13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Minikino Film Week 11, Ruang Pertemuan Inklusif yang Sebenar-benarnya Antara Penonton dan Filmmaker

Son Lomri by Son Lomri
September 14, 2025
in Panggung
Minikino Film Week 11, Ruang Pertemuan Inklusif yang Sebenar-benarnya Antara Penonton dan Filmmaker

Opening Event Minikino Film Week 11 | Foto: Son

PENGUNJUNG biasa yang datang, juga filmmaker yang notabene lokal hingga mancanegara itu, mengantre sangat ramai pada acara Opening Event Minikino Film Week 11 (MFW11) di depan Ruang Taksu Dharma Alaya, Denpasar, Jumat, 12 September 2025.

MFW11 akan berlangsung hingga 19 September mendatang. Dan yang menjadi perhatian pada acara pembukaan atau opening event, sebagian dari para pengunjung, ada yang berkebutuhan khusus. Kemudian setiap dari mereka dilayani sangat baik oleh tim panitia. Menandakan inklusivitas telah terjadi di ruang-festival pagi itu.

Salah satunya Ida Bagus Surya Manuaba atau biasa disapa Gusde, penyandang disabilitas tunanetra yang dilibatkan secara langsung oleh MFW11 tak hanya sebagai penonton biasa, tetapi juga sebagai pengisi audio description di Program Sinema Inklusif bahkan.

Ketika di atas podium di sebuah ruang yang—bisa disebut ruang bioskop itu, ia berdiri ditemani Saffira Nusa Dewi selaku audio description production manager, disaksikan banyak orang di Ruang Taksu sebelum acara pemutaran film pertama digelar.

Saffira dan Gusde (disabilitas tunanetra) saat di atas panggung | Foto: Son

Gusde memberikan kesannya bisa terlibat secara langsung, bahwa MFW11 telah menciptakan ruang inklusi secara nyata. Bahkan Gusde tidak hanya merasa teribat, tetapi juga dilibatkan sebagai manusia—yang, memiliki kesempatan yang sama pada sebuah festival dengan jangkauan global apalagi.

“Kami orang disabilitas tunanetra dilibatkan dari awal, bagaimana dalam menyusun naskah di audio description-nya, kemudian take audio, itu kami dilibatkan dari awal. Baru itu yang dinamakan inklusi, tidak asal saja sebagai bentuk pencitraan. Dan yang saya senang itu, menurut saya itu adalah langkah awal, untuk menyuarakan apa itu inklusi,” kata Gusde.

Apa yang dirasakan oleh Gusde, merupakan bentuk perhatian Minikino Film Week 11 sebagai sarana untuk membuka percakapan dan menumbuhkan empati, di sela menikmati tontonan dengan beragam isu di berbagai negara.

Opening Event Minikino Film Week 11 | Foto: Son

Selepas Opening Event, enam film diputar sebagai kudapan menonton.  Lunch Woman (2024)karya Tokio OOHARA dan Gertjan ZUILHOF, Cening Nepukin I Kawa (2024)karya Epriliana Fitri Ayu Pamungkas, Noo Room (2024) karya Jelena Oroz.

Kemudian A Waiting Room (2024)karya Saw, Ya Hanouni (2024) karya Lyna Tadaunt dan Sofian Chouaib, dan film asal Canada berjudul Blitzmusik (2024) karya Martin Amiot, juga ditonton di serangkaian acara pembukaan.

Pada film Blitzmusik (2024) karya Martin Amiot, dengan durasi 09:08 menit, cukup membuat ruangan riuh apresiatif. Film itu bercerita tentang dua tantara sedang berperang, terjebak di dalam dua ruangan (tampak seperti ruangan belajar musik) yang disekat satu diding. Mereka saling bermusuhan.

Blitzmusik (2024) karya Martin Amiot diputar selepas Opening Event MFW11 | Foto: Son

Ketika tak ada lagi kemungkinan untuk keluar karena keadaan kacau perang, mereka seakan putus asa untuk saling membunuh satu sama lain setelah bom menghantam ruangan mereka menjadi satu, alias tak ada lagi sekat pembatas.

Ketika reruntuhan tak sengaja jatuh pada tempat pemutaran piringan hitam, musik terdengar. Salah satu tentara kemudian mengambil stick drum, ia membalas keadan kacau itu dengan bermain drum.

Alih-alih setelah tembok itu hancur langsung saling bunuh, mereka justru memilih untuk duel musik. Yang satu main drum, yang satu bermain saksofon. Mereka menghasilkan ryhthem musik jazz yang keras, dengan nuansa, seakan mengacuhkan perang. Di akhir film tertulis “Fuck Thos War”. Film selesai.

Itu film perang tanpa percakapan, tapi memiliki bahasa visual sangat kuat sebagai kritik sosial sebuah penderitaan perang terhadap manusia; militer maupun sipil.

Tapi bagaimana dengan sejumlah penonton yang disabilitas tunanetra, film itu diceritakan dengan narasi yang jernih—mudah dimengerti. Suasana bangunan kacau, seorang tantara mendobrak pintu, menembak, dan bermain musik, itu diceritakan secara lisan sehingga yang tunanetra, bisa mendengarnya walaupun tidak bisa menikmatinya secara visual.

“Minikino Film Week memang memiliki misi membuat sinema inklusif, untuk memberikan kesetaraan pada semua kalangan dan diharapkan bisa menonton bersama dalam satu ruangan dengan nyaman, dan bisa menceritakan kembali film-film itu secara bersama-sama,” kata Saffira Nusa Dewi saat di podium bersama Gusde.

MFW11, Festival Inklusif untuk Berjejaring

Konsep inklusif betul-betul terasa dipersembahkan di Ruang Taksu oleh divisi MFW Education, sebuah divisi di MFW11, telah memainkan peran penting dalam sebuah festival.

Seperti yang dikatakan Direktur Festival MFW11 Edo Wulia saat pembukaan; pendidikan dan inklusivitas adalah bagian tak terpisahkan dari festival.

Lunc Woman (2024) karya Tokio OOHARA dan Gertjan ZULHOF | Foto: Son

“Sejak awal, kami percaya film pendek punya kekuatan untuk menghubungkan orang dan menumbuhkan empati. Pendidikan dengan film pendek bukan sekadar menyampaikan pengetahuan, tapi membuka ruang dialog, memberi pengalaman kolektif, dan mendorong kita memahami dunia dengan cara yang lebih manusiawi. Inilah yang membuat MFW terus relevan dan penting,” jelas Edo Wulia.

Sehingga MFW Education lahir dari kesadaran bahwa potensi film pendek dalam dunia pendidikan sangatlah besar. Dengan durasinya yang singkat namun padat makna itu, film pendek mampu membawa penonton pada isu-isu penting.

“Dari ruang kelas hingga ruang komunitas, film pendek menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk belajar tentang dunia, sekaligus bercermin pada pengalaman hidup yang dekat dengan keseharian mereka,” lanjutnya.

Tahun ini, dari 143 official selected film MFW11 asal 59 negara, sebanyak 58 film pendek dalam 11 program edukasi telah dipilih secara khusus untuk mendukung kegiatan MFW11. Setiap program dilengkapi Panduan Nonton dan Belajar, yang berisi metadata film dan daftar pertanyaan pemantik diskusi.

Panduan ini dirancang agar penonton, terutama pelajar dan mahasiswa, tidak berhenti pada pengalaman menonton semata, tetapi diajak untuk merenung, berdiskusi, dan melatih keterampilan berpikir kritis.

“Film pendek memicu rasa ingin tahu, membangun empati, dan melatih daya pikir kritis. Itulah sebabnya kami bekerja sama dengan sekolah dan komunitas untuk memperluas akses dan menghadirkan pengalaman menonton yang mendalam,” jelas Ritaro Hari Wangsa, dari tim MFW Education.

Sebagai bagian dari program edukasi, MFW11 mengundang guru, pelajar, mahasiswa, dan komunitas dari Denpasar, Badung, Tabanan, hingga Buleleng untuk ikut terlibat secara langsung.

MFW11 akan menayangkan 254 film pendek dari 59 negara tersusun dalam 34 program yang diputar di berbagai titik lokasi lintas kota.

Opening Event Minikino Film Week 11 | Foto: Son

Beberapa titik menonton telah disebar. Di Denpasar, beberapa titik menonton bisa dijumpai di Noena Resort Pererenan, Dharma Negara Alaya, Living Word Denpasar, Mash Denpasar, Alliance Francaise Bali. Sementara di Buleleng, titik menonton terdapat di Kedai Kopi Dekakiang, SMAN Bali Mandara dan Rumah Film Sang Karsa.

Dengan menghadirkan festival ke wilayah-wilayah di luar pusat kota, Minikino telah menjadi akses terhadap pengalaman sinematik ini tidak hanya terbatas di lingkaran urban, melainkan juga menjangkau audiens muda yang lebih luas.

Cening Nepukin I Kawa (2024) karya Epriliana Fitri Ayu Pamungkas | Foto: Son

A Waiting Room (2024) karya Saw | Foto: Son

Ya Hanaouni (2024) karya Lyna Tadount dan Sofian Chouaib | Foto: Son

Selain memiliki perhatian pada jangkauan audiens yang luas, festival ini juga sangat intim dalam membangun percakapan kolektif. Dari Short Film Market hingga Shorts Up dan program tamu internasional, misalnya, MFW11 memosisikan dirinya sebagai ruang di mana pembuat film, penonton, dan profesional bertemu untuk berbagi cerita, belajar satu sama lain, dan membangun jejaring berkelanjutan.

Sehingga bentuk kerja sama dengan Purin Film Fund sangat bermanfaat dalam memperluas kesempatan pembuat film Asia Tenggara untuk menembus pasar internasional. Sementara dukungan British Council dan kemitraan dengan GSFF membuka akses terhadap perspektif baru dan jaringan global.

“Melalui semua kolaborasi ini, MFW11 adalah ruang untuk menemukan, mendengar, dan berbagi cerita. Setiap pertemuan adalah undangan untuk melihat dunia dengan cara yang berbeda,” jelas Fransiska Prihadi, direktur program MFW11. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Tags: film pendekMinikinoMinikino Film WeekMinikino Film Week 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kelam Jiwa Georg Trakl – Puisi, Trauma, Skizofrenia

Next Post

Kelelahan Demokrasi: Mengapa Apati dan Amarah Kini Meletup di Banyak Negara

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

Read moreDetails

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

Read moreDetails

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
0
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

Read moreDetails

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
0
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

Read moreDetails

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
0
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

Read moreDetails

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

Read moreDetails

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

Read moreDetails

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 4, 2026
0
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti...

Read moreDetails
Next Post
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Kelelahan Demokrasi: Mengapa Apati dan Amarah Kini Meletup di Banyak Negara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co