25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ramadhan Sepanjang Masa

Suradi Al Karim by Suradi Al Karim
March 19, 2025
in Esai
Ramadhan Sepanjang Masa

Suradi

SUNGGUH menakjubkan pernyataan orang yang bertaubat di bulan Ramadhan. Simaklah pernyataannya, yang menggambarkan kegembiraan dan kebahagian : “ Ramadhan sungguh indah sekali. Hari-harinya juga sungguh menyenangkan hingga memasuki 10 hari kedua pada hari ini. Subhanallah! Kenikmatan ini belum pernah Ana (aku) rasakan kecuali di bulan suci ini”.

Barang siapa mencari kebaikan akan diberikan, dan yang mencari jalan keluar maka akan menemukannya, dan orang yang memohon kepada Allah, akan dibantu. Seperti yang difirmankan Allah di hadits Qudsi, “Barangsiapa yang mendekat kepadakau sejengkel maka Aku (Allah) akan mendekat kepadnya satu hasta” (HR. Bukhari Muslim).

Subhanallah! Al-Quran turun (Nuzulul Quran) pada bulan Ramadhan, tepatnya   malam Lailatul Qadar, malam kemulian. Mengenal Al-Quran berwajah puisi karya H.B Yassin, lebih tepatnya terjemahan Al-Quran oleh seorang sastrawan Indonesia yang mendapat julukan  “Empu Sastra Indonesia” yakni Hans Bague Jassin atau dikenal dengan  H.B. Jassin menerjemahkan Al- Quran ke dalam puisi berjudul, Al-Quran Bacaan Mulia (1974). Dimaksudkan untuk banyak dibaca dalam bulan Ramadhan. Memang  Al-Quran diturunkan dalam bulan Ramadhan dari QS Surat Al-Ala, 1-5. Artinya Al-Quran  diturunkan dalam bulan Ramadhan. Makanya, hendaknya membaca dalam bulan Ramadhan.

Memang Al-Quran itu untuk dibaca. Kitab suci yang paling banyak dibaca di dunia ini adalah Al-Quran, bukan koran dan berita di Medsos pada HP yang dibaca. Terutama dalam ibadah. ( baca : dapat dibaca pada bulan Ramadhan sebagai salah  satu bacaan saat sholat). Mungkin para pembaca pernah punya pengalaman sepanjang masa yang perlu penulis ingatkan.

Pernakah Anda, bahkan mungkin sering melihat anak atau cucu membaca sesuatu di HP dan sadar bahwa Anda tidak tegur meskipun itu hanya TikTok, bukan membaca Al-Quran, bukan? Apakah sebagai orang tua tidak sadar, ketika Anda bertanya kepada anak atau cucu sedang membaca sesuatu dalam HP, lalu kemudian anak tersebut meletakkan  HP-nya dan menjawab pertanyaan dengan baik?  Setelah menjawab, diambil kembali HP nya dan diteruskan untuk membaca berita di HP.

Pertanyaannya, kenapa kepada kita yang diturunkan Iqra (baca), tetapi tidak rajin  membaca. Jawabnya, orang tuanya saja malas membaca apalagi anak-anak dan cucunya. Ini beban yang sangat berat yang harus ditanggung, dan inilah penjelas dalam jiwa, baru pertama kali ini bisa memahami ayat ketika dibacakan di masjid. “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpkan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman”(Q.S : Al-An’am: 125).

Di mana sesaknya dada itu? Kecemasan  dan kekhwatiran itu yang membuat diriku membisu seakan ingin melawannya? Di mana bisikan dan pikiran-pikiran serta godaan itu? Di mana kematian yang selalu menghantui dan merusak mimpiku? Sungguh, aku bisa merasakan kegembiraan yang luar biasa, dan ingin menangis! Aku ingin mengadu kepada Allah, mengakui di hadapanNya semua dosa-dosa yang aku lakukan. Aku telah berbuat maksiat, dan dosa, aku jalankan shalat namun aku tinggalkan dan seterusnya,  dan seterusnya..

Alangkah pedihnya hatiku ketika di hari mahsyar hatiku terlupakan. Demi Allah semua kesalahan dan dosaku sungguh berat kutanggung, sekiranya saja aku bisa menerima nasihat, sekiranya aku mau mendengar bentakan. Demi Allah, kalau bukan karena malu yang mendampingiku, niscaya aku akan berteriak keras. Namun aku mengakui segala kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadaku, dan aku mengakui semua dosa-dosaku yang telah kuperbuat maka ampunilah diriku ini, sesungguhnya tiada yang dapat memberi ampunan kecuali Engkau, Allah, Tuhanku.

Seakan lisanku ini berkata kepada imam shalat, mengapa engkau sudahi kenikmatan bermunajat wahai Imam? Mengapa engkau berdiri dari sujud, seakan engkau melarangku untuk merasakan nikmatnya mengenal dan memohon kepada Allah SWT! Wahai imam, aku ingin menangis, dan ingin terus menangis. Sudah lama aku tidak pernah menangis.  Wahai mata sungguh engkau membahagianku. Dalam gelapnya malam engkau terus menangis Semoga di hari kiamat engkau menjadikanku menang. Dengan kebaikan sepanjang masa yang mulia.

Wahai imam, perdengarkan bagiku bacaan Al-Quran. Aku telah bosan dengan hiburan-hiburan setan terutama Setan Haffat. Wahai imam, mengapa Ramadhan pergi? Padahal dalam bulan itu kita mengetahui kasih syang Allah, kita terlepas dari dosa dan kemaksiatan! Sungguh sangat manis dan indah engkau, wahai Ramadhan. Aku akan mengisi siang dan malammu, bahkan setiap jam dan detikmu akan aku bersamamu. Bagaimana tidak, diriku telah menjadi dirimu! Bukankankah dalam hadits Rasulullah bersabda yang artinya “ Betapa hina seseoramg jika Ramadhan datang, kemudian pergi, sedangkan ia belum diberi ampunan”. (HR. At-Tirmidzi, hasan gharib).

Ungkapan atas Kepergian Ramadhan

Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan bagi orang-orang yang beriman jiwanya terasa tergesa-gesa. Banyak bisikan-bisikan dan gangguan. Mereka ingin genggam matahari namun tidak juga condong. Mereka tidak percaya jika Ramadhan akan pergi setelah beberapa hari nanti, di mana mereka telah merasakan nikmatnya berpuasa, dan qiyam Ramadhan, mereka juga bersama-sama orang yang shalih, mereka ruku, dan sujud dengan bersama-sama yang lain. Kemarin air mata mereka bercucuran menanti Ramadhan tiba, namun sekarang air mata mereka bercucuran berpisah darinya.

Diri insan beriman terasa sepi dan hati mereka sendirian,. Kita telah bertemu Ramadhan, namun hanya sebentar. Kita bermunjat bersamanya, namun seakan itu semua hanyalah bisikan saja. Hati siapa yang tak akan pedih dan pilu jika berpisah, dan siapa yang mampu berpelukan dengannya hanya sesaat. Wahai Ramadhan kekasihku, engkau sebantar lagi pergi, air mata orang-orang yang mencintaimu mulai berlinang, hati mereka juga sungguh sangat pilu.

Ramadhan, mengapa engkau padamkan cahaya-cahaya masjid. Mengapa engkau pisahkan orang yang bersujud dengan masjid. Ramadhan, apakah amalanku diterima atau ditolak? Apakah hari-harimu akan kembali lagi? Jika engkau datang, apakah aku masih hidup apa sudah berada di lahat?

Aku akan sedih, dan terbelenggu, mungkin inikah malam terakhir bersamamu wahai Ramadhan. Dan aku tidak tahu apakah aku untung atau malah rugi. Ya Allah, sesunggunya perpisahan sahabat adalah menyedihkan. Hingga meninggalkan jiwa kepedihan dan kesedihan.

Wallahu a’lam bishawab. [T]

Penulis: Suradi Al  Karim
Editor:Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sabar, “Password” Ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan dan Madrasah Ramadhan
Tarawih, Sepakbola dan Cinta – Cerita Bulan Ramadan di Kampung
Puisi-puisi Yahya Umar #Ramadan, Perjalanan Ruhani
Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan
Tags: bulan puasaIslamMuslimRamadanRamadhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Memilih Menjadi Aku” – Catatan Kecil Tentang Monolog yang Aku Mainkan

Next Post

RUBIK SMANDUTA Diluncurkan, Membangun Generasi Muda Kritis  

Suradi Al Karim

Suradi Al Karim

Penasihat MD KAHMI Banyumas Raya, Penasihat DPC Peradi Purwokerto, Fungsionaris BPPH MPC PP Kab. Banyumas dan LBH AP PDM Kab. Banyumas, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum KONI Kab. Banyumas.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
RUBIK SMANDUTA Diluncurkan, Membangun Generasi Muda Kritis  

RUBIK SMANDUTA Diluncurkan, Membangun Generasi Muda Kritis  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co