23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Post Tradisi : Upaya untuk Meletakkan Bali dalam Pembacaan Seni Rupa Indonesia

Made Chandra by Made Chandra
February 25, 2025
in Ulas Rupa
Post Tradisi : Upaya untuk Meletakkan Bali dalam Pembacaan Seni Rupa Indonesia

Pameran seni rupa REFLEXIVITY : Post Tradition In Balinese Contemporary Art di Lanö Contemporary Art Gallery

MUNGKIN judul artikel ini terkesan terlalu berlebihan dan mengumbar sebuah utopia belaka. Namun bagi penulis upaya untuk merawat harapan menjadi penting ketika kita tahu tak ada pilihan yang lebih baik dari hanya sekedar berpasrah pada keadaan.  

Melihat seni rupa Bali ke belakang akan tampak satu tantangan tersendiri, ketika kita merunut kompleksitas dan carut-marut tegangan antara tradisi dan modernitas. Dan, itu adalah PR yang tidak bisa dikerjakan dalam semalam.

Karya Valasara pada pemran seni rupa REFLEXIVITY : Post Tradition In Balinese Contemporary Art di Lanö Contemporary Art Gallery

Ketika berbicara mengenai sejarah modern seni rupa Indonesia kita tak bisa melepaskan peran Yogyakarta dan Bandung, maupun Jakarta, sebagai pusat pemerintahan, dalam membentuk batu kontruksi untuk menasionalkan beberapa gerakan serta pemikiran yang hadir dalam satu abad terakhir. Dari Raden Saleh dan Mooi Indie, Seni Kerakyatan milik persagi dan lalu disambut Gerakan Seni Rupa Baru pada dekade 70-an, secara runut memberikan gambaran bagaimana seni rupa Indonesia dapat terbentuk.

Lalu, di manakah posisi Bali, dalam konteks ini sebagai satu bagian dari pembacaan seni rupa Indonesia?

Kita tahu ada Sanggar Dewata Indonesia yang getol memproduksi seniman-seniman papan atas sekelas Made Wianta, Nyoman Gunarsa ataupun Wayan Sika. Namun bisa dilihat fragmentasi SDI tidak kurang sebagai wadah seniman Bali yang merantau dan mencari oase ke-senirupa-an di Yogyakarta, tak cukup untuk memberi ruang yang jelas bagi Bali agar bisa terbaca sebagai ekosistem mandiri yang terkoneksi dengan seni rupa Indonesia juga.

Bali seakan menjadi anomali yang bergerak dan memiliki sejarah seni rupanya sendiri, seakan kompleksitas pemikiran dan suara artistik yang Bali punyai tak cukup terbaca dan dibahas bagaimana keberperanannya dalam skena seni rupa Indonesia.

Post tradisi sebenarnya sudah cukup lama digaungkan sebagai sebuah bentuk pemikiran namun dalam konteks Bali, hal itu kemudian digunakan kembali untuk melihat bagaimana hubungan kondisional antara modernitas yang di pengaruhi oleh tradisi mapun sebaliknya, menjadi peristiwa yang saling tarik menarik baik di Bali ataupun tempat lain di Indonesia.

Hal itulah yang coba dipantik melalui diskusi dan project panjang yang dilakukan oleh Lanö Art Project yang kini tengah membuka ruang baru bernama Lanö Contemporary Art Gallery.

Suasana diskusi Post Tradisi serangkaian pameran seni rupa bertajuk REFLEXIVITY : Post Tradition In Balinese Contemporary Art di Lanö Contemporary Art Gallery

Diskusi dilakukan 23 Februari 2025 serangkaian pameran seni rupa bertajuk REFLEXIVITY : Post Tradition In Balinese Contemporary Art di Lanö Contemporary Art Gallery. Pameran berlangsung hingga 25 Maret 2025.

Diskusi yang hangat dan cukup cair diadakan dalam rangka opening pertama gallery ini. Dengan mengangkat post tradisi sebagai wacana utama, diskusi ini mengundang beberapa pihak juga yang cukup penting dalam perannya mewartakan seni rupa bali.

Beberapa pembicara yang dimaksud tak lain kurator serta penulis Seriyoga Parta yang mewakili Gurat Institute, lalu Asmudjo Jono Irianto selaku kurator pameran, serta Kemalezedine sebagai seniman yang mewakili Lanö Gallery.

Pembahasan yang saling tumpang tindih masih bisa terlihat di sini, namun dalam artian positif sebagai sebuah kesadaran bahwa pendefenisian terkait post tradisi masih sangat terbuka untuk dimaknai ulang, dan bersifat open ending, memberi berbagai kemungkinan untuk melengkapi celah-celah kosong yang ditinggalkan.

Dari atas ke bawah: karya Nyoman Arisana, Kadek Dwi Darmawan, I Wayan Upadana, dan Kemalezedine pada pameran seni rupa bertajuk REFLEXIVITY : Post Tradition In Balinese Contemporary Art di Lanö Contemporary Art Gallery

Di tengah kerumunan  pengunjung diskusi, kurator beken Farah Wardani memberikan tanggapan yang cukup kritis untuk mencoba menengahkan dan mengajak kita untuk berpikir ulang bagaimana post tradisi ini tidak hanya akan menjadi trend belaka saja—yang kemudian akan lenyap tersapu waktu. Namun lebih bagaimana wacana post tradisi yang coba digaungkan ini bisa tetap ajeg sebagai sebuah diskursus publik yang bisa diakses dan berjangka waktu panjang.

Sehingga buah pemikiran dari wacana tersebut akan menjadi matang dengan banyaknya masukan dan diskusi yang sehat. Tak hanya berakhir sebagai sebuah trend yang pada akhirnya hanya berimplikasi pada pasar saja.

Mendefinisikan wacana post tradisi mungkin bukan pekerjaan yang akan selesai dalam satu atau dua tahun, namun setidaknya, penulis dapat melihat titik balik untuk Bali bisa di perhitungkan dalam pembacaan peta seni rupa Indonesia. Bukan pekerjaan Lanö ataupun Gurat saja namun pekerjaan kita bersama sebagai lapisan ekosistem seni yang ada di Bali.

Panjang umur seni rupa…. [T]

Penulis: Made Chandra
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA
Wayan Sika :  Seorang Cultural Strategies bagi Skena Seni Rupa Kontemporer Bali
 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi
Eksistensi Para Penjaga Ornamentik Bulelengan : Cerita Kecil dari Pura Penegil Dharma
Redaksi Rupa : Kone Keto, Keto Kone?
Tags: Lanö Contemporary Art GalleryPameran Seni RupaSanggar Dewata IndonesiaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Quarter Life Crisis: Antara Ekspektasi dan Realita yang Sering Bikin Puyeng

Next Post

Acara Baku dan Acara Buku dalam Bulan Bahasa Bali SMPN 14 Denpasar

Made Chandra

Made Chandra

Lahir di Baturaja, Sumatera Selatan, kini menetap di Denpasar. Merupakan seorang perupa muda yang suka mengeksplor wayang Kamasan sebagai titik temu antara kompleksitas sureal dan realitas dunia. Kadang kala ia suka menulis—mencatatkan berbagai hal yang menurutnya menarik dan layak mendapat intensi lebih, terutama perihal seni dan budaya visual.

Related Posts

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

by Emi Suy
October 19, 2026
0
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

Read moreDetails

Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

by Wayan Jengki Sunarta
October 18, 2026
0
Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

DALAM karya-karya I Nyoman Darmawan, akrab disapa Kuek, tubuh manusia tidak selalu hadir sebagai sosok utuh dengan batas-batas jelas. Tubuh...

Read moreDetails

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

by Made Chandra
October 10, 2026
0
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

Read moreDetails

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails
Next Post
Acara Baku dan Acara Buku dalam Bulan Bahasa Bali SMPN 14 Denpasar

Acara Baku dan Acara Buku dalam Bulan Bahasa Bali SMPN 14 Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co