3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Post Tradisi : Upaya untuk Meletakkan Bali dalam Pembacaan Seni Rupa Indonesia

Made Chandra by Made Chandra
February 25, 2025
in Ulas Rupa
Post Tradisi : Upaya untuk Meletakkan Bali dalam Pembacaan Seni Rupa Indonesia

Pameran seni rupa REFLEXIVITY : Post Tradition In Balinese Contemporary Art di Lanö Contemporary Art Gallery

MUNGKIN judul artikel ini terkesan terlalu berlebihan dan mengumbar sebuah utopia belaka. Namun bagi penulis upaya untuk merawat harapan menjadi penting ketika kita tahu tak ada pilihan yang lebih baik dari hanya sekedar berpasrah pada keadaan.  

Melihat seni rupa Bali ke belakang akan tampak satu tantangan tersendiri, ketika kita merunut kompleksitas dan carut-marut tegangan antara tradisi dan modernitas. Dan, itu adalah PR yang tidak bisa dikerjakan dalam semalam.

Karya Valasara pada pemran seni rupa REFLEXIVITY : Post Tradition In Balinese Contemporary Art di Lanö Contemporary Art Gallery

Ketika berbicara mengenai sejarah modern seni rupa Indonesia kita tak bisa melepaskan peran Yogyakarta dan Bandung, maupun Jakarta, sebagai pusat pemerintahan, dalam membentuk batu kontruksi untuk menasionalkan beberapa gerakan serta pemikiran yang hadir dalam satu abad terakhir. Dari Raden Saleh dan Mooi Indie, Seni Kerakyatan milik persagi dan lalu disambut Gerakan Seni Rupa Baru pada dekade 70-an, secara runut memberikan gambaran bagaimana seni rupa Indonesia dapat terbentuk.

Lalu, di manakah posisi Bali, dalam konteks ini sebagai satu bagian dari pembacaan seni rupa Indonesia?

Kita tahu ada Sanggar Dewata Indonesia yang getol memproduksi seniman-seniman papan atas sekelas Made Wianta, Nyoman Gunarsa ataupun Wayan Sika. Namun bisa dilihat fragmentasi SDI tidak kurang sebagai wadah seniman Bali yang merantau dan mencari oase ke-senirupa-an di Yogyakarta, tak cukup untuk memberi ruang yang jelas bagi Bali agar bisa terbaca sebagai ekosistem mandiri yang terkoneksi dengan seni rupa Indonesia juga.

Bali seakan menjadi anomali yang bergerak dan memiliki sejarah seni rupanya sendiri, seakan kompleksitas pemikiran dan suara artistik yang Bali punyai tak cukup terbaca dan dibahas bagaimana keberperanannya dalam skena seni rupa Indonesia.

Post tradisi sebenarnya sudah cukup lama digaungkan sebagai sebuah bentuk pemikiran namun dalam konteks Bali, hal itu kemudian digunakan kembali untuk melihat bagaimana hubungan kondisional antara modernitas yang di pengaruhi oleh tradisi mapun sebaliknya, menjadi peristiwa yang saling tarik menarik baik di Bali ataupun tempat lain di Indonesia.

Hal itulah yang coba dipantik melalui diskusi dan project panjang yang dilakukan oleh Lanö Art Project yang kini tengah membuka ruang baru bernama Lanö Contemporary Art Gallery.

Suasana diskusi Post Tradisi serangkaian pameran seni rupa bertajuk REFLEXIVITY : Post Tradition In Balinese Contemporary Art di Lanö Contemporary Art Gallery

Diskusi dilakukan 23 Februari 2025 serangkaian pameran seni rupa bertajuk REFLEXIVITY : Post Tradition In Balinese Contemporary Art di Lanö Contemporary Art Gallery. Pameran berlangsung hingga 25 Maret 2025.

Diskusi yang hangat dan cukup cair diadakan dalam rangka opening pertama gallery ini. Dengan mengangkat post tradisi sebagai wacana utama, diskusi ini mengundang beberapa pihak juga yang cukup penting dalam perannya mewartakan seni rupa bali.

Beberapa pembicara yang dimaksud tak lain kurator serta penulis Seriyoga Parta yang mewakili Gurat Institute, lalu Asmudjo Jono Irianto selaku kurator pameran, serta Kemalezedine sebagai seniman yang mewakili Lanö Gallery.

Pembahasan yang saling tumpang tindih masih bisa terlihat di sini, namun dalam artian positif sebagai sebuah kesadaran bahwa pendefenisian terkait post tradisi masih sangat terbuka untuk dimaknai ulang, dan bersifat open ending, memberi berbagai kemungkinan untuk melengkapi celah-celah kosong yang ditinggalkan.

Dari atas ke bawah: karya Nyoman Arisana, Kadek Dwi Darmawan, I Wayan Upadana, dan Kemalezedine pada pameran seni rupa bertajuk REFLEXIVITY : Post Tradition In Balinese Contemporary Art di Lanö Contemporary Art Gallery

Di tengah kerumunan  pengunjung diskusi, kurator beken Farah Wardani memberikan tanggapan yang cukup kritis untuk mencoba menengahkan dan mengajak kita untuk berpikir ulang bagaimana post tradisi ini tidak hanya akan menjadi trend belaka saja—yang kemudian akan lenyap tersapu waktu. Namun lebih bagaimana wacana post tradisi yang coba digaungkan ini bisa tetap ajeg sebagai sebuah diskursus publik yang bisa diakses dan berjangka waktu panjang.

Sehingga buah pemikiran dari wacana tersebut akan menjadi matang dengan banyaknya masukan dan diskusi yang sehat. Tak hanya berakhir sebagai sebuah trend yang pada akhirnya hanya berimplikasi pada pasar saja.

Mendefinisikan wacana post tradisi mungkin bukan pekerjaan yang akan selesai dalam satu atau dua tahun, namun setidaknya, penulis dapat melihat titik balik untuk Bali bisa di perhitungkan dalam pembacaan peta seni rupa Indonesia. Bukan pekerjaan Lanö ataupun Gurat saja namun pekerjaan kita bersama sebagai lapisan ekosistem seni yang ada di Bali.

Panjang umur seni rupa…. [T]

Penulis: Made Chandra
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA
Wayan Sika :  Seorang Cultural Strategies bagi Skena Seni Rupa Kontemporer Bali
 “Spektrum of Hope”, Harapan akan Munculnya Kolaborasi Lintas Institusi
Eksistensi Para Penjaga Ornamentik Bulelengan : Cerita Kecil dari Pura Penegil Dharma
Redaksi Rupa : Kone Keto, Keto Kone?
Tags: Lanö Contemporary Art GalleryPameran Seni RupaSanggar Dewata IndonesiaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Quarter Life Crisis: Antara Ekspektasi dan Realita yang Sering Bikin Puyeng

Next Post

Acara Baku dan Acara Buku dalam Bulan Bahasa Bali SMPN 14 Denpasar

Made Chandra

Made Chandra

Lahir di Baturaja, Sumatera Selatan, kini menetap di Denpasar. Merupakan seorang perupa muda yang suka mengeksplor wayang Kamasan sebagai titik temu antara kompleksitas sureal dan realitas dunia. Kadang kala ia suka menulis—mencatatkan berbagai hal yang menurutnya menarik dan layak mendapat intensi lebih, terutama perihal seni dan budaya visual.

Related Posts

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

by Made Chandra
June 2, 2026
0
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

Read moreDetails

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
0
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

Read moreDetails

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

by Made Chandra
May 4, 2026
0
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

Read moreDetails

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

by Agung Bawantara
March 23, 2026
0
Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Di tengah hiruk-pikuk malam pengerupukan, sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1948, ketika ogoh-ogoh diarak dalam gegap gempita, sosok...

Read moreDetails

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

by Agung Bawantara
March 17, 2026
0
Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Karya ogoh-ogoh berjudul “Tugu Mayang” dari ST. Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Ubud, Gianyar, menguatkan sebuah kecenderungan estetika yang...

Read moreDetails

Gerabah dan Manusia yang Berubah

by Mas Ruscitadewi
March 7, 2026
0
Gerabah dan Manusia yang Berubah

Dalam pameran Bali Bhuwana Rupa oleh ISI Denpasar di ARMA Museum Ubud, yang bertajuk ' Adhi Jnana Astam (Mastery-Mind-Marvel), banyak...

Read moreDetails

SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

by Hartanto
February 24, 2026
0
SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

BENCANA banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat dan beberapa daerah di Indonesia – menurut saya, bukanlah sekedar bencana...

Read moreDetails
Next Post
Acara Baku dan Acara Buku dalam Bulan Bahasa Bali SMPN 14 Denpasar

Acara Baku dan Acara Buku dalam Bulan Bahasa Bali SMPN 14 Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co