24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ingatan Yang Coba Kita Lupakan

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
May 16, 2019
in Esai
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Bayangkan jika kita kehilangan ingatan. Kita akan melupakan yang semestinya dilupakan. Kita akan melupakan segala hal yang tidak ingin dilupakan. Kita lupa pada dunia, pada keluarga, bahkan pada diri sendiri. Kita lupa cara menulis. Cara bicara. Cara makan. Juga cara mencintai.

Susah juga ya kalau tiba-tiba lupa segalanya. Sebab ada banyak hal yang sudah dilewati akan lenyap begitu saja. Saya membayangkan jika tiba-tiba kehilangan ingatan tentang banyak sekali hal. Saya akan melupakan sebuah Pantai Rahasia di Nusa Ceningan yang berpasir putih, dengan ombak birunya, tempat dimana saya sering memetik bunga pudak dan tertidur setelahnya pada sebuah pondok kayu.

Saya juga akan melupakan pegunungan indah di Nusa Tenggara Timur dengan jalannya yang berkelok sempit diapit jurang tempat kuda-kuda berlarian.

Saya akan melupakan senyumnya di bawah lampu saat duduk di pinggir sebuah telaga buatan sambil menikmati sayur kangkung. Lebih menyakitkan lagi, saya akan melupakan ibu yang telah melahirkan dan ayah yang telah menaungi. Tidak kalah sulit karena juga harus rela melupakan segala jenis pengetahuan yang sudah dipelajari.

Tapi apakah mungkin itu terjadi? Tentu saja mungkin. Konon ada jenis penyakit ketika seseorang melupakan ingatannya. Setelah menelusurinya, saya temukan beberapa istilah untuk menyebut nama penyakit itu. Di antaranya amnesia, demensia, dan Alzheimer. Saya sebenarnya kurang mengerti tentang penyakit ini. Terutama perbedaan di antara ketiganya.

Tetapi menurut sedikit informasi yang saya dapat, ketiganya memiliki persamaan. Penderitanya, melupakan ingatannya. Seperti kata Kim Su Jin dalam film A Moment to Remember, “ada penghapus di ingatanku”.

Seandainya semua masa lalu dilupakan, bagaimana cara membayangkan masa depan? Tentulah akan sangat sulit. Menurut informasi lainnya, masa depan dibayangkan oleh manusia dengan mengkonstruksi yang telah terjadi di masa lalu. Pastilah sulit hidup dengan kondisi seperti itu. Saya juga belum tahu bagaimana cara mengobati penyakit ingatan itu. Biarlah kita menyerahkan pada ahlinya yang memahami dan konsen pada bidangnya.

Membaca jenis-jenis penyakit itu, saya teringat pada geguritan Sucita dan Subuddhi. Apa hubungannya geguritan dengan kehilangan ingatan? Barangkali tidak ada. Tapi dalam geguritan itu, pengarangnya menerangkan bahwa ada suatu cara untuk menguatkan daya ingat.

Cara yang ditawarkan adalah dengan mengkonsumsi daun pegagan [Centella asiatica]. Tumbuhan ini ada banyak namanya sesuai daerah, di Bali disebut piduh. Lombok menyebutnya bebele. Di Jawa ada yang menyebutnya gagan-gagan. Konon daun pegagan ini dihaluskan kemudian dijadikan loloh atau jamu.

Semasa kecil, daun pegagan saya gunakan sebagai penyembuh luka. Tapi tidak “luka hati”. Luka hati hanya bisa diobati dengan “hati”. Bagaimana kalau sakit gigi?

Sakit gigi obatnya adalah dokter gigi. Maksudnya pergi ke dokter gigi, lalu minta diobati. Setelah diobati hati-hati jangan sampai sakit lagi. Hindari makanan atau minuman kariogenik. Kariogenik adalah istilah yang digunakan untuk menyebut makanan dan minuman yang manis dan mudah melekat. Istilah yang bagus juga untuk menyebut “dia” yang manis dan mudah melekat. Asyyikkkk…

Bahaya juga kalau sering-sering makan dan minum kariogenik. Gigi bisa sakit. Bagaimana kalau sering-sering menikmati janji-janji kariogenik? Barangkali di dalam sana, hati kita juga semakin terkikis dan berlubang. Maka jangan salahkan kalau banyak orang yang susah percaya kepada pengumbar janji.

Tapi anehnya, mereka yang sering kemakan janji, kemudian mencoba meyakinkan orang lain juga dengan janji-janji. Awalnya mereka adalah korban dari janji, tapi kemudian mereka berubah menjadi pelaku janji. Bahkan sudah jadi rahasia bersama yang tidak dikatakan di panggung-panggung, tapi kita pahami lewat diskusi-diskusi kecil di warung kopi, kalau janji semacam itu memang perlu diadakan.

Tujuannya, agar mereka yang dahulunya pernah berjanji juga merasakan bagaimana jika diingkari. Saya tidak menemukan istilah lain untuk menyebut kejadian itu selain balas dendam.

Ayolah, jangan pura-pura tidak tahu. Kita ini manusia yang sudah dewasa, dan mengerti apa yang dimaksudkan tanpa harus dijelaskan. Saya juga yakin, semua orang tidak perlu belajar ilmu semiotik untuk mengerti petanda-petanda.

Kita memang terbiasa berpura-pura tidak tahu, terhadap banyak sekali hal yang sesungguhnya sangat kita pahami. Begitu juga sebaliknya, kita biasa pura-pura paham tentang sesuatu yang bahkan tidak kita kenali. Itu sama sekali tidak aneh. Tidak ada yang aneh jika ada manusia pura-pura menguasai ini dan itu. Justru yang aneh adalah jika ada manusia yang pura-pura tidak tahu tentang itu dan ini. Tujuan kedua tindakan pura-pura tadi itu sama saja: keselamatan. Terutama selamat dari rasa malu.

Orang sangat takut pada rasa malu, tapi sangat senang mempermalukan orang. Intinya ada yang tidak beres pada diri manusia dari dalam. Ada banyak cerita-cerita yang bisa kita baca untuk meligitimasi hal ini. Arjuna menghina Karna, Bungkling menghina Pendeta lalu kita ikut-ikutan karena itu mengasyikkan. Menghina orang-orang bodoh juga sudah biasa.

Kurang dihina apalagi tokoh I Belog dalam satua-satua Bali. Tapi kita sendiri kurang bertanya dan membaca, mengapa tokoh-tokoh itu dihina dan mengapa ada yang menghina.

Memikirkannya saja, saya sudah pusing sendiri. Untuk mengobati rasa pusing, saya ingin membaca puisi yang ditulis Mbak Reina Caesilia. Judulnya “Duduk di Bale Bengong Kulihat Bayang Penari di Matamu”.

—

Kita bercakap,

kau dan aku diterpa guguran daun

suara burung berkicau dan tergelak

dalam tawamu yang bijak

aku melihat kemilau pada matamu

arif bersahaja

—

Indah sekali. Puisi ini barangkali ditulis untuk mengenang Prof. IB Mantra. Barangkali juga kata “mu” pada puisi itu berarti Prof. IB. Mantra. Pada tawa Pak Prof, Mbak Reina mendengar suara kicau burung. Pelan-pelan rasa pusing saya lenyap. Agar tambah lenyap itu pusing, mari kita lanjutkan membaca puisi yang terkumpul dalam buku kumpulan puisi berjudul Saron. Begini.

—

[…] dalam gambelan ini

harus tak terlupakan

meski angin membawa jalanan

penuh debu

selalu kukenang suara gending itu mengalun

dari lubang-lubang angin dan jendela, dalam

telinga dalam hati sepanjang jantung berdegup

dan mata memandang hari berpacu dengan waktu […]

—

Suara gending gambelan yang Mbak Reina dengar dalam telinga dan juga hati, juga saya dengar dengan telinga Cangak saya yang mungil ini selama saya hidup, selama jantung masih berdegup. Oh iya, segala yang kita dengar dan lalui akan kita ingat. Seperti ikan mujair nyat-nyat yang kita makan di sebuah warung makan sambil berpacu dengan waktu.

Terimakasih Mbak Reina. Puisi itu membuat saya kehilangan rasa pusing dan mengingat-ingat yang telah lewat. Barangkali memang benar, karya membuat kita diingat. Lalu ingatan pelan-pelan juga dilupakan. Bukan karena demensia, amnesia atau Alzheimer. Tapi memang karena waktu menelan segalanya. [T]

CANGAK YANG LAIN:

  • Swastyastu, Nama Saya Cangak
  • Pemimpin dan Pandita
  • Aturan Mati
  • Muka Gua
  • Siapa yang Tahu?
  • Panduan Nyepi ala Cangak
  • Kembali
  • Yang Kita Cari Adalah Hening
  • Siang Malam Berpikir Sendiri
  • Teman Tidak Makan Teman
  • Menerima Tanpa Terlena
  • Perlindungan
  • Pesta Dansa
Tags: cangakfilsafatPuisirenungan
Share49TweetSendShareSend
Previous Post

Buka-Bukaan di Teater #Catatan Aktor Sebelum Pentas “Sang Guru”

Next Post

Tarawih, Sepakbola dan Cinta – Cerita Bulan Ramadan di Kampung

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Tarawih, Sepakbola dan Cinta – Cerita Bulan Ramadan di Kampung

Tarawih, Sepakbola dan Cinta – Cerita Bulan Ramadan di Kampung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co