14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ramadhan Sepanjang Masa

Suradi Al Karim by Suradi Al Karim
March 19, 2025
in Esai
Ramadhan Sepanjang Masa

Suradi

SUNGGUH menakjubkan pernyataan orang yang bertaubat di bulan Ramadhan. Simaklah pernyataannya, yang menggambarkan kegembiraan dan kebahagian : “ Ramadhan sungguh indah sekali. Hari-harinya juga sungguh menyenangkan hingga memasuki 10 hari kedua pada hari ini. Subhanallah! Kenikmatan ini belum pernah Ana (aku) rasakan kecuali di bulan suci ini”.

Barang siapa mencari kebaikan akan diberikan, dan yang mencari jalan keluar maka akan menemukannya, dan orang yang memohon kepada Allah, akan dibantu. Seperti yang difirmankan Allah di hadits Qudsi, “Barangsiapa yang mendekat kepadakau sejengkel maka Aku (Allah) akan mendekat kepadnya satu hasta” (HR. Bukhari Muslim).

Subhanallah! Al-Quran turun (Nuzulul Quran) pada bulan Ramadhan, tepatnya   malam Lailatul Qadar, malam kemulian. Mengenal Al-Quran berwajah puisi karya H.B Yassin, lebih tepatnya terjemahan Al-Quran oleh seorang sastrawan Indonesia yang mendapat julukan  “Empu Sastra Indonesia” yakni Hans Bague Jassin atau dikenal dengan  H.B. Jassin menerjemahkan Al- Quran ke dalam puisi berjudul, Al-Quran Bacaan Mulia (1974). Dimaksudkan untuk banyak dibaca dalam bulan Ramadhan. Memang  Al-Quran diturunkan dalam bulan Ramadhan dari QS Surat Al-Ala, 1-5. Artinya Al-Quran  diturunkan dalam bulan Ramadhan. Makanya, hendaknya membaca dalam bulan Ramadhan.

Memang Al-Quran itu untuk dibaca. Kitab suci yang paling banyak dibaca di dunia ini adalah Al-Quran, bukan koran dan berita di Medsos pada HP yang dibaca. Terutama dalam ibadah. ( baca : dapat dibaca pada bulan Ramadhan sebagai salah  satu bacaan saat sholat). Mungkin para pembaca pernah punya pengalaman sepanjang masa yang perlu penulis ingatkan.

Pernakah Anda, bahkan mungkin sering melihat anak atau cucu membaca sesuatu di HP dan sadar bahwa Anda tidak tegur meskipun itu hanya TikTok, bukan membaca Al-Quran, bukan? Apakah sebagai orang tua tidak sadar, ketika Anda bertanya kepada anak atau cucu sedang membaca sesuatu dalam HP, lalu kemudian anak tersebut meletakkan  HP-nya dan menjawab pertanyaan dengan baik?  Setelah menjawab, diambil kembali HP nya dan diteruskan untuk membaca berita di HP.

Pertanyaannya, kenapa kepada kita yang diturunkan Iqra (baca), tetapi tidak rajin  membaca. Jawabnya, orang tuanya saja malas membaca apalagi anak-anak dan cucunya. Ini beban yang sangat berat yang harus ditanggung, dan inilah penjelas dalam jiwa, baru pertama kali ini bisa memahami ayat ketika dibacakan di masjid. “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpkan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman”(Q.S : Al-An’am: 125).

Di mana sesaknya dada itu? Kecemasan  dan kekhwatiran itu yang membuat diriku membisu seakan ingin melawannya? Di mana bisikan dan pikiran-pikiran serta godaan itu? Di mana kematian yang selalu menghantui dan merusak mimpiku? Sungguh, aku bisa merasakan kegembiraan yang luar biasa, dan ingin menangis! Aku ingin mengadu kepada Allah, mengakui di hadapanNya semua dosa-dosa yang aku lakukan. Aku telah berbuat maksiat, dan dosa, aku jalankan shalat namun aku tinggalkan dan seterusnya,  dan seterusnya..

Alangkah pedihnya hatiku ketika di hari mahsyar hatiku terlupakan. Demi Allah semua kesalahan dan dosaku sungguh berat kutanggung, sekiranya saja aku bisa menerima nasihat, sekiranya aku mau mendengar bentakan. Demi Allah, kalau bukan karena malu yang mendampingiku, niscaya aku akan berteriak keras. Namun aku mengakui segala kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadaku, dan aku mengakui semua dosa-dosaku yang telah kuperbuat maka ampunilah diriku ini, sesungguhnya tiada yang dapat memberi ampunan kecuali Engkau, Allah, Tuhanku.

Seakan lisanku ini berkata kepada imam shalat, mengapa engkau sudahi kenikmatan bermunajat wahai Imam? Mengapa engkau berdiri dari sujud, seakan engkau melarangku untuk merasakan nikmatnya mengenal dan memohon kepada Allah SWT! Wahai imam, aku ingin menangis, dan ingin terus menangis. Sudah lama aku tidak pernah menangis.  Wahai mata sungguh engkau membahagianku. Dalam gelapnya malam engkau terus menangis Semoga di hari kiamat engkau menjadikanku menang. Dengan kebaikan sepanjang masa yang mulia.

Wahai imam, perdengarkan bagiku bacaan Al-Quran. Aku telah bosan dengan hiburan-hiburan setan terutama Setan Haffat. Wahai imam, mengapa Ramadhan pergi? Padahal dalam bulan itu kita mengetahui kasih syang Allah, kita terlepas dari dosa dan kemaksiatan! Sungguh sangat manis dan indah engkau, wahai Ramadhan. Aku akan mengisi siang dan malammu, bahkan setiap jam dan detikmu akan aku bersamamu. Bagaimana tidak, diriku telah menjadi dirimu! Bukankankah dalam hadits Rasulullah bersabda yang artinya “ Betapa hina seseoramg jika Ramadhan datang, kemudian pergi, sedangkan ia belum diberi ampunan”. (HR. At-Tirmidzi, hasan gharib).

Ungkapan atas Kepergian Ramadhan

Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan bagi orang-orang yang beriman jiwanya terasa tergesa-gesa. Banyak bisikan-bisikan dan gangguan. Mereka ingin genggam matahari namun tidak juga condong. Mereka tidak percaya jika Ramadhan akan pergi setelah beberapa hari nanti, di mana mereka telah merasakan nikmatnya berpuasa, dan qiyam Ramadhan, mereka juga bersama-sama orang yang shalih, mereka ruku, dan sujud dengan bersama-sama yang lain. Kemarin air mata mereka bercucuran menanti Ramadhan tiba, namun sekarang air mata mereka bercucuran berpisah darinya.

Diri insan beriman terasa sepi dan hati mereka sendirian,. Kita telah bertemu Ramadhan, namun hanya sebentar. Kita bermunjat bersamanya, namun seakan itu semua hanyalah bisikan saja. Hati siapa yang tak akan pedih dan pilu jika berpisah, dan siapa yang mampu berpelukan dengannya hanya sesaat. Wahai Ramadhan kekasihku, engkau sebantar lagi pergi, air mata orang-orang yang mencintaimu mulai berlinang, hati mereka juga sungguh sangat pilu.

Ramadhan, mengapa engkau padamkan cahaya-cahaya masjid. Mengapa engkau pisahkan orang yang bersujud dengan masjid. Ramadhan, apakah amalanku diterima atau ditolak? Apakah hari-harimu akan kembali lagi? Jika engkau datang, apakah aku masih hidup apa sudah berada di lahat?

Aku akan sedih, dan terbelenggu, mungkin inikah malam terakhir bersamamu wahai Ramadhan. Dan aku tidak tahu apakah aku untung atau malah rugi. Ya Allah, sesunggunya perpisahan sahabat adalah menyedihkan. Hingga meninggalkan jiwa kepedihan dan kesedihan.

Wallahu a’lam bishawab. [T]

Penulis: Suradi Al  Karim
Editor:Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Sabar, “Password” Ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan dan Madrasah Ramadhan
Tarawih, Sepakbola dan Cinta – Cerita Bulan Ramadan di Kampung
Puisi-puisi Yahya Umar #Ramadan, Perjalanan Ruhani
Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan
Tags: bulan puasaIslamMuslimRamadanRamadhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Memilih Menjadi Aku” – Catatan Kecil Tentang Monolog yang Aku Mainkan

Next Post

RUBIK SMANDUTA Diluncurkan, Membangun Generasi Muda Kritis  

Suradi Al Karim

Suradi Al Karim

Penasihat MD KAHMI Banyumas Raya, Penasihat DPC Peradi Purwokerto, Fungsionaris BPPH MPC PP Kab. Banyumas dan LBH AP PDM Kab. Banyumas, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum KONI Kab. Banyumas.

Related Posts

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails
Next Post
RUBIK SMANDUTA Diluncurkan, Membangun Generasi Muda Kritis  

RUBIK SMANDUTA Diluncurkan, Membangun Generasi Muda Kritis  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co