2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Lontar ke Layar Digital: Suara Mpu Kuturan Menggema di Thailand

I Nengah Juliawan by I Nengah Juliawan
October 7, 2025
in Khas
Dari Lontar ke Layar Digital: Suara Mpu Kuturan Menggema di Thailand

Dari Lontar Ke Layar Digital: Suara Mpu Kuturan Menggema di Thailand

DI jantung Pulau Dewata, di tengah riak zaman yang terus berubah, sebuah adagium menjadi suluh bagi sebuah institusi pendidikan tinggi: Cahaya Ilmu Menerangi Peradaban. Moto ini bukan sekadar untaian kata, melainkan denyut nadi filosofis bagi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja. Ia adalah sebuah panggilan untuk bertindak, sebuah mandat untuk memastikan bahwa warisan pencerahan yang tersimpan dalam helai-helai lontar tidak meredup ditelan masa, melainkan bertransformasi menjadi pijar baru yang mampu menyinari relung-relung peradaban digital kontemporer. Dari cahaya aksara kuno yang tergores di atas daun lontar, kini lahir cahaya baru yang terpancar dari layar gawai sebuah metamorfosis yang didorong oleh kecendekiaan dan visi.

Di tengah derap langkah kemajuan ini, sebuah krisis senyap membayangi. Sebuah kesenjangan budaya menganga antara generasi pewaris dan harta sastra. Di satu sisi, kekayaan tak ternilai dari cerita-cerita tradisional Bali, khususnya Carita Tantri, terancam menjadi artefak beku yang tak lagi mampu berkomunikasi dengan generasi muda. Di sisi lain, generasi digital native fasih dalam bahasa gambar bergerak, interaktivitas, dan konektivitas instan, namun gagap dalam memahami bahasa simbolik para leluhurnya.

Menjawab tantangan inilah, dari denyut intelektual IAHN Mpu Kuturan, lahir sebuah mahakarya yang menjadi manifestasi paripurna dari visi dan status barunya: SAKTI (Sastra Animasi Interaktif).

Jauh sebelum era digital, kebudayaan Bali telah memiliki sebuah taman kebijaksanaan yang rimbun dan tak pernah kering sumber mata airnya. Taman itu adalah Carita Tantri, sebuah khazanah sastra yang diibaratkan laksana taman yang dipenuhi tanaman dengan bunga dan buah yang lezat. Lebih dari sekadar kumpulan fabel atau dongeng pengantar tidur, Tantri adalah sebuah kitab kehidupan yang memuat ajaran luhur tentang kecerdasan, kepantasan, kepatutan, ajaran, serta pesan-pesan moral.

Tantri bukanlah sekadar cerita, melainkan cermin peradaban. Namun, di persimpangan zaman ini, cermin itu mulai memudar. Gema kebijaksanaannya kian sayup di tengah riuh rendahnya arus informasi global. sebuah pemahaman fundamental muncul. Masalahnya bukanlah penolakan generasi muda terhadap nilai-nilai kebijaksanaan itu sendiri, melainkan penolakan terhadap medium penyampaiannya yang dianggap usang. Mereka tidak menolak pesan moral tentang kecerdikan, kejujuran, atau kesetiaan yang diajarkan Tantri; mereka hanya tidak lagi terkoneksi dengan metode penyampaian tradisional seperti pembacaan teks atau penuturan lisan.

Kesenjangan yang terjadi adalah kesenjangan medium. Tingginya angka keterlibatan dengan media digital, yang pada awalnya tampak sebagai ancaman, sesungguhnya bukanlah masalah, melainkan kunci dari solusi. Ini menunjukkan bahwa untuk menjembatani jurang generasi, yang dibutuhkan bukanlah perlawanan terhadap arus digital, melainkan strategi cerdas untuk berlayar di atasnya. Tantangannya bukan untuk menarik kaum muda keluar dari dunia digital mereka, tetapi untuk secara strategis mengisi ruang digital tersebut dengan konten budaya yang dikemas ulang secara inovatif dan relevan.

Proyek SAKTI lahir dari pemahaman ini, dengan keyakinan bahwa kebijaksanaan Tantri bersifat abadi, namun wadahnya harus senantiasa kontemporer.

Sebagai jawaban atas tantangan zaman, IAHN Mpu Kuturan tidak tinggal diam. Dari ruang-ruang diskusi akademis dan lokakarya kreatif, lahir sebuah inisiatif visioner yang diberi nama SAKTI (Sastra Animasi Interaktif). SAKTI bukanlah sekadar proyek perangkat lunak, melainkan sebuah karya adiluhung dari para perajin digital sebuah jembatan kokoh yang dibangun untuk menghubungkan kebijaksanaan masa lampau dengan lanskap masa depan. Ia adalah manifestasi dari sebuah tekad untuk merajut kembali benang-benang emas tradisi yang mulai terurai dengan serat-serat kokoh teknologi modern.

Kekuatan sejati di balik SAKTI terletak pada potensi sumber daya manusia (SDM) yang menjadi motor penggeraknya. Tim peneliti proyek ini adalah sebuah mikrokosmos yang merefleksikan keunggulan dan keluasan wawasan IAHN Mpu Kuturan. Kolaborasi yang terjalin melintasi batas-batas disiplin ilmu, menciptakan sebuah sinergi yang langka dan kuat.

Dipimpin oleh I Wayan Juliana, S.S., M.Hum., seorang pakar dari program studi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali, proyek ini memiliki fondasi sastra yang kokoh. Visi artistik dan realisasi visualnya dipercayakan kepada I Putu Ardiyasa, M.Sn., seorang ahli dari program studi Pendidikan Seni dan Budaya Keagamaan Hindu. Kehadiran mereka memastikan bahwa adaptasi narasi dan estetika visual SAKTI tetap setia pada akar budayanya.

Lebih jauh lagi, proyek ini secara sadar melibatkan mahasiswa sebagai tulang punggung penelitian. Kadek Pipin Dwi Mentari dari prodi Pendidikan Seni dan Budaya Keagamaan Hindu dan Ni Luh Wikantari dari prodi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali tidak hanya menjadi subjek penelitian, tetapi diangkat sebagai anggota peneliti. Langkah ini menunjukkan sebuah komitmen yang mendalam terhadap proses regenerasi dan kaderisasi.

Carita Tantri, sebagai media lama yang berbasis teks lontar dan tradisi lisan, tidak ditinggalkan, melainkan dikonvergensikan dengan media baru berupa animasi 3D interaktif. Hasilnya adalah sebuah budaya partisipatif di mana audiens tidak lagi menjadi penonton pasif, tetapi diundang untuk masuk ke dalam narasi, membuat pilihan, dan ikut menentukan alur cerita.

SAKTI mengubah pembaca menjadi pemain, sebuah transformasi yang dimungkinkan oleh konvergensi media. Tujuan utamanya bukanlah untuk menyimpan Carita Tantri di dalam sebuah museum digital, melainkan untuk menanamnya kembali di dalam taman belajar generasi baru. Dengan demikian, IAHN Mpu Kuturan memposisikan dirinya bukan hanya sebagai penjaga warisan budaya, tetapi sebagai pendidik dan revitalisator budaya yang aktif, memastikan bahwa kearifan masa lalu terus tumbuh dan relevan di era digital.

Perjalanan inovatif SAKTI tidak berhenti di ranah lokal maupun nasional. Setelah melalui proses pengembangan dan validasi yang ketat, karya intelektual dari IAHN Mpu Kuturan ini siap melangkahkan kakinya ke panggung dunia.

Puncak dari upaya diseminasi ini adalah sebuah pencapaian yang membanggakan: proyek SAKTI secara resmi diterima untuk dipresentasikan dalam sebuah forum akademis internasional bergengsi, yaitu SSVIT International con 2025, yang akan diselenggarakan di Samut Prakan, Thailand. Momen ini lebih dari sekadar sebuah perjalanan akademis; ia adalah sebuah misi diplomasi budaya, di mana kebijaksanaan luhur Mpu Kuturan, yang kini terbungkus dalam medium digital, akan melintasi batas-batas negara dan bergaung di hadapan komunitas ilmiah global.

Pada pandangan pertama, tema konferensi, “Advancing AI Research and Innovation for Global Sustainability” (Memajukan Riset dan Inovasi AI untuk Keberlanjutan Global), mungkin tampak tidak selaras dengan sebuah proyek yang berakar pada sastra kuno Bali. Namun, di sinilah letak kecerdasan strategis tim peneliti IAHN Mpu Kuturan. Mereka tidak melihat tema ini sebagai sebuah halangan, melainkan sebagai sebuah peluang untuk memperluas wacana tentang keberlanjutan itu sendiri.

Tim berhasil membingkai proyek SAKTI bukan hanya sebagai inovasi teknologi pendidikan, tetapi sebagai sebuah studi kasus yang kuat tentang bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk keberlanjutan sosial dan budaya (social and cultural sustainability). Argumen yang diajukan adalah bahwa sebuah peradaban tidak dapat dikatakan berkelanjutan jika ia kehilangan akar budayanya, identitasnya, dan kearifan lokalnya.

Pencapaian ini membawa implikasi yang jauh lebih dalam. Ketika tim peneliti dari Singaraja berdiri di podium di Thailand, mereka tidak hanya mewakili institusi mereka. Mereka secara efektif melakukan ekspor kekayaan intelektual dan kearifan budaya Indonesia ke panggung dunia. Keberhasilan SAKTI menjadi sebuah anak tangga emas yang vital dalam perjalanan IAHN Mpu Kuturan menuju cita-cita yang lebih tinggi, bahwa IAHN Mpu Kuturan memiliki kapasitas untuk menghasilkan penelitian dan karya yang tidak hanya berdampak secara lokal, tetapi juga berkontribusi pada wacana global.  [T]

Penulis: I Nengah Juliawan
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerita Tantrifilm animasiIAHN Mpu KuturanIMK BalilontarSTAH Mpu KuturanSTAHN Mpu KuturanThailand
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seabrek Emosional dalam Puisi Para Penampil di Open Mic Baca Puisi Rabu Puisi Komunitas Mahima

Next Post

Jro Mangku Sudanta, Barong Keris Dance, dan Nyala Taksu di Desa Guwang

I Nengah Juliawan

I Nengah Juliawan

Lahir di Denpasar. Kini dosen di STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Jro Mangku Sudanta, Barong Keris Dance, dan Nyala Taksu di Desa Guwang

Jro Mangku Sudanta, Barong Keris Dance, dan Nyala Taksu di Desa Guwang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co