4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ramadhan Sepanjang Masa

Suradi Al Karim by Suradi Al Karim
March 19, 2025
in Esai
Ramadhan Sepanjang Masa

Suradi

SUNGGUH menakjubkan pernyataan orang yang bertaubat di bulan Ramadhan. Simaklah pernyataannya, yang menggambarkan kegembiraan dan kebahagian : “ Ramadhan sungguh indah sekali. Hari-harinya juga sungguh menyenangkan hingga memasuki 10 hari kedua pada hari ini. Subhanallah! Kenikmatan ini belum pernah Ana (aku) rasakan kecuali di bulan suci ini”.

Barang siapa mencari kebaikan akan diberikan, dan yang mencari jalan keluar maka akan menemukannya, dan orang yang memohon kepada Allah, akan dibantu. Seperti yang difirmankan Allah di hadits Qudsi, “Barangsiapa yang mendekat kepadakau sejengkel maka Aku (Allah) akan mendekat kepadnya satu hasta” (HR. Bukhari Muslim).

Subhanallah! Al-Quran turun (Nuzulul Quran) pada bulan Ramadhan, tepatnya   malam Lailatul Qadar, malam kemulian. Mengenal Al-Quran berwajah puisi karya H.B Yassin, lebih tepatnya terjemahan Al-Quran oleh seorang sastrawan Indonesia yang mendapat julukan  “Empu Sastra Indonesia” yakni Hans Bague Jassin atau dikenal dengan  H.B. Jassin menerjemahkan Al- Quran ke dalam puisi berjudul, Al-Quran Bacaan Mulia (1974). Dimaksudkan untuk banyak dibaca dalam bulan Ramadhan. Memang  Al-Quran diturunkan dalam bulan Ramadhan dari QS Surat Al-Ala, 1-5. Artinya Al-Quran  diturunkan dalam bulan Ramadhan. Makanya, hendaknya membaca dalam bulan Ramadhan.

Memang Al-Quran itu untuk dibaca. Kitab suci yang paling banyak dibaca di dunia ini adalah Al-Quran, bukan koran dan berita di Medsos pada HP yang dibaca. Terutama dalam ibadah. ( baca : dapat dibaca pada bulan Ramadhan sebagai salah  satu bacaan saat sholat). Mungkin para pembaca pernah punya pengalaman sepanjang masa yang perlu penulis ingatkan.

Pernakah Anda, bahkan mungkin sering melihat anak atau cucu membaca sesuatu di HP dan sadar bahwa Anda tidak tegur meskipun itu hanya TikTok, bukan membaca Al-Quran, bukan? Apakah sebagai orang tua tidak sadar, ketika Anda bertanya kepada anak atau cucu sedang membaca sesuatu dalam HP, lalu kemudian anak tersebut meletakkan  HP-nya dan menjawab pertanyaan dengan baik?  Setelah menjawab, diambil kembali HP nya dan diteruskan untuk membaca berita di HP.

Pertanyaannya, kenapa kepada kita yang diturunkan Iqra (baca), tetapi tidak rajin  membaca. Jawabnya, orang tuanya saja malas membaca apalagi anak-anak dan cucunya. Ini beban yang sangat berat yang harus ditanggung, dan inilah penjelas dalam jiwa, baru pertama kali ini bisa memahami ayat ketika dibacakan di masjid. “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpkan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman”(Q.S : Al-An’am: 125).

Di mana sesaknya dada itu? Kecemasan  dan kekhwatiran itu yang membuat diriku membisu seakan ingin melawannya? Di mana bisikan dan pikiran-pikiran serta godaan itu? Di mana kematian yang selalu menghantui dan merusak mimpiku? Sungguh, aku bisa merasakan kegembiraan yang luar biasa, dan ingin menangis! Aku ingin mengadu kepada Allah, mengakui di hadapanNya semua dosa-dosa yang aku lakukan. Aku telah berbuat maksiat, dan dosa, aku jalankan shalat namun aku tinggalkan dan seterusnya,  dan seterusnya..

Alangkah pedihnya hatiku ketika di hari mahsyar hatiku terlupakan. Demi Allah semua kesalahan dan dosaku sungguh berat kutanggung, sekiranya saja aku bisa menerima nasihat, sekiranya aku mau mendengar bentakan. Demi Allah, kalau bukan karena malu yang mendampingiku, niscaya aku akan berteriak keras. Namun aku mengakui segala kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadaku, dan aku mengakui semua dosa-dosaku yang telah kuperbuat maka ampunilah diriku ini, sesungguhnya tiada yang dapat memberi ampunan kecuali Engkau, Allah, Tuhanku.

Seakan lisanku ini berkata kepada imam shalat, mengapa engkau sudahi kenikmatan bermunajat wahai Imam? Mengapa engkau berdiri dari sujud, seakan engkau melarangku untuk merasakan nikmatnya mengenal dan memohon kepada Allah SWT! Wahai imam, aku ingin menangis, dan ingin terus menangis. Sudah lama aku tidak pernah menangis.  Wahai mata sungguh engkau membahagianku. Dalam gelapnya malam engkau terus menangis Semoga di hari kiamat engkau menjadikanku menang. Dengan kebaikan sepanjang masa yang mulia.

Wahai imam, perdengarkan bagiku bacaan Al-Quran. Aku telah bosan dengan hiburan-hiburan setan terutama Setan Haffat. Wahai imam, mengapa Ramadhan pergi? Padahal dalam bulan itu kita mengetahui kasih syang Allah, kita terlepas dari dosa dan kemaksiatan! Sungguh sangat manis dan indah engkau, wahai Ramadhan. Aku akan mengisi siang dan malammu, bahkan setiap jam dan detikmu akan aku bersamamu. Bagaimana tidak, diriku telah menjadi dirimu! Bukankankah dalam hadits Rasulullah bersabda yang artinya “ Betapa hina seseoramg jika Ramadhan datang, kemudian pergi, sedangkan ia belum diberi ampunan”. (HR. At-Tirmidzi, hasan gharib).

Ungkapan atas Kepergian Ramadhan

Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan bagi orang-orang yang beriman jiwanya terasa tergesa-gesa. Banyak bisikan-bisikan dan gangguan. Mereka ingin genggam matahari namun tidak juga condong. Mereka tidak percaya jika Ramadhan akan pergi setelah beberapa hari nanti, di mana mereka telah merasakan nikmatnya berpuasa, dan qiyam Ramadhan, mereka juga bersama-sama orang yang shalih, mereka ruku, dan sujud dengan bersama-sama yang lain. Kemarin air mata mereka bercucuran menanti Ramadhan tiba, namun sekarang air mata mereka bercucuran berpisah darinya.

Diri insan beriman terasa sepi dan hati mereka sendirian,. Kita telah bertemu Ramadhan, namun hanya sebentar. Kita bermunjat bersamanya, namun seakan itu semua hanyalah bisikan saja. Hati siapa yang tak akan pedih dan pilu jika berpisah, dan siapa yang mampu berpelukan dengannya hanya sesaat. Wahai Ramadhan kekasihku, engkau sebantar lagi pergi, air mata orang-orang yang mencintaimu mulai berlinang, hati mereka juga sungguh sangat pilu.

Ramadhan, mengapa engkau padamkan cahaya-cahaya masjid. Mengapa engkau pisahkan orang yang bersujud dengan masjid. Ramadhan, apakah amalanku diterima atau ditolak? Apakah hari-harimu akan kembali lagi? Jika engkau datang, apakah aku masih hidup apa sudah berada di lahat?

Aku akan sedih, dan terbelenggu, mungkin inikah malam terakhir bersamamu wahai Ramadhan. Dan aku tidak tahu apakah aku untung atau malah rugi. Ya Allah, sesunggunya perpisahan sahabat adalah menyedihkan. Hingga meninggalkan jiwa kepedihan dan kesedihan.

Wallahu a’lam bishawab. [T]

Penulis: Suradi Al  Karim
Editor:Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sabar, “Password” Ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan dan Madrasah Ramadhan
Tarawih, Sepakbola dan Cinta – Cerita Bulan Ramadan di Kampung
Puisi-puisi Yahya Umar #Ramadan, Perjalanan Ruhani
Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan
Tags: bulan puasaIslamMuslimRamadanRamadhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Memilih Menjadi Aku” – Catatan Kecil Tentang Monolog yang Aku Mainkan

Next Post

RUBIK SMANDUTA Diluncurkan, Membangun Generasi Muda Kritis  

Suradi Al Karim

Suradi Al Karim

Penasihat MD KAHMI Banyumas Raya, Penasihat DPC Peradi Purwokerto, Fungsionaris BPPH MPC PP Kab. Banyumas dan LBH AP PDM Kab. Banyumas, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum KONI Kab. Banyumas.

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
RUBIK SMANDUTA Diluncurkan, Membangun Generasi Muda Kritis  

RUBIK SMANDUTA Diluncurkan, Membangun Generasi Muda Kritis  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co