15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ramadhan Sepanjang Masa

Suradi Al Karim by Suradi Al Karim
March 19, 2025
in Esai
Ramadhan Sepanjang Masa

Suradi

SUNGGUH menakjubkan pernyataan orang yang bertaubat di bulan Ramadhan. Simaklah pernyataannya, yang menggambarkan kegembiraan dan kebahagian : “ Ramadhan sungguh indah sekali. Hari-harinya juga sungguh menyenangkan hingga memasuki 10 hari kedua pada hari ini. Subhanallah! Kenikmatan ini belum pernah Ana (aku) rasakan kecuali di bulan suci ini”.

Barang siapa mencari kebaikan akan diberikan, dan yang mencari jalan keluar maka akan menemukannya, dan orang yang memohon kepada Allah, akan dibantu. Seperti yang difirmankan Allah di hadits Qudsi, “Barangsiapa yang mendekat kepadakau sejengkel maka Aku (Allah) akan mendekat kepadnya satu hasta” (HR. Bukhari Muslim).

Subhanallah! Al-Quran turun (Nuzulul Quran) pada bulan Ramadhan, tepatnya   malam Lailatul Qadar, malam kemulian. Mengenal Al-Quran berwajah puisi karya H.B Yassin, lebih tepatnya terjemahan Al-Quran oleh seorang sastrawan Indonesia yang mendapat julukan  “Empu Sastra Indonesia” yakni Hans Bague Jassin atau dikenal dengan  H.B. Jassin menerjemahkan Al- Quran ke dalam puisi berjudul, Al-Quran Bacaan Mulia (1974). Dimaksudkan untuk banyak dibaca dalam bulan Ramadhan. Memang  Al-Quran diturunkan dalam bulan Ramadhan dari QS Surat Al-Ala, 1-5. Artinya Al-Quran  diturunkan dalam bulan Ramadhan. Makanya, hendaknya membaca dalam bulan Ramadhan.

Memang Al-Quran itu untuk dibaca. Kitab suci yang paling banyak dibaca di dunia ini adalah Al-Quran, bukan koran dan berita di Medsos pada HP yang dibaca. Terutama dalam ibadah. ( baca : dapat dibaca pada bulan Ramadhan sebagai salah  satu bacaan saat sholat). Mungkin para pembaca pernah punya pengalaman sepanjang masa yang perlu penulis ingatkan.

Pernakah Anda, bahkan mungkin sering melihat anak atau cucu membaca sesuatu di HP dan sadar bahwa Anda tidak tegur meskipun itu hanya TikTok, bukan membaca Al-Quran, bukan? Apakah sebagai orang tua tidak sadar, ketika Anda bertanya kepada anak atau cucu sedang membaca sesuatu dalam HP, lalu kemudian anak tersebut meletakkan  HP-nya dan menjawab pertanyaan dengan baik?  Setelah menjawab, diambil kembali HP nya dan diteruskan untuk membaca berita di HP.

Pertanyaannya, kenapa kepada kita yang diturunkan Iqra (baca), tetapi tidak rajin  membaca. Jawabnya, orang tuanya saja malas membaca apalagi anak-anak dan cucunya. Ini beban yang sangat berat yang harus ditanggung, dan inilah penjelas dalam jiwa, baru pertama kali ini bisa memahami ayat ketika dibacakan di masjid. “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpkan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman”(Q.S : Al-An’am: 125).

Di mana sesaknya dada itu? Kecemasan  dan kekhwatiran itu yang membuat diriku membisu seakan ingin melawannya? Di mana bisikan dan pikiran-pikiran serta godaan itu? Di mana kematian yang selalu menghantui dan merusak mimpiku? Sungguh, aku bisa merasakan kegembiraan yang luar biasa, dan ingin menangis! Aku ingin mengadu kepada Allah, mengakui di hadapanNya semua dosa-dosa yang aku lakukan. Aku telah berbuat maksiat, dan dosa, aku jalankan shalat namun aku tinggalkan dan seterusnya,  dan seterusnya..

Alangkah pedihnya hatiku ketika di hari mahsyar hatiku terlupakan. Demi Allah semua kesalahan dan dosaku sungguh berat kutanggung, sekiranya saja aku bisa menerima nasihat, sekiranya aku mau mendengar bentakan. Demi Allah, kalau bukan karena malu yang mendampingiku, niscaya aku akan berteriak keras. Namun aku mengakui segala kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadaku, dan aku mengakui semua dosa-dosaku yang telah kuperbuat maka ampunilah diriku ini, sesungguhnya tiada yang dapat memberi ampunan kecuali Engkau, Allah, Tuhanku.

Seakan lisanku ini berkata kepada imam shalat, mengapa engkau sudahi kenikmatan bermunajat wahai Imam? Mengapa engkau berdiri dari sujud, seakan engkau melarangku untuk merasakan nikmatnya mengenal dan memohon kepada Allah SWT! Wahai imam, aku ingin menangis, dan ingin terus menangis. Sudah lama aku tidak pernah menangis.  Wahai mata sungguh engkau membahagianku. Dalam gelapnya malam engkau terus menangis Semoga di hari kiamat engkau menjadikanku menang. Dengan kebaikan sepanjang masa yang mulia.

Wahai imam, perdengarkan bagiku bacaan Al-Quran. Aku telah bosan dengan hiburan-hiburan setan terutama Setan Haffat. Wahai imam, mengapa Ramadhan pergi? Padahal dalam bulan itu kita mengetahui kasih syang Allah, kita terlepas dari dosa dan kemaksiatan! Sungguh sangat manis dan indah engkau, wahai Ramadhan. Aku akan mengisi siang dan malammu, bahkan setiap jam dan detikmu akan aku bersamamu. Bagaimana tidak, diriku telah menjadi dirimu! Bukankankah dalam hadits Rasulullah bersabda yang artinya “ Betapa hina seseoramg jika Ramadhan datang, kemudian pergi, sedangkan ia belum diberi ampunan”. (HR. At-Tirmidzi, hasan gharib).

Ungkapan atas Kepergian Ramadhan

Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan bagi orang-orang yang beriman jiwanya terasa tergesa-gesa. Banyak bisikan-bisikan dan gangguan. Mereka ingin genggam matahari namun tidak juga condong. Mereka tidak percaya jika Ramadhan akan pergi setelah beberapa hari nanti, di mana mereka telah merasakan nikmatnya berpuasa, dan qiyam Ramadhan, mereka juga bersama-sama orang yang shalih, mereka ruku, dan sujud dengan bersama-sama yang lain. Kemarin air mata mereka bercucuran menanti Ramadhan tiba, namun sekarang air mata mereka bercucuran berpisah darinya.

Diri insan beriman terasa sepi dan hati mereka sendirian,. Kita telah bertemu Ramadhan, namun hanya sebentar. Kita bermunjat bersamanya, namun seakan itu semua hanyalah bisikan saja. Hati siapa yang tak akan pedih dan pilu jika berpisah, dan siapa yang mampu berpelukan dengannya hanya sesaat. Wahai Ramadhan kekasihku, engkau sebantar lagi pergi, air mata orang-orang yang mencintaimu mulai berlinang, hati mereka juga sungguh sangat pilu.

Ramadhan, mengapa engkau padamkan cahaya-cahaya masjid. Mengapa engkau pisahkan orang yang bersujud dengan masjid. Ramadhan, apakah amalanku diterima atau ditolak? Apakah hari-harimu akan kembali lagi? Jika engkau datang, apakah aku masih hidup apa sudah berada di lahat?

Aku akan sedih, dan terbelenggu, mungkin inikah malam terakhir bersamamu wahai Ramadhan. Dan aku tidak tahu apakah aku untung atau malah rugi. Ya Allah, sesunggunya perpisahan sahabat adalah menyedihkan. Hingga meninggalkan jiwa kepedihan dan kesedihan.

Wallahu a’lam bishawab. [T]

Penulis: Suradi Al  Karim
Editor:Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sabar, “Password” Ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan dan Madrasah Ramadhan
Tarawih, Sepakbola dan Cinta – Cerita Bulan Ramadan di Kampung
Puisi-puisi Yahya Umar #Ramadan, Perjalanan Ruhani
Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan
Tags: bulan puasaIslamMuslimRamadanRamadhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Memilih Menjadi Aku” – Catatan Kecil Tentang Monolog yang Aku Mainkan

Next Post

RUBIK SMANDUTA Diluncurkan, Membangun Generasi Muda Kritis  

Suradi Al Karim

Suradi Al Karim

Penasihat MD KAHMI Banyumas Raya, Penasihat DPC Peradi Purwokerto, Fungsionaris BPPH MPC PP Kab. Banyumas dan LBH AP PDM Kab. Banyumas, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum KONI Kab. Banyumas.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
RUBIK SMANDUTA Diluncurkan, Membangun Generasi Muda Kritis  

RUBIK SMANDUTA Diluncurkan, Membangun Generasi Muda Kritis  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co