2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lolot Band di Bulfest 2025, Antara Fans Kampung dan Kampungan

Arix Wahyudhi Jana Putra by Arix Wahyudhi Jana Putra
August 22, 2025
in Panggung
Lolot Band di Bulfest 2025, Antara Fans Kampung dan Kampungan

Lolot Band di panggung Bulfest 2025 | Foto: Ngurah Arya

“Salam Balirockers!!!”

BALI bukan hanya surga panorama alam, berbagai macam musisi ada di Bali. Cari genre pop, ada Widi Widiana. Cari genre reggae? Joni Agung n Double T jawaranya. Metal? Hyena Wants Party tuh Asking Alexandrianya Bali.

Tapi kalau Rock Alternatif? Tidak lain dan tidak bukan, Lolot jawabannya. Dari sekian banyak nama, Lolot Band menempati ruang tersendiri dalam sejarah musik Bali. Band yang tak pernah redup sejak kelahirannya di tahun 2002 di Denpasar. Sang vokalis, Made Bawa adalah dalang dari terciptanya band ini, selain itu, ada Lanang atau kerap dipanggil Mr. Botax (bass), Lesmana (Lead Gitar), dan Hendra (drum).

Nama “Lolot” diambil dari nama panggilan sang vokalis, De Bawa (menurut tetangganya di Desa Panjer, Denpasar), dari kata “tolol” yang dibalik (reverse slank), karena dahulunya sang vokalis yang bandel dan suka minum alkohol. Bahkan hingga kini pun, ketika akan tampil, alkohol selalu menjadi dopingnya.

Salah satu senjata kuat dari Lolot Band adalah penggunaan bahasa Bali yang kental seolah lirik-liriknya memeluk kita orang Bali yang mendengar alunannya. Mulai dari Bali Rock Alternatif, Tresna Ngemasin Tiwas, Galungan lan Kuningan, Karman Beli, Ngugut Jeriji, dan masih banyak lagi.

Lagu-lagu mereka merangkai kisah cinta, hubungan bertolak kasta, yang masih sangat menusuk untuk orang-orang Bali yang cintanya kehalang kasta, hahahaha, dan keresahan anak muda Bali. mereka bak layaknya tonggak gerakan kultural, membuktikan bahwa bahasa Bali bisa hidup gagah di atas panggung manapun.

Penonton Lolot di Bulfest 2025 | Foto: Ngurah Arya

Kalian yang berasal dari pelosok-pelosok desa di Bali, pasti sangat tidak asing dengan Band ini, jika ada orang yang memandikan ayamnya di pagi hari, maka Lolot adalah alunannya, jika kalian sedang jalan-jalan dengan pacar, memplesiran, lagu dari Lolot sangat relate. Hujan dingin di desa, Enggung lagunya. Rahina di desa, sembari minum melingkar, tetap Lolot lagunya, dan ada beberapa gambar bola billiard 8 terpampang di poskamling desa, benar bukan?

Maka, ketika Buleleng Festival (Bulfest) 2025 mengundang mereka tampil, publik tahu ini bukan sekedar konser. Ini reuni besar-besaran antara Lolot Band dengan ribuan penggemarnya yang menamakan diri Balirockers. Dari kampung-kampung di pelosok, orang-orang berbondong-bondong datang ke Singaraja. Menempuh berjam-jam hanya demi menyanyikan bait demi bait lagunya, tak sedikit pula yang ngos-ngosan karena normalisasi pogo harus tetap ada.

Namun, sebagaimana konser besar pada umumnya, ada juga sisi gelap yang sulit dihindari. Bahkan sebelum konser dimulai, dua orang aparat dari Satpol PP dan Polres Buleleng sudah wanti-wanti. “Nanti nonton Lolot harus tertib, jangan ada yang moshing”. Tapi, mana bisa, Pak.

Dan benar saja, stigma bahwa Buleleng adalah “Kota Petarung” itu bangkit kembali. Begitu Made Bawa sang vokalis Lolot menggesek gitarnya, drum disuarakan, suasana tentram, untuk 10 menit pertama. Tubuh-tubuh itu meloncat kegirangan, tangan-tangan mengepal di udara, dan dari kejauhan terlihat betapa Lolot Band masih punya daya magnet yang luar biasa. Tetapi di tengah euforianya, ada segelintir orang yang merusak semuanya. Botol melayang ke udara, sandal beterbangan, pesta musik yang berubah menjadi “kalangan tajen”. Sekejap rusuh, sekejap tertib, begitu terus hingga para aparat bingung apakah ini harus dilerai atau tidak.

Ironisnya, semua itu terjadi di tengah-tengah Balirokers yang sejatinya dikenal solid. Mereka sudah lama mengidolakan Lolot, tentu tahu bahwa musik ini keras, bukan berarti untuk kekerasan. Entah mengapa, selalu ada saja yang datang bukan untuk menikmati musik, melainkan untuk mencari panggung kejantanan semu, dengan aroma alkohol di sekelilingnya, oh iya, bau ketiak jangan lupa, itu wajib.

Fans dari kampung-kampung bernyanyi keras, mereka menari dengan bahagia. Lain cerita dengan “fans kampungan” yang justru memamerkan sikap sok jago, sok kuat, dan akhirnya merusak suasana. Ingat ya, kata “kampungan” bukan soal asal-usul, melainkan soal mentalitas, mentalitas rendah diri yang mencari gengsi dengan kekerasan dan berlindung di balik geng.

Lolot Band | Foto: ig lolotband_official

Lolot Band, dari awal mereka hadir untuk mengangkat bahasa Bali, memperlihatkan bahwa budaya bisa tetap hidup di tengah modernitas. Lolot Band itu identitas, dan identitas itu mestinya dirawat dengan cara yang bermartabat, bukan dirusak oleh botol dan adu jotos.

Tak heran kan, jika orang lebih menanyakan adegan rusuhnya daripada performanya. Bulfest 2025 mestinya  menjadi panggung yang mengukuhkan Lolot Band sebagai legenda yang masih relevan. Tapi sedikit noda dari ulah segelintir orang “kampungan” justru menodai suasana itu, suasana yang harusnya serak karena bernyanyi sepanjang malam.

Lolot akan selalu menjadi Band favorit orang Bali, tapi tidak dengan fans kampungannya. Balirockers, kalian harus tetap terlihat solid walaupun sulit berbaur dengan orang-orang yang berpemikiran sempit, mendorong dan memukul orang hingga terhimpit. Moshing boleh, teriak boleh, loncat-loncat (pogo) boleh. Tapi, begitu tangan berubah jadi tinju, musi akan kehilangan maknanya.

Kalau benar-benar Balirockers, jangan sampai “kampungan”. Ayolah Kawan, musik keras bukan berarti untuk kekerasan! [T]

Penulis: Arix Wahyudhi Jana Putra
Editor: Adnyana Ole

Ketika Nyoman Paul Bernyanyi di Pembukaan Bulfest 2025, Para Remaja Putri Tak Henti-henti Berteriak…
Tags: buleleng festivalbulfestBulfest 2025Lagu Pop BaliLolotmusik pop bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tubuh yang Menampung Banyak Bahasa | Dari Pameran A Solo Exhibition Chromatica karya Putu Fajar Arcana

Next Post

DOMS: Mengapa Otot Sakit Setelah Libur Nge-gym?

Arix Wahyudhi Jana Putra

Arix Wahyudhi Jana Putra

Gede Arix Wahyudhi Jana Putra. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
DOMS: Mengapa Otot Sakit Setelah Libur Nge-gym?

DOMS: Mengapa Otot Sakit Setelah Libur Nge-gym?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co