22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Ibu-ibu Pakis Bali “Mesatua” di Bulan Bahasa Bali: Ada yang Galak, Ada yang Monyer

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
February 21, 2025
in Budaya
Ketika Ibu-ibu Pakis Bali “Mesatua” di Bulan Bahasa Bali: Ada yang Galak, Ada yang Monyer

Para juara lomba mesatua Pakis Bali di Bulan Bahasa Bali VII tahun 2025

BAGAI Anak Baru Gede (ABG), ibu-ibu ini begitu gesit dalam mesatua (bercerita menggunakan Bahasa Bali). Mereka tak hanya tampil rapi dan cantik, tetapi menawan pula ketika bercerita di atas panggung. Ibu-ibu ini mesatua penuh penjiwaan, sehingga penonton larut di dalamnya.

Sering kali, penonton dibuat emosi, terkadang gembira, bahkan sedih dengan kekuatan para ibu-ibu ini mengekpresikan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita itu. Termasuk pula menggambarkan suasana ataupun latar dimana tokoh itu berada.

Itulah penampilan ibu-ibu anggota Paiketan Krama Istri (PAKIS) dalam ajang Wimbakara (Lomba) Masatua dalam ajang Bulan Bahasa Bali (BBB) VII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis 20 Pebruari 2025.

Salah satu peserta Pakis Bali dalam lomba mesatua Bulan Bahasa Bali VII 2025 | Foto: Bud

Lomba ini diikuti oleh 9 peserta, PAKIS perwakilan dari kabupaten dan kota di Bali. Dengan mengenakan busana adat, ibu-ibu ini membawakan satua (cerita) yang sangat beragam, namun penyampaian pesan positif dalam menjalani kehidupan menjadi hal utama.

Setiap peserta yang tampil, selalu mendapat sambutan para penonton yang merupakan para suporter mereka. Walau semua menarik, namun dewan juri tetap memilih yang terbaik. PAKIS Desa Dinas Sanur Kaja, yaitu Ida Ayu Gede Sasrani Widyastuti terpilih sebagai Juara I.

Sementara Juara II dan III dimenangkan oleh PAKIS Desa Adat Unggasan, Putu Satya Paranitha dari Kabupaten Badung dan PAKIS Keluruhan Kaliuntu, Kadek Susan Tyo Riski sebagai Duta Kabupaten Buleleng.

“Kali ini sudah 7 kali peleksanaan lomba Masatua yang melibatkan peserta PAKIS di Bali ini, dan boleh dibilang lomba kali ini yang apaling menarik,” kata Dewan juri, Dr. Drs. Ida Bagus Rai Putra, M.Hum yang dosen Bahasa Bali Unud itu.

Pesertanya lengkap diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota di Bali dan mereka tampil sangat bagus. Hal itu dapat dilihat dari keutuhan satwa, vokal, kemampuan bercerita, penghayatan dan bahasa Bali yang sesuai dengan anggah ungguhing basa.

Bahkan ada yang mengunakan teknik bercerita yang seperti para peserta di tingkat nasional. Mereka tampil sangat baik. Pada saat bercerita dia menggunakan narator bercerita, begitu masuk pada dialog cerita dia bisa memanfaatkan kemampuan membedakan suara masing masing tokoh.

Misalnya menggunakan suara tokoh-tokoh lengkap dengan karakternya, termasuk suara bintang. Bahkan, itu disampaikan sesuai karakter binatang. Apalagi, didukung gerak dari anggota tubuhnya, namun itu tidak berlebihan.

Ada pula peserta penampilannya bagus, tetapi tampil terlalu monyer. Vokalnya nyempreng dan mimiknya tidak mendukung. Ada pula peserta yang tampil galak sejak awal hingga akhir, namun kurang berisi. Sebab, para peserta dinilai adalah keutuhan performingnya, apakah dia melakukan logika bahasa dan isi, termasuk pula menyampaikajn pesan dari cerita itu.

“Pesan itu tak sekedar mengambil dari kitab suci, tetapi harusnya diterima oleh orang yang bercerita dan orang mendengar cerita itu mendapatkan bahasa Bali dan mendapatkan kebudayaannya,” pungkasnya.

Pasar juara mesatua Pakis Bali di Bulan Bahasa Bali VII 2025 | Foto: Bud

Kemampuan untuk menyimpulkan cerita itu sangat penting, sehingga bentuk fungsi dan maknanya kelihatan. Elemen-elemen dalam pencerita itu seperti, tokoh, latar, dan penokohan itu sendiri mampu disampaikan secara logis dan tidak logis, sehingga mendukung tema cerita itu sendiri.

“Esensinya bagaimana pengalaman batin dari seorang pencerita bisa menuangkan kepada yang mendengarkan, sehingga bisa menyimpulkan tokoh ini bagus dan tokoh ini jelek, karena satua itu fase dasar pengetahuan untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk,” paparnya.

Itu adalah makna satua. Pencerita yang menyampaikan dengan lugas, maka yang mendengar memilihnya. Artinya, yang mana akan ditauladani dan yang mana di tidak tauladani untuk diterapkan dalam kehidupan.

Artinya, para pencerita ini penting memiliki kemampuan untuk menyimpulkan cerita itu sendiri, sehingga bentuk fungsi dan maknanya kelihatan. “Kami kagum, para peserta yang lomba di sini semuanya bagus-bagus kalau dilihat dari teknik cerita, dan buktinya direspon penonon,” ujarnya.

Konsep bercerita dengan audient tampak jelas. Begitu pula ketika kembali pada narator, ia mampu tampil secara utuh. Memperkenalkan tokohnya sangat jelas, latarnya bagus, dan situasi penceritaan. Itulah yang membuat cerita hidup, yang dikontekkan dengan pendengarnya.

“Dan yang mengejutkan lagi, salah satu peserta itu mampu membuat orang ngeh, seakan mengingatkan dengan Tumpek Landep yang ada beberapa hari lagi. Itu sangat konstektual, mereka menyinggung odalan tetapi masih terkait dengan satua,” pungkas Ida Bagus Rai Putra. [T]

Reporter/Penulis: Budarsana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Anak Muda yang Semangat dan Percaya Diri dalam Lomba Ngwacén Lontar Bulan Bahasa Bali
Di Pasar Intaran, Anak-anak Riang Menyanyi dalam Wimbakara Karaoke Gending Bali, Bulan Bahasa Bali
Berbahasa Bali dengan Cara Berpikir Bahasa Indonesia: Arah Perubahan atau Kepunahan?
Tema Kekinian dalam Drama Modern Berbahasa Bali, Dari Demokrasi Hingga Tanah yang Dijual
“Nini Kija Jani”, Teater Jineng SMAN 1 Tabanan Buktikan Diri Jadi Lumbung Kreativitas Sastra
Lontar, Generasi Muda, dan BBB 2025

Tags: Bahasa BaliBulan Bahasa Balicerita
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Nini Kija Jani”, Teater Jineng SMAN 1 Tabanan Buktikan Diri Jadi Lumbung Kreativitas Sastra

Next Post

Awas Zombie Medsos!

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
0
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

Read moreDetails

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

by tatkala
September 23, 2026
0
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

Read moreDetails

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
0
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

Read moreDetails

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

by tatkala
September 20, 2026
0
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

Read moreDetails

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

by Rusdy Ulu
September 19, 2026
0
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

Read moreDetails

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Semangat Juang Bung Tomo dan Kepemimpinan Masa Kini

Awas Zombie Medsos!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co