13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival ke Uma 2025: Mengenalkan Tanaman Obat di Alam Liar untuk Anak-anak

Son Lomri by Son Lomri
September 29, 2025
in Khas
Festival ke Uma 2025: Mengenalkan Tanaman Obat di Alam Liar untuk Anak-anak

Anak-anak belajar mengenal tanaman obat di Festival ke Uma

JIKA sakit dan perlu obat, maka pergilah ke dokter atau apotek.Demikianlah di jaman sekarang yang kita tahu solusi menuju jalan kesembuhan secara cepat.

Tapi apakah ada jalan lain, yang lebih alternatif?

Ada, kata I Made Radia, seorang penekun tanaman obat, ketika berbicara di depan anak-anak pada acara workshop Mengenal Tanaman Herbal, serangkaian acara Festival ke Uma V tahun 2025 di areal Subak Sidang Rapuh, Marga Dauh Puri, Tabanan, Minggu, 28 September 2025.

Made Radia, biasa dipanggil Pak Made, adalah seorang pensiunan penyuluh Dinas Pertanian Buleleng, yang kini menekuni tanaman obat mengisi hari pensiunnya.

Banyak menanam obat-obatan di pekarangan rumahnya sekarang, sebagai toga (tanaman obat keluarga). Di acara itu, ia menjadi narasumber. Membagi ilmunya pada—yang sebagian besar pesertanya, adalah anak-anak dari SD No.1 Marga Dauh Puri. Juga membagi tanamannya ke mereka.

Gasti—atau biasa juga disapa Dede, siswa kelas 3, bersama teman-temannya sudah duduk di tenda beratap anyam daun-daun kelapa, menunggu Pak Made datang. Ias siap belajar.

Made Radia

Mereka tampak senang ketika Pak Made mulai terlihat dari pintu masuk festival, melewati lelakut, terlihat menjinjing sekantong tanaman obat berupa daun-daun dan akar.

Gasti duduk di baris paling belakang sisi kanan. Ikut menyimak ketika Pak Made mulai menjelaskan, yang dibawanya adalah tumbuhan obat-obatan. Murah meriah. Mudah dijumpai, dan beberapa langka tak mudah dijumpai. Yang perlu dikembangkan di pekarangan rumah.

“Hari ini kita mengenal tanaman obat-obatan yang biasa tumbuh di pekarangan rumah. Tanaman ini sebagai pertolongan pertama, dengan cara meramu daun-daun atau akar,” kata Pak Made.

Mengusir rasa penasaran anak-anak dari apa-apa yang dibawanya itu di kantong plastik. Segera Pak Made mengeluarkannya satu-satu. Ada jahe emprit keluar, daun binahong, dan ada daun sirih. Kemudian ada sreh, dan Jambu atawa sotong.

Kunyit. Terus daun sela (singkong) dan daun kitulud, serta buah tibah juga dikeluarkannya. Tanaman-tanaman itu dibawanya langsung dari rumah.

Mengenal Tanaman Obat dan Manfaatnya

Segeralah Pak Made menjelaskan tentang jahe emprit. Tentang bentuknya, yang membedakan jahe emprit dengan jahe putih, atau jahe lainnya, yaitu pada bentuk.

Jahe emprit bentuknya lebih kecil, karena akarnya tidak panjang sampai lebih dari 30 cm. Jahe ini juga bentuknya lebih pipih, dan warnanya kekuningan dengan serat yang lembut.

Soal manfaat, jahe emprit atau nama lain dari Zingiber Officinale, itu bisa meningkatkan ketahanan tubuh. Juga bisa meningkatkan nafsu makan.

Anak-anak memegang tanaman obat

Cara mengkonsumsinya, bisa dengan cara digeprek, di masukan ke dalam gelas berisi air panas, lalu diminum. Ini ramuan mudah, dan tidak menumbuhkan efek samping.

Lebih lanjut tentang jahe emprit, bisa direbus dan menambahkannya pada racikan kopi di suasana hari yang dingin. Ya, cocok sebagai hidangan penghangat. Dan tanaman ini bisa dibudidayakan dengan mudah di pekarangan rumah. Bahkan, hama untuk mengganggu tanaman ini, nyaris jarang.

“Yang kedua, ada sirih. Untuk menyetop pendarahan, seperti mimisan. Tinggal ambil, bejek, terus ditempel ke bolong hidung,” lanjut Pak Made.

Selain itu, sirih atau nama lain dari piper betle, juga bisa digunakan untuk merawat gigi, agar kuat. Biasanya orang tua dulu itu menggunakannya dengan cara nginang. Sehingga tak aneh jika gigi-gigi orang yang nginang itu sehat, dan bau nafasnya selalu segar.

Lebih lanjut, sirih juga bisa mencegah mual kata Pak Made. Dengan cara direbus lima daun. Lalu meminumnya hangat-hangat. Tanaman ini bisa tumbuh dengan mudah di pekarangan rumah, siapa saja boleh menanamnya.

Manfaat daun singkong, sama seperti daun sirih. Bisa menghentikan pendarahan.

“Yang ketiga, sreh. Bisa memperlancar peredaran darah. Dan juga bisa mengusir nyamuk,” jelas Pak Made.

Tanaman ini bisa dengan mudah ditanam, dan awas, ini tumbuhan mirip sangat dengan ilalang panjang. Jangan salah tanam jangan salah potek. Anak-anak tertawa. Tumbuh sreh juga biasa disebut cimbopogon citratus.

Setelah itu, Pak Made menjelaskan daun binahong (madeira vine). Tumbuhan yang merambat ini, ternyata memiliki khasiat yang penting. Yaitu bisa mempercepat kering luka saat labuh (terjatuh), atau luka bakar.

Jenis-jenis tanaman obat

Daunnya juga bisa mempercepat penyembuhan pasca operasi sesar—bagi perempuan. Dengan cara direbus, diminum airnya.  Sedang untuk luka bakar, dengan cara diwejek daunnya, lalu dibubuhkan atau dioleskan di bagian yang luka. Tunggu beberapa waktu agar khasiat bekerja.

Berbeda dengan khasiat daun kitolod (Hippobroma longiflora). Yang berguna itu dibagian bunganya. Lima atau enam bunga, bisa dimasukkan ke dalam air di dalam gelas. Terus dibasuhkan ke mata, untuk menyembuhkan mata yang rabun atau sakit, kata Pak Made.

“Terus ada juga daun salam. Untuk menurunkan asam urat. Harus sering rutin diminum setiap hari,” lanjut Pak Made.

Kemudian daun basa-basa, atau daun ketapang. Selain biasa digunakan di upacara yadnya. Daun ini juga bisa berfungsi sebagai obat. Berguna untuk menghangatkan tubuh, baik biji atau akar atau batangnya, dengan cara dibuat boreh. Di pekarangan, tanaman ini cukup langka sekarang, sehingga perlu ditanam di pekarangan.

Tidak seperti papaya, yang mudah ditemukan dimana-mana. Pohon papaya, daunnya itu memiliki manfaat besar untuk mengusir nyamuk di musim nyamuk. Caranya sederhana. Cukup dibuatkan minuman. Bisa diblender atau ditumbuk, saring, dan minumlah secukupnya.

Selanjutnya ada cabe puyeng, yang masih satu keluarga dengan sirih-sirihan. Cabe ini biasa juga digunakan sebagai jamu, selain digunakan bumbu dapur. Manfaat cabe ini bisa meredakan batuk, dan masuk angin, bahkan bronkitis juga.

Dan yang lebih ditunggu-tunggu oleh Gasti, adalah penjelasan tentang jambu. Pak Made membawa dua jambu dan beberapa daunnya yang masih tercantel di satu ranting. Agaknya, Gasti tergoda.

Di satu kesempatan, Nyoman Budarsana yang menjadi moderator ketika itu, menyilahkan anak-anak untuk berani maju ke depan, dan menjelaskan manfaat yang mereka ketahui tentang beberapa tanaman obat yang dibawa Pak Made.

Tanpa fafifuheho, Gasti maju. Gasti menerangkan jika jambu, bermanfaat untuk rujak.

“Saya pernah mencurinya di tetagga saya,” humor Gasti, yang membuat anak-anak yang lain tertawa.

Jawaban Gasti benar, tapi perbuatannya di masa lalu tidak benar. Hehe. Lanjut Pak Made menjelaskan, bahwa selain digunakan untuk rujak, buah jambu dan pucuk daunnya, bisa digunakan untuk menyembuhkan diare.

Gasti memegang daun jambu

Caranya sederhana, cukup diblender daunnya, disaring, lalu diminum. Atau kebanyakan orang juga menyebutnya sebagai oralit.

Dan ketika itu, usai Gasti, ada juga Savitri yang maju ke depan. Ia bercerita perjumpaan kali peratamanya dengan jahe, itu dari dapur ketika ibunya memasak.

Namun soal manfaat selain untuk bumbu dapur, Savitri mengaku baru tahu jika jahe, juga adalah obat—selepas Pak Made menjelaskan aneka ragam tanaman obat.

Di akhir acara itu, ketika beberapa peserta maju, mereka diberikan tanaman obat yang dijelaskan oleh Pak Made. Gasti mendapatkan tanaman jambu juga jambunya. Lalu merujaknya bersama teman-teman.

Dasar Gasti, si bocah aktif dan tengil, juga pintar. Berhentilah mencuriiii. Hehe.

Sebelum pulang, Pak Made menyayangkan, waktu perjumpaan yang singkat dan keterbatasan alat-alat, tidak bisa praktek secara langsung cara meramu tanaman-tanaman itu, kepada anak-anak.

Tapi walaupun demikian, anak-anak tetap masih merasa gembira. Mendapatkan banyak wawasan, salah satunya tentang bentuk dan manfaat tanaman obat, juga tanamannya.

“Mari kita coba tanam di pekarangan rumah masing-masing. Ini adalah apotek hidup.” kata Pak Made, di sela membagi tanamannya kepada anak-anak.

Di lain kesempatan festival ini tahun depan, Nyoman Budarsana—sebagai penyelenggara, akan menyediakan waktu dan fasilitas yang memungkinkan, jika anggarannya memadai. Semoga selalu datang hal-hal baik. Aamiin. [T]

Tags: Festival ke Umatanaman obat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memanusiakan Pariwisata, Mungkinkah?

Next Post

Anak-anak Main Pukul Main Warna dari Tumbuhan dalam Workshop Ecoprint Festival ke Uma 2025

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Anak-anak Main Pukul Main Warna dari Tumbuhan dalam  Workshop Ecoprint Festival ke Uma 2025

Anak-anak Main Pukul Main Warna dari Tumbuhan dalam Workshop Ecoprint Festival ke Uma 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co