2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Seni Rupa Topeng di Bulfest 2025: Jejak Budaya dan Ekspresi Kontemporer

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
August 21, 2025
in Ulas Rupa
Pameran Seni Rupa Topeng di Bulfest 2025: Jejak Budaya dan Ekspresi Kontemporer

Pameran Seni Rupa Topeng di Bulfest 2025

AGUSTUS 2025 Buleleng Festival (Bulfest) 2025 kembali hadir dengan kemeriahan pada 18–23 Agustus di Kota Singaraja, Bali. Mengangkat tema “The Mask History of Buleleng: Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng”, festival ini bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan jejak sejarah dan menghidupkan kembali tradisi melalui seni.

Selain pertunjukan seni tradisional dan kontemporer, salah satu agenda utama yang menyita perhatian adalah Pameran Seni Rupa Topeng, yang mempertemukan warisan leluhur dengan tafsir visual para seniman masa kini. Singaraja telah lama dikenal sebagai salah satu episentrum seni topeng di Bali Utara.

Pameran Seni Rupa Topeng di Bulfest 2025 | Foto: Surya Darma

Wilayah Tejakula, misalnya, sangat lekat dengan tradisi Wayang Wong, sebuah seni pertunjukan yang memadukan tari, drama, dan penggunaan topeng. Dalam rangkaian Bulfest kali ini, Rumah Jabatan Bupati Buleleng dialihfungsikan menjadi ruang pamer bertema topeng. Tidak hanya menghadirkan koleksi topeng sakral dan klasik, pameran juga menyuguhkan karya 26 perupa Bali yang menafsirkan simbol topeng dengan beragam gaya dan pendekatan visual.

Beberapa karya yang menjadi pusat perhatian publik antara lain:

I Kadek Wiradinata, melalui lukisan “Satu di antara 1000” (40 x 60 cm, oil on canvas), menampilkan wajah Sang Buddha yang tenang dan penuh welas asih. Karya ini menyiratkan pesan spiritual: dalam hiruk pikuk kehidupan modern, figur penuh kasih sejati semakin langka.

Md. G. Karma Wedha, dengan karya “Jati Diri Tidak Harus Dipublikasikan tapi Pembuktian”, menampilkan sosok anak muda berwajah badut dengan jeans robek dari atas ke bawah. Melalui satir visual, ia mengingatkan bahwa identitas seseorang tak bisa diukur semata-mata dari tampilan luar.

Tini Wahyuni, menghadirkan “When the Mask Come Off” (60 x 80 cm, oil on canvas). Lukisan ini tidak menggambarkan topeng secara eksplisit, melainkan simbolis: figur berjubah biru dengan wajah misterius seolah baru saja menanggalkan topeng kepalsuan, sementara gelembung-gelembung rapuh di sekelilingnya menjadi metafora rapuhnya kepalsuan manusia.

Dewa Made Agung Kusuma Wardhana, menafsirkan Topeng Arsa Wijaya, simbol pemimpin bijaksana, dengan visual dramatis: topeng terbelah oleh sayatan pisau tajam. Kritik sosial pun hadir, mempertanyakan masih adakah pemimpin yang benar-benar adil dan berwibawa di tengah pusaran kekuasaan.

Menurut I Made Tegeh Okta Maheri, S.Sn, Kepala Bidang Kesenian Buleleng sekaligus koreografer, pameran ini adalah ruang temu antara seni rupa kontemporer dengan warisan klasik. Selain lukisan-lukisan mutakhir, pengunjung juga dapat melihat topeng Wayang Wong asli dari kelompok Guna Murti Desa Tejakula serta koleksi keluarga Manikan dari Desa Banyuatis, yang dihadirkan di bawah tanggung jawab Gede Yudi Gautama. Beberapa topeng yang dipamerkan merupakan replika dari topeng sungsungan (sakral) yang biasanya disimpan di pura-pura desa.

Pameran juga menampilkan karya maestro tari topeng almarhum I Nyoman Suma Argawa dari Desa Bungkulan, yang bukan hanya dikenal sebagai penari ulung tetapi juga pembuat topeng handal. Salah satu karyanya yang ikonik adalah Topeng Barong Singa, bentuk khas Singaraja yang menggabungkan barong dengan figur singa dan rangda.

Pameran ini menjadi bentuk penghormatan kepada maestro-maestro seni topeng Buleleng yang telah mendunia. Keunikan karakter Wayang Wong Banyuatis, misalnya, memperlihatkan kecerdikan para seniman dalam menciptakan figur-figur berbeda, menjadikan tradisi ini khas sekaligus monumental. Potensi besar ini diharapkan dapat mendorong lahirnya Museum Topeng Bali Utara, sebagai pusat literasi, penelitian, dan wisata budaya.

Melalui pameran ini, Bulfest 2025 menegaskan kembali posisi Singaraja bukan hanya sebagai penjaga warisan topeng, tetapi juga sebagai pusat kreativitas yang terus hidup. Warisan leluhur dipertemukan dengan ekspresi kontemporer, menciptakan ruang dialog lintas generasi.

Mudah-mudahan, ke depannya perhatian terhadap seniman Buleleng semakin diperkuat, baik melalui pembangunan museum topeng khas Bali Utara, maupun penyediaan ruang yang lebih representatif sebagai tempat berkesenian. Kehadiran gedung pameran seni rupa permanen akan menjadi tonggak penting, sebagaimana Yogyakarta memiliki ArtJog, Jakarta dengan Art Jakarta, Surabaya dengan ArtSub, hingga Singapura dengan Art SG.

Selain itu, hotel-hotel di kawasan Lovina yang memiliki ballroom juga diharapkan dapat diajak bermitra, menjadikan ruangannya sebagai alternatif ruang pamer seni rupa. Sinergi semacam ini akan memperluas akses seniman dalam mempresentasikan karyanya sekaligus memperkaya pengalaman wisata budaya di Buleleng.

Ruang-ruang semacam ini bukan hanya wadah bagi seniman untuk mengekspresikan ide dan gagasan, tetapi juga mampu mendatangkan devisa dan wisatawan, yang pada gilirannya memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan daerah. Sebab, negara yang kuat tidak hanya ditopang oleh persenjataan, melainkan juga oleh kekuatan seni dan budaya yang terjaga dan berkembang. Di sinilah letak kehebatan sebuah bangsa dan daerah: ketika tradisi leluhur mampu berjalan seiring dengan dinamika zaman, sekaligus menjadi daya tarik dunia.

Bulfest 2025 pun hadir sebagai pengingat bahwa seni dan budaya Buleleng adalah aset adiluhung yang patut terus dirawat, dilestarikan, dan ditampilkan dalam wajah yang semakin segar baik bagi masyarakat lokal maupun dunia internasional. [T]

Lovina, 20 Agustus 2025

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sampah Plastik dan Ragam Tangan di Balik Topeng Rama-Laksmana pada Panggung Bulfest 2025
Karakter dan Nilai-Nilai Luhur “The Mask of Buleleng” — Catatan dari Pembukaan Bulfest 2025

Tags: buleleng festivalbulfestBulfest 2025Pameran Seni RupaSeni Rupatopeng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Perjalanan Bersepeda ke Labuan Bajo [10]–Makan Gratis di Warung Milik Arek Suroboyo

Next Post

Pengetahuan, Wakil Rakyat, Hiburan dan Topeng Monyet

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Mantra Visual Made Wiradana

by Hartanto
August 2, 2026
0
Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

Read moreDetails

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

by Gustra Adnyana
July 31, 2026
0
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Di tepian aliran sungai Petanu, sebuah ruang seni baru tumbuh di tengah lanskap hijau Ubud. Buki Gallery di Bumi Kinar...

Read moreDetails

Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

by Angga Wijaya
July 30, 2026
0
Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

ADA perubahan yang menarik dalam lanskap seni kriya Indonesia dalam dua dekade terakhir. Jika dahulu kriya lebih sering dipahami sebagai...

Read moreDetails

Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

by Hartanto
July 30, 2026
0
Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

EMPAT karya dari empat pelukis Bali kontemporer yang turut berpartisipasi dalam Jogja Annual Art ke-11, yakni I Made Ruta, Ida...

Read moreDetails

Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

by Angga Wijaya
July 28, 2026
0
Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

TIDAK semua peninggalan masa lalu hadir sebagai bangunan megah atau artefak yang tersimpan di museum. Ada warisan yang jauh lebih...

Read moreDetails

Orkestra Warna Kun Adnyana

by Hartanto
July 25, 2026
0
Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

Read moreDetails

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

by Angga Wijaya
July 24, 2026
0
Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

BARANGKALI kita terlalu sering memandang alam sebagai sesuatu yang berada di luar diri. Gunung adalah bentang yang dikunjungi ketika musim...

Read moreDetails

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

by Hartanto
July 24, 2026
0
Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Pameran Yogya Annual Art ke-11 yang mengambil tema Direction (Arah) digelar di Bale Banjar Sangkring, Nitiprayan No. 88, Ngestiharjo, Kasihan,...

Read moreDetails

Kosmologi Sulur Wayan Setem

by Hartanto
July 23, 2026
0
Kosmologi Sulur Wayan Setem

PAMERAN Yogya Annual Art #11 dengan tema Direction (Arah) sangatlah menarik. Sebab, pameran ini menghadirkan medan ‘refleksi’ yang unik, terutama...

Read moreDetails

Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

by Angga Wijaya
July 23, 2026
0
Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

JIKA seni memiliki kemampuan mengembalikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, maka Sundari Rajata melakukannya melalui sebuah kebaya. Busana yang...

Read moreDetails
Next Post
Pengetahuan, Wakil Rakyat, Hiburan dan Topeng Monyet

Pengetahuan, Wakil Rakyat, Hiburan dan Topeng Monyet

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co