3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membludaknya Bentuk Layanan Publik Elektronik di Kantor Pemerintah: Bentuk Latah FOMO?

Reja by Reja
August 15, 2025
in Esai
Aturan Turunan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi: Kebijakan “Omon-Omon”?

Reja

JIKA membandingkan Indonesia dengan negara Asia Tenggara lainnya, soal urusan layanan publik secara elektronik, tentu tidak kalah. Menurut UN E-Government Survey 2024, posisi Indonesia berada di posisi ke-64 dari 193 negara anggota PBB, posisi ini naik 13 peringkat dari posisi sebelumnya di tahun 2022 yang hanya menempati peringkat ke-77. Di Asia Tenggara, Indonesia menduduki peringkat ke-4 terbaik setelah Singapura, Thailand dan Malaysia. Ini adalah berita baik bagi Indonesia yang terus mengembangkan sayapnya untuk menjadi negara maju di dunia.

Bentuk pelayanan publik terus diupayakan untuk go online meskipun di satu sisi kesenjangan digital di Indonesia masih cukup tinggi. Menurut laporan berbagai perusahaan jasa riset digital di dunia, Internet Penetration Rate di Indonesia sudah mencapai 81 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia. Itu artinya, digital divide atau kesenjangan digitalnya masih menduduki angka 19 persen.

Namun apakah ini hanya sekedar angka? Karena pada kenyataannya banyak daerah yang sudah menerima internet, tapi penetrasi internetnya sangat buruk. Artinya dalam hal pelayanan publik, ada dua hal penting yang harus diperhatikan pemerintah, kualitas layanan internetnya dan sasaran layanannya. Jangan sampai segalanya serba elektronik, tapi masih banyak warga yang tidak mendapatkan akses berkualitas untuk mendapatkan layanan publik yang memadai.

Imam adalah salah satu permanent resident di Jerman. Menurutnya, Indonesia negeri yang serba teknologi. Bagi dirinya yang telah tinggal di Jerman selama belasan tahun, dirinya tak pernah menyangka, segalanya sudah serba barcoding system mulai sejak turun dari pesawat hingga kehidupan sehari-hari.

“Di Jerman, meskipun segala bentuk appointment pelayanan publik sudah dilakukan secara online, tetap ada semacam control book manual yang diberikan kepada kami untuk daftar ulang, tapi di Indonesia, super! Semuanya online,” kata Imam.

Menurutnya, banyak pelayanan kesehatan yang juga memanfaatkan akses teknologi, khususnya saat memberikan kemudahan pendaftaran pasien. Meskipun secara teknologi, negara Jerman dikenal maju, jalur manual tetap dilakukan terutama untuk mengatasi digital divide (gap digital) antargenerasi atau meng-handle beberapa jenis kasus spesial yang tidak dapat ditangani secara online.

“Pelayanan publik di Jerman banyak dilakukan secara elektronik demi kemudahan akses dan efisiensi. Catatan manual tetap dilakukan sebagai jalur backup jika terdapat kesalahan sistem elektronik,” tambah Imam.

***

Selain memberikan efisiensi dan kemudahan akses kepada masyarakat, berbagai bentuk pelayanan publik yang dilakukan secara elektronik memang dibutuhkan negara padat penduduk seperti Indonesia. Akibat rezim tata kelola kepegawaian negara yang kurang memadai, banyak sumber daya manusia dalam lingkup aparatur sipil negara tidak ditempatkan pada tempat layanan publik yang sesuai.  Sehingga good governance tidak terbentuk, mulai dari akses masyarakatnya terhadap pelayanan publik tidak berkualitas sampai urusan talenta digital di dalam pemerintahan yang tidak mampu.

Korupsi masih merajalela, berbagai pembangunan infrastruktur seperti Pusat Data Nasional juga masih menjadi celah untuk praktik korupsi. Bahkan selagi pengambil keputusannya adalah manusia, sistem dalam layanan publik masih dapat diatur sedemikian rupa. Hal ini sempat disinggung oleh beberapa narasumber kami yang sering ikut tender dengan pemerintah. Namun di era Presiden Prabowo, banyak juga para pemain tender yang mengatakan “sulit” untuk “bermain” lagi. Ini menjadi sebuah informasi segar bagi kepemimpinan baru di Republik Indonesia.

Kementerian/ Lembaga/ Satuan Kerja Perangkat Daerah/ Instansi (K/L/D/I) terus berlomba mengupayakan pelayanan publik secara elektronik yang maksimal. Bagaikan individu yang “FOMO” atau bahasa zaman dulunya sering disebut “latah” alias takut tertinggal dari yang lainnya.

Banyak pelayanan publik yang malah menghasilkan berbagai aplikasi baru, namun datanya tidak saling terintegrasi satu sama lain. Hal ini malah semakin merugikan anggaran negara. Menurut laporan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI pada tahun 2023, sekitar 27.000 aplikasi terbentuk dalam berbagai fungsi di ranah pelayanan publik. Hal ini harusnya menjadi pemantik peran para pembuat kebijakan di negara ini untuk segera memberlakukan kebijakan yang komprehensif dan efektif soal aplikasi pemerintah yang begitu banyak.

Pada tahun 2023, Tim dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pernah menyatakan bahwa undang-undang Satu Data Indonesia di masa depan dapat mendukung pembentukan Pusat Data Nasional, yang diperkirakan dapat menghemat 50% dari anggaran nasional.

Tak lama setelahnya, Menteri Keuangan Republik Indonesia juga pernah mengungkapkan bahwa pengembangan aplikasi di dalam departemen dan lembaga pemerintah telah menghabiskan triliunan rupiah (miliaran dolar AS). Menurut legal drafter senior DPR RI, Apriyani Dewi Azis, pemberlakuan Satu Data Indonesia menjadi undang-undang berpotensi menghasilkan penghematan dalam anggaran nasional Indonesia.

Pada Tahun 2024, Tenaga Ahli Komisi I DPR RI, Reja Dalimunthe pernah mengatakan bahwa penghematan anggaran dari pembuatan ribuan aplikasi dalam sektor publik akan memberdayakan pemerintah untuk mengatasi tantangan dengan lebih efektif dan membuat keputusan yang lebih baik. Pada akhirnya, hal ini akan menguntungkan masyarakat dan memajukan pembangunan berkelanjutan di Indonesia secara efisien dari sisi anggaran. [T]

Reporter/Penulis: Reja
Editor: Adnyana Ole

Merdeka dalam Bayang Semu, Padahal Kita Merdeka karena Bersatu
Antara Infrastruktur dan Kebijakan Digital Pemerintah Indonesia: “Dekat di Mata, Jauh di Hati”
Kebijakan “Publisher Rights”: Perusahaan Pers Harusnya Tak Lagi Berdarah Karena Punya Jatah
Aturan Turunan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi: Kebijakan “Omon-Omon”?
Tags: elektronikFOMOpemerintahan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pajek, Pajak, Kerajaan dan Pemerintah

Next Post

Program SEJIWA di Gunaksa, Mengenal dan Menangani Tanda-tanda Gangguan Jiwa

Reja

Reja

Dosen Prodi Ilmu Politik, Fisip, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” (UPNVJ) Jakarta

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Program SEJIWA di Gunaksa, Mengenal dan Menangani Tanda-tanda Gangguan Jiwa

Program SEJIWA di Gunaksa, Mengenal dan Menangani Tanda-tanda Gangguan Jiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co