13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perpustakaan Kontainer di Lapangan Puputan Badung: Mendekatkan Buku kepada Anak-Anak

Ni Wayan Suwini by Ni Wayan Suwini
September 1, 2025
in Khas
Perpustakaan Kontainer di Lapangan Puputan Badung: Mendekatkan Buku kepada Anak-Anak

Perpustakaan mini Pusat Informasi Sahabat Anak di Lapangan Puputan Badung | Foto: Ni Wayan Suwini

JARUM jam menunjuk pukul enam sore ketika suasana Lapangan Puputan Badung, Denpasar, mulai lengang. Anak-anak yang sejak sore bermain perlahan diajak pulang, meninggalkan area bermain bersama senja. Di sisi lapangan, tepat di depan area bermain anak, sebuah bangunan warna-warni masih terbuka. Dari luar terlihat sederhana, namun di dalamnya terdapat rak buku berjejer rapi dengan cat mencolok, ada yang berwarna hijau, kuning, merah, dan juga biru, sehingga mampu menarik mata siapapun untuk singgah.

Bangunan itu bukanlah permanen, melainkan sebuah kontainer yang dimodifikasi. Pemerintah Kota Denpasar menatanya menjadi ruang literasi yang ramah anak, beralas matras, penuh warna, dan rak-rak rendah agar mudah dijangkau.

Ya, perpustakaan mini itu dihadirkan sebagai ruang literasi publik semenjak Desember 2024. Posisinya yang sangat strategis, berada di dekat Jalan Udayana, tak jauh dari ikon Patung Catur Muka, membuat perpustakaan ini nyaris tidak bisa terlewatkan bagi mereka yang sedang bermain atau sekadar melintas untuk berolahraga.

Perpustakaan mini Pusat Informasi Sahabat Anak di Lapangan Puputan Badung | Foto: Ni Wayan Suwini

Sore itu, perpustakaan mini sedang dipantau oleh dua orang penjaga perempuan. “Kami di sini kerja pakai sistem rolling, ada yang shift pagi, ada juga yang sore. Setahu saya, kalau jaga pagi itu kadang ramai, kadang sepi,” tutur Luh Putu Wulandari Saputri (24), salah satu penjaga yang sore itu bertugas. Ia kerap dipanggil Kak Wulan.

“Kalau pagi, saat anak-anak TK dan SD olahraga di lapangan, mereka suka mampir sebentar. Tapi kalau sore, hampir selalu ramai karena anak-anak main, sekalian deh ke sini untuk baca-baca,” jawab Kak Wulan sambil mengingat-ingat ketika ditanya mengenai kapan waktu yang ramai pengunjung.

Ketika ditanya soal jam operasional perpustakaan kontainer tersebut, I Dewa Agung Ayu Ari (42)—biasa dipanggil Bu Ayuk—menjawab, “Perpustakaan ini mulai buka dari jam 07.30 sampai 19.30. Biasanya kalau sudah malam itu pasti pengunjung berkurang, soalnya anak-anak yang main juga sudah pulang.”

Sejak pertama kali dibuka, fasilitas ini menuai respon positif. Banyak orang tua dan pengunjung menganggap bahwa keberadaan perpustakaan di tengah publik sangat bermanfaat. Letaknya yang strategis, persis di depan area bermain anak membuat literasi terasa dekat dengan aktivitas sehari-hari.

“Sekarang kan banyak ya anak-anak yang kurang literasi, jadi dibuatlah perpustakaan ini untuk meningkatkan minat baca anak-anak. Menurut saya sendiri, perpustakaan ini sudah cukup membantu untuk meningkatkan kesadaran membaca sejak dini,” jawab Kak Wulan ketika ditanya mengenai pengaruh dari perpustakaan mini tersebut dalam meningkatkan literasi anak-anak sejak dini.

I Dewa Agung Ayu Ari dan Luh Putu Wulandari Saputri, penjaga perpustakaan mini Pusat Informasi Sahabat Anak di Lapangan Puputan Badung | Foto: Ni Wayan Suwini

Fakta rendahnya literasi di Indonesia memang bukan hal baru. Data UNESCO pernah mencatat, Indonesia sempat berada di urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca di negara ini memanglah sangat rendah.

Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, yaitu hanya 0,001%. Jika diperhitungkan, semisal dari 1000 orang Indonesia, hanya ada 1 orang saja yang memiliki minat dalam membaca. Di tengah kondisi tersebut, langkah menghadirkan perpustakaan di ruang publik menjadi terobosan kecil tapi sangat berarti.

Hari-hari menjaga perpustakaan tentu tidak lepas dari cerita lucu sebab di perpustakaan tersebut anak-anak menjadi pengunjung paling dominan. “Biasanya ada tuh anak-anak yang hiperaktif, nah kadang mereka ini nggak bisa diem, suka nanya-nanya, jadinya lucu aja mereka. Kayak ada aja tingkahnya,” cerita Kak Wulan sambil tertawa ketika mengingat tingkah anak-anak yang berkunjung.

Di lain sisi, Bu Ayuk juga ikut menceritakan salah satu cerita lucu yang pernah ia alami. “Pernah juga ada anak kecil yang ngambek gara-gara bukunya nggak boleh dibawa pulang—karena memang aturan di sini seperti itu.” Lalu Bu Ayuk menjelaskan bahwa aturan di perpustakaan tersebut hanya boleh membaca buku di tempat, tidak bisa dipinjam untuk dibawa pulang.

Perpustakaan Fokus Anak

Meski begitu, antusiasme pengunjung tetap tinggi. Setiap hari ada lebih dari puluhan buku dibaca pengunjung—setidaknya berdasarkan data pada daftar kunjungan yang terdapat di perpustakaan tersebut. Ya, Bu Ayuk yang menyambut para pengunjung di meja sebelah kanan biasanya akan memberikan arahan kepada pengunjung untuk mengisi daftar kunjungan terlebih dahulu.

Perpustakaan mini Pusat Informasi Sahabat Anak di Lapangan Puputan Badung | Foto: Ni Wayan Suwini

Daftar kunjungan biasanya lebih banyak terisi ketika sore hari daripada pagi hari dan biasanya pengunjung yang membaca dominan adalah anak-anak. “Koleksi buku-buku di sini lebih banyak untuk anak-anak, buku-buku seperti novel dan lainnya mungkin hanya ada satu dua buah, karena memang di sini kita lebih fokus untuk anak-anak,” tutur Kak Wulan ketika ditanya mengenai koleksi buku yang tersedia.

Ia juga menceritakan bahwa ada beberapa pengunjung yang menyampaikan masukan agar koleksi diperbanyak. Hal itu sudah menjadi bukti bahwa fasilitas ini memberi dampak nyata.

Baik Bu Ayuk maupun Kak Wulan, sebagai penjaga perpustakaan mereka mengaku pada dasarnya keduanya memang gemar membaca dan sangat berharap agar anak-anak ke depannya semakin gemar membaca.

“Saya berharap, anak-anak lebih tertarik sama buku dan dapat mengurangi gadget,” ucap Bu Ayuk. Kebijakan perpustakaan ini juga mendukung hal tersebut. Anak-anak tidak diperbolehkan membawa atau bermain gawai di dalam ruang perpustakaan agar mereka tetap fokus pada buku dan menikmati suasana baca.

Perpustakaan mini Pusat Informasi Sahabat Anak di Lapangan Puputan Badung | Foto: Ni Wayan Suwini

Tak hanya dari penjaga, jawaban anak-anak juga mencerminkan betapa perpustakaan ini sangat bermanfaat. Mang Agus, bocah tujuh tahun yang kerap singgah mengaku lebih suka membaca buku cerita dan buku bergambar binatang. “Senang, soalnya kalau capek main bisa baca buku bentar, lihat buku dulu sambil duduk-duduk di sini,” katanya polos.

Di tengah tantangan rendahnya literasi di Indonesia, perpustakaan mini di Lapangan Puputan Badung ini hadir sebagai ruang alternatif. Dari rak-rak yang penuh warna, dari suara tawa anak-anak yang singgah membaca, tersimpan harapan sederhana bahwa minat baca anak Indonesia masih bisa diusahakan, dijaga, dipupuk kembali agar buku tetap dekat dengan masyarakat— bahkan di tengah hiruk-pikuk kebanyakan ruang publik yang tak ramah anak.[T]

  • Catatan: Artikel ini adalah hasil dari pelatihan jurnalistik berkaitan dengan program magang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali di tatkala.co

Penulis: Ni Wayan Suwini
Editor: Jaswanto

Tags: BadungBukudenpasarLapangan PuputanLiterasiperpustakaan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Enak dan Banyak Pilihan — Deretan Stand Kuliner UMKM di Pesta Rakyat Kementerian Kebudayaan RI

Next Post

Perkara Tanah, Bukan Sengketa Pulau: “Sedumuk Bathuk Senyari Bumi”

Ni Wayan Suwini

Ni Wayan Suwini

Lahir 04 Februari 2005. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Perkara Tanah, Bukan Sengketa Pulau: “Sedumuk Bathuk Senyari Bumi”

Perkara Tanah, Bukan Sengketa Pulau: "Sedumuk Bathuk Senyari Bumi"

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co