3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tarawih, Sepakbola dan Cinta – Cerita Bulan Ramadan di Kampung

Muhammad Fathur Rozi by Muhammad Fathur Rozi
May 16, 2019
in Esai
Tarawih, Sepakbola dan Cinta – Cerita Bulan Ramadan di Kampung

Ilustrasi foto: Bukalapak

Di antara bulan selama dalam jangka satu tahun, ada bulan yang berbeda dari yang lain. Ya sebut saja bulan Ramadan, bulan suci umat Islam, bulan yang dinantikan khususnya saya sendiri sebagai mahasiswa dan anak rantau. Sudah hampir tiga tahun saya tidak menikmati puasa bersama keluarga di kampung. Sebuah rasa rindu sudah menggerayang dalam diri. Entahlah, apakah Ramadan tahun ini akan pulang.

“Aduh saya kok malah curhat ya?” hehe…Ada beberapa catatan kecil dalam serba-serbi Ramadan.

Tarawih dan Sepak Bola

Selain beribadah puasa salah satu yang spesial saat Ramadan adalah salat tarawih.Kalau salat tarawih mah hukumnya sunah, tapi sunah yang diutamakan karena tepat bulan Ramadan.

Maka dari itu, dikerjakan ataupun tidak, boleh-boleh saja. Tapi, uniknya mereka datang juga ke musala, langgar atau masjid. Semangatnya luar biasa entah mereka datang hanya mencari kue atau apalah saya juga kurang tahu. Tapi yang perlu ditekankan dalam salat tarawih analoginya ya seperti sepak bola.

Yang pertama, salat tarawih pas awal bulan puasa, aduh..sangat banyak yang berdatangan baik yang muda, tua, sampai anak-anak pun juga datang. Kalau di kampung-kampung saya perhatikan makmumnya sampai tarawihnya di luar musala karena di dalam sudah tidak muat lagi.

Mereka menghamparkan karpet besar dan salatlah mereka di sana. Tapi, maklum juga, namanya juga masih semangat pas awal tarawih. Lihatlah pas di pertengahan 15 hari tarawih, masih syukur kalau ada makmum satu saf. Kadang-kadang tarawih cuma bermakmum lima orang.

Nah, pas jelang penutupan alias bulan puasa hampir usai, mereka berbondong-bondong datang lagi, musala kembali penuh dengan jamaah tarawih seperti sedia kala waktu salat tarawih pertama.

“Pak ke mana saja kok baru nongol lagi tarawih?” Saya tanya.

“Hahaha iya, Cong, udah mau penutupan, ini final!” Laki-laki paruh baya itu menjawab

Hal yang demikian saya perhatikan mirip seperti sepak bola, khususnya pertandingan Piala Dunia yang diadakan 4 tahun sekali. Mari kita lihat suporter sepak bola, aduh… ketika pas pembukaan Piala Dunia meriahnya bukan main alias penuh di tribun penonton sampai sebagian dari mereka menonton bola di luar stadion melihat dari layar, itu di lokasi stadion tuan rumah.

Lalu bagaimana suporter di kampung-kampung? Sama saja! Pas awal-awal mah nonton bareng di beberapa tempat seperti pos kamling, kadang juga disediakan oleh Pak RT dan Pak Kades. Kondisinya sama, pas pembukaan piala dunia, kebetulan juga tuan rumah biasanya main kali pertama. Aduh yang nonton penuh sampai berderet ke pinggir-pinggir jalan.

Tapi jelang di pertengahan sudah mulai berkurang para penonton, entah malas atau karena bukan jagoannya tidak main. Nah, pas semi final sudah mulai agak banyak, apa lagi final. Aduh..lagi-lagi penuh seperti sedia kala.

Tarawih dan Cinta

“Bukan Siapa Yang Datang Paling Awal, Tapi Siapa Yang Tetap Bertahan Hingga Akhir”

Ini khusus yang bukan para jomlo.

Kalimat tentang cinta di atas kerap kali dilontarkan oleh anak muda yang sedang menjalin cinta. Ya memang begitu dalam sebuah hubungan. Ketika seseorang memiliki pasangan hidup mereka berdua juga tidak lepas melihat masa lalu mereka, atau ia pernah dekat dengan siapa. Tapi, itu bukan masalah.Yang paling utama adalah bagaimana mereka berdua menjalankan hidupnya dengan sesuatu yang baru.

Percuma bagi mereka yang datang melabuh pertama pada hati si pria atau wanita, toh ujung-ujungnya akan pergi. Tapi, walau datang tidak di awal tapi yang terpenting adalah ia bejuang dan bertahan hingga akhir menuju pelaminan.

Nah, begitu juga salat tarawih.Tidak peduli siapa mau datang sejak awal toh nanti ujung-ujungnya tidak sampai usai menuntaskan beberapa rakaat salat. Tapi, yang terpenting adalah siapa mereka yang mengikuti rakaat demi rakaat hingga tarawih usai. Nah begitulah korelasi antara cinta dan tarawih. Belajarlah cinta sebagaimana orang melaksanakan salat tarawih.

Tarawih dan Hal-hal yang Menggelikan

Ada-ada saja cerita di balik tarawih. Kalau saya piki-pikir tarawih itu ringan tapi juga ada saja hal yang menggelikan, kadang juga menjengkelkan, pas melaksanakan salat.

Bagaimana tidak, wong yang ikut tarawih anak kecil juga dibawa ke musala alasannya supaya anak belajar dari sejak kecil ada pula karena di rumah lagi tidak ada orang, jadinya dibawa ikut ke musala. Yah, mau bagaimana lagi tarawih kan juga hanya dilakukan 1 bulan dalam setahun.

Saya tidak menyalahkan mereka yang bergurau hingga ramai saat salah tarawih berlangsung karena dulu saya pernah begitu.

Hal yang membuat saya geli ketika anak-anak yang suka menyeret sarung hingga keadaan sarung yang diseret miring hampir jatuh, untungnya pakai celana pendek jadinya tidak kelihatan bagian dalamnya. Aduh… anak-anak yang menyeret malah terkekeh-kekeh tertawa di belakang. Mau digampar tidak mungkin karena mereka juga belum balig.

Ditambah lagi ada suara anak kecil di ruangan sebelah (tempat tarawih bagian wanita) ramainya bukan main sampai ada yang menangis. Setelah tarawih pun bergantian nyerocos yaitu ibu-ibu yang suka ngerumpi.   

Ada pula ketika melantunkan kata “Amin”, parahnya anak-anak bukan malah berkata “Amin” tapi mereka mengujarkan “Abit” itu kalau bahasa Madura artinya “lama”. Jadinya campur aduk antara “Amin” dan “Abit” sehingga sebagaian kaum tua ada sebagian tidak khusuk hingga membatalkan salatnya.

Lebih parahnya lagi anak-anak mengucapkan “Amin” sebelum imam selesai membaca surat Al-Fatihah jadinya agak rancu dan sebagian kaum tua tertawa tipis. Selain itu setelah membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan membaca surah-surah pendek. Eh…malah anak-anak mengatakan “Amin” lagi.

Yang membuat geli terkadang tidak hanya anak-anak belum balig, tapi udah dewasa juga menggelikan. Pernah terjadi dialog seperti ini.

“Nanti malam mau tarawih di mana Cong?” tanya orang itu

“Ya seperti biasanya di musala sebelah, oh iya kamu kok tidak tarawih kemarin malam?” Jawabku sembari bertanya

“Aduh malas, soalnya kemarin malam saya tahu kalau di musala si A cuma dikasih krupuk, saya ke musala si B aja, lumayan dikasih semangka sama dodol” jawab orang itu.

“Oh iya kalau nanti malam musala si A dikasih apa ya?” ia bertanya

Nah itulah yang bikin geli, kadang jengkel juga.

Begitulah serba-serbi bulan Ramadan di kampung. Yang menjadi tanya saya sampai saat ini adalah benarkah selama bulan puasa tidak ada setan, dedemit, pocong, kuntilanak, tuyul milenium, atau hantu nenek gayung? Entahlah…saya juga tidak bisa memastikan. [T]

Tags: IslamkampungMuslimRamadhan
Share16TweetSendShareSend
Previous Post

Ingatan Yang Coba Kita Lupakan

Next Post

PKB Buleleng dan Buleleng Expo 2019: “Ngetnik” dan “Nginter”

Muhammad Fathur Rozi

Muhammad Fathur Rozi

Alumni mahasiswa PBSI–Undiksha. Kini menjadi guru dan mahasiswa magister aktif di Universitas Nurul Jadid Paiton. Facebook: El-Fathur Rozi. Gmail: rozi8917@gmail.com

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Menawar Harga-harga di Pasar Tradisional

PKB Buleleng dan Buleleng Expo 2019: "Ngetnik" dan "Nginter"

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co