6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Buda Kecapi: Muara yang Kembali pada Hulu

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
August 6, 2025
in Ulas Rupa
Buda Kecapi: Muara yang Kembali pada Hulu
  • Artikel ini adalah catatan kuratorial paneran seni rupa “Buda Kecapi: Seni dan Penjelajahan ke Dalam Diri” serangkaian Singaraja Literary Festival, 25-27 Juli 2025 di Galeri Paduraksa FBS Undiksha Singaraja

MEMBACA kembali teks yang berkenaan dengan Buda Kacapi seperti masuk pada sebuah bangunan pengetahuan dalam siklus hidrologi. Air itu telah berada di muaranya kemudian menguap ke angkasa, menggumpal menjadi awan dan jatuh sebagai hujan.

Air hujan lantas diserap oleh tanah, dikeluarkan melalui pori-porinya kemudian mengalir pada alur-alur sungai, dari hulu menuju hilir hingga sampai pada muara, menyatu kembali dengan samudra dan menguap kembali menjadi awan. Sebuah siklus berulang yang pada prosesnya membawa kita pada suatu kesadaran pengetahuan tentang sistem tubuh fisik dan tubuh mental (spiritual).

4a. …raris humatur sang Buddhakcapi, pukulun bhatara Yang Nini, panga-

4b. stawaning kawula, kawula minta sih pangawruha, ring bwana hagung, mwang bwana halit, panugrahaning bhatara, ring maka hadnyana sidhi sakti, lamakane sun tan kasoran, ring sapa samaning kabeh.—Sang Hyang Buda Kecapi.

Sistem tubuh dalam manuskrip pengetahuan Bali [lontar] sering sekali memuat narasi dua dimensi yang saling berkaitan, disebut dengan bhwana alit dan bhwana agung atau ring jero dan ring jaba. Kedua dimensi ini konon harus dipahami dan diseimbangkan, tujuannya adalah satu, yaitu harmonisasi, sebab pada harmoni itu keindahan dan kebahagian utama dapat dirasakan. Mudah diucapkan tetapi susah untuk dilakukan, ya tentu saja, sebagaimana Sang Buda Kecapi melakukan laku tapa samadhi dengan tekun berujung kepada diberikannya sang Buda Kecapi anugrah dewata oleh Hyang Nini [Durggha].

Sang Buda Kecapi memiliki pengetahuan tentang aksara, tentang nada suara, tentang aksiologi alam dan hakikat dimensional tubuh dan upaya harmonisasi jaringan-jaringannya melalui tumbuh-tumbuhan yang kemudian disebut osadha.

Kesamaan dimensional antara tubuh manusia dengan alam dalam manuskrip-manuskrip Bali mempergunakan Bijaksara atau aksara suci dan secara langsung berhubungan dengan organ tubuh, mandala mata angin, energi kedewataan, warna. Dalam pandangan mistik, meminjam diksi Granoka Gong bahwa ada gelombang nada yang dapat diketuk di dalam diri dan dihidupkan untuk menyatu dengan gelombang alam guna mencapai penyatuan estetik manusia mahardika.

Hooykaas dibantu oleh Hinzler dalam Kama anda Kala (1973) menyebutkan bahwa naskah Buda Kecapi adalah risalah yang memiliki banyak versi, terutama dalam versi Buda Kecapi Cemeng (Kirtya 294) yang memuat tentang kaputusan atau pengetahuan rahasia yang berkaitan dengan naskah Dharma Pawayangan, isinya tentang kaputusan dari empat kekuatan dewata dalam figur punakawan lengkap dengan Bijaksara.

Hal di atas mengingatkan kepada tulisan Damais yang mengumpulkan kutipan-kutipan terkait mandala dalam berbagai kebudayaan, beberapa di antaranya bersumber dari manuskrip Bali yang juga memiliki kesamaan dengan manuskrip Tutur Buda Kecapi (Pusdok Bali) tentang cerita asal muasal dunia dan mandala mata angin melalui teologi Panca Kosika, pada Tutur Buda Kecapi lebih spesifik kemudian menarasikan wujud manifestasinya yang memiliki empat wajah (catur mukha) sebagai simbol kekuatan Brahma.

12b. mwang sahi sira bhatara Brahma, Kretin hida sarwwa baksa, beddha rupa nira, tatenggek pat, rupani kang hulun kadi naggha sawiji, bwaya sawiji, macan sawiji, haranya Boddhakcapi sarinya, sama mawa haksara, sowang sowang sira dadi panunggunig rare, phalanya taman hapa hapa, dirggha yusa hanghing yatna juga, hana buh haksara iki, manyting wtu, yan patut hanabuh aksara ika, dhak bhatara, maka-

13a. purwaning dadi jadma—Tutur Buda Kecapi

Buda Kecapi sebagai sebuah konsep dalam Art Theraphy memiliki relasi dengan dunia psikologi, Jung (2017) menuliskan bahwa perkembangan psikologis modern membimbing ke arah pemahaman yang lebih baik tentang apa yang sebenarnya menyusun manusia.

Pada dasarnya semua kepercayaan yang bersifat teologis menuliskan narasi tentang kosmologi, dewata atau nabi-nabi, tentang ketuhanan pada versi yang hampir serupa, manusia kemudian mendapatkan wahyu ilahiah dan dituliskan sedemikian rupa.

Jung menyatakan dengan istilah psyce untuk membawa pembahasan tentang jiwa dan pikiran dalam sudut pandang psikologi, jiwa merujuk kepada totalitas semua proses psikis sadar dan tidak sadar dalam diri seorang individu. Isitlah psyce merangkul wilayah luas yang berkenaan dengan pikiran, perasaan, ingatan, dan naluri, dan dipahami sebagai sistem pengaturan diri menuju harmonisasi individu, jiwa dan pikiran adalah bentuk kesadaran dengan menekankan peran penting alam bawah sadar.

Manusia harus memahami bagaimana dirinya tersusun dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, apa yang membuatnya hidup, apa yang mampu menyentuh berbagai rasa yang melingkupi diri. Apabila kita mengarahkan persoalan psikologis sebagaimana Jung menarasikan tentang psyce maka sangatlah wajar dalam manuskrip Sanghyang Buda Kecapi (salah satunya) menguraikan panjang lebar tentang berbagai aksara suci yang bersemayam di dalam organ-organ tubuh manusia, relasi tentang tubuh manusia dengan alam semesta dalam teori mandala, dengan kata lain bahwa aksara memiliki suara ketika diucapkan.

Serupa dengan pemikiran Granoka Gong tentang Musik-Linguistik-Mistik, unsur utama musik adalah nada yang di dalamnya terkandung susunan ruang dan waktu sedangkan pada seni rupa adalah titik, garis, tekstur dan warna yang dapat diakumulasikan membentuk kedalaman intensitas-intensitas tertentu sekaligus mampu menyentuh persoalan kejiwaan manusia.

Pada terminologi lango (estetika) disebut sebagai kondisi kalangwan, sebuah proses atau praktik yang memicu ulang-alik dari kondisi ekstasis dan katarsis. Kniazzeh (1981) menegaskan bahwa the essential feature of dynamically oriented art therapy is free art expression.

Ya, art theraphy adalah bentuk perawatan diri individu atas persoalan pikiran dan jiwa secara mendalam melalui kebebasan berekspresi yang ditawarkan oleh aktivitas berkesenian. Buda Kecapi menawarkan bentuk pengetahuan penyadaran tubuh manusia melalui aksara dan suara aksara organ-organ tubuh sedangkan praktik terapi seni (rupa) menawarkan kebebasan berekspresi melalui unsur-unsur esensial seni (rupa) itu sendiri.[T]

Referensi

Lontar Buda Kecapi Cemeng, IIIC / 294, Kol. Gedong Kirtya Singaraja.

Lontar Sang Hyang Buda Kecapi, II/X/2/Dokbud, Kol. Pusdok Bali.

Lontar Tutur Buda Kecapi, II/VII/3/Dokbud, Pusdok Bali.

Lontar Usadha Buda Kecapi, II/I/10/Dokbud, Pusdok Bali.

Damais, Louis-Charles. 1995. Epigrafi dan sejarah Nusantara : Pilihan Karangan Louis-Charles Damais. Jakarta : Ecole Francaise d`Extreme-Orient

Granoka Gong, Ida Wayan Oka. 2009. Reinkarnasi Budaya: Manifestasi Dorongan Kuat untuk Bereinkarnasi di dalam Tubuh Kebudayaan yang Berbhineka Tunggal Ika. Denpasar: Maha Bajra Sandhi.

Hooykaas, C. 1970. Kama and Kala: Material for the Study of Shadow Theatre in Bali. Amsterdam:North Holland Publishing Company.

Jung, CG. 2017. Psikologi dan Agama. Yogyakarta: IRCISoD.

Kniazzeh, CR. 2016. Art Therapy. New York: Basic Books and International Psychotherapy Institute.

Penulis: Dewa Purwita Sukahet
Editor: Jaswanto

https://tatkala.co/2025/08/06/indonesia-kumpulan-pohon-tumbang-lukisan-sia-sia-pembangunan-dan-awas-sigap-karya-polenk-rediasa-di-singaraja-literary-festival-2025
Tags: KuratorialPameranSeni RupaSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bupati Nyoman Sutjidra Pertahankan Singaraja sebagai Kota Pusaka

Next Post

Buda Kecapi sebagai Metode Art Therapy

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

by Hartanto
February 24, 2026
0
SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

BENCANA banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat dan beberapa daerah di Indonesia – menurut saya, bukanlah sekedar bencana...

Read moreDetails

Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

by Agung Bawantara
February 22, 2026
0
Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

OGOH-OGOH Kalabendu karya Sekaa Teruna (ST) Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu, Kuta Selatan, menempatkan figur bhutakala bertangan enam sebagai pusat komposisi....

Read moreDetails

Rush to Paradise: Tumbal Menuju “Surga”

by I Wayan Westa
February 22, 2026
0
Rush to Paradise: Tumbal Menuju “Surga”

INI mobil kayu, mirip Ferrari, kendaraan tercepat di lintas darat. Dipajang di Labyrinth Art  Galleri Nuanu, Tabanan. Di ruang pameran...

Read moreDetails

Ombak, Ingatan, dan Pantai yang Dipertaruhkan — Catatan dari Pameran ‘Magic in The Waves’ Made Bagus Irawan

by Agung Bawantara
February 19, 2026
0
Ombak, Ingatan, dan Pantai yang Dipertaruhkan — Catatan dari Pameran ‘Magic in The Waves’ Made Bagus Irawan

Pameran Foto MAGIC IN THE WAVEFotografer : Made Bagus IrawanKurator : Ni Komang ErvianiProduser : Rofiqi HasanPameran. : 18 –...

Read moreDetails

Grafis yang Melentur: Menerka Praktik Berkesenian Seorang Kadek Dwi

by Made Chandra
February 9, 2026
0
Grafis yang Melentur: Menerka Praktik Berkesenian Seorang Kadek Dwi

APA yang tebersit ketika kita membayangkan kata grafis dalam kacamata kesenian hari ini? Bagaimana posisinya, atau bahkan eksistensinya, di era...

Read moreDetails

Menabur Ketabahan: Membaca “Tabur Tabah” Karya Derry Aderialtha Sembiring

by Rasman Maulana
February 6, 2026
0
Menabur Ketabahan: Membaca “Tabur Tabah” Karya Derry Aderialtha Sembiring

SUNGGUH menarik melihat “Tabur Tabah” karya Derry Aderialtha Sembiring di pameran seni rupa “Pulang ke Palung”—Denpasar, 24 Desember 2025 sampai...

Read moreDetails

Fajar dan Rekonstruksi Prambanan

by Hartanto
February 3, 2026
0
Fajar dan Rekonstruksi Prambanan

PADA tahun 1995, saya bersama wartawan majalah TEMPO, Putu Wirata -  menghadiri, atau tepatnya meliput Upacara Tawur Kesanga Hari Raya...

Read moreDetails

Mengurai Ke-Aku-An Seorang Wayan Suja : Catatan pinggir dari kacamata Gen-z dalam membaca relasi otonom-heteronom seorang seniman Gen-X

by Made Chandra
February 2, 2026
0
Mengurai Ke-Aku-An Seorang Wayan Suja : Catatan pinggir dari kacamata Gen-z dalam membaca relasi otonom-heteronom seorang seniman Gen-X

MENDENGAR adalah kegiatan tersulit yang sanggup untuk dilakoni oleh seorang seniman. Gurauan tentang bagaimana seniman adalah kegilaan yang diciptakan oleh...

Read moreDetails

Print-Mapping: Decolonial Axis — a Solo exhibition by Agung Pramana

by Vincent Chandra
January 30, 2026
0
Print-Mapping: Decolonial Axis — a Solo exhibition by Agung Pramana

“Ne visitez pas I’Exposition Coloniale! (Jangan kunjungi Pameran Kolonial!)”, begitu desak kelompok seniman surealis Prancis melalui selebaran-selebaran yang mereka bagikan...

Read moreDetails

Golden Hibernation, Sonic: Re-Listening and Re-activating the Sleeping Narrative

by Angelique Maria Cuaca
January 12, 2026
0
Golden Hibernation, Sonic: Re-Listening and Re-activating the Sleeping Narrative

BAGAIMANA membangunkan kembali pengetahuan yang tertidur—cerita yang tertinggal di lidah, ingatan bunyi yang mulai hilang bentuknya, catatan perjalanan yang tersisa...

Read moreDetails
Next Post
Buda Kecapi sebagai Metode Art Therapy

Buda Kecapi sebagai Metode Art Therapy

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co