24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemuda Bahas Kebudayaan di CHANDI 2025, Mulai dari Green School Bali hingga Film Animasi

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
September 5, 2025
in Khas
Pemuda Bahas Kebudayaan di CHANDI 2025, Mulai dari Green School Bali hingga Film Animasi

Pemuda berbicara dalam Pleno bertajuk “Culture, Sustainability, and the Future” | Foto: tatkala.co/Bud

Ini mungkin paling menarik dalam dalam perhelatan Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 di Bali. Forum yang menghadirkan para pemimpin kebudayaan dunia ini menyuguhkan diskusi konstruktif dalam memetakan budaya sebagai aset berharga untuk masa depan yang berkelanjutan. Dalam Pleno bertajuk “Culture, Sustainability, and the Future” itu menghadirkan anak-anak muda sebagai pembicara.

Lihatlah di awal pleno. Pidato kunci (keynote speech) disampaikan oleh Ni Putu Pradnya Lalita Nara, siswa dari Green School Bali. Dalam pidatonya, Pradnya Lalita Nara menyampaikan narasi pentingnya menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari sebuah bangsa yang kaya akan budaya. “Sejak usia dini, anak-anak belajar memainkan gamelan, alat musik Bali, cara menari, cara membuat sesajen, dan cara mengenakan kebaya dengan benar. Kita tidak menunggu dewasa untuk mengenal budaya,” jelasnya.

Menurutnya, di tengah keragaman budaya di Indonesia, sangat besar kemungkinan akan munculnya tantangan berupa perubahan budaya, terutama bagaimana tradisi dilakukan dengan interaksi berkelanjutan. Dirinya menggambarkan bagaimana masyarakat Bali hidup dalam harmoni spiritual dan alam, lalu dihadapkan dengan tantangan peradaban. “Ketika modernisasi mulai masuk, tradisi mempersembahkan yang dahulu hanya menggunakan buah lokal, kini kadang disertai buah impor yang diberi stiker dan dibungkus kemasan plastik,” katanya di hadapan ratusan peserta yang memadati Bali Beach Convention The Meru Sanur.

Pemuda berbicara dalam Pleno bertajuk “Culture, Sustainability, and the Future” | Foto: tatkala.co/Bud

Pradnya Lalita Nara lalu menegaskan, serat alami yang biasa dipakai, kini terkadang digantikan pita sintetis atau bahkan plastik sekali pakai sebagai hiasan. Merespon situasi ini, ia memandang perlunya diskusi terbuka antara pemuda dengan para pemangku kepentingan, komunitas, pemangku agama, orang tua, dan tenaga pendidik.

Pleno yang dimoderatori oleh Putri Trianita Wijayanti, Academic Operations Specialist dari IPMI Institute, juga menghadirkan tiga panelis lainnya, yakni Vice Chairperson of Southeast Asian Culture Heritage Alliance (SEACHA), Fauzi Ismail; sutradara Indonesia, Angga Dwimas Sasongko; dan aktris sekaligus penyanyi asal Jepang, Mainamind.

Vice Chairperson of SEACHA, Fauzi Ismail, mendorong para pemuda turut ambil bagian tak hanya untuk membentuk masa depan, tetapi juga ambil bagian mulai hari ini. “Setiap individu membawa pengalaman dan sudut pandang yang berbeda, termasuk dalam menyikapi teknologi yang terus berkembang. Kaum muda bukan hanya masa depan, tetapi juga bagian penting dari masa kini,” tegasnya.

Memaparkan praktik baik yang telah dilakukan oleh SEACHA, Fauzi menambahkan, pelibatan generasi muda dalam ruang-ruang diskusi warisan budaya harus melampaui peran representasi. Dibutuhkan upaya konkrit untuk memberdayakan suara para pemuda, membekali generasi muda agar mampu memberikan dampak nyata di komunitasnya, sekaligus mampu menyuarakan aspirasinya dalam forum global.

Lebih dari sekadar hadir, para pemuda harus turut merancang dan proaktif dalam memimpin masa depan budaya yang berkelanjutan. Upaya untuk ‘melampaui representasi’ ini harus dibarengi dengan keterampilan dan jejaring antarpemuda, mulai dari komunitas hingga kawasan. “Dengan
memberdayakan pemuda hari ini, kita memastikan bahwa warisan budaya tetap hidup, relevan, dan revolusioner,” katanya.

Selanjutnya, Mainamind, seorang aktris, pengisi suara, sekaligus penyanyi Jepang, hadir untuk menyampaikan pesan penuh makna. Satu mimpi yang ia dambakan yakni sebuah dunia yang dipenuhi cinta, bukan kebencian, atau dunia tanpa perselisihan. Dengan adanya kedamaian, manusia akan saling menggandeng tangan, saling membantu, dan melangkah bersama menuju masa depan yang damai.

Pemuda berbicara dalam Pleno bertajuk “Culture, Sustainability, and the Future” | Foto: tatkala.co/Bud

Dalam kesempatan ini, Mainamind juga memperkenalkan budaya Jepang yang mencerminkan keramahan, kerap disebut sebagai Omotenashi. Namun, bukan hanya sekadar keramahan, tetapi juga sebuah seni yang mengajarkan untuk memperlakukan orang lain sebaik-baiknya, tanpa pamrih.

Nilai ini dapat dicerminkan melalui sikap, bahasa, atau perhatian kecil setulus hati. “Ketika seseorang diperlakukan dengan baik, atau menerima Omotenashi, mereka akan terdorong untuk meneruskan kebaikan tersebut kepada orang lain. Bahkan ketika dikecewakan, mereka tidak akan balas dendam karena keyakinan apabila suatu hari mereka yang pernah menyakiti akan tersentuh dan bangkit pada kebaikan yang sejati,” jelasnya.

Dalam pleno ini, Angga Dwimas Sasongko, CEO Visinema sekaligus sutradara Indonesia yang telah melahirkan deretan film layar lebar, memberikan gagasannya tentang kreativitas dalam produksi film. Angga, yang juga berada di balik kesuksesan film animasi Jumbo, menekankan bahwa karya animasi bukan sekadar hiburan, melainkan medium penting untuk membuka wawasan generasi muda.

Ia menegaskan misinya sebagai seniman muda adalah tidak hanya menjadikan industry animasi Indonesia mampu bersaing di tingkat global, tetapi juga membentuk audiens anak-anak agar tumbuh lebih terbuka, dewasa, inspiratif, dan kreatif. “Film adalah sarana untuk mendidik sekaligus menghibur. Melalui animasi, kita bisa menanamkan pengetahuan dan imajinasi yang akan membentuk generasi mendatang,” ujar Angga.

Melalui pleno ini, para perwakilan generasi muda menegaskan bahwa peran pemuda, kebudayaan, keberlanjutan, dan masa depan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Budaya bukan hanya sebatas warisan, melainkan pondasi bagi sebuah bangsa. Maka dari itu, perlu pembangunan berkelanjutan demi masa depan generasi selanjutnya dengan melestarikan tradisi yang sudah diwariskan oleh para pendahulu. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: CHANDI 2025film animasigreen schoolKementerian Kebudayaanpemuda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Delegasi CHANDI 2025 Ikut Mencanting dan Mewarnai Batik Wastra Nusantara

Next Post

Perempuan, Kartu Pos dan Meneer Cohen

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Perempuan, Kartu Pos dan Meneer Cohen

Perempuan, Kartu Pos dan Meneer Cohen

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co