4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sabar, “Password” Ramadhan

Suradi Al Karim by Suradi Al Karim
March 10, 2025
in Esai
Korelasi PKPU 13 Tahun 2024 dengan Kotak Kosong

Suradi Al Karim

PEMBACA yang budiman, sesunguhnya kita telah sampai pada hari ke- 10 (sepuluh) dari bulan penuh berkah ini. Bulan Ramadhan terbagi dalam tiga fase, ketiganya adalah sepuluh hari pertama yang penuh rahmat, sepuluh hari kedua yang penuh ampunan, dan sepuluh hari ketiga dengan jaminan terbebas dari neraka. “Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari api neraka” (HR. Al-Baihaqi).

Dalam bulan Ramadhan ini, Antum pernah tidak menggunakan waktu sekitar lima menit saja dalam sehari untuk bermenung melakukan introspeksi, atau mencoba mencerna kejadian demi kejadian yang masuk memori Antum hari itu? Kalau belum, cobalah lakukan di bulan Ramadhan ini. Barangkali ada manfaatnya.

Dari mulai memasuki bulan Ramadhan kali ini bangsa kita sedang dihadapkan pada sebuah kenyataan pahit, kesabaran anak bangsa sedang bermasalah (baca : degradasi moral),PHK massal terjadi.  Sritex bangkrut, namun empunya tetap tajir, korupsi menggunung, tapi koruptor tetap kaya, laut dipagar, yang punya tetap dirangkul, semua virusnya berkembang dengan subur. Fenomena apa ini?

Kesabaran seakan menjadi barang yang amat langka. Atau karena stoknya memang terbatas dan sekarang sudah habis? Mudah-mudahan tidak. Orang sabar itu kan dikasihi oleh Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Menurut pendapat para ulama, sabar adalah salah satu akhlak yang mulia, yang menghalangi munculnya tindakan tidak terpuji. Sabar adalah salah satu kekuatan jiwa dan dengannya segala urusan menjadi baik dan lancar.

Adalah  Al-Junaid bin Muhammad, Ulama dan Sufi terkenal dari abad ke-9 Masehi lahir di Irak, membuat sebuah perumpamaan,  hakikat sabar adalah laksana meneguk sesuatu yang pahit tanpa perlu merengut. Berarti mudah diucapkan, tetapi sulit untuk dilaksanakan. Walaupun demikian bisa dilaksanakan kalau kita mau melaksanakannya.

Jiwa adalah kendaraan seorang hamba dan dengannya ia berjalan menuju surga atau neraka, kebaikan atau keburukan. Sedang sabar bagi jiwa adalah kendali. Jika kendali hilang, maka jiwa kehilangan arah, seperti kapal patah kemudi, senantiasa  terombang-ambing dan ini merupakan makanan empuk para provokatot yang sekarang memang sedang marajalela di NKRI.

Dalam jiwa terdapat dua kekuatan, yaitu kekuatan mendorong dan kekuatan menolak. Maka hakekat sabar ialah mengarahkan kekuatan yang mendorong kepada apa yang bermanfaat baginya dan mengarahkan kekuatan penolak dari apa yang merugikannya. Ungkapan bijak seorang filsuf dan penulis Amerika  Serikat E.H. Chapin (1814-1880) sangat relevan untuk direnungkan, “tidak pernah jiwa manusia tampil begitu kuat seperti saat mereka mengurungkan balas dendam dan berani memaafkan”.

***

Semakin kita sabar, semakin dapat menerima hidup ini apa adanya, bukan memaksakan hidup ini persis seperti yang kita kehendaki. Antara harapan dan kenyataan tidak selalu sama (baca : tiada materi visi-misi kampanye, tapi kemudian muncul ada program baru setelah jadi pimpinan). Manusia hanya bisa merencanakan, keputusan di tangan Allah SWT. Dalam konteks ini, sebuah musibah sebagaimana pun kecilnya adalah merupakan ujian bagi kesabaran ( baca : apa yang terjadi terkini di Negeri ini ujian bagi pimpinan yang sepertinya hanya omon-omom di panggung).

 Di tengah perubahan masyarakat yang berlangsung cepat dewasa ini tanpa tingkat kesabaran yang tinggi pastilah membuat kita sangat frustrasi. Orang akan mudah marah, jengkel, terganggu, merasa tidak didudukkan pada tempatnya, dilecehkan, dan merasa disakiti. Kesabaran menambahkan suatu dimensi ketentraman dan rasa menerima dalam hidup kita.

Kesabaran juga mengharuskan kita melihat ketidakbersalahan pada diri orang lain dan memahami ketidaksempurnaan sesama manusia. Bila prinsip tersebut disadari dengan ikhlas, kita akan menjadi orang yang lebih sabar dan tenang. Dan dengan cara yang aneh, mulai menikmati saat-saat yang biasanya akan membuat kita frustrasi.

Meminjam kata bijak OG Mandino, seorang filsuf dan penulis Amarika Serikat (1923-1996), agaknya menarik untuk disimak, “ Kesabaran adalah kekuasaan. Pergunakanlah untuk memupuk semangat, meredakan kemarahan, meredam angkara murka, mengubur rasa iri, menekan kesombongan, menahan lidah, mengekang tangan, sampai tiba waktunya Anda memanen seluruh hasilnya. Berjuang meraih harta tanpa kesabaran justru akan mengamblaskan milik yang sudah ada. Berani tanpa disertai kesabaran akan membunuh Anda”.

Dalam konsep Barat, kesabaran dapat dilatih. Caranya, mulailah mengatakan pada diri Anda, “Oke, selama lima menit berikut ini aku akan membuat diriku tidak merasa terganggu oleh apa pun dan oleh siapa pun. Aku akan sabar.” Lakukan itu setiap hari dan Anda akan terkejut melihat hasilnya, ternyata Anda bisa. Coba bayangkan bila temponya diperpanjang menjadi sepuluh menit, satu jam, atau satu hari.

Umat Islam punya “password” tersendiri untuk melatih kesabaran, yaitu melalui puasa Ramadhan. Sekali setahun umat Islam diberi kesempatan untuk berkontemplasi, merenung, mengevaluasi apa yang telah dilakukan dan apa yang telah diperoleh. Bulan Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi seorang muslim untuk menambah kebaikan dan mengurangi sebab-sebab timbulnya keburukan.

Pintu-pintu kebaikan dan pintu surga terbentang lebar. Sementara pintu-pintu neraka tertutup rapat dan setan-setan terbelenggu (dipenjara). Selama puasa Ramadhan opsi kebaikan memang tersedia amat banyak sedangkan opsi keburukan sangat sedikit dan terbatas. Artinya, cukup banyak tersedia ruang untuk berbuat kebajikan. Sesungguhnya bahagia orang yang menggunakan kesempatan ini dan memilih opsi yang tepat. Diakandung maksud, jangan memilih opsi Lansia  baru berbuat kebajikan.

Puasa yang baik adalah jika bukan hanya sekedar puasa menahan haus dan lapar serta puasa menahan nafsu syahwat. Tetapi lidah, mata, telinga, dan semua anggota badan harus ikut berpuasa. Kedua matamu, begitu sering diajarkan ustad, harus berpuasa memandang hal-hal yang haram. Lidahmu harus berpuasa dari dusta, caci-maki, dan adu domba.

Kalau sebulan lamanya kita berpuasa dan terlatih sabar, maka kebiasaaan ini akan berpengaruh pada perilaku hari-hari berikutnya setelah Ramadhan. Kebaikan dan keburukan sebenarnya bermula dari kebiasaan. Manusia kadangkala kurang memiliki kecerdasan emosional sehingga terdorong untuk melakukan hal-hal yang tidak pantas dan konyol.

Untung ada kesabaran sebagai kendali untuk menghalanginya. Pertempuran sering meletus di antara keduanya dan medan pertempuran adalah hati seorang hamba.  Wallahu a’lam bishawab! [T]

Penulis: Suradi Al  Karim
Editor:Adnyana Ole

Marhaban Ya Ramadhan dan Madrasah Ramadhan
Tarawih, Sepakbola dan Cinta – Cerita Bulan Ramadan di Kampung
Puisi-puisi Yahya Umar #Ramadan, Perjalanan Ruhani
Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan
Tags: bulan puasaIslamMuslimRamadanRamadhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur:  Puncaknya, 12 April 2025, “Masineb” Tepat Umanis Galungan

Next Post

Bali Menjadi Subjek, Bukan Objek

Suradi Al Karim

Suradi Al Karim

Penasihat MD KAHMI Banyumas Raya, Penasihat DPC Peradi Purwokerto, Fungsionaris BPPH MPC PP Kab. Banyumas dan LBH AP PDM Kab. Banyumas, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum KONI Kab. Banyumas.

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Bali Menjadi Subjek, Bukan Objek

Bali Menjadi Subjek, Bukan Objek

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co