2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membludaknya Bentuk Layanan Publik Elektronik di Kantor Pemerintah: Bentuk Latah FOMO?

Reja by Reja
August 15, 2025
in Esai
Aturan Turunan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi: Kebijakan “Omon-Omon”?

Reja

JIKA membandingkan Indonesia dengan negara Asia Tenggara lainnya, soal urusan layanan publik secara elektronik, tentu tidak kalah. Menurut UN E-Government Survey 2024, posisi Indonesia berada di posisi ke-64 dari 193 negara anggota PBB, posisi ini naik 13 peringkat dari posisi sebelumnya di tahun 2022 yang hanya menempati peringkat ke-77. Di Asia Tenggara, Indonesia menduduki peringkat ke-4 terbaik setelah Singapura, Thailand dan Malaysia. Ini adalah berita baik bagi Indonesia yang terus mengembangkan sayapnya untuk menjadi negara maju di dunia.

Bentuk pelayanan publik terus diupayakan untuk go online meskipun di satu sisi kesenjangan digital di Indonesia masih cukup tinggi. Menurut laporan berbagai perusahaan jasa riset digital di dunia, Internet Penetration Rate di Indonesia sudah mencapai 81 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia. Itu artinya, digital divide atau kesenjangan digitalnya masih menduduki angka 19 persen.

Namun apakah ini hanya sekedar angka? Karena pada kenyataannya banyak daerah yang sudah menerima internet, tapi penetrasi internetnya sangat buruk. Artinya dalam hal pelayanan publik, ada dua hal penting yang harus diperhatikan pemerintah, kualitas layanan internetnya dan sasaran layanannya. Jangan sampai segalanya serba elektronik, tapi masih banyak warga yang tidak mendapatkan akses berkualitas untuk mendapatkan layanan publik yang memadai.

Imam adalah salah satu permanent resident di Jerman. Menurutnya, Indonesia negeri yang serba teknologi. Bagi dirinya yang telah tinggal di Jerman selama belasan tahun, dirinya tak pernah menyangka, segalanya sudah serba barcoding system mulai sejak turun dari pesawat hingga kehidupan sehari-hari.

“Di Jerman, meskipun segala bentuk appointment pelayanan publik sudah dilakukan secara online, tetap ada semacam control book manual yang diberikan kepada kami untuk daftar ulang, tapi di Indonesia, super! Semuanya online,” kata Imam.

Menurutnya, banyak pelayanan kesehatan yang juga memanfaatkan akses teknologi, khususnya saat memberikan kemudahan pendaftaran pasien. Meskipun secara teknologi, negara Jerman dikenal maju, jalur manual tetap dilakukan terutama untuk mengatasi digital divide (gap digital) antargenerasi atau meng-handle beberapa jenis kasus spesial yang tidak dapat ditangani secara online.

“Pelayanan publik di Jerman banyak dilakukan secara elektronik demi kemudahan akses dan efisiensi. Catatan manual tetap dilakukan sebagai jalur backup jika terdapat kesalahan sistem elektronik,” tambah Imam.

***

Selain memberikan efisiensi dan kemudahan akses kepada masyarakat, berbagai bentuk pelayanan publik yang dilakukan secara elektronik memang dibutuhkan negara padat penduduk seperti Indonesia. Akibat rezim tata kelola kepegawaian negara yang kurang memadai, banyak sumber daya manusia dalam lingkup aparatur sipil negara tidak ditempatkan pada tempat layanan publik yang sesuai.  Sehingga good governance tidak terbentuk, mulai dari akses masyarakatnya terhadap pelayanan publik tidak berkualitas sampai urusan talenta digital di dalam pemerintahan yang tidak mampu.

Korupsi masih merajalela, berbagai pembangunan infrastruktur seperti Pusat Data Nasional juga masih menjadi celah untuk praktik korupsi. Bahkan selagi pengambil keputusannya adalah manusia, sistem dalam layanan publik masih dapat diatur sedemikian rupa. Hal ini sempat disinggung oleh beberapa narasumber kami yang sering ikut tender dengan pemerintah. Namun di era Presiden Prabowo, banyak juga para pemain tender yang mengatakan “sulit” untuk “bermain” lagi. Ini menjadi sebuah informasi segar bagi kepemimpinan baru di Republik Indonesia.

Kementerian/ Lembaga/ Satuan Kerja Perangkat Daerah/ Instansi (K/L/D/I) terus berlomba mengupayakan pelayanan publik secara elektronik yang maksimal. Bagaikan individu yang “FOMO” atau bahasa zaman dulunya sering disebut “latah” alias takut tertinggal dari yang lainnya.

Banyak pelayanan publik yang malah menghasilkan berbagai aplikasi baru, namun datanya tidak saling terintegrasi satu sama lain. Hal ini malah semakin merugikan anggaran negara. Menurut laporan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI pada tahun 2023, sekitar 27.000 aplikasi terbentuk dalam berbagai fungsi di ranah pelayanan publik. Hal ini harusnya menjadi pemantik peran para pembuat kebijakan di negara ini untuk segera memberlakukan kebijakan yang komprehensif dan efektif soal aplikasi pemerintah yang begitu banyak.

Pada tahun 2023, Tim dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pernah menyatakan bahwa undang-undang Satu Data Indonesia di masa depan dapat mendukung pembentukan Pusat Data Nasional, yang diperkirakan dapat menghemat 50% dari anggaran nasional.

Tak lama setelahnya, Menteri Keuangan Republik Indonesia juga pernah mengungkapkan bahwa pengembangan aplikasi di dalam departemen dan lembaga pemerintah telah menghabiskan triliunan rupiah (miliaran dolar AS). Menurut legal drafter senior DPR RI, Apriyani Dewi Azis, pemberlakuan Satu Data Indonesia menjadi undang-undang berpotensi menghasilkan penghematan dalam anggaran nasional Indonesia.

Pada Tahun 2024, Tenaga Ahli Komisi I DPR RI, Reja Dalimunthe pernah mengatakan bahwa penghematan anggaran dari pembuatan ribuan aplikasi dalam sektor publik akan memberdayakan pemerintah untuk mengatasi tantangan dengan lebih efektif dan membuat keputusan yang lebih baik. Pada akhirnya, hal ini akan menguntungkan masyarakat dan memajukan pembangunan berkelanjutan di Indonesia secara efisien dari sisi anggaran. [T]

Reporter/Penulis: Reja
Editor: Adnyana Ole

Merdeka dalam Bayang Semu, Padahal Kita Merdeka karena Bersatu
Antara Infrastruktur dan Kebijakan Digital Pemerintah Indonesia: “Dekat di Mata, Jauh di Hati”
Kebijakan “Publisher Rights”: Perusahaan Pers Harusnya Tak Lagi Berdarah Karena Punya Jatah
Aturan Turunan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi: Kebijakan “Omon-Omon”?
Tags: elektronikFOMOpemerintahan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pajek, Pajak, Kerajaan dan Pemerintah

Next Post

Program SEJIWA di Gunaksa, Mengenal dan Menangani Tanda-tanda Gangguan Jiwa

Reja

Reja

Dosen Prodi Ilmu Politik, Fisip, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” (UPNVJ) Jakarta

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Program SEJIWA di Gunaksa, Mengenal dan Menangani Tanda-tanda Gangguan Jiwa

Program SEJIWA di Gunaksa, Mengenal dan Menangani Tanda-tanda Gangguan Jiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co