3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Awas Zombie Medsos!

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
February 21, 2025
in Esai
Refleksi Semangat Juang Bung Tomo dan Kepemimpinan Masa Kini

Petrus Imam Prawoto Jati

BEBERAPA waktu lalu ramai betul film tentang zombie macam Resident Evil, World War Z, dari Korea juga ada Train to Busan, sampai Army of The Dead. Itu belum film zombie lainnya yang bermacam-macam; yang jumlahnya melimpah.

 Herannya, senang juga saya menontonnya. Pada suatu titik saya merenung dan membatin, jangan-jangan secara tidak sadar saya juga melihatnya di dunia nyata.  Sekawanan organisme manusia yang bergerak tanpa kesadaran, menulari dan mematikan bagi mereka yang waras.

Jadi begini para pembaca yang budiman, kita pasti pernah merasa tiba-tiba terhenyak, ternyata sudah menghabiskan berjam-jam hanya untuk scrolling alias menggulir media sosial tanpa sadar. Atau pernah melihat betapa ramai para netizen saling serang di kolom komentar hanya karena perbedaan pendapat yang sepele saja? Atau pernah merasa sulit lepas dari layar meskipun kepala sudah terasa berat dan penat? Hati-hati saudara, bisa jadi, kita semua sedang terjangkit wabah yang saya pikir, bolehlah saya sebut sebagai wabah zombie digital. Zombie Media Sosial.

Media Sosial: Tempat Berkembangnya “Zombie” Digital

Coba perhatikan kebiasaan masyarakat kita saat ini ketika bermain media sosial. Banyak dari kita mengunggah apa saja tanpa berpikir panjang. Bahkan seringkali kita juga mengkonsumsi informasi secara brutal tanpa mengecek kebenarannya, dan saling memangsa dalam debat panas yang sering kali tak ada manfaatnya dan akhirnya tidak ada juntrungnya pula.

Di sini secara tidak sadar, kita telah berubah menjadi zombie digital. Cirinya adalah tak berpikir, mudah marah, dan menyebarkan konten beracun bahkan mematikan. Jean Twenge, seorang psikolog dari San Diego State University, dalam bukunya iGen (2017) mengungkapkan bahwa media sosial telah mengubah cara kita berpikir dan bertindak. Sementara itu, Nicholas Carr dalam bukunya The Shallows: What the Internet Is Doing to Our Brains (2010) menegaskan bahwa internet, terutama media sosial, membuat kita kehilangan fokus dan berpikir dangkal.

Karakter zombie digital ini semakin nyata. Mereka adalah indivi du yang terus menggulir layar tanpa tujuan jelas, tenggelam dalam budaya saling memangsa seperti cancel culture dan cyber bullying. Mereka tidak lagi berpikir jernih, hanya bereaksi berdasarkan dorongan emosi sesaat, layaknya zombie yang hanya mengikuti naluri tanpa kesadaran. Mereka juga gemar pamer dan flexing demi validasi sosial, tidak lagi peduli apakah yang ditampilkan itu nyata atau sekadar ilusi, demi engagement. Lebih parah lagi, mereka kecanduan media sosial yang menyebabkan kecemasan sosial jika tidak online dalam beberapa jam saja.

Lebih jauh lagi, bagi mereka yang sudah terjangkit akan sulit berpikir kritis. Jika sebuah informasi datang dalam format yang menarik atau sesuai dengan bias mereka, tanpa ragu mereka langsung menyebarkannya tanpa verifikasi. Mereka bergerak dalam kawanan, mengikuti arus tren tanpa bertanya apakah hal tersebut benar, apakah ini baik, atau apakah penting?

Kenapa Ini Bisa Menular?

Dalam Surveillance Capitalism, Shoshana Zuboff (2019) menjelaskan bahwa media sosial sebenarnya dirancang untuk mengontrol perilaku kita. Algoritma dibuat agar kita semakin betah berlama-lama, semakin agresif dalam berinteraksi, dan semakin ketergantungan.

Lalu, bagaimana Efeknya? Polarisasi makin tajam, kebencian makin meluas, dan kesadaran kita semakin terkikis. Ketika satu orang mulai bertindak seperti zombie digital macam berkomentar tanpa berpikir, menyebarkan hoaks, atau mengikuti tren bodoh dan remeh-temeh, maka orang lain pun cenderung ikut saja. Fenomena ini disebut sebagai efek sosial, di mana perilaku destruktif di media sosial bisa menyebar seperti virus. Seperti zombie yang menggigit korbannya dan mengubahnya menjadi zombie lain, kebiasaan buruk di dunia digital juga menular dengan cepat.

Sebelum kita sadar, kita sudah terjebak dalam lingkaran setan digital yang membuat kita semakin kehilangan kendali atas diri sendiri. Di sisi lain, kecanduan media sosial juga diperburuk dengan efek FOMO (Fear of Missing Out). Kita takut ketinggalan informasi, takut tidak ikut tren, takut tidak dianggap eksis. Akibatnya, kita terus menggulir layar, terus bereaksi tanpa berpikir, terus larut dalam dunia digital yang tak lagi sehat.

Hindari Terjebak di Dunia Zombie Digital

Langkah pertama saya kira adalah dengan menyadari kebiasaan digital kita. Sebelum memposting atau membagikan sesuatu, renungkan atau tanyakan dulu, apakah ini benar? Apakah ini bermanfaat? Apakah ini tidak menyakiti orang lain? Jangan hanya menjadi robot yang otomatis bereaksi tanpa berefleksi. Kurangi paparan konten beracun dengan membatasi waktu bermain media sosial dan berhenti mengikuti akun yang hanya memicu emosi negatif. Jika sebuah akun hanya membuat emosi, jengkel, panas hati, marah, iri, atau cemas, mengapa kita masih harus mengikutinya?

Kita tentu juga bisa membangun ruang digital yang lebih sehat dengan menciptakan kebiasaan berinteraksi yang lebih bermakna, bukan sekadar ikut tren tanpa arah. Gunakan media sosial dengan tujuan jelas. Alih-alih membuang waktu tanpa tujuan pasti, manfaatkan platform ini untuk belajar, mengembangkan diri, mencari inspirasi, atau membangun koneksi yang positif. Jangan biarkan algoritma mengambil alih hidup kita. Sebuah studi dari University of Pennsylvania menunjukkan bahwa membatasi penggunaan media sosial hanya 30 menit per hari dapat mengurangi kecemasan dan depresi secara signifikan. Nah, ada harapan bukan?

Salah satu cara lain untuk keluar dari jeratan zombie digital adalah dengan menerapkan detoks media sosial. Coba sekali tempo tantang diri untuk tidak membuka media sosial selama sehari penuh. Kemudian Anda rasakan bagaimana tubuh dan pikiran bereaksi. Jika ada rasa gelisah atau khawatir ketinggalan info, itu tanda bahwa kita sudah sangat bergantung, sudah kecanduan. Dengan rutin melakukan detoks, kita bisa mulai kembali mengendalikan cara kita menggunakan media sosial, bukan malah sebaliknya.

Selain itu, biasakan berpikir kritis sebelum bereaksi. Jika melihat berita viral, cek dulu sumbernya. Jika melihat tren yang sedang ramai, pikirkan dulu manfaatnya. Jangan langsung tergerak hanya karena dorongan emosi atau tekanan sosial. Kita bukan zombie yang mengikuti arus kesana kemari tanpa kesadaran, bukan?

Jangan Sampai Kesadaran Kita Dimakan Hidup-Hidup

Sekali lagi mari kita sadari, bahwa media sosial seharusnya menjadi alat untuk memperluas wawasan, bukan jebakan yang mengubah kita menjadi zombie. Jika kita terus-menerus dikendalikan oleh algoritma dan emosi sesaat, maka sejatinya kita telah kehilangan esensi sebagai manusia sehat. Saatnya kita semua bangun dan kembali mengendalikan diri. Jangan sampai kita benar-benar berubah menjadi zombie digital. Dimulai dengan sadar akan kebiasaan kita sendiri, lalu pelan-pelan kita perbaiki.

Dunia digital masih bisa menjadi tempat yang sehat, jika kita bisa menggunakannya dengan bijak. Nah, para pembaca yang budiman semua di sini, saya yakin tentu masih punya kesadaran. Atau jangan-jangan, sudah berubah? Salam sehat digital. [T]

Penulis: Petrus Imam Prawoto Jati
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis PETRUS IMAM PRAWOTO JATI

Pembatasan Media Sosial Kebijakan Tepat, tetapi Bukan Satu-Satunya Solusi
“Brain Rot” pada Anak: Virus Era Digital
Dunia Maya atau Dunia Nyata? Tren Media Sosial 2025
Renungan Natal: Membunuh Tuhan dengan Algoritma
Dunia Tanpa Ampun: Ketika Jejak Digital Menghakimi Anda
Tags: digitalmedia sosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Ibu-ibu Pakis Bali “Mesatua” di Bulan Bahasa Bali: Ada yang Galak, Ada yang Monyer

Next Post

Bendesa Adat di Bali Adu Kecakapan Memberi  “Sambrama Wacana”

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
Bendesa Adat di Bali Adu Kecakapan Memberi  “Sambrama Wacana”

Bendesa Adat di Bali Adu Kecakapan Memberi  “Sambrama Wacana”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co