10 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Seni Rupa Topeng di Bulfest 2025: Jejak Budaya dan Ekspresi Kontemporer

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
August 21, 2025
in Ulas Rupa
Pameran Seni Rupa Topeng di Bulfest 2025: Jejak Budaya dan Ekspresi Kontemporer

Pameran Seni Rupa Topeng di Bulfest 2025

AGUSTUS 2025 Buleleng Festival (Bulfest) 2025 kembali hadir dengan kemeriahan pada 18–23 Agustus di Kota Singaraja, Bali. Mengangkat tema “The Mask History of Buleleng: Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng”, festival ini bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan jejak sejarah dan menghidupkan kembali tradisi melalui seni.

Selain pertunjukan seni tradisional dan kontemporer, salah satu agenda utama yang menyita perhatian adalah Pameran Seni Rupa Topeng, yang mempertemukan warisan leluhur dengan tafsir visual para seniman masa kini. Singaraja telah lama dikenal sebagai salah satu episentrum seni topeng di Bali Utara.

Pameran Seni Rupa Topeng di Bulfest 2025 | Foto: Surya Darma

Wilayah Tejakula, misalnya, sangat lekat dengan tradisi Wayang Wong, sebuah seni pertunjukan yang memadukan tari, drama, dan penggunaan topeng. Dalam rangkaian Bulfest kali ini, Rumah Jabatan Bupati Buleleng dialihfungsikan menjadi ruang pamer bertema topeng. Tidak hanya menghadirkan koleksi topeng sakral dan klasik, pameran juga menyuguhkan karya 26 perupa Bali yang menafsirkan simbol topeng dengan beragam gaya dan pendekatan visual.

Beberapa karya yang menjadi pusat perhatian publik antara lain:

I Kadek Wiradinata, melalui lukisan “Satu di antara 1000” (40 x 60 cm, oil on canvas), menampilkan wajah Sang Buddha yang tenang dan penuh welas asih. Karya ini menyiratkan pesan spiritual: dalam hiruk pikuk kehidupan modern, figur penuh kasih sejati semakin langka.

Md. G. Karma Wedha, dengan karya “Jati Diri Tidak Harus Dipublikasikan tapi Pembuktian”, menampilkan sosok anak muda berwajah badut dengan jeans robek dari atas ke bawah. Melalui satir visual, ia mengingatkan bahwa identitas seseorang tak bisa diukur semata-mata dari tampilan luar.

Tini Wahyuni, menghadirkan “When the Mask Come Off” (60 x 80 cm, oil on canvas). Lukisan ini tidak menggambarkan topeng secara eksplisit, melainkan simbolis: figur berjubah biru dengan wajah misterius seolah baru saja menanggalkan topeng kepalsuan, sementara gelembung-gelembung rapuh di sekelilingnya menjadi metafora rapuhnya kepalsuan manusia.

Dewa Made Agung Kusuma Wardhana, menafsirkan Topeng Arsa Wijaya, simbol pemimpin bijaksana, dengan visual dramatis: topeng terbelah oleh sayatan pisau tajam. Kritik sosial pun hadir, mempertanyakan masih adakah pemimpin yang benar-benar adil dan berwibawa di tengah pusaran kekuasaan.

Menurut I Made Tegeh Okta Maheri, S.Sn, Kepala Bidang Kesenian Buleleng sekaligus koreografer, pameran ini adalah ruang temu antara seni rupa kontemporer dengan warisan klasik. Selain lukisan-lukisan mutakhir, pengunjung juga dapat melihat topeng Wayang Wong asli dari kelompok Guna Murti Desa Tejakula serta koleksi keluarga Manikan dari Desa Banyuatis, yang dihadirkan di bawah tanggung jawab Gede Yudi Gautama. Beberapa topeng yang dipamerkan merupakan replika dari topeng sungsungan (sakral) yang biasanya disimpan di pura-pura desa.

Pameran juga menampilkan karya maestro tari topeng almarhum I Nyoman Suma Argawa dari Desa Bungkulan, yang bukan hanya dikenal sebagai penari ulung tetapi juga pembuat topeng handal. Salah satu karyanya yang ikonik adalah Topeng Barong Singa, bentuk khas Singaraja yang menggabungkan barong dengan figur singa dan rangda.

Pameran ini menjadi bentuk penghormatan kepada maestro-maestro seni topeng Buleleng yang telah mendunia. Keunikan karakter Wayang Wong Banyuatis, misalnya, memperlihatkan kecerdikan para seniman dalam menciptakan figur-figur berbeda, menjadikan tradisi ini khas sekaligus monumental. Potensi besar ini diharapkan dapat mendorong lahirnya Museum Topeng Bali Utara, sebagai pusat literasi, penelitian, dan wisata budaya.

Melalui pameran ini, Bulfest 2025 menegaskan kembali posisi Singaraja bukan hanya sebagai penjaga warisan topeng, tetapi juga sebagai pusat kreativitas yang terus hidup. Warisan leluhur dipertemukan dengan ekspresi kontemporer, menciptakan ruang dialog lintas generasi.

Mudah-mudahan, ke depannya perhatian terhadap seniman Buleleng semakin diperkuat, baik melalui pembangunan museum topeng khas Bali Utara, maupun penyediaan ruang yang lebih representatif sebagai tempat berkesenian. Kehadiran gedung pameran seni rupa permanen akan menjadi tonggak penting, sebagaimana Yogyakarta memiliki ArtJog, Jakarta dengan Art Jakarta, Surabaya dengan ArtSub, hingga Singapura dengan Art SG.

Selain itu, hotel-hotel di kawasan Lovina yang memiliki ballroom juga diharapkan dapat diajak bermitra, menjadikan ruangannya sebagai alternatif ruang pamer seni rupa. Sinergi semacam ini akan memperluas akses seniman dalam mempresentasikan karyanya sekaligus memperkaya pengalaman wisata budaya di Buleleng.

Ruang-ruang semacam ini bukan hanya wadah bagi seniman untuk mengekspresikan ide dan gagasan, tetapi juga mampu mendatangkan devisa dan wisatawan, yang pada gilirannya memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan daerah. Sebab, negara yang kuat tidak hanya ditopang oleh persenjataan, melainkan juga oleh kekuatan seni dan budaya yang terjaga dan berkembang. Di sinilah letak kehebatan sebuah bangsa dan daerah: ketika tradisi leluhur mampu berjalan seiring dengan dinamika zaman, sekaligus menjadi daya tarik dunia.

Bulfest 2025 pun hadir sebagai pengingat bahwa seni dan budaya Buleleng adalah aset adiluhung yang patut terus dirawat, dilestarikan, dan ditampilkan dalam wajah yang semakin segar baik bagi masyarakat lokal maupun dunia internasional. [T]

Lovina, 20 Agustus 2025

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sampah Plastik dan Ragam Tangan di Balik Topeng Rama-Laksmana pada Panggung Bulfest 2025
Karakter dan Nilai-Nilai Luhur “The Mask of Buleleng” — Catatan dari Pembukaan Bulfest 2025

Tags: buleleng festivalbulfestBulfest 2025Pameran Seni RupaSeni Rupatopeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [10]–Makan Gratis di Warung Milik Arek Suroboyo

Next Post

Pengetahuan, Wakil Rakyat, Hiburan dan Topeng Monyet

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

by Made Chandra
June 8, 2026
0
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan,...

Read moreDetails

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

by Made Chandra
June 2, 2026
0
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

Read moreDetails

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
0
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

Read moreDetails

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

by Made Chandra
May 4, 2026
0
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

Read moreDetails

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

by Agung Bawantara
March 23, 2026
0
Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Di tengah hiruk-pikuk malam pengerupukan, sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1948, ketika ogoh-ogoh diarak dalam gegap gempita, sosok...

Read moreDetails

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

by Agung Bawantara
March 17, 2026
0
Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Karya ogoh-ogoh berjudul “Tugu Mayang” dari ST. Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Ubud, Gianyar, menguatkan sebuah kecenderungan estetika yang...

Read moreDetails

Gerabah dan Manusia yang Berubah

by Mas Ruscitadewi
March 7, 2026
0
Gerabah dan Manusia yang Berubah

Dalam pameran Bali Bhuwana Rupa oleh ISI Denpasar di ARMA Museum Ubud, yang bertajuk ' Adhi Jnana Astam (Mastery-Mind-Marvel), banyak...

Read moreDetails
Next Post
Pengetahuan, Wakil Rakyat, Hiburan dan Topeng Monyet

Pengetahuan, Wakil Rakyat, Hiburan dan Topeng Monyet

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari
Panggung

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam
Pariwisata

International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam

Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia
Pameran

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

by Nyoman Budarsana
June 9, 2026
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022
Panggung

Peed Aya PKB 2026 Dirancang Tampil Lebih Dinamis Sebagai Pertunjukan Seni Berjalan

PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co