2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival ke Uma 2025: Mengenalkan Tanaman Obat di Alam Liar untuk Anak-anak

Son Lomri by Son Lomri
September 29, 2025
in Khas
Festival ke Uma 2025: Mengenalkan Tanaman Obat di Alam Liar untuk Anak-anak

Anak-anak belajar mengenal tanaman obat di Festival ke Uma

JIKA sakit dan perlu obat, maka pergilah ke dokter atau apotek.Demikianlah di jaman sekarang yang kita tahu solusi menuju jalan kesembuhan secara cepat.

Tapi apakah ada jalan lain, yang lebih alternatif?

Ada, kata I Made Radia, seorang penekun tanaman obat, ketika berbicara di depan anak-anak pada acara workshop Mengenal Tanaman Herbal, serangkaian acara Festival ke Uma V tahun 2025 di areal Subak Sidang Rapuh, Marga Dauh Puri, Tabanan, Minggu, 28 September 2025.

Made Radia, biasa dipanggil Pak Made, adalah seorang pensiunan penyuluh Dinas Pertanian Buleleng, yang kini menekuni tanaman obat mengisi hari pensiunnya.

Banyak menanam obat-obatan di pekarangan rumahnya sekarang, sebagai toga (tanaman obat keluarga). Di acara itu, ia menjadi narasumber. Membagi ilmunya pada—yang sebagian besar pesertanya, adalah anak-anak dari SD No.1 Marga Dauh Puri. Juga membagi tanamannya ke mereka.

Gasti—atau biasa juga disapa Dede, siswa kelas 3, bersama teman-temannya sudah duduk di tenda beratap anyam daun-daun kelapa, menunggu Pak Made datang. Ias siap belajar.

Made Radia

Mereka tampak senang ketika Pak Made mulai terlihat dari pintu masuk festival, melewati lelakut, terlihat menjinjing sekantong tanaman obat berupa daun-daun dan akar.

Gasti duduk di baris paling belakang sisi kanan. Ikut menyimak ketika Pak Made mulai menjelaskan, yang dibawanya adalah tumbuhan obat-obatan. Murah meriah. Mudah dijumpai, dan beberapa langka tak mudah dijumpai. Yang perlu dikembangkan di pekarangan rumah.

“Hari ini kita mengenal tanaman obat-obatan yang biasa tumbuh di pekarangan rumah. Tanaman ini sebagai pertolongan pertama, dengan cara meramu daun-daun atau akar,” kata Pak Made.

Mengusir rasa penasaran anak-anak dari apa-apa yang dibawanya itu di kantong plastik. Segera Pak Made mengeluarkannya satu-satu. Ada jahe emprit keluar, daun binahong, dan ada daun sirih. Kemudian ada sreh, dan Jambu atawa sotong.

Kunyit. Terus daun sela (singkong) dan daun kitulud, serta buah tibah juga dikeluarkannya. Tanaman-tanaman itu dibawanya langsung dari rumah.

Mengenal Tanaman Obat dan Manfaatnya

Segeralah Pak Made menjelaskan tentang jahe emprit. Tentang bentuknya, yang membedakan jahe emprit dengan jahe putih, atau jahe lainnya, yaitu pada bentuk.

Jahe emprit bentuknya lebih kecil, karena akarnya tidak panjang sampai lebih dari 30 cm. Jahe ini juga bentuknya lebih pipih, dan warnanya kekuningan dengan serat yang lembut.

Soal manfaat, jahe emprit atau nama lain dari Zingiber Officinale, itu bisa meningkatkan ketahanan tubuh. Juga bisa meningkatkan nafsu makan.

Anak-anak memegang tanaman obat

Cara mengkonsumsinya, bisa dengan cara digeprek, di masukan ke dalam gelas berisi air panas, lalu diminum. Ini ramuan mudah, dan tidak menumbuhkan efek samping.

Lebih lanjut tentang jahe emprit, bisa direbus dan menambahkannya pada racikan kopi di suasana hari yang dingin. Ya, cocok sebagai hidangan penghangat. Dan tanaman ini bisa dibudidayakan dengan mudah di pekarangan rumah. Bahkan, hama untuk mengganggu tanaman ini, nyaris jarang.

“Yang kedua, ada sirih. Untuk menyetop pendarahan, seperti mimisan. Tinggal ambil, bejek, terus ditempel ke bolong hidung,” lanjut Pak Made.

Selain itu, sirih atau nama lain dari piper betle, juga bisa digunakan untuk merawat gigi, agar kuat. Biasanya orang tua dulu itu menggunakannya dengan cara nginang. Sehingga tak aneh jika gigi-gigi orang yang nginang itu sehat, dan bau nafasnya selalu segar.

Lebih lanjut, sirih juga bisa mencegah mual kata Pak Made. Dengan cara direbus lima daun. Lalu meminumnya hangat-hangat. Tanaman ini bisa tumbuh dengan mudah di pekarangan rumah, siapa saja boleh menanamnya.

Manfaat daun singkong, sama seperti daun sirih. Bisa menghentikan pendarahan.

“Yang ketiga, sreh. Bisa memperlancar peredaran darah. Dan juga bisa mengusir nyamuk,” jelas Pak Made.

Tanaman ini bisa dengan mudah ditanam, dan awas, ini tumbuhan mirip sangat dengan ilalang panjang. Jangan salah tanam jangan salah potek. Anak-anak tertawa. Tumbuh sreh juga biasa disebut cimbopogon citratus.

Setelah itu, Pak Made menjelaskan daun binahong (madeira vine). Tumbuhan yang merambat ini, ternyata memiliki khasiat yang penting. Yaitu bisa mempercepat kering luka saat labuh (terjatuh), atau luka bakar.

Jenis-jenis tanaman obat

Daunnya juga bisa mempercepat penyembuhan pasca operasi sesar—bagi perempuan. Dengan cara direbus, diminum airnya.  Sedang untuk luka bakar, dengan cara diwejek daunnya, lalu dibubuhkan atau dioleskan di bagian yang luka. Tunggu beberapa waktu agar khasiat bekerja.

Berbeda dengan khasiat daun kitolod (Hippobroma longiflora). Yang berguna itu dibagian bunganya. Lima atau enam bunga, bisa dimasukkan ke dalam air di dalam gelas. Terus dibasuhkan ke mata, untuk menyembuhkan mata yang rabun atau sakit, kata Pak Made.

“Terus ada juga daun salam. Untuk menurunkan asam urat. Harus sering rutin diminum setiap hari,” lanjut Pak Made.

Kemudian daun basa-basa, atau daun ketapang. Selain biasa digunakan di upacara yadnya. Daun ini juga bisa berfungsi sebagai obat. Berguna untuk menghangatkan tubuh, baik biji atau akar atau batangnya, dengan cara dibuat boreh. Di pekarangan, tanaman ini cukup langka sekarang, sehingga perlu ditanam di pekarangan.

Tidak seperti papaya, yang mudah ditemukan dimana-mana. Pohon papaya, daunnya itu memiliki manfaat besar untuk mengusir nyamuk di musim nyamuk. Caranya sederhana. Cukup dibuatkan minuman. Bisa diblender atau ditumbuk, saring, dan minumlah secukupnya.

Selanjutnya ada cabe puyeng, yang masih satu keluarga dengan sirih-sirihan. Cabe ini biasa juga digunakan sebagai jamu, selain digunakan bumbu dapur. Manfaat cabe ini bisa meredakan batuk, dan masuk angin, bahkan bronkitis juga.

Dan yang lebih ditunggu-tunggu oleh Gasti, adalah penjelasan tentang jambu. Pak Made membawa dua jambu dan beberapa daunnya yang masih tercantel di satu ranting. Agaknya, Gasti tergoda.

Di satu kesempatan, Nyoman Budarsana yang menjadi moderator ketika itu, menyilahkan anak-anak untuk berani maju ke depan, dan menjelaskan manfaat yang mereka ketahui tentang beberapa tanaman obat yang dibawa Pak Made.

Tanpa fafifuheho, Gasti maju. Gasti menerangkan jika jambu, bermanfaat untuk rujak.

“Saya pernah mencurinya di tetagga saya,” humor Gasti, yang membuat anak-anak yang lain tertawa.

Jawaban Gasti benar, tapi perbuatannya di masa lalu tidak benar. Hehe. Lanjut Pak Made menjelaskan, bahwa selain digunakan untuk rujak, buah jambu dan pucuk daunnya, bisa digunakan untuk menyembuhkan diare.

Gasti memegang daun jambu

Caranya sederhana, cukup diblender daunnya, disaring, lalu diminum. Atau kebanyakan orang juga menyebutnya sebagai oralit.

Dan ketika itu, usai Gasti, ada juga Savitri yang maju ke depan. Ia bercerita perjumpaan kali peratamanya dengan jahe, itu dari dapur ketika ibunya memasak.

Namun soal manfaat selain untuk bumbu dapur, Savitri mengaku baru tahu jika jahe, juga adalah obat—selepas Pak Made menjelaskan aneka ragam tanaman obat.

Di akhir acara itu, ketika beberapa peserta maju, mereka diberikan tanaman obat yang dijelaskan oleh Pak Made. Gasti mendapatkan tanaman jambu juga jambunya. Lalu merujaknya bersama teman-teman.

Dasar Gasti, si bocah aktif dan tengil, juga pintar. Berhentilah mencuriiii. Hehe.

Sebelum pulang, Pak Made menyayangkan, waktu perjumpaan yang singkat dan keterbatasan alat-alat, tidak bisa praktek secara langsung cara meramu tanaman-tanaman itu, kepada anak-anak.

Tapi walaupun demikian, anak-anak tetap masih merasa gembira. Mendapatkan banyak wawasan, salah satunya tentang bentuk dan manfaat tanaman obat, juga tanamannya.

“Mari kita coba tanam di pekarangan rumah masing-masing. Ini adalah apotek hidup.” kata Pak Made, di sela membagi tanamannya kepada anak-anak.

Di lain kesempatan festival ini tahun depan, Nyoman Budarsana—sebagai penyelenggara, akan menyediakan waktu dan fasilitas yang memungkinkan, jika anggarannya memadai. Semoga selalu datang hal-hal baik. Aamiin. [T]

Tags: Festival ke Umatanaman obat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memanusiakan Pariwisata, Mungkinkah?

Next Post

Anak-anak Main Pukul Main Warna dari Tumbuhan dalam Workshop Ecoprint Festival ke Uma 2025

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Anak-anak Main Pukul Main Warna dari Tumbuhan dalam  Workshop Ecoprint Festival ke Uma 2025

Anak-anak Main Pukul Main Warna dari Tumbuhan dalam Workshop Ecoprint Festival ke Uma 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co