25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ramadhan Sepanjang Masa

Suradi Al Karim by Suradi Al Karim
March 19, 2025
in Esai
Ramadhan Sepanjang Masa

Suradi

SUNGGUH menakjubkan pernyataan orang yang bertaubat di bulan Ramadhan. Simaklah pernyataannya, yang menggambarkan kegembiraan dan kebahagian : “ Ramadhan sungguh indah sekali. Hari-harinya juga sungguh menyenangkan hingga memasuki 10 hari kedua pada hari ini. Subhanallah! Kenikmatan ini belum pernah Ana (aku) rasakan kecuali di bulan suci ini”.

Barang siapa mencari kebaikan akan diberikan, dan yang mencari jalan keluar maka akan menemukannya, dan orang yang memohon kepada Allah, akan dibantu. Seperti yang difirmankan Allah di hadits Qudsi, “Barangsiapa yang mendekat kepadakau sejengkel maka Aku (Allah) akan mendekat kepadnya satu hasta” (HR. Bukhari Muslim).

Subhanallah! Al-Quran turun (Nuzulul Quran) pada bulan Ramadhan, tepatnya   malam Lailatul Qadar, malam kemulian. Mengenal Al-Quran berwajah puisi karya H.B Yassin, lebih tepatnya terjemahan Al-Quran oleh seorang sastrawan Indonesia yang mendapat julukan  “Empu Sastra Indonesia” yakni Hans Bague Jassin atau dikenal dengan  H.B. Jassin menerjemahkan Al- Quran ke dalam puisi berjudul, Al-Quran Bacaan Mulia (1974). Dimaksudkan untuk banyak dibaca dalam bulan Ramadhan. Memang  Al-Quran diturunkan dalam bulan Ramadhan dari QS Surat Al-Ala, 1-5. Artinya Al-Quran  diturunkan dalam bulan Ramadhan. Makanya, hendaknya membaca dalam bulan Ramadhan.

Memang Al-Quran itu untuk dibaca. Kitab suci yang paling banyak dibaca di dunia ini adalah Al-Quran, bukan koran dan berita di Medsos pada HP yang dibaca. Terutama dalam ibadah. ( baca : dapat dibaca pada bulan Ramadhan sebagai salah  satu bacaan saat sholat). Mungkin para pembaca pernah punya pengalaman sepanjang masa yang perlu penulis ingatkan.

Pernakah Anda, bahkan mungkin sering melihat anak atau cucu membaca sesuatu di HP dan sadar bahwa Anda tidak tegur meskipun itu hanya TikTok, bukan membaca Al-Quran, bukan? Apakah sebagai orang tua tidak sadar, ketika Anda bertanya kepada anak atau cucu sedang membaca sesuatu dalam HP, lalu kemudian anak tersebut meletakkan  HP-nya dan menjawab pertanyaan dengan baik?  Setelah menjawab, diambil kembali HP nya dan diteruskan untuk membaca berita di HP.

Pertanyaannya, kenapa kepada kita yang diturunkan Iqra (baca), tetapi tidak rajin  membaca. Jawabnya, orang tuanya saja malas membaca apalagi anak-anak dan cucunya. Ini beban yang sangat berat yang harus ditanggung, dan inilah penjelas dalam jiwa, baru pertama kali ini bisa memahami ayat ketika dibacakan di masjid. “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpkan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman”(Q.S : Al-An’am: 125).

Di mana sesaknya dada itu? Kecemasan  dan kekhwatiran itu yang membuat diriku membisu seakan ingin melawannya? Di mana bisikan dan pikiran-pikiran serta godaan itu? Di mana kematian yang selalu menghantui dan merusak mimpiku? Sungguh, aku bisa merasakan kegembiraan yang luar biasa, dan ingin menangis! Aku ingin mengadu kepada Allah, mengakui di hadapanNya semua dosa-dosa yang aku lakukan. Aku telah berbuat maksiat, dan dosa, aku jalankan shalat namun aku tinggalkan dan seterusnya,  dan seterusnya..

Alangkah pedihnya hatiku ketika di hari mahsyar hatiku terlupakan. Demi Allah semua kesalahan dan dosaku sungguh berat kutanggung, sekiranya saja aku bisa menerima nasihat, sekiranya aku mau mendengar bentakan. Demi Allah, kalau bukan karena malu yang mendampingiku, niscaya aku akan berteriak keras. Namun aku mengakui segala kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadaku, dan aku mengakui semua dosa-dosaku yang telah kuperbuat maka ampunilah diriku ini, sesungguhnya tiada yang dapat memberi ampunan kecuali Engkau, Allah, Tuhanku.

Seakan lisanku ini berkata kepada imam shalat, mengapa engkau sudahi kenikmatan bermunajat wahai Imam? Mengapa engkau berdiri dari sujud, seakan engkau melarangku untuk merasakan nikmatnya mengenal dan memohon kepada Allah SWT! Wahai imam, aku ingin menangis, dan ingin terus menangis. Sudah lama aku tidak pernah menangis.  Wahai mata sungguh engkau membahagianku. Dalam gelapnya malam engkau terus menangis Semoga di hari kiamat engkau menjadikanku menang. Dengan kebaikan sepanjang masa yang mulia.

Wahai imam, perdengarkan bagiku bacaan Al-Quran. Aku telah bosan dengan hiburan-hiburan setan terutama Setan Haffat. Wahai imam, mengapa Ramadhan pergi? Padahal dalam bulan itu kita mengetahui kasih syang Allah, kita terlepas dari dosa dan kemaksiatan! Sungguh sangat manis dan indah engkau, wahai Ramadhan. Aku akan mengisi siang dan malammu, bahkan setiap jam dan detikmu akan aku bersamamu. Bagaimana tidak, diriku telah menjadi dirimu! Bukankankah dalam hadits Rasulullah bersabda yang artinya “ Betapa hina seseoramg jika Ramadhan datang, kemudian pergi, sedangkan ia belum diberi ampunan”. (HR. At-Tirmidzi, hasan gharib).

Ungkapan atas Kepergian Ramadhan

Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan bagi orang-orang yang beriman jiwanya terasa tergesa-gesa. Banyak bisikan-bisikan dan gangguan. Mereka ingin genggam matahari namun tidak juga condong. Mereka tidak percaya jika Ramadhan akan pergi setelah beberapa hari nanti, di mana mereka telah merasakan nikmatnya berpuasa, dan qiyam Ramadhan, mereka juga bersama-sama orang yang shalih, mereka ruku, dan sujud dengan bersama-sama yang lain. Kemarin air mata mereka bercucuran menanti Ramadhan tiba, namun sekarang air mata mereka bercucuran berpisah darinya.

Diri insan beriman terasa sepi dan hati mereka sendirian,. Kita telah bertemu Ramadhan, namun hanya sebentar. Kita bermunjat bersamanya, namun seakan itu semua hanyalah bisikan saja. Hati siapa yang tak akan pedih dan pilu jika berpisah, dan siapa yang mampu berpelukan dengannya hanya sesaat. Wahai Ramadhan kekasihku, engkau sebantar lagi pergi, air mata orang-orang yang mencintaimu mulai berlinang, hati mereka juga sungguh sangat pilu.

Ramadhan, mengapa engkau padamkan cahaya-cahaya masjid. Mengapa engkau pisahkan orang yang bersujud dengan masjid. Ramadhan, apakah amalanku diterima atau ditolak? Apakah hari-harimu akan kembali lagi? Jika engkau datang, apakah aku masih hidup apa sudah berada di lahat?

Aku akan sedih, dan terbelenggu, mungkin inikah malam terakhir bersamamu wahai Ramadhan. Dan aku tidak tahu apakah aku untung atau malah rugi. Ya Allah, sesunggunya perpisahan sahabat adalah menyedihkan. Hingga meninggalkan jiwa kepedihan dan kesedihan.

Wallahu a’lam bishawab. [T]

Penulis: Suradi Al  Karim
Editor:Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sabar, “Password” Ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan dan Madrasah Ramadhan
Tarawih, Sepakbola dan Cinta – Cerita Bulan Ramadan di Kampung
Puisi-puisi Yahya Umar #Ramadan, Perjalanan Ruhani
Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan
Tags: bulan puasaIslamMuslimRamadanRamadhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Memilih Menjadi Aku” – Catatan Kecil Tentang Monolog yang Aku Mainkan

Next Post

RUBIK SMANDUTA Diluncurkan, Membangun Generasi Muda Kritis  

Suradi Al Karim

Suradi Al Karim

Penasihat MD KAHMI Banyumas Raya, Penasihat DPC Peradi Purwokerto, Fungsionaris BPPH MPC PP Kab. Banyumas dan LBH AP PDM Kab. Banyumas, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum KONI Kab. Banyumas.

Related Posts

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails
Next Post
RUBIK SMANDUTA Diluncurkan, Membangun Generasi Muda Kritis  

RUBIK SMANDUTA Diluncurkan, Membangun Generasi Muda Kritis  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co