24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Seni Rupa Topeng di Bulfest 2025: Jejak Budaya dan Ekspresi Kontemporer

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
August 21, 2025
in Ulas Rupa
Pameran Seni Rupa Topeng di Bulfest 2025: Jejak Budaya dan Ekspresi Kontemporer

Pameran Seni Rupa Topeng di Bulfest 2025

AGUSTUS 2025 Buleleng Festival (Bulfest) 2025 kembali hadir dengan kemeriahan pada 18–23 Agustus di Kota Singaraja, Bali. Mengangkat tema “The Mask History of Buleleng: Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng”, festival ini bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan jejak sejarah dan menghidupkan kembali tradisi melalui seni.

Selain pertunjukan seni tradisional dan kontemporer, salah satu agenda utama yang menyita perhatian adalah Pameran Seni Rupa Topeng, yang mempertemukan warisan leluhur dengan tafsir visual para seniman masa kini. Singaraja telah lama dikenal sebagai salah satu episentrum seni topeng di Bali Utara.

Pameran Seni Rupa Topeng di Bulfest 2025 | Foto: Surya Darma

Wilayah Tejakula, misalnya, sangat lekat dengan tradisi Wayang Wong, sebuah seni pertunjukan yang memadukan tari, drama, dan penggunaan topeng. Dalam rangkaian Bulfest kali ini, Rumah Jabatan Bupati Buleleng dialihfungsikan menjadi ruang pamer bertema topeng. Tidak hanya menghadirkan koleksi topeng sakral dan klasik, pameran juga menyuguhkan karya 26 perupa Bali yang menafsirkan simbol topeng dengan beragam gaya dan pendekatan visual.

Beberapa karya yang menjadi pusat perhatian publik antara lain:

I Kadek Wiradinata, melalui lukisan “Satu di antara 1000” (40 x 60 cm, oil on canvas), menampilkan wajah Sang Buddha yang tenang dan penuh welas asih. Karya ini menyiratkan pesan spiritual: dalam hiruk pikuk kehidupan modern, figur penuh kasih sejati semakin langka.

Md. G. Karma Wedha, dengan karya “Jati Diri Tidak Harus Dipublikasikan tapi Pembuktian”, menampilkan sosok anak muda berwajah badut dengan jeans robek dari atas ke bawah. Melalui satir visual, ia mengingatkan bahwa identitas seseorang tak bisa diukur semata-mata dari tampilan luar.

Tini Wahyuni, menghadirkan “When the Mask Come Off” (60 x 80 cm, oil on canvas). Lukisan ini tidak menggambarkan topeng secara eksplisit, melainkan simbolis: figur berjubah biru dengan wajah misterius seolah baru saja menanggalkan topeng kepalsuan, sementara gelembung-gelembung rapuh di sekelilingnya menjadi metafora rapuhnya kepalsuan manusia.

Dewa Made Agung Kusuma Wardhana, menafsirkan Topeng Arsa Wijaya, simbol pemimpin bijaksana, dengan visual dramatis: topeng terbelah oleh sayatan pisau tajam. Kritik sosial pun hadir, mempertanyakan masih adakah pemimpin yang benar-benar adil dan berwibawa di tengah pusaran kekuasaan.

Menurut I Made Tegeh Okta Maheri, S.Sn, Kepala Bidang Kesenian Buleleng sekaligus koreografer, pameran ini adalah ruang temu antara seni rupa kontemporer dengan warisan klasik. Selain lukisan-lukisan mutakhir, pengunjung juga dapat melihat topeng Wayang Wong asli dari kelompok Guna Murti Desa Tejakula serta koleksi keluarga Manikan dari Desa Banyuatis, yang dihadirkan di bawah tanggung jawab Gede Yudi Gautama. Beberapa topeng yang dipamerkan merupakan replika dari topeng sungsungan (sakral) yang biasanya disimpan di pura-pura desa.

Pameran juga menampilkan karya maestro tari topeng almarhum I Nyoman Suma Argawa dari Desa Bungkulan, yang bukan hanya dikenal sebagai penari ulung tetapi juga pembuat topeng handal. Salah satu karyanya yang ikonik adalah Topeng Barong Singa, bentuk khas Singaraja yang menggabungkan barong dengan figur singa dan rangda.

Pameran ini menjadi bentuk penghormatan kepada maestro-maestro seni topeng Buleleng yang telah mendunia. Keunikan karakter Wayang Wong Banyuatis, misalnya, memperlihatkan kecerdikan para seniman dalam menciptakan figur-figur berbeda, menjadikan tradisi ini khas sekaligus monumental. Potensi besar ini diharapkan dapat mendorong lahirnya Museum Topeng Bali Utara, sebagai pusat literasi, penelitian, dan wisata budaya.

Melalui pameran ini, Bulfest 2025 menegaskan kembali posisi Singaraja bukan hanya sebagai penjaga warisan topeng, tetapi juga sebagai pusat kreativitas yang terus hidup. Warisan leluhur dipertemukan dengan ekspresi kontemporer, menciptakan ruang dialog lintas generasi.

Mudah-mudahan, ke depannya perhatian terhadap seniman Buleleng semakin diperkuat, baik melalui pembangunan museum topeng khas Bali Utara, maupun penyediaan ruang yang lebih representatif sebagai tempat berkesenian. Kehadiran gedung pameran seni rupa permanen akan menjadi tonggak penting, sebagaimana Yogyakarta memiliki ArtJog, Jakarta dengan Art Jakarta, Surabaya dengan ArtSub, hingga Singapura dengan Art SG.

Selain itu, hotel-hotel di kawasan Lovina yang memiliki ballroom juga diharapkan dapat diajak bermitra, menjadikan ruangannya sebagai alternatif ruang pamer seni rupa. Sinergi semacam ini akan memperluas akses seniman dalam mempresentasikan karyanya sekaligus memperkaya pengalaman wisata budaya di Buleleng.

Ruang-ruang semacam ini bukan hanya wadah bagi seniman untuk mengekspresikan ide dan gagasan, tetapi juga mampu mendatangkan devisa dan wisatawan, yang pada gilirannya memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan daerah. Sebab, negara yang kuat tidak hanya ditopang oleh persenjataan, melainkan juga oleh kekuatan seni dan budaya yang terjaga dan berkembang. Di sinilah letak kehebatan sebuah bangsa dan daerah: ketika tradisi leluhur mampu berjalan seiring dengan dinamika zaman, sekaligus menjadi daya tarik dunia.

Bulfest 2025 pun hadir sebagai pengingat bahwa seni dan budaya Buleleng adalah aset adiluhung yang patut terus dirawat, dilestarikan, dan ditampilkan dalam wajah yang semakin segar baik bagi masyarakat lokal maupun dunia internasional. [T]

Lovina, 20 Agustus 2025

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sampah Plastik dan Ragam Tangan di Balik Topeng Rama-Laksmana pada Panggung Bulfest 2025
Karakter dan Nilai-Nilai Luhur “The Mask of Buleleng” — Catatan dari Pembukaan Bulfest 2025

Tags: buleleng festivalbulfestBulfest 2025Pameran Seni RupaSeni Rupatopeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [10]–Makan Gratis di Warung Milik Arek Suroboyo

Next Post

Pengetahuan, Wakil Rakyat, Hiburan dan Topeng Monyet

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

by Emi Suy
October 19, 2026
0
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

Read moreDetails

Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

by Wayan Jengki Sunarta
October 18, 2026
0
Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

DALAM karya-karya I Nyoman Darmawan, akrab disapa Kuek, tubuh manusia tidak selalu hadir sebagai sosok utuh dengan batas-batas jelas. Tubuh...

Read moreDetails

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

by Made Chandra
October 10, 2026
0
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

Read moreDetails

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails
Next Post
Pengetahuan, Wakil Rakyat, Hiburan dan Topeng Monyet

Pengetahuan, Wakil Rakyat, Hiburan dan Topeng Monyet

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co