2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perpustakaan Kontainer di Lapangan Puputan Badung: Mendekatkan Buku kepada Anak-Anak

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
September 1, 2025
in Khas
Perpustakaan Kontainer di Lapangan Puputan Badung: Mendekatkan Buku kepada Anak-Anak

Perpustakaan mini Pusat Informasi Sahabat Anak di Lapangan Puputan Badung | Foto: Ni Wayan Suwini

JARUM jam menunjuk pukul enam sore ketika suasana Lapangan Puputan Badung, Denpasar, mulai lengang. Anak-anak yang sejak sore bermain perlahan diajak pulang, meninggalkan area bermain bersama senja. Di sisi lapangan, tepat di depan area bermain anak, sebuah bangunan warna-warni masih terbuka. Dari luar terlihat sederhana, namun di dalamnya terdapat rak buku berjejer rapi dengan cat mencolok, ada yang berwarna hijau, kuning, merah, dan juga biru, sehingga mampu menarik mata siapapun untuk singgah.

Bangunan itu bukanlah permanen, melainkan sebuah kontainer yang dimodifikasi. Pemerintah Kota Denpasar menatanya menjadi ruang literasi yang ramah anak, beralas matras, penuh warna, dan rak-rak rendah agar mudah dijangkau.

Ya, perpustakaan mini itu dihadirkan sebagai ruang literasi publik semenjak Desember 2024. Posisinya yang sangat strategis, berada di dekat Jalan Udayana, tak jauh dari ikon Patung Catur Muka, membuat perpustakaan ini nyaris tidak bisa terlewatkan bagi mereka yang sedang bermain atau sekadar melintas untuk berolahraga.

Perpustakaan mini Pusat Informasi Sahabat Anak di Lapangan Puputan Badung | Foto: Ni Wayan Suwini

Sore itu, perpustakaan mini sedang dipantau oleh dua orang penjaga perempuan. “Kami di sini kerja pakai sistem rolling, ada yang shift pagi, ada juga yang sore. Setahu saya, kalau jaga pagi itu kadang ramai, kadang sepi,” tutur Luh Putu Wulandari Saputri (24), salah satu penjaga yang sore itu bertugas. Ia kerap dipanggil Kak Wulan.

“Kalau pagi, saat anak-anak TK dan SD olahraga di lapangan, mereka suka mampir sebentar. Tapi kalau sore, hampir selalu ramai karena anak-anak main, sekalian deh ke sini untuk baca-baca,” jawab Kak Wulan sambil mengingat-ingat ketika ditanya mengenai kapan waktu yang ramai pengunjung.

Ketika ditanya soal jam operasional perpustakaan kontainer tersebut, I Dewa Agung Ayu Ari (42)—biasa dipanggil Bu Ayuk—menjawab, “Perpustakaan ini mulai buka dari jam 07.30 sampai 19.30. Biasanya kalau sudah malam itu pasti pengunjung berkurang, soalnya anak-anak yang main juga sudah pulang.”

Sejak pertama kali dibuka, fasilitas ini menuai respon positif. Banyak orang tua dan pengunjung menganggap bahwa keberadaan perpustakaan di tengah publik sangat bermanfaat. Letaknya yang strategis, persis di depan area bermain anak membuat literasi terasa dekat dengan aktivitas sehari-hari.

“Sekarang kan banyak ya anak-anak yang kurang literasi, jadi dibuatlah perpustakaan ini untuk meningkatkan minat baca anak-anak. Menurut saya sendiri, perpustakaan ini sudah cukup membantu untuk meningkatkan kesadaran membaca sejak dini,” jawab Kak Wulan ketika ditanya mengenai pengaruh dari perpustakaan mini tersebut dalam meningkatkan literasi anak-anak sejak dini.

I Dewa Agung Ayu Ari dan Luh Putu Wulandari Saputri, penjaga perpustakaan mini Pusat Informasi Sahabat Anak di Lapangan Puputan Badung | Foto: Ni Wayan Suwini

Fakta rendahnya literasi di Indonesia memang bukan hal baru. Data UNESCO pernah mencatat, Indonesia sempat berada di urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca di negara ini memanglah sangat rendah.

Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, yaitu hanya 0,001%. Jika diperhitungkan, semisal dari 1000 orang Indonesia, hanya ada 1 orang saja yang memiliki minat dalam membaca. Di tengah kondisi tersebut, langkah menghadirkan perpustakaan di ruang publik menjadi terobosan kecil tapi sangat berarti.

Hari-hari menjaga perpustakaan tentu tidak lepas dari cerita lucu sebab di perpustakaan tersebut anak-anak menjadi pengunjung paling dominan. “Biasanya ada tuh anak-anak yang hiperaktif, nah kadang mereka ini nggak bisa diem, suka nanya-nanya, jadinya lucu aja mereka. Kayak ada aja tingkahnya,” cerita Kak Wulan sambil tertawa ketika mengingat tingkah anak-anak yang berkunjung.

Di lain sisi, Bu Ayuk juga ikut menceritakan salah satu cerita lucu yang pernah ia alami. “Pernah juga ada anak kecil yang ngambek gara-gara bukunya nggak boleh dibawa pulang—karena memang aturan di sini seperti itu.” Lalu Bu Ayuk menjelaskan bahwa aturan di perpustakaan tersebut hanya boleh membaca buku di tempat, tidak bisa dipinjam untuk dibawa pulang.

Perpustakaan Fokus Anak

Meski begitu, antusiasme pengunjung tetap tinggi. Setiap hari ada lebih dari puluhan buku dibaca pengunjung—setidaknya berdasarkan data pada daftar kunjungan yang terdapat di perpustakaan tersebut. Ya, Bu Ayuk yang menyambut para pengunjung di meja sebelah kanan biasanya akan memberikan arahan kepada pengunjung untuk mengisi daftar kunjungan terlebih dahulu.

Perpustakaan mini Pusat Informasi Sahabat Anak di Lapangan Puputan Badung | Foto: Ni Wayan Suwini

Daftar kunjungan biasanya lebih banyak terisi ketika sore hari daripada pagi hari dan biasanya pengunjung yang membaca dominan adalah anak-anak. “Koleksi buku-buku di sini lebih banyak untuk anak-anak, buku-buku seperti novel dan lainnya mungkin hanya ada satu dua buah, karena memang di sini kita lebih fokus untuk anak-anak,” tutur Kak Wulan ketika ditanya mengenai koleksi buku yang tersedia.

Ia juga menceritakan bahwa ada beberapa pengunjung yang menyampaikan masukan agar koleksi diperbanyak. Hal itu sudah menjadi bukti bahwa fasilitas ini memberi dampak nyata.

Baik Bu Ayuk maupun Kak Wulan, sebagai penjaga perpustakaan mereka mengaku pada dasarnya keduanya memang gemar membaca dan sangat berharap agar anak-anak ke depannya semakin gemar membaca.

“Saya berharap, anak-anak lebih tertarik sama buku dan dapat mengurangi gadget,” ucap Bu Ayuk. Kebijakan perpustakaan ini juga mendukung hal tersebut. Anak-anak tidak diperbolehkan membawa atau bermain gawai di dalam ruang perpustakaan agar mereka tetap fokus pada buku dan menikmati suasana baca.

Perpustakaan mini Pusat Informasi Sahabat Anak di Lapangan Puputan Badung | Foto: Ni Wayan Suwini

Tak hanya dari penjaga, jawaban anak-anak juga mencerminkan betapa perpustakaan ini sangat bermanfaat. Mang Agus, bocah tujuh tahun yang kerap singgah mengaku lebih suka membaca buku cerita dan buku bergambar binatang. “Senang, soalnya kalau capek main bisa baca buku bentar, lihat buku dulu sambil duduk-duduk di sini,” katanya polos.

Di tengah tantangan rendahnya literasi di Indonesia, perpustakaan mini di Lapangan Puputan Badung ini hadir sebagai ruang alternatif. Dari rak-rak yang penuh warna, dari suara tawa anak-anak yang singgah membaca, tersimpan harapan sederhana bahwa minat baca anak Indonesia masih bisa diusahakan, dijaga, dipupuk kembali agar buku tetap dekat dengan masyarakat— bahkan di tengah hiruk-pikuk kebanyakan ruang publik yang tak ramah anak.[T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Jaswanto

Tags: BadungBukudenpasarLapangan PuputanLiterasiperpustakaan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Enak dan Banyak Pilihan — Deretan Stand Kuliner UMKM di Pesta Rakyat Kementerian Kebudayaan RI

Next Post

Perkara Tanah, Bukan Sengketa Pulau: “Sedumuk Bathuk Senyari Bumi”

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Perkara Tanah, Bukan Sengketa Pulau: “Sedumuk Bathuk Senyari Bumi”

Perkara Tanah, Bukan Sengketa Pulau: "Sedumuk Bathuk Senyari Bumi"

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co