2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ingatan Yang Coba Kita Lupakan

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
May 16, 2019
in Esai
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Bayangkan jika kita kehilangan ingatan. Kita akan melupakan yang semestinya dilupakan. Kita akan melupakan segala hal yang tidak ingin dilupakan. Kita lupa pada dunia, pada keluarga, bahkan pada diri sendiri. Kita lupa cara menulis. Cara bicara. Cara makan. Juga cara mencintai.

Susah juga ya kalau tiba-tiba lupa segalanya. Sebab ada banyak hal yang sudah dilewati akan lenyap begitu saja. Saya membayangkan jika tiba-tiba kehilangan ingatan tentang banyak sekali hal. Saya akan melupakan sebuah Pantai Rahasia di Nusa Ceningan yang berpasir putih, dengan ombak birunya, tempat dimana saya sering memetik bunga pudak dan tertidur setelahnya pada sebuah pondok kayu.

Saya juga akan melupakan pegunungan indah di Nusa Tenggara Timur dengan jalannya yang berkelok sempit diapit jurang tempat kuda-kuda berlarian.

Saya akan melupakan senyumnya di bawah lampu saat duduk di pinggir sebuah telaga buatan sambil menikmati sayur kangkung. Lebih menyakitkan lagi, saya akan melupakan ibu yang telah melahirkan dan ayah yang telah menaungi. Tidak kalah sulit karena juga harus rela melupakan segala jenis pengetahuan yang sudah dipelajari.

Tapi apakah mungkin itu terjadi? Tentu saja mungkin. Konon ada jenis penyakit ketika seseorang melupakan ingatannya. Setelah menelusurinya, saya temukan beberapa istilah untuk menyebut nama penyakit itu. Di antaranya amnesia, demensia, dan Alzheimer. Saya sebenarnya kurang mengerti tentang penyakit ini. Terutama perbedaan di antara ketiganya.

Tetapi menurut sedikit informasi yang saya dapat, ketiganya memiliki persamaan. Penderitanya, melupakan ingatannya. Seperti kata Kim Su Jin dalam film A Moment to Remember, “ada penghapus di ingatanku”.

Seandainya semua masa lalu dilupakan, bagaimana cara membayangkan masa depan? Tentulah akan sangat sulit. Menurut informasi lainnya, masa depan dibayangkan oleh manusia dengan mengkonstruksi yang telah terjadi di masa lalu. Pastilah sulit hidup dengan kondisi seperti itu. Saya juga belum tahu bagaimana cara mengobati penyakit ingatan itu. Biarlah kita menyerahkan pada ahlinya yang memahami dan konsen pada bidangnya.

Membaca jenis-jenis penyakit itu, saya teringat pada geguritan Sucita dan Subuddhi. Apa hubungannya geguritan dengan kehilangan ingatan? Barangkali tidak ada. Tapi dalam geguritan itu, pengarangnya menerangkan bahwa ada suatu cara untuk menguatkan daya ingat.

Cara yang ditawarkan adalah dengan mengkonsumsi daun pegagan [Centella asiatica]. Tumbuhan ini ada banyak namanya sesuai daerah, di Bali disebut piduh. Lombok menyebutnya bebele. Di Jawa ada yang menyebutnya gagan-gagan. Konon daun pegagan ini dihaluskan kemudian dijadikan loloh atau jamu.

Semasa kecil, daun pegagan saya gunakan sebagai penyembuh luka. Tapi tidak “luka hati”. Luka hati hanya bisa diobati dengan “hati”. Bagaimana kalau sakit gigi?

Sakit gigi obatnya adalah dokter gigi. Maksudnya pergi ke dokter gigi, lalu minta diobati. Setelah diobati hati-hati jangan sampai sakit lagi. Hindari makanan atau minuman kariogenik. Kariogenik adalah istilah yang digunakan untuk menyebut makanan dan minuman yang manis dan mudah melekat. Istilah yang bagus juga untuk menyebut “dia” yang manis dan mudah melekat. Asyyikkkk…

Bahaya juga kalau sering-sering makan dan minum kariogenik. Gigi bisa sakit. Bagaimana kalau sering-sering menikmati janji-janji kariogenik? Barangkali di dalam sana, hati kita juga semakin terkikis dan berlubang. Maka jangan salahkan kalau banyak orang yang susah percaya kepada pengumbar janji.

Tapi anehnya, mereka yang sering kemakan janji, kemudian mencoba meyakinkan orang lain juga dengan janji-janji. Awalnya mereka adalah korban dari janji, tapi kemudian mereka berubah menjadi pelaku janji. Bahkan sudah jadi rahasia bersama yang tidak dikatakan di panggung-panggung, tapi kita pahami lewat diskusi-diskusi kecil di warung kopi, kalau janji semacam itu memang perlu diadakan.

Tujuannya, agar mereka yang dahulunya pernah berjanji juga merasakan bagaimana jika diingkari. Saya tidak menemukan istilah lain untuk menyebut kejadian itu selain balas dendam.

Ayolah, jangan pura-pura tidak tahu. Kita ini manusia yang sudah dewasa, dan mengerti apa yang dimaksudkan tanpa harus dijelaskan. Saya juga yakin, semua orang tidak perlu belajar ilmu semiotik untuk mengerti petanda-petanda.

Kita memang terbiasa berpura-pura tidak tahu, terhadap banyak sekali hal yang sesungguhnya sangat kita pahami. Begitu juga sebaliknya, kita biasa pura-pura paham tentang sesuatu yang bahkan tidak kita kenali. Itu sama sekali tidak aneh. Tidak ada yang aneh jika ada manusia pura-pura menguasai ini dan itu. Justru yang aneh adalah jika ada manusia yang pura-pura tidak tahu tentang itu dan ini. Tujuan kedua tindakan pura-pura tadi itu sama saja: keselamatan. Terutama selamat dari rasa malu.

Orang sangat takut pada rasa malu, tapi sangat senang mempermalukan orang. Intinya ada yang tidak beres pada diri manusia dari dalam. Ada banyak cerita-cerita yang bisa kita baca untuk meligitimasi hal ini. Arjuna menghina Karna, Bungkling menghina Pendeta lalu kita ikut-ikutan karena itu mengasyikkan. Menghina orang-orang bodoh juga sudah biasa.

Kurang dihina apalagi tokoh I Belog dalam satua-satua Bali. Tapi kita sendiri kurang bertanya dan membaca, mengapa tokoh-tokoh itu dihina dan mengapa ada yang menghina.

Memikirkannya saja, saya sudah pusing sendiri. Untuk mengobati rasa pusing, saya ingin membaca puisi yang ditulis Mbak Reina Caesilia. Judulnya “Duduk di Bale Bengong Kulihat Bayang Penari di Matamu”.

—

Kita bercakap,

kau dan aku diterpa guguran daun

suara burung berkicau dan tergelak

dalam tawamu yang bijak

aku melihat kemilau pada matamu

arif bersahaja

—

Indah sekali. Puisi ini barangkali ditulis untuk mengenang Prof. IB Mantra. Barangkali juga kata “mu” pada puisi itu berarti Prof. IB. Mantra. Pada tawa Pak Prof, Mbak Reina mendengar suara kicau burung. Pelan-pelan rasa pusing saya lenyap. Agar tambah lenyap itu pusing, mari kita lanjutkan membaca puisi yang terkumpul dalam buku kumpulan puisi berjudul Saron. Begini.

—

[…] dalam gambelan ini

harus tak terlupakan

meski angin membawa jalanan

penuh debu

selalu kukenang suara gending itu mengalun

dari lubang-lubang angin dan jendela, dalam

telinga dalam hati sepanjang jantung berdegup

dan mata memandang hari berpacu dengan waktu […]

—

Suara gending gambelan yang Mbak Reina dengar dalam telinga dan juga hati, juga saya dengar dengan telinga Cangak saya yang mungil ini selama saya hidup, selama jantung masih berdegup. Oh iya, segala yang kita dengar dan lalui akan kita ingat. Seperti ikan mujair nyat-nyat yang kita makan di sebuah warung makan sambil berpacu dengan waktu.

Terimakasih Mbak Reina. Puisi itu membuat saya kehilangan rasa pusing dan mengingat-ingat yang telah lewat. Barangkali memang benar, karya membuat kita diingat. Lalu ingatan pelan-pelan juga dilupakan. Bukan karena demensia, amnesia atau Alzheimer. Tapi memang karena waktu menelan segalanya. [T]

CANGAK YANG LAIN:

  • Swastyastu, Nama Saya Cangak
  • Pemimpin dan Pandita
  • Aturan Mati
  • Muka Gua
  • Siapa yang Tahu?
  • Panduan Nyepi ala Cangak
  • Kembali
  • Yang Kita Cari Adalah Hening
  • Siang Malam Berpikir Sendiri
  • Teman Tidak Makan Teman
  • Menerima Tanpa Terlena
  • Perlindungan
  • Pesta Dansa
Tags: cangakfilsafatPuisirenungan
Share49TweetSendShareSend
Previous Post

Buka-Bukaan di Teater #Catatan Aktor Sebelum Pentas “Sang Guru”

Next Post

Tarawih, Sepakbola dan Cinta – Cerita Bulan Ramadan di Kampung

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Tarawih, Sepakbola dan Cinta – Cerita Bulan Ramadan di Kampung

Tarawih, Sepakbola dan Cinta – Cerita Bulan Ramadan di Kampung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co