tanpa mudah lelah, dan terus mencoba jika gagal. Besi, benda mati yang dingin, menjadi bagian penting kehidupan setelah diproses, dibakar, ditempa, dan dipoles menjadi pisau yang berguna.

Momen paling berkesan bagi Chandra adalah ketika menciptakan benda dari besi bersama kakeknya dan mendapatkan penghargaan pada lomba teknologi dan inovasi. Ia menyadari, banyak orang hanya melihat pekerjaan ini keras, berat, dan hanya bisa melihat hasilnya. Padahal, ada proses berulang kali dari kegagalan yang tidak terlihat.

“Proses itu yang menjadikan kami handal sekarang. Itu yang kadang tidak dilihat orang-orang,” tutup Chandra, menjadikan warisan palu dan bara api Pande Jegog terus menyala di jantung kebudayaan Bali. [T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Komang Sariasih
Editor: Adnyana Ole

Tags: denpasarpande besiPenatihUMKMumkm lokal
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

TIMOTHY ADALAH SAYA

Next Post

Festival Kekeruyuuuk! — Perayaan bagi Ayam Petelur, Kesejahteraan Hewan, dan Ekosistem Pangan Berkelanjutan

Ni Komang Sariasih

Ni Komang Sariasih

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Festival Kekeruyuuuk! — Perayaan bagi Ayam Petelur, Kesejahteraan Hewan, dan Ekosistem Pangan Berkelanjutan

Festival Kekeruyuuuk! -- Perayaan bagi Ayam Petelur, Kesejahteraan Hewan, dan Ekosistem Pangan Berkelanjutan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co