24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sabar, “Password” Ramadhan

Suradi Al Karim by Suradi Al Karim
March 10, 2025
in Esai
Korelasi PKPU 13 Tahun 2024 dengan Kotak Kosong

Suradi Al Karim

PEMBACA yang budiman, sesunguhnya kita telah sampai pada hari ke- 10 (sepuluh) dari bulan penuh berkah ini. Bulan Ramadhan terbagi dalam tiga fase, ketiganya adalah sepuluh hari pertama yang penuh rahmat, sepuluh hari kedua yang penuh ampunan, dan sepuluh hari ketiga dengan jaminan terbebas dari neraka. “Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari api neraka” (HR. Al-Baihaqi).

Dalam bulan Ramadhan ini, Antum pernah tidak menggunakan waktu sekitar lima menit saja dalam sehari untuk bermenung melakukan introspeksi, atau mencoba mencerna kejadian demi kejadian yang masuk memori Antum hari itu? Kalau belum, cobalah lakukan di bulan Ramadhan ini. Barangkali ada manfaatnya.

Dari mulai memasuki bulan Ramadhan kali ini bangsa kita sedang dihadapkan pada sebuah kenyataan pahit, kesabaran anak bangsa sedang bermasalah (baca : degradasi moral),PHK massal terjadi.  Sritex bangkrut, namun empunya tetap tajir, korupsi menggunung, tapi koruptor tetap kaya, laut dipagar, yang punya tetap dirangkul, semua virusnya berkembang dengan subur. Fenomena apa ini?

Kesabaran seakan menjadi barang yang amat langka. Atau karena stoknya memang terbatas dan sekarang sudah habis? Mudah-mudahan tidak. Orang sabar itu kan dikasihi oleh Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Menurut pendapat para ulama, sabar adalah salah satu akhlak yang mulia, yang menghalangi munculnya tindakan tidak terpuji. Sabar adalah salah satu kekuatan jiwa dan dengannya segala urusan menjadi baik dan lancar.

Adalah  Al-Junaid bin Muhammad, Ulama dan Sufi terkenal dari abad ke-9 Masehi lahir di Irak, membuat sebuah perumpamaan,  hakikat sabar adalah laksana meneguk sesuatu yang pahit tanpa perlu merengut. Berarti mudah diucapkan, tetapi sulit untuk dilaksanakan. Walaupun demikian bisa dilaksanakan kalau kita mau melaksanakannya.

Jiwa adalah kendaraan seorang hamba dan dengannya ia berjalan menuju surga atau neraka, kebaikan atau keburukan. Sedang sabar bagi jiwa adalah kendali. Jika kendali hilang, maka jiwa kehilangan arah, seperti kapal patah kemudi, senantiasa  terombang-ambing dan ini merupakan makanan empuk para provokatot yang sekarang memang sedang marajalela di NKRI.

Dalam jiwa terdapat dua kekuatan, yaitu kekuatan mendorong dan kekuatan menolak. Maka hakekat sabar ialah mengarahkan kekuatan yang mendorong kepada apa yang bermanfaat baginya dan mengarahkan kekuatan penolak dari apa yang merugikannya. Ungkapan bijak seorang filsuf dan penulis Amerika  Serikat E.H. Chapin (1814-1880) sangat relevan untuk direnungkan, “tidak pernah jiwa manusia tampil begitu kuat seperti saat mereka mengurungkan balas dendam dan berani memaafkan”.

***

Semakin kita sabar, semakin dapat menerima hidup ini apa adanya, bukan memaksakan hidup ini persis seperti yang kita kehendaki. Antara harapan dan kenyataan tidak selalu sama (baca : tiada materi visi-misi kampanye, tapi kemudian muncul ada program baru setelah jadi pimpinan). Manusia hanya bisa merencanakan, keputusan di tangan Allah SWT. Dalam konteks ini, sebuah musibah sebagaimana pun kecilnya adalah merupakan ujian bagi kesabaran ( baca : apa yang terjadi terkini di Negeri ini ujian bagi pimpinan yang sepertinya hanya omon-omom di panggung).

 Di tengah perubahan masyarakat yang berlangsung cepat dewasa ini tanpa tingkat kesabaran yang tinggi pastilah membuat kita sangat frustrasi. Orang akan mudah marah, jengkel, terganggu, merasa tidak didudukkan pada tempatnya, dilecehkan, dan merasa disakiti. Kesabaran menambahkan suatu dimensi ketentraman dan rasa menerima dalam hidup kita.

Kesabaran juga mengharuskan kita melihat ketidakbersalahan pada diri orang lain dan memahami ketidaksempurnaan sesama manusia. Bila prinsip tersebut disadari dengan ikhlas, kita akan menjadi orang yang lebih sabar dan tenang. Dan dengan cara yang aneh, mulai menikmati saat-saat yang biasanya akan membuat kita frustrasi.

Meminjam kata bijak OG Mandino, seorang filsuf dan penulis Amarika Serikat (1923-1996), agaknya menarik untuk disimak, “ Kesabaran adalah kekuasaan. Pergunakanlah untuk memupuk semangat, meredakan kemarahan, meredam angkara murka, mengubur rasa iri, menekan kesombongan, menahan lidah, mengekang tangan, sampai tiba waktunya Anda memanen seluruh hasilnya. Berjuang meraih harta tanpa kesabaran justru akan mengamblaskan milik yang sudah ada. Berani tanpa disertai kesabaran akan membunuh Anda”.

Dalam konsep Barat, kesabaran dapat dilatih. Caranya, mulailah mengatakan pada diri Anda, “Oke, selama lima menit berikut ini aku akan membuat diriku tidak merasa terganggu oleh apa pun dan oleh siapa pun. Aku akan sabar.” Lakukan itu setiap hari dan Anda akan terkejut melihat hasilnya, ternyata Anda bisa. Coba bayangkan bila temponya diperpanjang menjadi sepuluh menit, satu jam, atau satu hari.

Umat Islam punya “password” tersendiri untuk melatih kesabaran, yaitu melalui puasa Ramadhan. Sekali setahun umat Islam diberi kesempatan untuk berkontemplasi, merenung, mengevaluasi apa yang telah dilakukan dan apa yang telah diperoleh. Bulan Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi seorang muslim untuk menambah kebaikan dan mengurangi sebab-sebab timbulnya keburukan.

Pintu-pintu kebaikan dan pintu surga terbentang lebar. Sementara pintu-pintu neraka tertutup rapat dan setan-setan terbelenggu (dipenjara). Selama puasa Ramadhan opsi kebaikan memang tersedia amat banyak sedangkan opsi keburukan sangat sedikit dan terbatas. Artinya, cukup banyak tersedia ruang untuk berbuat kebajikan. Sesungguhnya bahagia orang yang menggunakan kesempatan ini dan memilih opsi yang tepat. Diakandung maksud, jangan memilih opsi Lansia  baru berbuat kebajikan.

Puasa yang baik adalah jika bukan hanya sekedar puasa menahan haus dan lapar serta puasa menahan nafsu syahwat. Tetapi lidah, mata, telinga, dan semua anggota badan harus ikut berpuasa. Kedua matamu, begitu sering diajarkan ustad, harus berpuasa memandang hal-hal yang haram. Lidahmu harus berpuasa dari dusta, caci-maki, dan adu domba.

Kalau sebulan lamanya kita berpuasa dan terlatih sabar, maka kebiasaaan ini akan berpengaruh pada perilaku hari-hari berikutnya setelah Ramadhan. Kebaikan dan keburukan sebenarnya bermula dari kebiasaan. Manusia kadangkala kurang memiliki kecerdasan emosional sehingga terdorong untuk melakukan hal-hal yang tidak pantas dan konyol.

Untung ada kesabaran sebagai kendali untuk menghalanginya. Pertempuran sering meletus di antara keduanya dan medan pertempuran adalah hati seorang hamba.  Wallahu a’lam bishawab! [T]

Penulis: Suradi Al  Karim
Editor:Adnyana Ole

Marhaban Ya Ramadhan dan Madrasah Ramadhan
Tarawih, Sepakbola dan Cinta – Cerita Bulan Ramadan di Kampung
Puisi-puisi Yahya Umar #Ramadan, Perjalanan Ruhani
Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan
Tags: bulan puasaIslamMuslimRamadanRamadhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur:  Puncaknya, 12 April 2025, “Masineb” Tepat Umanis Galungan

Next Post

Bali Menjadi Subjek, Bukan Objek

Suradi Al Karim

Suradi Al Karim

Penasihat MD KAHMI Banyumas Raya, Penasihat DPC Peradi Purwokerto, Fungsionaris BPPH MPC PP Kab. Banyumas dan LBH AP PDM Kab. Banyumas, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum KONI Kab. Banyumas.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Bali Menjadi Subjek, Bukan Objek

Bali Menjadi Subjek, Bukan Objek

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co