2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Seni Rupa Topeng di Bulfest 2025: Jejak Budaya dan Ekspresi Kontemporer

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
August 21, 2025
in Ulas Rupa
Pameran Seni Rupa Topeng di Bulfest 2025: Jejak Budaya dan Ekspresi Kontemporer

Pameran Seni Rupa Topeng di Bulfest 2025

AGUSTUS 2025 Buleleng Festival (Bulfest) 2025 kembali hadir dengan kemeriahan pada 18–23 Agustus di Kota Singaraja, Bali. Mengangkat tema “The Mask History of Buleleng: Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng”, festival ini bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan jejak sejarah dan menghidupkan kembali tradisi melalui seni.

Selain pertunjukan seni tradisional dan kontemporer, salah satu agenda utama yang menyita perhatian adalah Pameran Seni Rupa Topeng, yang mempertemukan warisan leluhur dengan tafsir visual para seniman masa kini. Singaraja telah lama dikenal sebagai salah satu episentrum seni topeng di Bali Utara.

Pameran Seni Rupa Topeng di Bulfest 2025 | Foto: Surya Darma

Wilayah Tejakula, misalnya, sangat lekat dengan tradisi Wayang Wong, sebuah seni pertunjukan yang memadukan tari, drama, dan penggunaan topeng. Dalam rangkaian Bulfest kali ini, Rumah Jabatan Bupati Buleleng dialihfungsikan menjadi ruang pamer bertema topeng. Tidak hanya menghadirkan koleksi topeng sakral dan klasik, pameran juga menyuguhkan karya 26 perupa Bali yang menafsirkan simbol topeng dengan beragam gaya dan pendekatan visual.

Beberapa karya yang menjadi pusat perhatian publik antara lain:

I Kadek Wiradinata, melalui lukisan “Satu di antara 1000” (40 x 60 cm, oil on canvas), menampilkan wajah Sang Buddha yang tenang dan penuh welas asih. Karya ini menyiratkan pesan spiritual: dalam hiruk pikuk kehidupan modern, figur penuh kasih sejati semakin langka.

Md. G. Karma Wedha, dengan karya “Jati Diri Tidak Harus Dipublikasikan tapi Pembuktian”, menampilkan sosok anak muda berwajah badut dengan jeans robek dari atas ke bawah. Melalui satir visual, ia mengingatkan bahwa identitas seseorang tak bisa diukur semata-mata dari tampilan luar.

Tini Wahyuni, menghadirkan “When the Mask Come Off” (60 x 80 cm, oil on canvas). Lukisan ini tidak menggambarkan topeng secara eksplisit, melainkan simbolis: figur berjubah biru dengan wajah misterius seolah baru saja menanggalkan topeng kepalsuan, sementara gelembung-gelembung rapuh di sekelilingnya menjadi metafora rapuhnya kepalsuan manusia.

Dewa Made Agung Kusuma Wardhana, menafsirkan Topeng Arsa Wijaya, simbol pemimpin bijaksana, dengan visual dramatis: topeng terbelah oleh sayatan pisau tajam. Kritik sosial pun hadir, mempertanyakan masih adakah pemimpin yang benar-benar adil dan berwibawa di tengah pusaran kekuasaan.

Menurut I Made Tegeh Okta Maheri, S.Sn, Kepala Bidang Kesenian Buleleng sekaligus koreografer, pameran ini adalah ruang temu antara seni rupa kontemporer dengan warisan klasik. Selain lukisan-lukisan mutakhir, pengunjung juga dapat melihat topeng Wayang Wong asli dari kelompok Guna Murti Desa Tejakula serta koleksi keluarga Manikan dari Desa Banyuatis, yang dihadirkan di bawah tanggung jawab Gede Yudi Gautama. Beberapa topeng yang dipamerkan merupakan replika dari topeng sungsungan (sakral) yang biasanya disimpan di pura-pura desa.

Pameran juga menampilkan karya maestro tari topeng almarhum I Nyoman Suma Argawa dari Desa Bungkulan, yang bukan hanya dikenal sebagai penari ulung tetapi juga pembuat topeng handal. Salah satu karyanya yang ikonik adalah Topeng Barong Singa, bentuk khas Singaraja yang menggabungkan barong dengan figur singa dan rangda.

Pameran ini menjadi bentuk penghormatan kepada maestro-maestro seni topeng Buleleng yang telah mendunia. Keunikan karakter Wayang Wong Banyuatis, misalnya, memperlihatkan kecerdikan para seniman dalam menciptakan figur-figur berbeda, menjadikan tradisi ini khas sekaligus monumental. Potensi besar ini diharapkan dapat mendorong lahirnya Museum Topeng Bali Utara, sebagai pusat literasi, penelitian, dan wisata budaya.

Melalui pameran ini, Bulfest 2025 menegaskan kembali posisi Singaraja bukan hanya sebagai penjaga warisan topeng, tetapi juga sebagai pusat kreativitas yang terus hidup. Warisan leluhur dipertemukan dengan ekspresi kontemporer, menciptakan ruang dialog lintas generasi.

Mudah-mudahan, ke depannya perhatian terhadap seniman Buleleng semakin diperkuat, baik melalui pembangunan museum topeng khas Bali Utara, maupun penyediaan ruang yang lebih representatif sebagai tempat berkesenian. Kehadiran gedung pameran seni rupa permanen akan menjadi tonggak penting, sebagaimana Yogyakarta memiliki ArtJog, Jakarta dengan Art Jakarta, Surabaya dengan ArtSub, hingga Singapura dengan Art SG.

Selain itu, hotel-hotel di kawasan Lovina yang memiliki ballroom juga diharapkan dapat diajak bermitra, menjadikan ruangannya sebagai alternatif ruang pamer seni rupa. Sinergi semacam ini akan memperluas akses seniman dalam mempresentasikan karyanya sekaligus memperkaya pengalaman wisata budaya di Buleleng.

Ruang-ruang semacam ini bukan hanya wadah bagi seniman untuk mengekspresikan ide dan gagasan, tetapi juga mampu mendatangkan devisa dan wisatawan, yang pada gilirannya memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan daerah. Sebab, negara yang kuat tidak hanya ditopang oleh persenjataan, melainkan juga oleh kekuatan seni dan budaya yang terjaga dan berkembang. Di sinilah letak kehebatan sebuah bangsa dan daerah: ketika tradisi leluhur mampu berjalan seiring dengan dinamika zaman, sekaligus menjadi daya tarik dunia.

Bulfest 2025 pun hadir sebagai pengingat bahwa seni dan budaya Buleleng adalah aset adiluhung yang patut terus dirawat, dilestarikan, dan ditampilkan dalam wajah yang semakin segar baik bagi masyarakat lokal maupun dunia internasional. [T]

Lovina, 20 Agustus 2025

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sampah Plastik dan Ragam Tangan di Balik Topeng Rama-Laksmana pada Panggung Bulfest 2025
Karakter dan Nilai-Nilai Luhur “The Mask of Buleleng” — Catatan dari Pembukaan Bulfest 2025

Tags: buleleng festivalbulfestBulfest 2025Pameran Seni RupaSeni Rupatopeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [10]–Makan Gratis di Warung Milik Arek Suroboyo

Next Post

Pengetahuan, Wakil Rakyat, Hiburan dan Topeng Monyet

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails
Next Post
Pengetahuan, Wakil Rakyat, Hiburan dan Topeng Monyet

Pengetahuan, Wakil Rakyat, Hiburan dan Topeng Monyet

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co