4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Nyoman Paul Bernyanyi di Pembukaan Bulfest 2025, Para Remaja Putri Tak Henti-henti Berteriak…

Arix Wahyudhi Jana Putra by Arix Wahyudhi Jana Putra
August 19, 2025
in Panggung
Ketika Nyoman Paul Bernyanyi di Pembukaan Bulfest 2025, Para Remaja Putri Tak Henti-henti Berteriak…

Nyoman Paul di Bulfest

JIKA saja tak ada besi-besi pembatas, perempuan-perempuan muda itu pastilah sudah merangsek ke dekat panggung, atau barangkali ada yang naik panggung, untuk bisa berada lebih dekat dengan Nyoman Paul, sang penyanyi idola. Karena besi pembatas begitu kokoh, perempuan muda itu hanya bisa teriak-teriak dari jarak yang cukup jauh, sesekali ikut menyanyi, sembari tangannya mengacung HP untuk merekam.

Begitulah suasana panggung utama Singa Ambara Raja saat Nyoman Paul tampil  pada pembukaan Bulfest 2025. Nyoman Paul menampilkan beberapa lagu ciptaannya yang mengundang decak kagum. Keramaian tak sempat jeda. Dan, justru di situlah Bulfest menemukan karakternya.

Antusiasme pengunjung bercampur dengan rasa lelah dan sesak. Mereka rela berdiri dan mungkin ada beberapa yang sukar dicontoh, seperti memanjat dinding demi menonton pentas seni yang mereka gemari. Ada anak kecil yang digendong di pundak ayahnya demi bisa melihat dengan jelas. Banyak remaja yang sibuk mengabadikan momen dengan ponsel.

Nyoman Paul, di mata para remaja, malam itu benar-benar jadi bintang. Lampu sorot menari ke langit, menandai bahwa bintang utama malam itu akhirnya naik panggung. Ribuan suara menjadi satu meneriaki nama “Nyoman Paul”. Kebanyakan suara perempuan.

Nyoman Paul di panggung Bulfest 2025 | Foto: Ngurah Arya

Musisi asal Buleleng itu akhirnya pulang ke rumahnya sendiri dan menari, menyanyi dengan penggemarnya. Dengan kaos putih bergambar di pundak, celana baggy, senyum lebar, ia berdiri di hadapan ribuan penonton yang sebagian besar sudah hapal lirik-lirik lagunya. “The Way You Look at Me” menjadi pembuka, membuat penonton hanyut akan alunannya, kerumunan itu menjadi tenang.

Hingga dimana lonjakan semangat membara ketika lagu “Semakin dari D’Masiv dan Melompat Lebih Tinggi dari Sheila On 7” dibawakan. Orang-orang lupa akan rasa sesak itu, dan diakhiri juga dengan lagu andalannya yaitu “Tunggu Apa Lagi”, sorak meriah seolah tak peduli lagi dengan peluh yang menetes di dahi.

Malam itu, Nyoman Paul benar-benar pulang, bukan hanya secara fisik, tetapi juga emosional. Ia kembali ke tanah masa kecilnya, dan orang-orang Buleleng menyambutnya seperti menyambut saudara lama.

Malam kian larut. Setelah konser usai, orang-orang perlahan bubar, jalanan yang tadinya sesak mulai terasa longgar kembali. Ini hanya sepenggal catatan di hari pertama Buleleng Festival, dan acara ini akan berlangsung hingga tanggal 23 Agustus nanti, anak-anak Buleleng, ini adalah acara suguhan untuk kalian, bukan hanya untuk kalian saja, tapi untuk semua. Mari rayakan dan petik pengalaman-pengalaman menyenangkan di Bulfest 2025 kali ini.

Penyanyi Fenomenal dari Buleleng

Buleleng Festival 2025 menjadi saksi manis bahwa sebuah nama tak lagi asing di hati, pangeran musik bergenre Folk-Pop, Nyoman Paul Fernando Aro. Penyanyi dengan akar ganda Swedia dan Bali. lahir pada 23 Juni 2001 di Jakarta, Paul tumbuh di Desa Anturan, Kabupaten Buleleng, Bali. ia adalah anak pertama pasangan Rami Aro, warga Swedia berdarah Finlandia, dan Kadek Sri Widari, asal dari Bali. sejak kecil, Paul akrab dengan disiplinnya olahraga dan seni.

Penonton berjubel menyaksikan penampilan Nyoman Paul | Foto: Ngurah Arya

Di Bali, ia pernah aktif di olahraga sepak bola, menempuh Pendidikan di SMP Negeri 1 Singaraja. Lalu di tahun 2016, menjadi titik penting ia pindah ke Swedia demi menekuni sepak bola lebih serius. Masuk akademi Skövde AIK U-19 dan akhirnya menembus tim utama sampai kontrak professional termasuk gelar Skadevi Cup didapatnya.

Kontrak Paul bersama Skovde AIK Senior berakhir pada April 2021, klub tersebut tidak memperpanjang kontrak, sehingga ia berstatus bebas transfer. Akhirnya ia kembali ke Indonesia dan bergabung dengan klub divisi 2 liga Indonesia, PSDS Deli Serdang di pertengahan tahun 2022.

Jika diingat kembali, PSDS Deli Serdang pernah tampil sekali di liga 2 2022 melawan PSKC Cimahi di Matchday ke-2 fase group, tetapi peristiwa Kanjuruhan 2022 menyebabkan PSSI Menghentikan kompetisi liga 2 itu. Dan hal itulah yang memutarbalikkan keadaan Nyoman Paul untuk mencoba merubah Nasib mengikuti audisi Indonesian Idol.

Mengikuti Indonesian Idol Season 12 (2022-2023), tanpa latar formal musik, suaranya tetap mencuri perhatian. Dengan pembawaan lagu “Redemption Song” membuat sang juri terkesan hingga audisinya kala itu membawanya ke karpet merah menuju golden ticket. Dari audisi itu pula, karyanya sendiri “Wajah Mimpi”, mencuri perhatian netizen. Perjalanan Paul berakhir di posisi Top 4 di Indonesian Idol, catatan gemilang yang membuka jalan menuju dunia musik profesional.

Pasca Idol, karier Paul sebagai penyanyi mulai menapaki tonggak keberhasilan. Ia merilis single “Bernafaslah Sejenak” (2023), lalu, lagu-lagu lain seperti “The Way You Look at Me” hasil kolaborasinya dengan Andi Rianto, “Mundur Perlahan”, hingga lagunya yang viral “Tunggu Apa Lagi”. Seperti kalimat orang Bali: Sing Main-Main!. Di awal tahun 2025, ia merilis album debut LUAP, yang menurut The Jakarta Post memperlihatkan kedalaman ekspresi dan keresahan seorang musisi yang sedang tumbuh dan menemukan suaranya.[T]

Penulis: Arix Wahyudhi Jana Putra
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sampah Plastik dan Ragam Tangan di Balik Topeng Rama-Laksmana pada Panggung Bulfest 2025
Karakter dan Nilai-Nilai Luhur “The Mask of Buleleng” — Catatan dari Pembukaan Bulfest 2025
Di Bali Utara, Orang-orang Seakan Tak Henti Membicarakan Nyoman Paul
Tags: buleleng festivalbulfestBulfest 2025Nyoman Paul
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ibuku, Darahku, Tanah Airku: Senandung Duka Lagu “Kebaya Merah”

Next Post

Ada “Sampi” Turun dari Avanza — Cerita Tari Megrumbungan Massal di Bulfest 2025

Arix Wahyudhi Jana Putra

Arix Wahyudhi Jana Putra

Gede Arix Wahyudhi Jana Putra. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

Read moreDetails

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
0
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

Read moreDetails

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
0
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

Read moreDetails

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
0
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz  ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

Read moreDetails

“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

by Yahya Umar
July 28, 2026
0
“Yang Hilang Yang Terus Berjuang”, Pertunjukan 30 Tahun Kudatuli di Singaraja

jika rakyat pergiketika penguasa pidatokita harus hati-hatibarangkali mereka putus asa kalau rakyat sembunyidan berbisik-bisikketika membicarakan masalahnya sendiripenguasa harus waspada dan...

Read moreDetails

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails
Next Post
Ada “Sampi” Turun dari Avanza — Cerita Tari  Megrumbungan Massal di Bulfest 2025

Ada "Sampi" Turun dari Avanza -- Cerita Tari Megrumbungan Massal di Bulfest 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co