6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyaksikan Balawan di UVJF 2025: Eksplorasi Jazz di antara Gending dan Tapping

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 4, 2025
in Panggung
Menyaksikan Balawan di UVJF 2025: Eksplorasi Jazz di antara Gending dan Tapping

Balawan di Sthala Ubud Village Jazz Festival (2/8)│Foto: tatkala.co/Dede

BARANGKALI, selama dua hari perhelatan Sthala Ubud Village Jazz Festival (UVJF) 2025, inilah pertunjukan paling ramai dan semarak. Bukan karena bintang jazz luar negeri yang tampil, tetapi karena hadirnya seorang musisi Bali yang telah melanglang buana di panggung internasional. Ia adalah I Wayan Balawan, musisi jazz asal Batuan, Sukawati, Gianyar, yang dikenal piawai memadukan jazz dengan gamelan Bali—jazz fusion.

Kala itu, Sabtu, 2 Agustus 2025, saat waktu menunjukkan pukul 18.30 Wita, para penonton sudah ramai memadati Subak Stage, sebagian dari mereka menanti pertunjukan yang sejak awal sudah mereka tandai dalam agenda UVJF 2025, yaitu penampilan dari Balawan.

Balawan lahir pada 9 September 1973 di tengah keluarga seniman tradisional Bali. Dari kecil, gamelan sudah menjadi bagian hidupnya. Namun pada usia delapan tahun, arah hidupnya mulai bergeser ketika belajar gitar. Ketertarikan pada musik modern, terutama rock, membawanya membentuk band bernama Maxel saat berusia 12 tahun. Di era 1980-an, Maxel cukup dikenal di Bali dan tampil sejajar dengan band-band rock besar kala itu, seperti Harley Angels—pemenang Festival Rock Indonesia I yang diselenggarakan oleh Log Zhelebour pada tahun 1984 di Surabaya.

Balawan di Sthala Ubud Village Jazz Festival│Foto: tatkala.co/Dede

Singkat cerita, setelah lulus dari SMAN 1 Denpasar, Balawan melanjutkan pendidikannya di Australian Institute of Music pada 1993 lewat program beasiswa. Di sana ia mendalami musik jazz dan berbagai teknik permainan gitar, termasuk teknik tapping—cara bermain gitar menggunakan kedua tangan di atas fretboard layaknya bermain piano.

Ia kemudian mengembangkan teknik ini menjadi eight-finger tapping, memungkinkan dirinya memainkan melodi dan harmoni secara bersamaan dengan delapan jari, bahkan di atas gitar double-neck. Karena itu pula, ia menjadi gitaris Asia pertama yang mampu memainkan tapping delapan jari pada gitar jenis double-neck secara bersamaan.

Sekembalinya ke Bali, Balawan membentuk Batuan Ethnic Fusion, proyek yang menggabungkan gitar, bass, piano, drum dengan gamelan Bali. Tentu saja, menggabungkan jazz dengan gamelan Bali bukan perkara mudah.

Jazz umumnya berbasis diatonik dan bisa dimainkan dalam berbagai tempo, sedangkan gamelan Bali berbasis pentatonik dan cenderung cepat. Tantangan terbesar adalah menyamakan tempo dan menyatukan sistem tangga nada yang berbeda. Namun, Balawan berhasil menemukan jalan tengah, yaitu dengan memasukkan unsur jazz ke dalam gamelan, dan sebaliknya, tanpa kehilangan karakter keduanya.

Balawan memainkan harmonika di hadapan penonton│Foto: tatkala.co/Dede

Kembali lagi ke UVJF 2025, penampilan Balawan malam itu membuktikan semuanya. Kecepatan jari-jari, ketepatan nada, dan keharmonisan dengan gamelan membuat penonton terkesima.

Tak heran jika penampilan Balawan menjadi yang paling padat penonton di Subak Stage sepanjang dua hari perhelatan festival. Sorak sorai dan standing applause mengiringi tiap akhir lagu, menandakan apa yang mereka saksikan bukan sekadar konser, melainkan pengalaman musikal yang langka.

“Balawan, it’s a great performance, I like your show,” ujar seorang penonton asing sambil menyalami sang gitaris selepas tampil.

Seperti aliran Sungai Wos yang mengalir tanpa sekat di bawah Subak Stage, begitu pula permainan Balawan malam itu—mengalir, luwes, dan hidup. Nada-nada gitar selaras menyatu dengan gending gamelan, menciptakan dialog musik yang tak banyak bisa ditiru oleh musisi lain.

Para penonton yang menyaksikan Balawan di UVJF 2025│Foto: tatkala.co/Dede

Kolaborasi Balawan bersama Jiyestha di UVJF 2025 │Foto: tatkala.co/Dede

Tak hanya asyik tampil bersama timnya, Balawan juga turut mengajak anaknya, Jiyestha, naik ke panggung dan menyumbangkan suara dalam beberapa lagu. Ibarat pepatah lama, ‘buah jatuh tak jauh dari pohonnya’, kolaborasi ayah dan anak itu menambah kehangatan malam yang telah penuh semangat. Salah satu lagu enerjik yang dibawakan Jiyestha adalah “I Feel Good” dari James Brown, membuat semua penonton turut berjoget dari masing-masing tempat duduk. Barangkali dalam hati mereka ada perasaan ingin berjingkrak-jingkrak, namun mereka tetap menjaga batasan, mengingat ini adalah festival jazz.

Meski terdengar sempurna, Balawan mengaku tak banyak melakukan persiapan. Sehari sebelumnya, ia baru saja tampil di Bandung bersama Trisum, trio gitaris jazz Indonesia bersama Dewa Budjana dan Tohpati. Tapi karena lagu-lagu yang ia bawakan sudah sering ditampilkan di berbagai panggung, Balawan mengaku tidak ada hambatan untuk tampil di UVJF.

Di tengah pertunjukan, ia juga melibatkan penonton lewat candaan dan sesi interaktif. Setelah menyetel auto-tune, ia mengajak penonton bernyanyi, menjawab pertanyaan seputar asal-usul, makanan kesukaan, hingga hal-hal sederhana lainnya. Cara ini menunjukkan bahwa jazz bukan hanya musik yang serius tetapi bisa cair, inklusif, dan menyenangkan.

Balawan ketika melibatkan penonton dalam repertoarnya│Foto: tatkala.co/Dede

“Sekarang kita harus pintar, apalagi pasar jazz tidak terlalu banyak. Jadi kita harus pintar menunjukkan ke orang bahwa jazz tidak hanya ribet, tapi juga punya sisi entertain atau menghibur. Kita harus terus belajar, bahkan saya pun masih belajar,” ujar Balawan dengan rendah hati.

Menurutnya, apresiasi penonton yang sebagian besar adalah wisatawan asing terasa tinggi dan tulus. “Senang ya, karena di sini orang banyak yang ingin menonton jazz. Audience-nya juga 90 persen orang luar. Jadi saya rasa apresiasinya lebih tinggi, istilahnya, mereka menanti apa yang akan ditampilkan di hadapan mereka.”

Balawan ketika melibatkan penonton dalam repertoarnya│Foto: tatkala.co/Dede

Balawan juga turut menyampaikan pesan dan harapan bagi masa depan festival jazz di Indonesia, khususnya UVJF: “Yang jelas harus seimbang. Selain menghibur, juga harus mengedukasi. Membuat masyarakat yang belum tahu menjadi tahu. Makanya di Bali itu ada Dewi Saraswati (Dewi ilmu pengetahuan), membawa gitar. Jadi di musik itu, ‘the more you learn, the more you know anything’. Musik itu terus berkembang, dan kita harus mengikutinya,” tandasnya.

Penampilan Balawan malam itu menegaskan bahwa jazz bukan hanya milik satu bangsa, satu warna kulit, ataupun satu aliran. Jazz pada dasarnya adalah perlawanan dan kebebasan, ia bisa berdialog dengan siapa dan apapun, termasuk gamelan Bali. Dan malam itu, di UVJF 2025, sebagian orang telah melihat bentuk jazz yang paling jujur dari Balawan: eksploratif, inklusif, dan berakar.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Mahanada di UVJF 2025: Bukan Sekadar Anak Muda Bernyanyi Jazz, Tapi Generasi Penerus Jazz
Santai, Tapi Menggoda, Jazz Intim Smokey Chamber Trio di UVJF 2025
Jazz Jadi Milik Semua: Malam East West European Jazz Orchestra dan Dian Pratiwi di Sthala UVJF 2025
Menyaksikan Jazz Steps di UVJF 2025: Nada dari Vietnam dan Misi ‘Jazz untuk Semua’
Tags: I Wayan BalawanUbud Village Jazz FestivalUVJF 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teater sebagai Liturgi Sosial (Perspektif Sosiologis-Filosofis)

Next Post

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Festival Jazz yang Benar-Benar Jazz

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 27, 2026
0
Sasolahan ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’ Siap Tutup Bulan Bahasa Bali 2026

Sasolahan “I Sigir Jlema Tuah Asibak” bakal menutup perhelatan Bulan Bahasa Bali VIII yang telah berlangsung selama sebukan penuh, 1-28...

Read moreDetails

Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

by Nyoman Budarsana
February 26, 2026
0
Teater Tari ‘Swarga Rohana Parwa’ dari IHDN Mpu Kuturan: Teks-teks Kuno yang Digerakkan, Ditarikan dan Disuarakan

LAMPU panggung menyala. Seorang penari perempuan masuk panggung. Ia membaca puisi bahasa Bali. Suaranya menggema dari panggung ke seluruh ruangan....

Read moreDetails

‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Basur’ Garapan Teater Jineng Smasta Tabanan: Tonjolkan Kisah Perempuan yang Dimuliakan

MESKI tetap menampilkan suasana magis ala Bali, Drama "Basur" yang dipentaskan Teater Jineng SMA Negeri 1 Tabanan (Smasta) sesungguhnya lebih...

Read moreDetails

‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

by Nyoman Budarsana
February 25, 2026
0
‘Mlantjaran ka Sasak’ dari Nong Nong Kling: Gamelan Bungut dan Kekuatan Aktor Tradisional di Panggung Bali Modern

SANGGAR Nong Nong Kling adalah kelompok seni pertunjukan yang lebih sering mementaskan drama gong, misalnya di ajang Pesta Kesenian Bali...

Read moreDetails

Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 21, 2026
0
Ketika Pelajar SMP se-Bali Membaca Puisi dalam Dua Bahasa di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

SELASA pagi, 10 Februari 2026, ruang rapat Gedung A lantai 2 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) mendadak berubah fungsi....

Read moreDetails

Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

by Dede Putra Wiguna
February 19, 2026
0
Dhanwantari: Ketika Nilai dan Identitas SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Menjelma Tari Kebesaran di Usia Tujuh Belas

SORE itu, di atas panggung utama, lima penari perempuan berdiri dalam sikap anggun nan tegas. Jemari mereka lentik, sorot mata...

Read moreDetails

Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 17, 2026
0
Kreativitas Aransemen dan Penggunaan Alat-alat Musik Baru Masih Minim pada Lomba Musikalisasi Puisi Bali di Bulan Bahasa Bali 2026

PESERTA Wimbakara (Lomba) Musikalisasi Puisi Bali serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali VIII tahun 2026 di Gedung Ksirarnbawa, Taman Budaya Bali,...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

by tatkala
February 16, 2026
0
Lomba Baca Puisi se-Bali 2026 di Tegalmengkeb Art Space: Puisi Sebagai Jalan Membangun Desa

DI Bali, seni tumbuh seperti napas: alami, dekat, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun tidak semua seni mendapat panggung...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

by Radha Dwi Pradnyani
February 15, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, 10-15 Maret 2026: Kolaborasi Budaya Dunia di Bali Utara

DI tengah arus modernisasi dan industri hiburan yang masif, upaya pelestarian kesenian terus dihidupkan melalui berbagai ruang kolaborasi. Salah satunya...

Read moreDetails

‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

by Nyoman Budarsana
February 11, 2026
0
‘Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang’, Novel Lama yang Digarap dengan Nuansa Baru dalam Drama Bali Modern Teater Jungut Sari

PANGGUNG gelap, kecuali panggung di sisi kiri. Di situ cahaya jatuh pada bangunan berbentuk pondok beratap alang-alang. Di teras pondok...

Read moreDetails
Next Post
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Festival Jazz yang Benar-Benar Jazz

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2025: Festival Jazz yang Benar-Benar Jazz

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co