22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Antara Infrastruktur dan Kebijakan Digital Pemerintah Indonesia: “Dekat di Mata, Jauh di Hati”

Reja by Reja
August 2, 2025
in Esai
Aturan Turunan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi: Kebijakan “Omon-Omon”?

Reja

DALAM melayani masyarakat, pemerintah Indonesia pun semakin banyak mempermudah masyarakat dengan penggunaan aplikasi digital, mulai dari pengurusan STNK, pembuatan SIM, ragam bentuk pembayaran pajak, dan ragam pelayanan administrasi publik lainnya. Tapi, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak tahu tentang kemudahan pelayanan ini.

Terbukti, praktik biro jasa masih menjadi pilihan masyarakat jika dihadapkan pada pembuatan atau perpanjangan surat menyurat dengan pemerintah. Selain itu, meski segalanya sudah banyak yang go digital, lucunya, banyak pelayanan administrasi publik yang malah masih meminta kartu manual, seperti kartu keluarga, Kartu Tanda Penududuk (KTP), hingga Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pada saat sedang mengurus administrasi di berbagai kantor layanan publik. Belum lagi keluhan masyarakat terhadap pelayanan berbagai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) yang kerap menuai kritik soal data yang belum terintegrasi. Banyak laporan mengenai data yang tidak terintegrasi antar berbagai sistem, yang mengakibatkan berbagai layanan administrasi publik tidak optimal.

Karut-Marut Data Pemerintah yang Menelan Banyak Anggaran

Negeri semakin digital, tapi banyak data malah berbeda-beda untuk satu jenis kebutuhan yang sama. Ditambah lagi, pernah ada permintaan Presiden Joko Widodo saat meminta data kapal kepada pihak Kemenkominfo, namun permintaan tersebut tidak dapat tersaji dengan akurat dan cepat. Dari hal tersebut, Kemenkominfo coba berupaya memberikan data kapal yang dimaksud meskipun ada banyak pilihan karena seperti data kapal pariwisata atau untuk kebutuhan wisata, maka perlu meminta kepada Kementerian Pariwisata.

Jika kebutuhan yang dimaksud adalah kapal penumpang, maka data yang dibutuhkan ada di Kementerian Perhubungan. Letaknya data yang terpencar dan tidak terintegrasi untuk permasalahan yang sejenis membuat segala bentuk pengambilan kebijakan tampak sulit dan tidak berbasis pada data. Tak jarang, sering kali data malah menjadi komoditas sektoral setiap Kementerian/ Lembaga/ Daerah/ Instansi (K/L/D/I) di Indonesia. Data tidak mudah dibagipakaikan.

Portal Satu Data Indonesia telah terhubung dengan 70 Kementerian/ Lembaga, 31 Provinsi, dan 273 Kabupaten/ Kota portal Data instansi dengan lebih dari 453.767 Dataset. Namun masih banyak catatan dalam portal Satu Data Indonesia, mulai dari website data.go.id yang sering tampak down dan kurang sederhana halaman mukanya untuk dimengerti. Masih banyak tantangan pelaksanaan Satu Data Indonesia yang lahir dari Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Di era pemerintahan sebelumnya, data Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2022, Pemerintah Indonesia tercatat memiliki 2.700 pusat data yang tersebar di 630 kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Masing-masing instansi di Indonesia pun memiliki aplikasi yang berbeda-beda dalam melakukan olah data. Sedikitnya 27.000 aplikasi untuk mengolah data di seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah telah menelan biaya belanja anggaran yang tidak murah. Undang-Undang Satu Data Indonesia yang dapat menghemat anggaran negara dari pengeluaran semacam ini (pembuatan aplikasi).

Padahal dalam catatan pemerintahan sebelumnya, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani sering mengeluhkan besarnya pengeluaran anggaran dari membuat aplikasi di lingkup pemerintah, biaya totalnya bisa mencapai puluhan triliun. Padahal banyak aplikasi yang hanya sebatas beroperasi namun tidak efisien penggunaannya karena database berdiri masing-masing. Pada era yang sama, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pernah menyatakan bahwa undang-undang tentang Satu Data Indonesia dapat mendukung pembentukan Pusat Data Nasional, dan dampaknya adalah penghematan anggaran negara sebesar 50%.

Prestasi Digital Indonesia Tingkat Global di Tengah Kekacauan Lokal

Meskipun banyak kekacauan digitalisasi dalam tatanan pemerintah Indonesia, namun tetap ada secercah harapan. Mekanisme pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bahkan sempat membuat geger Amerika Serikat (AS), karena penggunaan metode ini mengurangi dominasi Visa dan Mastercard di Tanah Air. Dalam dokumen Foreign Trade Barriers milik Amerika Serikat pun, pihak AS menyinggung keberadaan QRIS dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Menurut data Bank Indonesia, pengguna QRIS sudah mencapai 47,8 juta orang per Juni 2025 atau hampir 20% total populasi Indonesia. Meskipun metode pembayaran barcode ini pertama kali dikembangkan di Jepang, namun transaksi QRIS milik Indonesia transaksinya sudah bisa mencapai Rp.660 triliun sejak transaksi pertamanya pada 1 Januari 2020 lalu. Bagi pemerintah, pembayaran dengan mode digital ini memperkuat sistem pembayaran domestik dan inklusi keuangan.

Selain itu, prestasi Indonesia di dunia digital tampak terlihat dari berbagai inisiatif yang mendorong perbaikan sistem administrasi publik pemerintahan yang lebih digital. Contohnya pada tahun 2011, bersama 7 negara lainnya, Indonesia resmi mendirikan Open Government Partnership, sebuah inisiatif multilateral yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan.

Pada tahun 2022, Indonesia dipercaya untuk menjadi tuan rumah bagi forum kerjasama multilateral G-20 yang fokusnya banyak mengambil tema tentang transformasi digital, namun kebijakan Indonesia untuk mendorong e-government masih sangat anomali. Infrastruktur teknologi digital Indonesia tidak kalah dengan bangsa lain, sangat dekat di mata tapi level kebijakannya masih terasa jauh di hati. [T]

Penulis: Reja
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Kebijakan “Publisher Rights”: Perusahaan Pers Harusnya Tak Lagi Berdarah Karena Punya Jatah
Aturan Turunan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi: Kebijakan “Omon-Omon”?
Literasi Media bagi Orang Tua Saat Viralnya Anomali AI
Biar Privat Asal Selamat: Melindungi Data Diri Pribadi dan Buah Hati
Tags: digitalIndonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menulis dan Bercerita dengan Perspektif Dekolonialisasi | Catatan Workshop “Decolonial Storytelling in the Context of Bali”

Next Post

Putu Bunga Adelia, Anak Tukadmungga-Buleleng, Terpilih Jadi Miss Kids Culture Global Indonesia 2025

Reja

Reja

Dosen Prodi Ilmu Politik, Fisip, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” (UPNVJ) Jakarta

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Putu Bunga Adelia, Anak Tukadmungga-Buleleng, Terpilih Jadi Miss Kids Culture Global Indonesia 2025

Putu Bunga Adelia, Anak Tukadmungga-Buleleng, Terpilih Jadi Miss Kids Culture Global Indonesia 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co