23 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekilas Pentas “Kekecewaan” Wayan Jengki Sunarta : Narasi Tekstual ke Narasi Teaterikal

Hartanto by Hartanto
April 22, 2025
in Ulas Pentas
Sekilas Pentas “Kekecewaan” Wayan Jengki Sunarta : Narasi Tekstual ke Narasi Teaterikal

Jengki Sunarta

MENANDAI pembukaan pameran “Metastomata : Metamorphosis Manifesto Galang Kangin” di Neka Art Museum, 18 April 2025 yang dibuka oleh anggota DPD, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si – digelar sebuah seni pertunjukan berdurasi sekitar 10 menit.

Pada perhelatan itu, sebuah kolaborasi yang apik disajikan oleh penyair Wayan Jengki Sunarta manakala merespon karya patung Dewa Somawijaya yang berjudul “Kekecewaan”. Sementara itu, perupa Made Gunawan merespon dengan permainan serulingnya. Dewa Somawijaya, selaku pematungnya sekaligus konseptor perhelatan ini. Ia mempersiapkannya selama 3 bulan.

Pertunjukan ini berangkat dari keresahan pematungnya terhadap renovasi bangunan bersejarah yang seringkali dilakukan tanpa mempertimbangkan kesadaran sejarah dan budaya lokal. Ini, banyak terjadi dalam renovasi Pura-Pura tua di Bali. Alih-alih melestarikan, renovasi yang tidak bijak justru dapat menghapus jejak sejarah yang seharusnya tetap terjaga.

Dalam konteks ini, Wayan Jengki Sunarta menghidupkan puisinya yang berjudul “Situs Candi”, yang menggambarkan //Bayangan candi : wujud masa silam yang meleleh ke dalam genang kenangan bocah gembala//... Puisi ini mengangkat refleksi tentang perjalanan spiritual dan sejarah yang terjalin dalam pahatan purba, serta bagaimana manusia berinteraksi dengan warisan budaya mereka.

Made Gunawan dan Jengki Sunarta pada pembukaan pameran “Metastomata : Metamorphosis Manifesto Galang Kangin” di Neka Art Museum, 18 April 2025

Malam itu, Jengki Sunarta tampil total, dan menunjukkan kepiawaiannya dalam seni teater. Ia menghidupkan kata-kata dalam bentuk ekspresi tubuh, suara, dan interaksi dengan ruang.

Sementara itu, Made Gunawan,  yang memainkan musik seruling, menghadirkan elemen suara yang memperkuat atmosfer kegelisahan dan harapan. Musiknya menciptakan suasana yang mendalam, membawa penonton ke dalam perjalanan emosional yang penuh refleksi.

Beberapa teman sastra yang menikmati repertoar ini, menyebutnya sebagai ‘teaterikal puisi’. Ada juga yang menyebutnya ‘dramatisasi puisi’. Maksudnya adalah bentuk seni pertunjukan yang menggabungkan puisi denganelemen teater, seperti ekspresi tubuh, intonasi suara, musik, dan pencahayaan sederhana.

Pertunjukan yang  menggabungkan unsur puisi, teater, musik, dan seni visual ini menciptakan pengalaman yang multidimensional dan penuh makna. Dalam hal ini, Jengki tidak hanya membacakan puisi, tetapi ia juga memainkan ekspresi tubuh dan suara, dan menjadikannya bagian dari seni pertunjukan yang lebih bermakna. 

Jengki Sunarta pada pembukaan pameran “Metastomata : Metamorphosis Manifesto Galang Kangin” di Neka Art Museum, 18 April 2025

Jengki berhasil memvisualisasikan puisinya melalui gerakan dan atmosfer panggung. Ia menghidupkan kata-kata dengan intonasi yang dramatik, gestur yang ekspresif, dan interaksi dengan properti panggung. Sementara itu, musik Made Gunawan memperkuat suasana, menciptakan efek emosional yang mendalam.

Pertunjukan diawali dengan orasi singkat oleh pematungnya, selanjutnya penyair Wayan Jengki Sunarta keluar dari gerbang candi dengan kostum hitam dan berkerudung kain ‘poleng’. Sembari membaca puisi, ia mengelilingi beberapa patung karya Dewa Soma yang tertata di panggung, dekat dengan beberapa obor yang melengkapi property panggung. Jengki, membaca dengan totalitas dan ekspresi yang mendalam.

Api dalam pertunjukan ini bisa diinterpretasikan sebagai simbol transformasi dan pembaruan, sekaligus sebagai metafora bagi kehancuran yang terjadi akibat renovasi yang tidak bijak. Ini bisa kita rasakan pada teks puisinya ; ..//Aku terperangkap dalam ruang dan waktu// karena karma// karena punarbhawa, //tak paham kapan awal kapan akhir letih ini/.., yang semakin memperkuat kritiknya tentang “ketidakpastian sejarah dan siklus kehidupan”.

Mengutip Julia Kristeva,  seorang teoretikus, ahli linguistik, kritikus sastra, filsuf dan psikoananlis kelahiran Belgia. Ia menjelaskan tentang intertekstualitas,  bahwa sebuah teks tidak pernah berdiri sendiri, melainkan selalu berhubungan dengan teks-teks lain. Dalam konteks ini, puisi “Situs Candi” dapat dilihat sebagai bagian dari dialog dengan sejarah, mitologi, dan tradisi Bali (secara tekstual).

Ini bisa kita simak, Jengki mengangkat simbol-simbol seperti candi, arca dewa, ritual, dan masih banyak lagi diksi-diksi yang memiliki makna mendalam dalam kebudayaan Bali. Puisi ini kemudian bertransformasi menjadi seni pertunjukan yang menggabungkan beberapa anasir dan menciptakan pengalaman intertekstual yang lebih luas. Jika tak keberatan, saya berpendapat bahwa Jengki piawai mengubah “narasi tekstual” menjadi “narasi teatrikal”

Jengki Sunarta menunjukkan naskah puisi Situs Candi yang ia pertunjukkan pada pembukaan pameran “Metastomata : Metamorphosis Manifesto Galang Kangin” di Neka Art Museum, 18 April 2025

Dalam puisi “Situs Candi”, Jengki menggunakan berbagai perangkat stilistika seperti metafora, repetisi, dan personifikasi untuk menciptakan suasana yang penuh refleksi. Misalnya, frasa “Bayangan candi: wujud masa silam yang meleleh ke dalam genang kenangan bocah gembala” menunjukkan penggunaan metafora yang menggambarkan bagaimana sejarah dan kenangan dapat larut dalam waktu. Dalam pertunjukan, elemen visual seperti api dan gerakan tubuh memperkuat efek stilistika ini, menciptakan pengalaman yang lebih mendalam bagi penonton.

Dalam seni pertunjukan ini, saya menyebut penggayaannya sebagai ekspresionisme. Sebab berfokus pada ekspresi emosional yang kuat dan penggunaan simbol-simbol yang menggugah perasaan. Dalam pementasan “Kekecewaan” ini ekspresi tubuh, suara, dan musik digunakan untuk menyampaikan kegelisahan dan harapan terhadap pelestarian sejarah. Jengki , sebagai penyair, menggunakan intonasi, gerakan, dan interaksi dengan ruang untuk memperkuat pesan puisinya.

Jengki Sunarta pada pembukaan pameran “Metastomata : Metamorphosis Manifesto Galang Kangin” di Neka Art Museum, 18 April 2025

Pada akhir pertunjukan, usai Dewa Somawijaya menghancurkan patungnya – Jengki mengajak IB Rai Dharmawijaya Mantra, dan beberapa tokoh lainnya ke atas panggung, untuk suatu acara simbolik  oleh Jengki. Puisi “Situs Candi” dihidupkan melalui berbagai ekspresi. Ini adalah contoh bagaimana puisi bisa menjadi lebih dari sekedar teks—ia bisa menjadi pengalaman yang menyentuh dan menggugah.

Dengan menggabungkan teater, musik, dan seni visual, ia menciptakan pengalaman yang tidak hanya estetis tetapi juga penuh refleksi dan kritik sosial. Karya Jengki ini mengajak penonton untuk merenungkan hubungan mereka dengan sejarah, spiritualitas, dan identitas budaya. Selamat Bro Jengki. [T]

Penulis: Hartanto
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA
METASTOMATA: Metamorphosis Manifesto Galang Kangin  di Neka Art Museum, Ubud
Wayan Jengki Sunarta# Teluk Benoa, Malam Mabuk di Ubud
Apakah Menjadi Penyair Seperti Wayan Jengki Sunarta Bisa Hidup Bahagia?
Tags: Pameran Seni RupaPuisiSeni RupaWayan Jengki Sunarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Melihat Bentir dari Sela-sela Daun Kelapa di Hari Raya, Sebuah Cerita dari Bali Barat

Next Post

Menghidupkan Warisan Leluhur, I Gusti Anom Gumanti Pimpin Tradisi Ngelawar di Banjar Temacun Kuta

Hartanto

Hartanto

Pengamat seni, tinggal di mana-mana

Related Posts

Durhaka Sebagai Bahasa Kuasa: Narasi Tubuh Perempuan Melalui Pertunjukan Malin Kundang Lirih

by Helvi Carnelis
April 14, 2026
0
Durhaka Sebagai Bahasa Kuasa: Narasi Tubuh Perempuan Melalui Pertunjukan Malin Kundang Lirih

SAYA merasakan dengan kuat budaya rantau hari ini, sebuah beban tanggung jawab yang tidak ringan dalam kebudayaan Minangkabau. Pengalaman itu...

Read moreDetails

Bertolak dari Ruang, Proses dan Improvisasi —Catatan Pementasan ‘Aduh” Teater Mahima

by Radha Dwi Pradnyani
March 30, 2026
0
Bertolak dari Ruang, Proses dan Improvisasi —Catatan Pementasan ‘Aduh” Teater Mahima

PEMAIN masuk arena secara bergiliran. Dengan gerakan berbeda-beda mereka berjalan tergesa, dinamis, kadang saling silang, kadang sejajar. Mereka bersuara meniru...

Read moreDetails

Seni sebagai Metode Rekonsiliasi Warga Desa Tembok

by I Putu Ardiyasa
March 22, 2026
0
Seni sebagai Metode Rekonsiliasi Warga Desa Tembok

MENYAKSIKAN perjalanan kultural di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, selama empat tahun terakhir adalah pelajaran berharga tentang bagaimana estetika mampu...

Read moreDetails

Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’

by I Gede Tilem Pastika
March 1, 2026
0
Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’

MALAM itu, 28 Februari 2026, udara di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar terasa bergetar oleh ekspektasi yang tinggi. Sebagai sutradara...

Read moreDetails

Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

by Wahyu Mahaputra
February 28, 2026
0
Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

DERING telepon membangunkan saya dari tidur siang hari itu. Di seberang sambungan, suara Ariel Valeryan: sahabat dari Kuningan, Jawa Barat...

Read moreDetails

Pesan, Refleksi, dan Kritik Sosial dalam Drama Bali Modern di Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Teater Bali Modern ‘Jaratkaru’ dari Kawiya: Sekilas Tentang ‘Urban Stress’ dan Kehilangan Waktu Memikirkan Pernikahan

DRAMA Bali modern atau teater berbahasa Bali yang dipentaskan oleh sejumlah kelompok teater dalam ajang Bulan Bahasa Bali 2026 menunjukkan...

Read moreDetails

Teater Bali Modern ‘Jaratkaru’ dari Kawiya: Sekilas Tentang ‘Urban Stress’ dan Kehilangan Waktu Memikirkan Pernikahan

by Rusdy Ulu
February 25, 2026
0
Teater Bali Modern ‘Jaratkaru’ dari Kawiya: Sekilas Tentang ‘Urban Stress’ dan Kehilangan Waktu Memikirkan Pernikahan

EMPAT orang masing-masing membawa ember dan lap pel, lalu mengepel lantai panggung secara bersamaan. Mereka menarik lap pel dengan gerakan...

Read moreDetails

Musikal ‘Perahu Kertas’ Dee Lestari: Pertunjukan Bagi Mereka yang Rindu Pada Diri Sendiri

by Kadek Sonia Piscayanti
February 16, 2026
0
Musikal ‘Perahu Kertas’ Dee Lestari: Pertunjukan Bagi Mereka yang Rindu Pada Diri Sendiri

MUSIKAL Perahu Kertas di Ciputra Artpeneur Theater, Jakarta, hadir pada saat yang tepat, ketika banyak manusia bingung menemukan diri mereka,...

Read moreDetails

‘Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati’ di SMAN 1 Kuta Selatan —Dari Ide Tengah Malam hingga Panggung Bulan Bahasa Bali

by Angga Wijaya
February 16, 2026
0
‘Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati’ di SMAN 1 Kuta Selatan —Dari Ide Tengah Malam hingga Panggung Bulan Bahasa Bali

SAYA tidak duduk di kursi penonton ketika Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati dipentaskan dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali...

Read moreDetails

Siapa Kita dalam Lakon “Aduh” karya Putu Wijaya? —Catatan Pentas Teater Komunitas Mahima di Undiksha Singaraja

by Son Lomri
February 6, 2026
0
Siapa Kita dalam Lakon “Aduh” karya Putu Wijaya? —Catatan Pentas Teater Komunitas Mahima di Undiksha Singaraja

ORANG-orang di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja itu diteror suara sirine yang keluar dari mulut tujuh aktor Teater Komunitas...

Read moreDetails
Next Post
Menghidupkan Warisan Leluhur, I Gusti Anom Gumanti Pimpin Tradisi Ngelawar di Banjar Temacun Kuta

Menghidupkan Warisan Leluhur, I Gusti Anom Gumanti Pimpin Tradisi Ngelawar di Banjar Temacun Kuta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co