23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lolot Band di Bulfest 2025, Antara Fans Kampung dan Kampungan

Arix Wahyudhi Jana Putra by Arix Wahyudhi Jana Putra
August 22, 2025
in Panggung
Lolot Band di Bulfest 2025, Antara Fans Kampung dan Kampungan

Lolot Band di panggung Bulfest 2025 | Foto: Ngurah Arya

“Salam Balirockers!!!”

BALI bukan hanya surga panorama alam, berbagai macam musisi ada di Bali. Cari genre pop, ada Widi Widiana. Cari genre reggae? Joni Agung n Double T jawaranya. Metal? Hyena Wants Party tuh Asking Alexandrianya Bali.

Tapi kalau Rock Alternatif? Tidak lain dan tidak bukan, Lolot jawabannya. Dari sekian banyak nama, Lolot Band menempati ruang tersendiri dalam sejarah musik Bali. Band yang tak pernah redup sejak kelahirannya di tahun 2002 di Denpasar. Sang vokalis, Made Bawa adalah dalang dari terciptanya band ini, selain itu, ada Lanang atau kerap dipanggil Mr. Botax (bass), Lesmana (Lead Gitar), dan Hendra (drum).

Nama “Lolot” diambil dari nama panggilan sang vokalis, De Bawa (menurut tetangganya di Desa Panjer, Denpasar), dari kata “tolol” yang dibalik (reverse slank), karena dahulunya sang vokalis yang bandel dan suka minum alkohol. Bahkan hingga kini pun, ketika akan tampil, alkohol selalu menjadi dopingnya.

Salah satu senjata kuat dari Lolot Band adalah penggunaan bahasa Bali yang kental seolah lirik-liriknya memeluk kita orang Bali yang mendengar alunannya. Mulai dari Bali Rock Alternatif, Tresna Ngemasin Tiwas, Galungan lan Kuningan, Karman Beli, Ngugut Jeriji, dan masih banyak lagi.

Lagu-lagu mereka merangkai kisah cinta, hubungan bertolak kasta, yang masih sangat menusuk untuk orang-orang Bali yang cintanya kehalang kasta, hahahaha, dan keresahan anak muda Bali. mereka bak layaknya tonggak gerakan kultural, membuktikan bahwa bahasa Bali bisa hidup gagah di atas panggung manapun.

Penonton Lolot di Bulfest 2025 | Foto: Ngurah Arya

Kalian yang berasal dari pelosok-pelosok desa di Bali, pasti sangat tidak asing dengan Band ini, jika ada orang yang memandikan ayamnya di pagi hari, maka Lolot adalah alunannya, jika kalian sedang jalan-jalan dengan pacar, memplesiran, lagu dari Lolot sangat relate. Hujan dingin di desa, Enggung lagunya. Rahina di desa, sembari minum melingkar, tetap Lolot lagunya, dan ada beberapa gambar bola billiard 8 terpampang di poskamling desa, benar bukan?

Maka, ketika Buleleng Festival (Bulfest) 2025 mengundang mereka tampil, publik tahu ini bukan sekedar konser. Ini reuni besar-besaran antara Lolot Band dengan ribuan penggemarnya yang menamakan diri Balirockers. Dari kampung-kampung di pelosok, orang-orang berbondong-bondong datang ke Singaraja. Menempuh berjam-jam hanya demi menyanyikan bait demi bait lagunya, tak sedikit pula yang ngos-ngosan karena normalisasi pogo harus tetap ada.

Namun, sebagaimana konser besar pada umumnya, ada juga sisi gelap yang sulit dihindari. Bahkan sebelum konser dimulai, dua orang aparat dari Satpol PP dan Polres Buleleng sudah wanti-wanti. “Nanti nonton Lolot harus tertib, jangan ada yang moshing”. Tapi, mana bisa, Pak.

Dan benar saja, stigma bahwa Buleleng adalah “Kota Petarung” itu bangkit kembali. Begitu Made Bawa sang vokalis Lolot menggesek gitarnya, drum disuarakan, suasana tentram, untuk 10 menit pertama. Tubuh-tubuh itu meloncat kegirangan, tangan-tangan mengepal di udara, dan dari kejauhan terlihat betapa Lolot Band masih punya daya magnet yang luar biasa. Tetapi di tengah euforianya, ada segelintir orang yang merusak semuanya. Botol melayang ke udara, sandal beterbangan, pesta musik yang berubah menjadi “kalangan tajen”. Sekejap rusuh, sekejap tertib, begitu terus hingga para aparat bingung apakah ini harus dilerai atau tidak.

Ironisnya, semua itu terjadi di tengah-tengah Balirokers yang sejatinya dikenal solid. Mereka sudah lama mengidolakan Lolot, tentu tahu bahwa musik ini keras, bukan berarti untuk kekerasan. Entah mengapa, selalu ada saja yang datang bukan untuk menikmati musik, melainkan untuk mencari panggung kejantanan semu, dengan aroma alkohol di sekelilingnya, oh iya, bau ketiak jangan lupa, itu wajib.

Fans dari kampung-kampung bernyanyi keras, mereka menari dengan bahagia. Lain cerita dengan “fans kampungan” yang justru memamerkan sikap sok jago, sok kuat, dan akhirnya merusak suasana. Ingat ya, kata “kampungan” bukan soal asal-usul, melainkan soal mentalitas, mentalitas rendah diri yang mencari gengsi dengan kekerasan dan berlindung di balik geng.

Lolot Band | Foto: ig lolotband_official

Lolot Band, dari awal mereka hadir untuk mengangkat bahasa Bali, memperlihatkan bahwa budaya bisa tetap hidup di tengah modernitas. Lolot Band itu identitas, dan identitas itu mestinya dirawat dengan cara yang bermartabat, bukan dirusak oleh botol dan adu jotos.

Tak heran kan, jika orang lebih menanyakan adegan rusuhnya daripada performanya. Bulfest 2025 mestinya  menjadi panggung yang mengukuhkan Lolot Band sebagai legenda yang masih relevan. Tapi sedikit noda dari ulah segelintir orang “kampungan” justru menodai suasana itu, suasana yang harusnya serak karena bernyanyi sepanjang malam.

Lolot akan selalu menjadi Band favorit orang Bali, tapi tidak dengan fans kampungannya. Balirockers, kalian harus tetap terlihat solid walaupun sulit berbaur dengan orang-orang yang berpemikiran sempit, mendorong dan memukul orang hingga terhimpit. Moshing boleh, teriak boleh, loncat-loncat (pogo) boleh. Tapi, begitu tangan berubah jadi tinju, musi akan kehilangan maknanya.

Kalau benar-benar Balirockers, jangan sampai “kampungan”. Ayolah Kawan, musik keras bukan berarti untuk kekerasan! [T]

Penulis: Arix Wahyudhi Jana Putra
Editor: Adnyana Ole

Ketika Nyoman Paul Bernyanyi di Pembukaan Bulfest 2025, Para Remaja Putri Tak Henti-henti Berteriak…
Tags: buleleng festivalbulfestBulfest 2025Lagu Pop BaliLolotmusik pop bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tubuh yang Menampung Banyak Bahasa | Dari Pameran A Solo Exhibition Chromatica karya Putu Fajar Arcana

Next Post

DOMS: Mengapa Otot Sakit Setelah Libur Nge-gym?

Arix Wahyudhi Jana Putra

Arix Wahyudhi Jana Putra

Gede Arix Wahyudhi Jana Putra. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
DOMS: Mengapa Otot Sakit Setelah Libur Nge-gym?

DOMS: Mengapa Otot Sakit Setelah Libur Nge-gym?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co