4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dimas dan Gendys, Kekompakan yang Sempurna Menghasilkan Medali Emas Cabor Dance Sport pada Porprov Bali 2025

Son Lomri by Son Lomri
September 16, 2025
in Persona
Dimas dan Gendys, Kekompakan yang Sempurna Menghasilkan Medali Emas Cabor Dance Sport pada Porprov Bali 2025

Gendys dan Dimas dengan medali emas Porprov Bali 2025 | Foto: KONI Buleleng

INI pasangan atlet dance sport dari Buleleng yang benar-benar kompak. Pasangan itu, Dewa Made Dimas Satria Wicaksana dan Komang Gendys Tari Prameswari.

Atas kekompakan mereka yang sempurna, mereka diganjar medali emas FFA Rising Star Standard, Cabang Olahraga Dance Sport, pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025, Senin, 9 September.

Penampilan mereka di ajang Porprov itu memang sempurna. Mereka berlaga di salah satu ruangan di Univeritas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar, dan pada panggung laga itu, dengan anggun Dimas Satria menggandeng Komang Gendys ke arena dansa.

Penonton menyaksikan seperti tak berkedip. Ketika sebuah lagu Summertime Sadness dari Lana Del Rey itu diputar, mereka seperti sedang ektase pada sebuah tarian slow foxtrot.

Romansa gerakan mereka sangat mengalir, mereka seperti berdansa di sebuah acara pernikahan yang mewah—dengan penuh keanggunan tentu saja.

Dimas dan Gendys berdansa slow foxtrot | Foto: KONI Buleleng

Ketika itu, mereka menarikan dalam kategori Rising Star Standard yang meliputi empat jenis dansa secara bertahap, yakni waltz, tango, slow foxtrot, dan quickstep.

Keempat dansa itu memiliki karakter yang khas. Seperti waltz, misalnya, itu cenderung tarian yang lemah lembut dan halus. Sementara tango, cenderung lebih garang atau seolah-olah sedang bermusuhan, dilakukan secara tegas dan patah-patah gerakannya.

Berbeda lagi dengan slow foxtrot, menurut Dimas, temponya itu justru lebih mirip seperti waltz namun sedikit lebih halus dan mengalir. Kemudian tarian yang paling ceria atau enjoy, itu ada pada quickstep, terdapat akrobatik atau seperti gerakan melompat-lompat, ya, tarian ini sangat energik.

“Setiap tarian atau dansa memiliki musik yang berbeda. Musiknya juga beda dengan latin. Untuk kostumnya yang perempuan itu mengenakan gaun panjang, sedang pria mengenakan tuksedo dan setelan jas tiga potong,” tambah Komang Gendys Tari Prameswari.

Dance sport, memang cabang olahraga yang memadukan antara seni tari dan olahraga. Sehingga setiap pasangan atau perorangan menampilkan kemampuan menari mereka dengan mengutamakan kekuatan fisik, kelincahan, koordinasi, dan kerja sama tim dalam kompetisi yang terstruktur.

Tentu, olahraga ini memiliki dua jenis dansa, yaitu dansa latin dan ballroom standard.

“Tarian ballroom standard itu berakar dari Eropa yang memiliki fokus pada keanggunan, gerakan halus, pelukan erat, dan tarian berpasangan yang menjaga posisi tertutup,” jelas Gendys.

Dimas dan Gendys berdansa slow foxtrot | Foto: KONI Buleleng

Gendys juga menjelaskan perbedaan ballroom standard dengan tarian latin dengan akarnya Amerika Latin dan Karibia yang menampilkan gerakan pinggul yang dinamis, ritme cepat, tarian yang ekspresif, dan gerakan yang lebih lepas.

“Dalam tari Latin pula kostumnya biasanya lebih berwarna, terbuka, dan dirancang untuk meningkatkan gerakan dan gaya tarian. Payet, rumbai, dan warna-warna cerah sering terlihat dalam pakaian tari latin,” lanjut Gendys.

Pada Porprov tahun ini, mereka berlatih sejak bulan Mei-September untuk tampil sangat maksimal. Walaupun sempat kesulitan di stamina dan tingkat atletisitas, tapi mereka mampu menjadi pasangan yang saling membantu ketika di arena dansa.

“Koordinasi dan keselerasan sama pasangan juga harus baik. hal itu dilakukan untuk menghasilkan gerakan yang sinkron, agarn terciptanya tarian yang harmonis, bukan tabrakan,” cerita Gendys soal kesulitan di arena dansa yang bisa diatasi dengan komunikasi yang baik, dan latihan yang maksimal.

Proses Kreatif Dimas dan Gendys

Dewa Made Dimas Satria Wicaksana, atau biasa disapa Dimas, bergabung di cabang olahraga dance sport sejak kelas 2 SMP tahun 2018.

Kemudian berpasangan dengan Gendys ketika bermain pertama di Porprov 2019, dengan hasil medali perunggu di nomor FFA Waltz U-13.

“Porprov 2022 main lagi dan berpasangan sama Gendys dapet medali perak di FFA Tango dan medali perunggu di Amateur Standard. Main di Babak Kualifikasi PON dapet medali perak di FFA Tango,” kata Dimas.

Momen penyerahan medali emas untuk Dimas dan Gendys | Foto: KONI Buleleng

Ia juga pernah ikut lomba ke Malaysia di event Crystal Open DanceSport Championship dan sabet medali emas di Novice I (W, Q), medali emas Novice II (T, F), Youth U-21 (W, T, F, VW, Q), dan medali perak Pre-Amateur (W, T, Q).

“Untuk persiapan Porprov 2025 juga sebenarnya kami jarang bisa latihan bersama karena faktor jarak, saya sendiri lagi berkuliah di Surabaya sedangkan Gendys berkuliah di Singaraja,” lanjutnya.

Walaupun demikian sulitnya bertemu, tapi Dimas masih bisa menyempatkan diri, yaitu ketika di hari libur 4-5 hari ia sempatkan datang ke Singaraja untuk latihan.

“Dan latihan yang intens berdua itu 3 minggu sebelum hari H porprov,” kata Dimas.

Tapi, walaupun dengan hambatan jarak dan waktu, Dimas bagi Gendys adalah pasangan yang kompak, dan ia merasa cocok ketika di arena itu bersama Dimas—walaupun dengan waktu latihan tidak terlalu lama.

Gendys terlibat di cabang olahraga dance sport sudah sejak kecil, sebagaimana ia dulu suka menari.

“Awalnya saya menekuni dalam tari Bali lalu saya mencoba di bidang lain dan saya akhirnya tertarik dan menekuni cabor dance sport ini sejak kelas 5 SD, dan dari situ saya mulai mengikuti berbagai perlombaan,” cerita Gendys.

Sampai di situ, ia juga menjelaskan terdapat perbedaan anara tarian Bali dengan Dance Sport Eropa.

Tarian Bali dengan ekspresi wajah yang kuat, dan diiringan gamelan, jari-jari tangan yang lentik, serta posisi tubuh yang kokoh namun fleksibel, menjadi satu pakem yang khas, yang meliputi agem, tandang, tangkep dan tangkis.

“Sementara itu, dance sport adalah cabang olahraga yang memadukan seni tari dan olahraga, di mana pasangan atau perorangan menampilkan kemampuan menari mereka dengan mengutamakan kekuatan fisik, kelincahan, koordinasi, dan kerja sama tim dalam kompetisi yang terstruktur,” jelas Gendys.

Dance sport bagi Gendys bersifat kompetitif, dengan fokus pada teknik, ketepatan ritme, dan kekompakan pasangan.

Dalam dance sport juga dilatih untuk menari menggunakan sepatu heels, menjaga postur tubuh yang tepat, serta mampu tampil dengan berbagai koreografi berbeda secara bersamaan di satu lantai kompetisi (floor), yang menuntut konsentrasi tinggi dan penguasaan ruang.

Dan pada ajang perlombaan bergengsi, Gendys banyak sekali menorehkan prestasi. Antara lain prestasi-prestasi itu; Juara 3 FFA Waltz Porprov Bali (2019).

Kemudian Juara 1 Standard Solo Under 16 Tanggo Malaysia Crystal Open DanceSport Championship (2023), Slow Foxtrot Malaysia Crystal Open DanceSport Championship (2023), Juara 2 Standard Solo Under 16 Waltz dan Quickstep Malaysia Crystal Open DanceSport Championship (2023).

Gendys dan Dimas dengan medali emas Porprov Bali 2025 | Foto: KONI Buleleng

Selain itu, Juara 1 Novice I Malaysia Crystal Open DanceSport Championship (2023), Juara 1 Novice II Malaysia Crystal Open DanceSport Championship (2023), Juara 1 Youth Under 21 standard Malaysia Crystal Open DanceSport Championship (2023), dan Juara 2 dalam ajang Pre Amateur Standard Malaysia Crystal Open DanceSport Championship (2023).

Di babak Kualifikasi PON XXI di Jogja (2023), Gendys sabet Juara 2 FFA Tanggo. Terus di Fornas Jawa Barat VII (2023), ia Juara 3 FFA QUICKSTEP.

Selanjutnya Juara 2 FFA Waltz di Kejurnas (2022), Kejuaraan DanceSport Bali Open VII (2022), Juara 1 Solo Tango (2022), Juara 1 FFA Tango (2022), Juara 1 Novice A Standard (2022).

Juara 1 FFA Tango Kejuaraan DanceSport Bali Open VIII (2024), Juara 1 Solo Tango Kejuaraan DanceSport Bali Open VIII (2024), Juara 2 FFA Tango Porprov Bali (2022), Juara 3 Amateur Standard Porprov Bali (2022).

Juara 1 Syllabus Chacha Porjar Bali (2023), Juara 2 FFA Waltz Porjar Bali (2023), Juara 1 FFA Quickstep Porjar Bali (2024), Juara 1 FFA Waltz Porjar Bali (2024), Juara 1 Solo Quickstep Porjar Bali (2025), Juara 1 Syincronize Waltz Porjar Bali (2025), dan terakhir Juara 1 FFA Rising Star Standard Porprov Bali (2025).

Tapi apa yang membuat Gendys dan Dimas kompak, ya, sebagaimana mereka sudah berlatih—berpasangan sejak 2019. Selamat Gendys dan Dimas. Teruslah berdansa…[T]

Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: KONI Bulelengolahraga dancesportPorprov BaliPorprov Bali 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seni Sastra dan Seni Rupa

Next Post

Sastra, Zen, dan Kebebasan Jiwa: Membaca Romo Mangun, Hawkins, dan Anand Krishna dengan Kacamata Generasi Kini

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Sastra, Zen, dan Kebebasan Jiwa: Membaca Romo Mangun, Hawkins, dan Anand Krishna dengan Kacamata Generasi Kini

Sastra, Zen, dan Kebebasan Jiwa: Membaca Romo Mangun, Hawkins, dan Anand Krishna dengan Kacamata Generasi Kini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co